image
Login / Sign Up

8 Menit 46 Detik: Bagaimana George Floyd Tewas di Tangan Polisi AS?

Citra Puspitaningrum

Image

George Floyd saat lehernya ditekan oleh polisi bernama Derek Chauvin. Floyd sempat mengeluh tak bisa bernapas | Al Jazeera

AKURAT.CO, Senin (25/5) malam di Minneapolis, polisi merespons sebuah pengaduan. Seorang pria diduga menggunakan uang kertas palsu senilai USD 20 (Rp289 ribu) untuk membeli rokok. Tak disangka, 17 menit kemudian, ia tak lagi bergerak di atas tanah.

Dilansir dari New York Times, pria itu adalah George Floyd, seorang penjaga klub malam dari Houston yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi virus corona. Kematiannya memicu demonstrasi massal di Minneapolis, lalu merembet ke seluruh negeri.

Empat polisi telah dipecat dan kini sedang diselidiki. Salah satunya adalah Derek Chauvin yang didakwa melakukan pembunuhan dan penganiayaan. Media The Times telah menganalisis video saksi mata, rekaman CCTV, audio pemindai polisi, berbicara pada saksi dan ahli, serta meninjau dokumen yang dirilis otoritas. Dari situlah tercipta gambaran untuk lebih memahami bagaimana Floyd meninggal saat ditangkap polisi.

baca juga:

Peristiwa ini bermula saat Floyd duduk di bangku sopir SUV biru. Di seberang jalan terdapat toko serba ada bernama 'Cup Foods'. Cuplikan rekaman CCTV pun menunjukkan yang terjadi selanjutnya. Tanda waktu pada kamera itu 24 menit lebih cepat. Pukul 19.57, 2 karyawan menghadapi Floyd dan teman-temannya yang diduga menggunakan uang palsu untuk membeli rokok. Mereka menuntut rokok itu dikembalikan, tetapi sia-sia.

Empat menit kemudian, mereka menelepon polisi. Menurut transkrip 911, salah satunya mengadu Floyd memakai uang palsu untuk membeli rokok dan ia sangat mabuk sampai tak bisa mengendalikan diri. Tak lama kemudian mobil polisi tiba di lokasi kejadian.

Opsir Thomas Lane dan J. Alexander Kueng keluar dari mobil dan mendekati SUV itu. Beberapa detik kemudian, Lane mengacungkan pistolnya. Tak diketahui pasti sebabnya. Ia lantas memerintahkan Floyd meletakkan tangannya di atas kemudi. Lane pun kembali menurunkan pistolnya. Setelah sekitar 90 detik mondar-mandir, ia menarik Floyd keluar dari SUV.

Seorang pria merekam konfrontasi itu dari sebuah mobil yang diparkir di belakang mereka. Para petugas pun memborgol tangan Floyd di belakang punggungnya. Kueng kemudian membawanya ke dinding restoran.

Dari transkrip 911 dan rekaman kamera, ada 3 fakta penting yang bisa disimpulkan. Pertama, polisi percaya aduan pria itu mabuk dan tak terkendali. Kedua, meski polisi yakin dengan situasi ini, terlihat bahwa Floyd tidak melakukan kekerasan. Ketiga, ia tampaknya sudah dalam kondisi yang sulit.

Enam menit dalam penangkapan, kedua petugas memindahkan Floyd kembali ke mobil polisi. Saat para petugas mendekati mobil itu, bisa dilihat Floyd jatuh. Menurut tuntutan pidana terhadap Chauvin, salah satu petugas yang kemudian ditangkap, Floyd mengaku ia mengidap klaustrofobia dan menolak masuk ke mobil polisi. Selama berontak, pria 46 tahun itu terlihat beberapa kali menoleh untuk bicara pada petugas. Ia mengatakan pada mereka bahwa ia tak bisa bernapas.

Sky News

Sembilan menit dalam penangkapan, mobil polisi ketiga dan terakhir tiba di lokasi kejadian. Di dalamnya terdapat opsir Tou Thao dan Derek Chauvin. Keduanya punya catatan keluhan sebelumnya. Thao pernah digugat karena menjatuhkan seorang pria ke tanah dan memukulnya. Sementara itu, Chauvin pernah perlibat 3 penembakan polisi, bahkan salah satunya fatal.

Chauvin ikut berjibaku memasukkan Floyd ke dalam mobil. Rekaman CCTV milik Cup Foods menunjukkan Kueng bergelut dengan Floyd di kursi belakang, sementara Thao hanya menonton. Chauvin pun menariknya dari kursi belakang ke jalan. Tidak diketahui pasti sebabnya. Floyd lantas terbaring di trotoar dalam posisi tengkurap.

Di saat itulah, 2 saksi merekamnya di waktu yang hampir bersamaan. Rekaman milik saksi pertama menunjukkan 4 petugas itu berkumpul di sekeliling Floyd. Di sinilah terlihat jelas Floyd tertelungkup di tanah dengan 3 petugas menekan leher, dada, dan kakinya. Pukul 20.20, untuk pertama kalinya terdengar suara Floyd. Video itu pun berhenti saat Lane muncul untuk mengusir mereka yang merekamnya.

"Silakan pindah ke trotoar. Di sisi itu atau lainnya," pinta Lane.

Para polisi kemudian mengirim 'Kode 2', panggilan bantuan medis nondarurat dengan melaporkan cedera pada mulut Floyd. Di latar belakang, terdengar Floyd berjuang. Panggilan itu pun cepat-cepat ditingkatkan ke 'Kode 3', panggilan bantuan medis darurat.

Seorang saksi bernama Darnella Frazier merekam dari sudut yang berbeda. Rekamannya menunjukkan Chauvin tetap menindih Floyd selama 7 menit. Sayangnya, tidak terlihat apakah Kueng dan Lane masih memberi tekanan. Pada 2 video lainnya, Floyd terdengar mengatakan pada polisi kalau ia tak bisa bernapas setidaknya 16 kali dalam waktu kurang dari 5 menit. Namun, Chauvin tak sekalipun mengangkat lututnya dari leher Floyd, bahkan saat matanya sudah terpejam dan tampak tak sadarkan diri.

Menurut para ahli medis dan kepolisian, keempat polisi itu melakukan serangkaian pelanggaran kebijakan dan berakibat fatal. Mereka terus membuat Floyd terbaring telungkup, memberi tekanan setidaknya selama 5 menit. Kombinasi tindakan ini kemungkinan menekan dadanya dan membuatnya mustahil untuk bernapas.

Chauvin pun menindihkan lututnya ke leher Floyd, sebuah langkah yang dilarang sebagian besar departemen kepolisian. Menurut kebijakan Departemen Kepolisian Minneapolis, seorang petugas hanya dapat melakukannya jika seseorang 'secara aktif berontak'. Selain itu, meski mereka memanggil bantuan medis, mereka tak bertindak untuk merawat Floyd sendiri sambil menunggu ambulans tiba.

Menurut tuntutan terhadap Chauvin, Lane 2 kali bertanya apa mereka perlu membalikkan Floyd. Namun, Chauvin menolaknya. Dua puluh menit dalam penangkapan, ambulans tiba di lokasi kejadian.

Para saksi mata di sana sudah meminta mereka membebaskan leher Floyd. Namun, Chauvin tetap menindihkan lututnya, bahkan saat petugas medis memeriksa denyut nadinya dan Floyd tak lagi responsif. Ia baru memindahkan lututnya usai disuruh petugas medis. Menurut tuntutan yang diajukan padanya, Chauvin berlutut di leher Floyd selama total 8 menit 46 detik.

Floyd dimasukkan dalam ambulans dan meninggalkan tempat kejadian untuk menghindari kerumunan massa. Tak sampai di situ, para petugas medis memanggil bantuan tambahan dari pemadam kebakaran. Namun, saat tiba, laporan insiden departemen pemadam kebakaran menyebut para petugas mengatakan tak ada info jelas tentang Floyd, termasuk dibawa ke mana. Akibatnya, mereka tak bisa langsung memberi bantuan, padahal Floyd diperkirakan akan mengalami serangan jantung. Butuh waktu 5 menit hingga akhirnya mereka menemukan ambulans Floyd. Ia pun dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit terdekat sekitar pukul 21.25.

REUTERS/Eric Miller

Dalam laporan autopsi awalnya, efek kombinasi dari tekanan polisi dan penyakit jantung mendasari kemungkinan kontribusinya pada kematian Floyd.

Video penangkapannya yang viral sebenarnya tidak mencakup seluruh gambaran yang terjadi pada George Floyd. Diperlukan video dan audio tambahan dari kamera tubuh pada para petugas tentang bagaimana pergulatan itu dimulai dan eskalasinya.

Keempat petugas pun dipecat dan Chauvin didakwa melakukan pembunuhan dan penganiayaan. Namun, bagi banyak orang, semua ini belum cukup. Kemarahan atas kematian George Floyd menyebar makin jauh ke seantero Amerika Serikat.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

Iptek

Perluas Kehadiran Secara Global, Tencent Hadirkan Studio Baru di Amerika Serikat

Image

News

Wabah Corona

Uji Vaksin Corona Buatan AS Masuk Tahap Akhir pada Bulan Juli

Image

News

Wabah Corona

#5 Kabar Baik di Tengah Pandemi, Belasan Provinsi di Indonesia Catat Tingkat Kesembuhan Lebih Tinggi dari Angka Global

Image

News

Vatikan Panggil Duta Besar AS dan Israel, Protes Perluasan Kedaulatan di Tepi Barat

Image

Iptek

Apple akan Kembali Menutup Sebagian Besar Toko di Negara Bagian Amerika Serikat

Image

News

Wabah Corona

130 Ribu Warga AS Tewas, Donald Trump Justru Klaim Corona 'Akan Hilang Sendiri'

Image

Iptek

Netflix Tunjuk Bozoma Saint John Jadi Chief Marketing Officer

Image

Iptek

Kasus Corona Masih Tinggi, Google Tunda Pembukaan Kantor di Amerika Serikat

Image

News

Tak Ada Sisa! AS Borong Semua Stok Remdesivir untuk Pasien COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Honggo Wendratno Dihukum Kurungan 16 Tahun, Jaksa hanya Bisa Eksekusi Barbuk dan Uang Pengganti

Sidang digelar tanpa kehadiran tersangka.

Image
News

Sebelum Rusak Hotel Mercure dan Aniaya Serda Saputra, Pelaku Lakukan ini Bareng-bareng

Pantas saja mereka berani.

Image
News

Geram Joko Tjandra Masuk ke Indonesia Lewat Jalan Tikus, Gerindra: ini Skandal Besar Keimigrasian

Menkumham dan Dirjen Imigrasi harus dipanggil untuk bisa memberikan penjelasan.

Image
News

Sri Asiyah Menangis Haru Saat Tahu Akan Miliki Rumah Layak Huni

“Sejak ditinggal suami meninggal saya berjuang sendiri dengan berjualan lotek, Tapi sejak Covid saya sudah tidak berjualan lagi“

Image
News

KPK Tetapkan Bupati Kutai Timur dan Istrinya Sebagai Tersangka Kasus Suap Infrastruktur

Penetapan dilakukan bersama 5 orangnya, sehingga total tersangka dalam kasus ini berjumlah tujuh orang.

Image
News

Bank BUMN Didorong Lakukan Ekspansi Kredit untuk Penyelamatan Ekonomi Nasional

Khusus bagi UMKM, dukungan tersebut diberikan dalam bentuk subsidi bunga, insentif pajak dan penjaminan untuk kredit modal kerja baru.

Image
News

Sandi Dorong Pengembangan Desa Wisata di Daerah

Jadi ini justru waktunya kita untuk mengembangkan pariwisata yang ada di daerah kita.

Image
News
DPR RI

Mardani Usulkan Pembentukan Lembaga Khusus untuk Kemerdekaan Palestina

“Indonesia harus terdepan mendorong kemerdekaan Palestina”

Image
News

Hoaks Ajakan Penarikan Uang di Bank, Dua Pelaku Kaitkan Kondisi Saat ini dengan Krisis 1998

Kami dapat pastikan bahwa kedua tersangka ini tidak berafiliasi dengan pihak mana pun.

Image
News

Bak Mandi hingga Toilet Berlapis Emas, Hotel Vietnam ini Tawarkan 'Kamar Sultan' Seharga Rp3 Jutaan

Kamu berminat menginap di sana?

terpopuler

  1. Grab Kena Denda Rp30 Miliar, Hotman Paris: Merusak Iklim Investasi Indonesia

  2. Kalina Octarani Cerita Pengalaman Pahit Menikah dengan Deddy Corbuzier

  3. Pertama Kalinya dalam 60 Tahun, Sony Berubah Nama Menjadi Sony Group

  4. Tunggui Ibunya di ICU Rumah Sakit, Seorang Warga Sleman Malah Positif COVID-19

  5. Saham Pizza Hut Ambruk Karena Bangkrut di AS, Sarimelati Kencana Pasrah?

  6. Novel Baswedan: Lebih Baik Melepas 1.000 Orang Bersalah daripada Menghukum 1 Orang Tidak Bersalah

  7. Anies Perpanjang PSBB Transisi, Ferdinand: Ini Cuma di Atas Kertas, Fakta di Lapangan Berbeda

  8. Cool Abis, 4 Ilustrasi Vektor Para Pesepak Bola Kekinian Jika Kenakan Jersey Klasik

  9. Amien Rais Sebut Kemungkinan Jokowi Bermain 'Sandiwara Politik', Ruhut: di Matanya Pemerintah Tidak Pernah Ada Baiknya

  10. Sindir Muhammad Nasir Usir Dirut PT Inalum, Dedek Prayudi: Contoh Marah-marah tanpa Isi

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image
Zainul A Sukrin

Polemik RUU HIP, Antara Oligarki dan Populisme Politik Islam?

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan

Image
News

Lewat YouTube Daniel Mananta, BTP Ungkap Usahanya Pertahankan Rumah Tangga dengan Veronica Tan

Image
News

6 Potret Lawas Kenangan Presiden Soeharto Bersama Keluarga