image
Login / Sign Up

5 Fakta Menarik Zhong Nanshan, Pakar Penyakit Pernapasan Top China yang Dijuluki Pahlawan SARS

Endarti

Image

Dr. Zhong Nanshan | Global Times

AKURAT.CO, Beberapa waktu lalu, dokter spesialis paru paling top di China, Zhong Nanshan kembali menghebohkan publik. Pasalnya, dalam keterangannya, Zhong justru mengklaim bahwa pandemi virus corona bukannya bersumber di Wuhan, melainkan lebih dulu bercokol di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Analisis Zhong ini pastinya tidak hanya makin membikin ramai polemik sumber virus COVID-19, tetapi juga membuat sosoknya makin moncer. Bagaimana tidak, selain 'Wanita Kelelawar' Shi Zhengli atau Mayor Jenderal Chen Wei, Zhong juga menjadi salah satu sosok yang namanya terus digaungkan oleh rakyat China selama pandemi SARS hingga COVID-19.

Kemudian siapakah Zhong sebenarnya dan bagaimana ia bisa dijuluki 'pahlawan SARS' hingga berjasa dalam penanganan wabah COVID-19?

baca juga:

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Jumat (29/5) menghimpun 5 fakta pakar penyakit pernapasan paling top di China, Zhong Nanshan.

1. Terkenal berkat kesuksesannya tangani wabah SARS

The Diplomat

Dijuluki 'Pahlawan SARS,' Zhong mulai memperoleh ketenaran internasional berkat respons luar biasanya dalam mengelola wabah SARS yang menyerang China pada tahun 2002-2003 silam. Meski begitu, sebelum mendapatkan ketenarannya ini, Zhong sempat mendapatkan banyak halangan hingga polemik politik, bahkan dari negerinya sendiri.

Pengobatan Zhong dinilai kontroversial lantaran selain menggunakan metode Noninvasive Ventilation (NIV), ia juga kekeh mengusulkan Kortison (hormon steroid kehamilan) untuk mengobati pasien. Padahal saat itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China telah menetapkan bahwa bakteri Chlamydiae adalah penyebab langsung pneumonia atipikal, dan satu-satunya resep SARS adalah penggunaan antibiotik.

Terlepas dari masalah pengobatannya yang bisa meninggalkan efek samping tulang yang melemah, tetapi Zhong mampu menunjukkan bahwa metode perawatannya terbukti efektif di Guangdong. Sejak saat itu, metode perawatan dari Zhong akhirnya digunakan sebagai protokol standar nasional untuk pasien SARS hingga disebutkan diadopsi di berbagai negara di dunia.

2. Jadi wajah upaya penanganan virus corona di China

NPR

Tidak hanya berperan besar dalam penanganan wabah SARS, Zhong ternyata kembali sukses menjadi sosok penting dalam penanganan wabah COVID-19 di China. Dijuluki media NPR sebagai 'wajah publik perlawanan COVID-19 di China,' Zhong pun berandil besar dalam menghilangkan kebingungan publik terhadap berbagai informasi salah tentang SARS-CoV-2.

Tidak hanya itu, Zhong lah yang awalnya berani mengumumkan hingga membeberkan bukti bahwa virus corona bisa menyebar dari manusia ke manusia. Namun, konferensi persnya pada 20 Januari lalu sempat memicu perdebatan hingga dibantah keras sejumlah pejabat lokal China, termasuk wali kota Wuhan, Zhou Xianwang.

Namun, persilisihan dengan para birokrat China ini akhirnya dimenangkan oleh Zhong dan tiga hari saja setelah pengumumannya, pemerintah langsung memutuskan untuk mengunci Wuhan.

3. Tolak tudingan China palsukan jumlah korban COVID-19

Asia Times

Saat bertindak menyelidiki kasus COVID-19 di Wuhan, Zhong memang sempat bersitegang dengan para pejabat hingga menuduh mereka telah menyembunyikan data sebenarnya. Dalam hal ini, Zhong pun mengakui bahwa ketika data belum terkuak olehnya, jumlah infeksi pada awalnya memang kurang dilaporkan di Wuhan.

Meski begitu, Zhong bersikeras menolak berbagai tuduhan yang menuding bahwa statistik resmi China tidak bisa dipercaya meski pemerintah pusat sudah mengambil alih tanggapan wabah pada akhir Januari lalu. Zhong lalu menjelaskan pemerintah China telah belajar dari SARS 17 tahun yang lalu, yaitu ketika masih menutupi sejumlah gelombang pandemi sekitar 2-3 bulan kala itu.

"Kali ini, pemerintah pusat mengumumkan bahwa semua kota, semua departemen pemerintah, harus melaporkan jumlah penyakit sebenarnya. Jadi jika Anda tidak melakukan itu, Anda akan dihukum. Sehingga, sejak tanggal 23 Januari, saya pikir semua data benar," ucap Zhong seperti dilansir oleh BBC.

4. Prediksi wabah COVID-19 tidak akan selama pandemi SARS

 Global Times

Dalam liputannya pada 21 Februari lalu, The Diplomat sempat melaporkan pendapat berbeda dari Zhong terkait dengan kapan wabah akan segera berakhir. Berbeda dengan dokter lain yang mengatakan wabah akan mencapai puncak pada bulan Mei atau Juni, Zhong justru optimis bahwa pandemi akan memuncak pada bulan Februari.

Tidak hanya itu, Zhong juga menyebut bahwa masa stabil berada di bulan April, dan mengatakan bahwa setelah klimaks, tidak akan ada lagi peningkatan skala besar dalam transmisi. Selain itu, Zhong juga meyakinkan virus corona jenis baru ini tidak akan bertahan selama SARS.

Meski saat itu, ramalan Zhong terbilang terlalu dini, tetapi untuk wilayah China, prediksinya justru bisa dibilang terbukti benar. Pasalnya, pada pekan awal April lalu, Reuters sudah mulai mengumumkan bagaimana untuk pertama kalinya, China berhasil mencatat nol kasus kematian hingga kasus infeksi baru juga terus merosot.

Meski begitu, untuk beberapa wilayah lain, khususnya AS, kasus justru masih sangat massif meski infeksi pertama sudah mulai dikonfirmasi Washington sejak 21 Januari lalu.

5. Lulusan Universitas Skotlandia hingga masuk dalam daftar ilmuwan paling top China

The Diplomat

Kredibilitas, sepak terjang hingga latar belakang Zhong dalam dunia medis serta penanganan wabah pastilah tidak perlu diragukan lagi. Terbukti, meski usianya sudah senja (83 tahun), Zhong ternyata masih diberikan kepercayaan penuh oleh Beijing sebagai penasehat hingga pemimpin penyelidikan Komisi Kesehatan Nasional untuk menangani wabah COVID-19 di China.

Tidak hanya itu, Zhong juga disebutkan menjadi juru bicara de facto untuk segala informasi yang berkaitan dengan penyakit tersebut. Selain itu, Ahli Pulmonologi ini juga berpengalaman mencicipi posisi penting dalam berbagai asosiasi tenaga kesehatan serta lembaga medis, termasuk menjadi Presiden Chinese Thoracic Society, Ketua Chinese Medical Association, Direktur Institut Penyakit Pernapasan Guangzhou, hingga Pemimpin Redaksi Journal of Thoracic Disease.

Karena berbagai jasa pentingnya dalam dunia medis China tersebut, Zhong pun sempat terpilih sebagai salah satu dari 10 ilmuwan top China pada tahun 2010 lalu.

Sementara itu, Zhong diketahui adalah alumni Universitas Kedokteran Beijing, training lanjutan kedokteran di Rumah Sakit St Bartholomew London pemegang gelar Doctor of Medicine (MD) dari Fakultas Kedokteran Universitas Edinburgh, Skotlandia.


Wah, selain jujur, Pahlawan SARS dari China ini rupanya memang memiliki kredibilitas yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya ya. Bagaimana menurutmu?[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Baguna PDIP Tetap Fokus Bantu Korban Bencana Meski di Tengah Pandemi Corona

Image

News

13 Juli Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pemprov DKI Belum Izinkan Sekolah Dibuka

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Transisi Bisnis Era New Normal, Broadway Group Ajak Pengusaha Milenial Tuk Majukan Ekonomi Digital

Image

Ekonomi

Indef: Stimulus UMKM Hanya Retorika Pemerintah Semata

Image

News

Wabah Corona

Rekor Baru, Lonjakan Kasus Covid-19 Jakarta Capai 359

Image

Ekonomi

Vaksin Imbangi Peningkatan Kasus Virus, Dolar AS Terpeleset

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Pandemi COVID-19, Christian Sugiono Terapkan Protokol Kesehatan dan Tetap Rutin Berolahraga

Image

News

Dukung Kerja Tenaga Medis Lawan Covid-19, Pemprov NTT Siap Gelontorkan Rp100 M

Image

Ekonomi

Faisal Basri: Penanganan COVID-19 oleh Pemerintah Masih Amburadul

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kemendikbud Apresiasi Penegak Hukum Terkait Dugaan Gratifikasi di Lingkungan Kerjanya

“Kami sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah, Itjen Kemendikbud, mengucapkan terima kasih kepada Dirkrimsus Polda Metro Jaya”

Image
News
Wabah Corona

Baguna PDIP Tetap Fokus Bantu Korban Bencana Meski di Tengah Pandemi Corona

"Kita harap kader Baguna selalu siap bergerak di tengah rakyat, membantu dan berpihak kepada rakyat“

Image
News

Akademisi: Kedudukan BPIP Perlu Diperkuat Undang-Undang

Kembali menjadikan ideologi Pancasila menjadi ideologi dasar negara juga dalam perilaku kehidupan masyarakatnya adalah yang utama.

Image
News

BP2MI Minta Dukungan MPR - DPR Berantas Mafia Sindikasi Penempatan TKI

Ini tugas berat, BP2MI tidak bisa sendirian.

Image
News
DPR RI

Komisi I: Klaster COVID-19 Baru di Secapa TNI AD Harus Jadi Perhatian Khusus

Peran TNI dalam melaksanakan tugas perbantuan kepada Gugus Tugas Penanganan COVID-19, baik di level pemerintah pusat maupun daerah.

Image
News

ICW Minta Yasonna Laoly Tak Larut dalam Keberhasilan Ekstradisi Maria Pauline Lumowa

Karena menurutnya, masih banyak puluhan buronan lainnya yang bebas berkeliaran.

Image
News

13 Juli Tahun Ajaran Baru Dimulai, Pemprov DKI Belum Izinkan Sekolah Dibuka

Kita masih mengkhawatirkan anak-anak kita terpapar corona.

Image
News

Hasil Otopsi, Ditemukan Luka Tusukan di Leher dan Dada Yodi Prabowo

Dugaan Yodi menjadi korban perampokan telah terpatahkan dengan ditemukannya sejumlah barang pribadi yang masih utuh di TKP.

Image
News

Momen Haru Orang Tua saat Anaknya Raih Beasiswa Kedokteran Rp500 Juta dari UMY

Orang tua maba itu pun terharu mengetahui anaknya mendapat beasiswa

Image
News

Di Tengah Covid-19, Warga Harus Partisipatif Terhadap Pilkada Serentak

Partisipasi masyarakat dalam pilkada tetap baik, meski ditengah pandemi

terpopuler

  1. Disindir Denny Siregar, Bintang Emon Marah: Bang, Kalau Mau Ribut Mah Ribut Aja, Gak Usah Bawa-bawa Saya

  2. Samsiyah Sempat Teriak Minta Tolong Sebelum Tewas di Mobil yang Tenggelam di Kalimalang

  3. 5 Fakta Menarik Rey Mbayang, Penyanyi 21 Tahun yang Nikahi Dinda Hauw

  4. 5 Zodiak Ini Beruntung di Bulan Juli, Libra Paling Mujur!

  5. Meski Sempat Gunakan Jasa Klinik Ilegal, Ivan Gunawan: Mata Saya Tetap Indah

  6. Pengacara Denny Siregar: Hari Ini Akun Twitter dan Instagram Opposite Menghilang

  7. Kasus Kebocoran Data, Denny Siregar Sindir SJW Terkesan Diam dan Menikmati Suasana

  8. Pecahkan Rekor Bayaran Rp2,3 Miliar Per Episode, Intip Kekayaan Kim Soo Hyun Yuk!

  9. Dugaan Oknum Polisi Aniaya Kuli Bangunan, Arsul Sani: Proses Hukum seperti Memproses Warga Biasa

  10. Birgaldo Sinaga Ancam Berhenti Berlangganan Produk Telkomsel

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Egy Massadiah

Petuah Bangkit dari 'Sunrise of Java'

Image
Dr. Tantan Hermansah

Memaknai Demam Sepeda di Musim Pandemi

Image
UJANG KOMARUDIN

Melestarikan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Penampilan Terbarunya Bikin Pangling, Ini 5 Potret Transformasi Menlu Retno Marsudi

Image
Ekonomi

Perjalanan Karier Rieke Diah Pitaloka, dari Si Oneng hingga Wakil Rakyat 16 Tahun

Image
News

Unggah Momen Bersama Jokowi, Warganet Soroti Catatan yang Dibawa Prabowo