image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

New Normal

Kolom

Image

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan keterangan usai meninjau stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020). Jokowi meninjau kesiapan penerapan prosedur standar new normal di stasiun tersebut. Menurut Presiden Jokowi, TNI dan Polri kedepannya akan menerjunkan pasukan lebih banyak di titik keramaian untuk lebih mendisiplinkan masyarakat mengikuti protokol kesehatan untuk pencegahan virus Corona atau COVID-19. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Virus Corona, bukan hanya membuat rakyat Indonesia menderita dan sengsara. Pemerintah pun, dibuat tak berdaya dan kebingungan. Karena Corona, kehidupan masyarakat menjadi tidak normal. Sekolah, kampus, tempat ibadah, tempat hiburan, dan tempat bisnis ditutup. Rakyat beraktivitas di rumah. Tak boleh keluar. Karena takut terinfeksi Corona.

Rakyat yang biasanya hidup bebas. Bebas bepergian kemanapun. Bebas melakukan aktivitas apapun. Kini terpenjara di rumah. Kegiatan pekerjaan pun, lebih banyak dilakukan secara virtual.  

Sebagai makhluk sosial. Manusia tak bisa terus-terusan berdiam diri di rumah. Butuh interaksi antar sesamanya. Kurang lebih selama tiga bulan, kita mengalami kehidupan yang abnormal. Kehidupan yang mengekang sifat alamiah manusia, yang ingin bebas berekspresi dan beraktualisasi diri.

baca juga:

Kebijakan New Normal, yang akan diterapkan pemerintah. Bagaikan pisau bermata dua. Dan bagaikan makan buah simalakama. Dimakan, mati ayah. Tidak dimakan, mati ibu. Serba salah.

Tidak diterapkan, ekonomi akan makin hancur dan tenggelam. Diterapkan, rakyat akan semakin banyak yang terinfeksi. Karena New Normal dilaksanakan, di tengah-tengah pandemi Corona yang masih belum jelas kapan berakhirnya.

Sepertinya, pemerintah sudah kebingungan dan kehilangan akal. Dari awal Corona menjalar di bulan Maret. Pemerintah masih terkesan santai dan abai. Tak siap menghadapi badai Corona yang datang. Diawal, pemerintah juga menutup-nutupi data, orang-orang yang terinfeksi dan yang meninggal dunia karena Corona.

Kini yang meninggal sudah di atas seribu orang. Dan yang terinfeksi juga sudah di atas dua puluh ribuan orang. Disaat penyebaran Corona masih berjalan. Pemerintah akan memberlakukan New Normal.

Kebijakan New Normal ada plus dan minusnya. Plusnya ekonomi akan menggeliat. Dan masyarakat bisa mencari nafkah. Namun minusnya. Kalau tidak disiplin. Kalau tidak hati-hati. Kalau tidak menjaga kesehatan. Maka akan makin banyak rakyat yang terkena Corona.

New Normal sebagai perubahan sikap dan perilaku, agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas normal. Sambil menjalankan protokol kesehatan, yaitu sambil menjaga jarak dalam berinteraksi dengan orang lain.

World Health Organization (WHO) memberikan rambu-rambu, untuk semua negara agar dapat mematuhi aturan yang sudah dikeluarkannya, yaitu: Pertama, tidak menambah penularan, atau memperluas penularan, atau maksimalnya mengurangi penularan.

Kedua, menggunakan indikator sistem kesehatan, yakni seberapa tinggi adaptasi dan kapasitas dari sistem kesehatan, dapat merespons pelayanan Corona. Dan ketiga, surveilans yaitu cara menguji individu atau sekelompok kerumunan, apakah mereka berpotensi terserang Corona atau tidak, sehingga bisa dilakukan tes masif.

Banyak kritik soal New Normal dari masyarakat, anggota dan ketua DPR. Namun kritik dari para anggota dan ketua perlemen tersebut, bisa saja hanya basa-basi. Agar tak terlalu disalahkan ketika masa New Normal gagal, dan rakyat banyak yang tertular Corona.

Saat ini parlemen sudah dikuasai oleh koalisi pemerintah. Dan selama ini, lembaga legislatif tersebut sudah menjadi “stempel” pemerintah. Setiap pemerintah punya mau, pasti akan diikuti. Walaupun kebijakan-kebijakan tersebut melukai rakyat.

Disahkannya revisi UU KPK, UU Minerba, Perppu Corona, hingga kenaikan iuran BPJS. Menjadikan DPR tumpul. Kalaupun ada yang kritis. Itu pun hanya manuver pura-pura. Strategi pencitraan agar tak terlalu disalahkan oleh rakyat.

Jadi, tak ada gunanya wakil rakyat itu berteriak. Itu pun yang berani hanya satu dua orang. Kebanyakan diam, diam, dan diam. Padahal mereka digaji oleh negara untuk berteriak lantang. Untuk bersuara keras. Dan untuk berbicara berapi-api mengkritik kebijakan pemerintah yang salah jalan. Bukan malah bersekutu dengan pemerintah dan menipu rakyat.

Saat ini perlemen, mandul dan tumpul. Pemerintahnya juga banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang aneh dan tak pro rakyat. Sempurna sudah republik ini dalam kelemahannya.

Namun, rakyat akan dapat dengan mudah, menilai pemerintah dan para anggota parlemen. Karena lembaga eksekutif dan legislatif tersebut, bisa dilihat bagaikan ikan di akuarium. Gerakan dan manuvernya akan terlihat dengan jelas oleh rakyat.

Kesalahannya akan ketahuan. Korupsinya akan kelihatan. Patgulipatnya akan terendus. Namun rakyat hanya bisa melihat dan menilai. Tapi tak bisa berbuat apa-apa. Karena di negeri ini, rakyat hanya menjadi objek.

Rakyat dibutuhkan ketika Pemilu. Tapi dihajar ketika mereka menang. Dicari ketika Pilkada. Tapi dibuang ketika mereka berkuasa. Rakyat sebagai pemilik kedaulatan. Sudah tak berdaulat lagi. Rakyat telah dibuat bingung dengan manuver elite yang tak karuan.

New Normal, jangan hanya terkesan sebagai pemaksaan kebijakan pemerintah, terhadap rakyatnya. Namun New Normal harus menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk bisa beraktivitas normal dan berdamai dengan Corona.

Percuma dan bahaya, jika New Normal dijalankan. Namun masyarakat tak disiplin. Oleh karena itu, demi menjaga bangsa ini. Demi menjaga nyawa sesama rakyat Indonesia. Disiplin adalah keniscayaan. Disiplin adalah kewajiban. Dan disiplin adalah cara kita memutus mata rantai Corona.

Selama Corona, rakyat banyak yang menderita. Banyak juga yang kebingungan, karena aturan yang tumpang tindih dan bertabrakan. Wibawa pemerintah dimata rakyat juga sudah terkikis. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengembalikan kepercayaan rakyat.

Percuma buat aturan dan kebijakan, jika rakyatnya tak percaya. Percuma New Normal dijalankan, jika rakyatnya acuh tak acuh dan tak disiplin. Pemerintah yang tak punya wibawa, tak akan dipercaya rakyat. Dan jika sudah begitu, maka pembangunan tak akan jalan.

Suka tak suka. Mau tak mau. Untung atau rugi. New Normal akan kita jalani. Rubah sikap dan perilaku kita. Disiplinkan diri masing-masing. Jaga diri masing-masing. Agar kita bisa hidup normal. Tanpa terinfeksi Corona.

Ingat. Corona masih mengintai. Jalani New Normal dengan penuh kehati-hatian. Mari sayangi nyawa kita. Menjaga satu nyawa rakyat Indonesia. Sama dengan menyelamatkan nyawa seluruh rakyat di republik ini. Bukankah begitu!

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Rebranding Pilkada Serentak 2020

Image

News

Kolom

Kontroversi RUU HIP

Image

News

Kolom

New Normal dan Mengerucutnya Oligarki

Image

News

Kolom

Rasisme Tertolak di Dunia yang Beradab!

Image

News

Kolom

Ancaman Gangguan Kejiwaan di Pilkada 2020

Image

News

Kolom

Milenial Reform

Image

News

Kolom

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image

News

Kolom

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image

News

Kolom

Salah Urus dan Salah Pengurus

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Media Asing Soroti Protes TKA China di Sulawesi, Sebut Bakal Picu Terorisme

Keputusan pemerintah Indonesia untuk mendatangkan TKA China ke Sulawesi Tenggara memang telah menyedot berbagai kritik hingga protes

Image
News

Relawan: Dulu Kami Mendukung Anies Karena Komitmen Menolak Reklamasi

Harapan kami, semoga Pak Anies Baswedan dapat segera membatalkan rencana Reklamasi di Ancol.

Image
News

Usulan Pencabutan RUU PKS, Sigit Widodo: Betapa Malangnya Bangsa Ini

Data korban kekerasan seksual terus meningkat.

Image
News
DPR RI

Baleg DPR Bersama Menkum HAM Rapat Bahas Evaluasi Prolegnas Prioritas 2020

UU harus mengutamakan kepentingan rakyat bukan elite.

Image
News

RUU Cipta Kerja Dinilai Solusi Penciptaan Lapangan Kerja Usai Pandemi

Salah satu manfaat penerapan Omnibus Law di Indonesia adalah menyelesaikan tumpang tindih regulasi.

Image
News

Berkas Lengkap, Mantan Lurah Pekojan Bakal Jalani Sidang Tipikor

Tri akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam waktu dekat.

Image
News

Kejagung Kembali Periksa Pejabat OJK terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

Libas semua yang terlibat.

Image
News

Starbucks Investigasi Video Pegawai Intip Kaki Sampai Dada Pengunjung Lewat CCTV

Melalui akun resmi Twitter, mereka menyatakan permohonan maaf dan akan segera melakukan investigasi.

Image
News
DPR RI

DPR: Penghentian Paket Pelatihan Program Kartu Prakerja Sesuai Harapan dan Aspirasi

Seharusnya program ini mendatangkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Image
News

Dua Spesialis Jambret di Depan Gedung KKP Ditangkap Polisi

Keduanya sudah puluhan kali beraksi menggunakan sepeda motor Vario (nomor polisi) B 4833 TWX

terpopuler

  1. Tak Terima Istrinya Dihina, Kim Jong-un Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan

  2. Segera Nikah, Reza 'LIDA' Cerita Awal Mula Kenal dengan Calon Istri

  3. Sri Mulyani: Insya Allah Kita akan Bisa Melakukannya Bersama-sama

  4. PSI: Anies Berusaha Mengganti Bahasa Reklamasi Menjadi Perluasan Daratan

  5. Puan: Kami Ingin Proses Hukum yang Dilakukan Polri Berlangsung Cepat dan Efektif

  6. Lahirkan Anak Pertama, 7 Potret Persalinan Tasya Farasya yang Penuh Haru

  7. 5 Meme Lucu Lionel Messi usai Bikin 700 Gol, Jagoan Mah Bebas

  8. Punya Rumah Mungil? Ini 5 Inspirasi Menata Dapur Minimalis agar Manis Abis

  9. Bella dan Engku Emran Trending di Twitter karena Cerai, Warganet: Jadi Ingat Pesan Emak

  10. Anaknya Izin Gunakan Pakai Tato, Reaksi Ibu Berhijab ini Tak Terduga

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image
Zainul A Sukrin

Polemik RUU HIP, Antara Oligarki dan Populisme Politik Islam?

Image
Yusa’ Farchan

Menjaring Suara di Tengah Pandemi; Catatan Pilkada Serentak 2020

Image
ACHMAD FACHRUDIN

Paradoks Keindonesiaan di Tengah Covid-19

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

40 Tahun Bersahabat, 7 Potret Kedekatan Retno Marsudi dan Sri Mulyani

Image
News

5 Fakta Menarik Orias Petrus Moedak, Dirut PT Inalum yang Sempat Berdebat dengan Anggota DPR RI

Image
News

Pemilik 36 Perusahaan hingga 40 Ribu Karyawan! Ini 5 Fakta Menarik Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat