image
Login / Sign Up
Image

Azami Mohammad

Ketua Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK)

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat Berkunjung ke GOR Djati Djarum, Kudus, Kamis (12/9/2019). | Istimewa

AKURAT.CO, Akhir-akhir ini isu mengenai rokok merusak generasi masa depan santer digaungkan. Framing yang dihadirkan dari isu tersebut adalah Industri Rokok menargetkan anak-anak untuk menjadi perokok yang berdampak kepada rusaknya generasi masa depan akibat dari tingginya pravelensi perokok anak.

Sebenarnya isu tersebut bukanlah barang baru yang dimainkan oleh kelompok Antirokok. Sudah lama kelompok Antirokok memainkan Isu Anak dengan berbagai framing seperti, menyoal pravelensi perokok anak, eksploitasi, kecanduan, hingga persoalan etika. Isu Anak yang kerap diusung oleh kelompok Antirokok memang selalu menjadi isu yang sensitif dan pastinya akan menuai dukungan dari publik.

Namun dibalik jubah kemuliaan Antirokok dalam mengusung Isu Anak, selalu ada kepentingan yang terselip di dalamnya. Dulu pada saat pembahasan RPP Tembakau sebagai konsekuensi dari UU Kesehatan Pasal 113-116 yang tak kunjung disahkan oleh pemerintah, pada momen itu muncul kisah Aldi Rizal, balita dari Musi Banyu Asin yang terbiasa merokok.

baca juga:

Kisah Aldi dieksploitasi besar-besaran termasuk ekspos oleh media asing yang sangat gencar. Kasus Aldi Rizal seolah mempertontonkan kepongahan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat Indonesia dari bahaya rokok. Padahal dibalik ekspos kabar tentang Aldi Rizal hanya ada satu kepentingan, disahkannya RPP Tembakau sebagai PP yang kini menjadi PP 109 Tahun 2012.

Pada tahun-tahun berikutnya Isu Anak muncul lagi dalam berbagai bentuk, kita masih ingat soal film dokumenter eksploitasi anak di ladang tembakau yang diproduksi oleh Human Right Watch (HRW). Lalu ada eksploitasi anak pada audisi badminton oleh KPAI, ada berita hoax meninggalnya bayi, sampai yang termutakhir video viral sekelompok anak kecil yang sedang merokok bersama orang tuanya.

Kita sama-sama sepakat bahwa akses merokok bagi anak memang harus diperketat agar tidak ada lagi ruang bagi si anak untuk mengakses rokok. Namun tentunya bukan dengan cara-cara menyerang menuding pabrik rokok secara sengaja menjual produknya untuk merusak anak-anak. Apalagi data yang dipakai selalu saja diambil dari WHO yang memiliki kepentingan besar terhadap pengendalian tembakau.

Dari pola kampanye seperti itu, maka kita mencurigai bahwa Isu Anak tidak benar-benar murni untuk kepentingan perlindungan anak, melainkan ada kepentingan untuk mematikan industri hasil tembakau. Terutama di Indonesia untuk mendorong pemerintah agar mengaksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Dan jika FCTC telah diaksesi maka, gerombolan mafia kesehatan akan mengendalikan industri hasil tembakau di Indonesia.

Pola kampanye yang memakai Isu Anak juga seakan-akan memframing aktvitas merokok selayaknya aktivitas yang jahat dan terlarang untuk dilakukan. Padahal harus diingat bahwa industri hasil tembakau beserta aktivitas merokok memiliki kedudukan legal yang dilindungi oleh undang-undang.

Mahkamah Konstitusi dalam putusan MK bernomor 19/PUU-VIII/2010 bertanggal 1 November dan peraturan perundang-undangan lainnya tidak pernah menempatkan rokok sebagai produk yang dilarang untuk dipublikasikan, diperjual-belikan, dikonsumsi asal dan tidak pernah menempatkan tembakau dan cengkeh sebagai produk pertanian yang dilarang.

“Rokok adalah produk yang legal, terbukti dengan dikenakannya cukai terhadap rokok dan tembakau. Pendapat itu juga tercantum dalam Putusan MK Nomor 54/PUU-VI/2008 dan 6/PUU-VII/2009”.

Dalam kedudukan legal tersebut juga terdapat batasan umur yakni 18 tahun untuk dapat mengakses produk hasil tembakau. Jadi sangat jelas bahwa memang produk hasil tembakau adalah konsumsi bagi orang-orang dewasa, tidak boleh diakses oleh anak di bawah umur.

Dari pemahaman legal ini, seharusnya kampanye yang dilakukan dalam membatasi akses merokok bagi anak di bawah umur adalah dengan melakukan edukasi mengenai batasan umur untuk mengakses produk tembakau. Edukasi ini dilakukan kepada anak, orang tua dan lingkungan sekitar. Sementara untuk para pedagang selain dilakukan edukasi juga harus disertai adanya aturan yang ketat bagi anak yang hendak mengakses produk tembakau, bahkan bila perlu disertai dengan sanksi bagi pedagang yang tidak taat dengan aturan tersebut.

Tetapi yang terjadi selama ini adalah kelompok Antirokok memonopoli sendiri dengan mengintervensi kebijakan yang justru tidak memiliki esensi edukasi, sehingga tidak pernah tepat kepada sasaran. Diperparah lagi dengan kampanye yang menjelek-jelekan industri hasil tembakau dan seringkali juga dibumbui dengan rekayasa, seperti yang terjadi pada pembuatan film dokumenter eksploitasi anak di ladang tembakau dan kasus Aldi Rizal si balita perokok.

Jadi jika Isu Anak terus-menerus hanya dijadikan alat mendompleng kepentingan Antirokok, maka yang terjadi adalah stigma buruk terhadap industri hasil tembakau dan masalah perlindungan anak tidak akan pernah selesai. Yang selesai hanyalah proposal kepada donor asing yang cair setiap tahunnya.

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

KPAI Sayangkan Apel Ganyang Komunis Libatkan Anak-anak

Image

News

4 Temuan KPAI Soal PPDB DKI, Mulai Usia Hingga Penambahan Kuota Luar Kota

Image

News

Diduga Langgar UU PA, Kowani Laporkan Pendemo RUU HIP ke KPAI

Image

News

KPAI Terima 23 Pengaduan Terkait PPDB, 21,7 Persen Keberatan Atas Kriteria Usia Siswa

Image

News

Wabah Corona

Cegah COVID-19, KPAI Minta Pemerintah Biayai Rapid Test Para Santri di Pondok Pesantren

Image

News

KNPK Duga Kampanye Antirokok Pesanan Pendonor Asing

Image

News

LKRI: Konstitusi Lindungi Produk Rokok!

Image

News

Akademisi: Lawan Agenda Rezim Antirokok Dunia!

Image

News

Sejumlah Lembaga Penerima Dana Bloomberg untuk Kampanye Antirokok di Indonesia

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Wajib Tahu, Protokol Kesehatan Buat WNA Saat Masuk Indonesia

WNA yang ingin masuk ke Indonesia telah dibatasi dan harus memiliki persyaratan khusus.

Image
News

Ogah Buka Laptop Terkunci, WNA Prancis Pelaku Eksploitasi Anak Tak Kooperatif saat Diperiksa

Barang bukti yang kami amankan salah satunya satu unit laptop.

Image
News

Rieke Diah Pitaloka Buka Suara Usai Dicopot dari Pimpinan Baleg DPR

Rolling (pergantian) anggota fraksi di pimpinan dan anggota AKD kan hal biasa

Image
News

Tengku: Masih Mau Teruskan Pembahasan RUU HIP di DPR? Tak Tahu Malu? Nekat?

"Kami akan tetap berjuang sampai RUU itu dicabut."

Image
News

Ahli Waris Lahan Central Park Minta Ganti Rugi ke Agung Podomoro Rp900 Miliar

Begitulah nasib rakyat kecil.

Image
News

Sekjen PDIP Sebut Ada Kelompok yang Gunakan Sejarah Sebagai Alat Politik

“Lalu dibelokkan dan menjadi gerakan yang menghambat kemajuan alam pikir bangsa”

Image
News
Wabah Corona

Tiga Pedagang Positif COVID-19, Dua Pasar di Bantul Langsung Ditutup

Dua pasar termaksud adalah Pasar Sungapan di Argodadi, Srandakan dan Pasar Sorobayan di Gadingsari, Sanden.

Image
News

Dewas KPK Diminta Transparan Tangani Laporan Masyarakat

“Ketika tidak adanya informasi yang transparan kepada publik maka kecenderungan publik akan menganggap Dewas bersikap tidak independen“

Image
News

Polda Metro Dalami Alasan WNA Prancis Buat Video Porno dengan 305 Anak

Apakah 305 video ini dijualbelikan? Nah ini masih kita kembangkan

Image
News

Beroperasi saat PSBB Transisi, Tempat Karaoke di Cilandak Kena Denda Rp25 Juta

Sesuai aturan PSBB, tempat hiburan seperti karaoke ini belum boleh beroperasi.

terpopuler

  1. Awas Tertipu, 5 Foto Perpaduan Dua Objek ini Bikin Bingung yang Lihat

  2. Jarang Tersorot, 7 Potret Terbaru Rieke Diah Pitaloka yang Makin Memesona

  3. Data Pribadi Denny Siregar Bocor, Dedek Prayudi: Ini Sudah Masuk Ranah Teror dan Pembungkaman

  4. Di Tengah COVID-19, Sharp Akui Pasar Elektronik Bangkit Pada Juni 2020

  5. Ferdinand Gagal Paham Soal Pernyataan Politikus PKS yang Anggap Perluasan Lahan Ancol Bukan Reklamasi

  6. PDIP Setuju Anies Izinkan Reklamasi "Ancol Enggak Ada Hubungan dengan Nelayan"

  7. Aris Si Pedagang Buah Mirip Plek Ketiplek Ariel 'Noah', Ini 5 Bukti Sahihnya

  8. Bamsoet Pastikan Presiden Jokowi Hadir di Sidang Tahunan MPR

  9. 5 Meme Kocak AC Milan Ini Menghibur Milanisti, Bikin Ketawa Lebar

  10. Eks Ketua Pansus UU Pemilu: Kemenangan Jokowi-Ma’ruf sesuai Keputusan MK dan MA

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Melestarikan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Penampilan Terbarunya Bikin Pangling, Ini 5 Potret Transformasi Menlu Retno Marsudi

Image
Ekonomi

Perjalanan Karier Rieke Diah Pitaloka, dari Si Oneng hingga Wakil Rakyat 16 Tahun

Image
News

Unggah Momen Bersama Jokowi, Warganet Soroti Catatan yang Dibawa Prabowo