image
Login / Sign Up
Image

Siti Nur Fauziah

Tenaga Medis dan Mahasiswi Pascasarjana Promkes Uhamka.

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image

Petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD) di Puskesmas Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (11/4/2020). Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cipondoh ketika merabaknya wabah pandemi Covid-19, mewajibkan seluruh tenaga medisnya menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti baju hazmat, masker dan face shield yang sudah berjalan sekitar dua minggu. Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Puskesmas Cipondoh, Melya Yuliastiny, layanan saat ini pun dibagi dua, untuk pasien yang ingin berobat seperti diabetes dan gatal-gatal berada di ruangan khusus non infeksi, sedangkan pasien seperti demam, pilek dan batuk berada di ruangan khusus infeksi. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO, Indonesiaku kemarin begitu istimewa, masyarakat dengan berbagai budaya, agama, suku dan bahasa, saling merangkul satu sama lain. Indonesiaku kemarin saling peduli, memahami saling menyayangi. Indonesiaku kemarin masih sangat khas, dengan gaya gotong royongnya, terlihat sangat istimewa. Setiap hal yang bersifat sosial, selalu diputuskan bersama. Tidak saling menonjolkan diri dan terlihat lebih. Indonesiaku kemarin, saling support dan saling mengingatkan.

Namun hari ini, ketika Virus Corona (Covid-19) menghampiri bahkan mulai memporak-porandakan Indonesiaku, kami sedih. Kami (masyarakat) diminta untuk social distancing, bahkan physical distancing yang dimana masyarakat diminta untuk tidak saling berinteraksi sosial. Pemerintah mengeluarkan berbagai aturan baru, Pemerintah melarang berbagai kegiatan yang dilakukan secara beramai-ramai. Termasuk sekolah, kuliah, bekerja, ibadah dan aktivitas lainnya yang dapat memicu penularan virus Covid-19 ini.

Kami tahu, sebagian masyarakat mungkin merasa keberatan ketika diminta Pemerintah untuk tetap berada di rumah (stay at home). Karena, sejatinya hidup itu perlu hal-hal yang memang menunjang hidup itu sendiri. Seperti makan makanan yang layak, serta kehidupan yang semestinya. Berbagai dilema kemudian muncul, ketika masyarakat tetap berada di rumah namun, tidak ada yang memfasilitasi kehidupan mereka. Tidak sedikit masyarakat yang kekurangan bahan makanan, kesulitan keuangan bahkan tempat tinggal.

baca juga:

Ya, lagi-lagi Pemerintah mengeluarkan banyaaak kebijakan, salah satunya adalah bantuan social baik berupa dana (uang) ataupun bahan pangan. Tetapi, apakah Pemerintah yakin bantuan tersebut sudah terdistribusi secara merata? saya pribadi yakin, belum sepenuhnya. Namun, dengan adanya kebijakan yang “mungkin” di anggap tidak adil ini, justru menimbulkan polemik baru. Keributan warga (masyarakat) dengan petugas penyalur, bahkan keributan antar wargapun terjadi.

Lalu apa yang harus dilakukan masyarakat? apa juga yang harus dilakukan Pemerintah untuk menindaklanjuti berbagai polemik yang muncul sekarang ini?. Siapa sebenarnya Covid-19 ini? dan siapa yang seharusnya bertanggungjawab terhadap keadaan sekarang ini ?

Di Indonesia, sejak terkonfirmasi adanya orang dengan positif Covid-19 ketika itu, seketika Pemerintah membuat aturan-aturan untuk penanganan serta pengendalian virus tersebut. Lalu apakah Indonesia bisa dikatakan berhasil? saya rasa tidak, karena pada kenyataannya hari ini pertanggal 30 mei 2020, sudah lebih 26.000 orang dengan positif Covid-19. Apakah Indonesia di anggap lamban? mungkin saja!

Hingga saat ini, masyarakat masih diikat dengan aturan-aturan yang mengharuskan masyarakat untuk tetap berada di rumah. Tidak ada aktivitas yang “boleh” dilakukan di luar rumah kecuali “urgent”. Namun, apakah tingkat urgenitas setiap orang itu sama? Saya rasa tidak.

Jujur saja, saya adalah seorang lulusan ahli teknologi laboratorium medik, dan sampai saat ini saya masih bertugas di salah satu klinik swasta di Depok. Bekerja di bawah tekanan, kekhawatiran, serta ketakutan. Saya dan rekan-rekan paramedik lainnya diminta untuk pasang badan, bekerja sepenuh hati, dan tetap dengan SOP masing-masing.

Namun kemudian, kami merasa dikhianati, ketika kami meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah demi memutus mata rantai Covid-19, tetapi kenyataannya masih banyak masyarakat yang dengan seenaknya berkeliaran tanpa mengindahkan peraturan termasuk dalam penggunaan masker.

Tahukah kalian, bahwa usaha-usaha dan perjuangan teman-teman kami dalam menangani Covid-19 ini tidak ada artinya? Bahkan tidak sedikit diantara kami yang harus gugur. Lalu, apa yang kalian bisa lakukan? Indonesia yang tadinya hanya terkonfirmasi 1 orang positif, namun hari ini sudah lebih 26.000 orang yang terkonfirmasi positif. Seketika rasanya dunia ini runtuh. Seperti tidak ada usaha apapun yang dilakukan Pemerintah dan Tenaga Medis.

Lalu, siapa yang salah? Pemerintahkah? atau Tenaga Medis kah karena dianggap lamban dalam penanganan Covid-19 ? Atau malah masyarakatlah yang terlalu sepele dan sebenarnya tidak cinta terhadap dirinya sendiri, sehingga tidak mengindahkan anjuran Pemerintah??

Mungkin setelah ini, kita semua baru akan sadar bahwa di Indonesia ini bukan hanya tentang bagaimana masyarakat mampu menangani tiap masalah yang datang tumpang tindih, bagaimana respon para pemegang jabatan terkait hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat, namun hal yang paling penting adalah bagaimana respon masyarakat ketika berbagai kejadian terjadi, bagaimana kita bisa mempelajari keadaan, dan berusaha memperbaiki keadaan secara mandiri, bukan menyalahkan Pemerintah atau pihak-pihak terkait.

Seperti yang saya kutip dari Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan masyarakat bahwa, puncak Covid-19 ini diperkirakan terjadi pada akhir Juni. Lalu muncul pertanyaan, siapkah Pemerintah?

Sebenarnya, bukan hanya Pemerintah seharusnya yang berusaha keras dalam upaya penanganan Covid-19 ini. Namun pokok permasalahannya adalah sanggupkah masyarakat bertahan untuk tetap di rumah saja serta hidup sesuai dengan protokol kesehatan sampai masa puncak Covid-19 berlalu ? Saya rasa, semua tahu jawabannya!

Diharapkan kepada Pemerintah baik pusat maupun daerah, diminta untuk tetap memperketat mobilisasi antar daerah. Bukan hanya Jakarta dan daerah-daerah sekitarannya. Namun, semua daerah harus melakukan hal yang sama. Tiap Provinsi, diminta untuk fokus membangun kampung siaga Covid-19 atau desa bebas Covid-19. Dengan memberdayakan masyarakat itu sendiri yang kemudian melakukan pendampingan khusus baik oleh pemangku kebijakan maupun tenaga Kesehatan setempat. []

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Persilakan Hotel dan Tempat Wisata Beroperasi, Sultan Jelaskan Maksud Perpanjang Status Tanggap Darurat COVID-19

Image

Ekonomi

Bos BRI Optimis Realisasi Kredit 2020 Capai 4 Hingga 5 Persen

Image

News

Wabah Corona

FOTO Pemprov DKI Perketat Pengawasan Pasar Selama PSBB Transisi

Image

News

RUU Cipta Kerja Dinilai Solusi Penciptaan Lapangan Kerja Usai Pandemi

Image

Ekonomi

Bank Dunia Naikkan Status Indonesia Jadi Upper Middle Income Country, Ini Sejumlah Keuntungannya

Image

News

Wabah Corona

FOTO Imbauan Mematuhi Protokol Kesehatan di Ruang Publik

Image

News

Pengantin Pria Meninggal, 111 Orang Tamu Undangan Terinfeksi Corona

Image

News

Jaket Rp88 Juta Selesai Dilelang untuk Bantuan COVID-19

Image

Ekonomi

4 Bisnis Pertanian Ini Bisa Anda Lakukan di Rumah, Gampang dan Modern!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Persilakan Hotel dan Tempat Wisata Beroperasi, Sultan Jelaskan Maksud Perpanjang Status Tanggap Darurat COVID-19

Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan bagi pemilik hotel, restoran, tempat wisata, untuk membuka kembali bisnisnya

Image
News

Media Asing Soroti Protes TKA China di Sulawesi, Sebut Bakal Picu Terorisme

Keputusan pemerintah Indonesia untuk mendatangkan TKA China ke Sulawesi Tenggara memang telah menyedot berbagai kritik hingga protes

Image
News

Relawan: Dulu Kami Mendukung Anies Karena Komitmen Menolak Reklamasi

Harapan kami, semoga Pak Anies Baswedan dapat segera membatalkan rencana Reklamasi di Ancol.

Image
News

Usulan Pencabutan RUU PKS, Sigit Widodo: Betapa Malangnya Bangsa Ini

Data korban kekerasan seksual terus meningkat.

Image
News
DPR RI

Baleg DPR Bersama Menkum HAM Rapat Bahas Evaluasi Prolegnas Prioritas 2020

UU harus mengutamakan kepentingan rakyat bukan elite.

Image
News

RUU Cipta Kerja Dinilai Solusi Penciptaan Lapangan Kerja Usai Pandemi

Salah satu manfaat penerapan Omnibus Law di Indonesia adalah menyelesaikan tumpang tindih regulasi.

Image
News

Berkas Lengkap, Mantan Lurah Pekojan Bakal Jalani Sidang Tipikor

Tri akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam waktu dekat.

Image
News

Kejagung Kembali Periksa Pejabat OJK terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

Libas semua yang terlibat.

Image
News

Starbucks Investigasi Video Pegawai Intip Kaki Sampai Dada Pengunjung Lewat CCTV

Melalui akun resmi Twitter, mereka menyatakan permohonan maaf dan akan segera melakukan investigasi.

Image
News
DPR RI

DPR: Penghentian Paket Pelatihan Program Kartu Prakerja Sesuai Harapan dan Aspirasi

Seharusnya program ini mendatangkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

terpopuler

  1. Tak Terima Istrinya Dihina, Kim Jong-un Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan

  2. Segera Nikah, Reza 'LIDA' Cerita Awal Mula Kenal dengan Calon Istri

  3. Sri Mulyani: Insya Allah Kita akan Bisa Melakukannya Bersama-sama

  4. PSI: Anies Berusaha Mengganti Bahasa Reklamasi Menjadi Perluasan Daratan

  5. Lahirkan Anak Pertama, 7 Potret Persalinan Tasya Farasya yang Penuh Haru

  6. Puan: Kami Ingin Proses Hukum yang Dilakukan Polri Berlangsung Cepat dan Efektif

  7. 5 Meme Lucu Lionel Messi usai Bikin 700 Gol, Jagoan Mah Bebas

  8. Punya Rumah Mungil? Ini 5 Inspirasi Menata Dapur Minimalis agar Manis Abis

  9. Bella dan Engku Emran Trending di Twitter karena Cerai, Warganet: Jadi Ingat Pesan Emak

  10. Anaknya Izin Gunakan Pakai Tato, Reaksi Ibu Berhijab ini Tak Terduga

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image
Zainul A Sukrin

Polemik RUU HIP, Antara Oligarki dan Populisme Politik Islam?

Image
Yusa’ Farchan

Menjaring Suara di Tengah Pandemi; Catatan Pilkada Serentak 2020

Image
ACHMAD FACHRUDIN

Paradoks Keindonesiaan di Tengah Covid-19

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

40 Tahun Bersahabat, 7 Potret Kedekatan Retno Marsudi dan Sri Mulyani

Image
News

5 Fakta Menarik Orias Petrus Moedak, Dirut PT Inalum yang Sempat Berdebat dengan Anggota DPR RI

Image
News

Pemilik 36 Perusahaan hingga 40 Ribu Karyawan! Ini 5 Fakta Menarik Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat