image
Login / Sign Up

6.689 Surat Siswa dan Guru untuk Mendikbud Nadiem Makariem

Muslimin

Image

Mendikbud Nadiem Makarim (tengah) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Rapat tersebut membahas tentang anggaran tahun 2020. Dalam rapat ini juga membahas terkait polemik pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) menggunakan GoPay. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Penguatan Karakter menyelenggarakan lomba menulis Surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, dengan tema "Hikmah Hari Kemenangan di Masa Pandemi, Surat untuk Mas Menteri Nadiem Makarim" pada tanggal 11-17 Mei 2020 lalu.

Jujur, tulus, dan bermakna. Tiga kata itulah yang dapat menggambarkan 6.689 Surat yang disampaikan oleh Guru dan murid se-Indonesia kepada Mendikbud Nadiem Anwar Makarim. Saat membacakan Surat, Mendikbud mengungkapkan, begitu banyak hikmah yang bisa diambil dari masa krisis Covid-19.

“Jangan sampai kita keluar dari krisis ini tanpa membawa bekal dan hikmah. Kesulitan adalah akar pembelajaran yang penting,” kata Mendikbud saat mengomentari Surat paling inspiratif melalui kanal Youtube Kemendikbud di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Melalui acara Cerita Inspiratif Guru dan Murid bersama Mendikbud Nadiem Makarim, Mendikbud menyampaikan rasa bangga kepada seluruh Guru dan tenaga pendidik yang tetap bersemangat menjalankan roda pendidikan di tengah pandemi. “Ini adalah saat pembelajaran bagi kita semua,” ucapnya.

Dua Guru yang suratnya terpilih mengutarakan rasa senangnya karena tidak menyangka Surat mereka akan dibacakan sekaligus dapat berbincang langsung dengan Mas Menteri.

“Saya senang karena bisa bicara langsung dengan Mas Menteri,” ujar Maria, Guru SDK Kaenbaun, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

Ia bercerita bahwa kondisi wilayah yang berada di pedalaman serta sarana pembelajaran yang minim membuatnya harus melakukan kunjungan ke rumah-rumah agar para Siswa tetap mendapatkan pembelajaran.

“Jaringan internet dan siaran televisi di wilayah kami sulit dijangkau, orang tua Siswa juga kebanyakan tidak memiliki HP android sehingga saya rutin mengunjungi Siswa secara bergiliran,” tutur Maria yang menggunakan motor untuk berkunjung ke rumah siswanya.

“Setiap hari saya mengunjungi lima rumah, anak-anak saya beri tugas. Mereka tetap bersemangat menjalankan tugas dari saya. Sambil berkunjung, saya ingatkan anak-anak untuk menjaga kebersihan cuci tangan dan memakai masker jika hendak keluar rumah,” Maria melanjutkan.

Oleh karena itu, Maria sangat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada sekolahnya agar kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.

“Di masa sekarang ini, orang tua berupaya mendukung pembelajaran namun karena keterbatasan ekonomi, orang tua tidak punya HP android sehingga susah dalam komunikasi. Mohon perhatikan sekolah saya, fasilitasnya agar diperhatikan,” harap Maria.

Kondisi lebih beruntung dirasakan oleh Guru lain yaitu Santi. Seorang Guru Bahasa Inggris di SMP Islam Baitul Izzah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia mengatakan, wilayah dan fasilitas pembelajaran lebih mudah diakses, namun tantangan justru datang dari budaya pembelajaran.

“Biasanya Guru mengajar hanya berpedoman pada buku pegangan Guru, namun sekarang kita ‘dipaksa’ belajar memanfaatkan teknologi untuk melakukan pembelajaran secara dalam jaringan (daring),” ungkap Santi.

Santi mengaku senang dengan kebijakan Merdeka Belajar Kemendikbud. Ia mendukung perubahan di dunia pendidikan dalam menciptakan metode pembelajaran yang menarik untuk memotivasi Siswa belaja.

“Saya bahagia sekali melihat teman sejawat mulai belajar sedikit demi sedikit tentang beberapa platform pembelajaran. Padahal biasanya mereka hanya berpegang pada buku pegangan Guru saja. Saya dulu dianggap aneh di sekolah karena mengajarkan Siswa-Siswa bermain coding. Padahal saya Guru bahasa Inggris atau mengajak mereka keliling dunia dengan Google Earth,” tulis Santi.

Menurut Santi, pembelajaran jarak jauh memberi kesempatan kepada kita semua memupuk empati, quality time bersama keluarga dan mengasah sisi humanisme.

“Orang tua menjadi paham bagaimana sulitnya mengajar anak-anak. Orang tua dan anak bisa mendekatkan diri satu sama lain dengan banyaknya kegiatan yang dihabiskan bersama-sama di rumah. Selain itu ada rasa syukur dalam hati saya ketika mendengar anak-anak kangen berkumpul dengan teman-teman dan gurunya di sekolah. Artinya anak-anak memahami bahwa sebagai makhluk sosial, interaksi secara langsung adalah sebuah kebutuhan,” tutur Santi.

Kepada Mendikbud, Santi berpesan agar kulitas tenaga pendidik, pengembangan teknologi dan penguasaan bahasa asing terutama Bahasa Inggris terus ditingkatkan karena menurutnya dua hal ini menjadi modal yang harus dihadapi Siswa-Siswa dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Penguasaan Bahasa Inggris sejak dini diperlukan untuk dapat mengakses informasi mencari ilmu di banyak situs berbahasa Inggris. Dengan begitu mereka tidak akan terdiskriminasi karena masalah bahasa. Kita ingin membawa Indonesia ke ekonomi digital tapi berbanding terbalik dengan kualitas Guru-Guru. Padahal pemikiran kritis peserta didik harus diimbangin dengan kapabilitas Guru-gurunya. Guru adalah penjual mimpi, kita didik Siswa dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja keras untuk berhasil menggapai mimpi mereka,” pungkas Santi.

Kepada Santi dan Maria, Mendikbud mengatakan bahwa mereka adalah Guru penggerak. “Saya tidak harus melakukan satu asesmen untuk mengetahui Ibu Maria dan Bu santi. Dari jawabannya, dari visinya, dari fashion adalah Guru penggerak. Andalah yang kita butuhkan di seluruh penjuru negara kita,” ucap Mendikbud.[]

baca juga:

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

News

HNW Minta Pemerintah Laksanakan UU Pesantren Tanggulangi Dampak Covid-19

Image

News

Disambangi Sandi Uno, Warga Depok Keluhkan Ekonomi Menurun di Masa Pandemi

Image

News

Kebutuhan Meningkat di Masa Pandemi, PP AMPG Gandeng PMI DKI Gelar Donor Darah

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Bantu PMI di Masa Pandemi, PP AMPG Gelar Donor Darah

Image

Video

VIDEO Dinas KLHK Bagikan Bibit Tanaman Gratis

Image

Ekonomi

Luhut: COVID-19 Bukan Halangan untuk Mengembangkan Kawasan Wisata Danau Toba

Image

News

Seorang Anggota Keluarga Nakes di Gunungkidul Positif COVID-19

Image

News

Survei IDM: 59,2 Persen Publik Puas Dengan Kinerja Presiden Jokowi Atasi Covid-19

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Stresor Interpersonal Terkait Isolasi Diri Dapat Tingkatkan Kerentanan Terhadap COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Anies Ungkap Alasan Terbitkan Kepgub Izin Reklamasi Ancol

Setelah terbentuk 20 hektare lahan tidak punya status hukum, efeknya lahan itu tidak bisa dimanfaatkan.

Image
News

HNW Minta Pemerintah Laksanakan UU Pesantren Tanggulangi Dampak Covid-19

UU Pesantren dibuat dan diundangkan tentunya agar bisa bermanfaat untuk membantu Pesantren.

Image
News

Disambangi Sandi Uno, Warga Depok Keluhkan Ekonomi Menurun di Masa Pandemi

Sejak awal saya selalu memberikan masukan ini kepada pemerintah bahwa cash is king.

Image
News

Pemerintah Diminta Intens Informasikan soal Hak TKI

Pemerintah punya PR besar di bagian informasi

Image
News

Dua Kurir Bawa 18 Paket Sabu dari Aceh Diringkus Polisi di Tangsel

Sabu tersebut didapatkan dari jaringan Aceh, dan akan diedarkan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Image
News

Ikhtiar HIMPSI Malang Bersama Kampung Tangguh Baba’an Putus Mata Rantai Covid-19

Bupati Malang Sanusi yang sedang melakukan kunjungan kerja di Karangploso, menyempatkan diri bergabung dalam acara Psikoedukasi Online.

Image
News

Kebutuhan Meningkat di Masa Pandemi, PP AMPG Gandeng PMI DKI Gelar Donor Darah

Kegiatan tersebut dilaksanakan mengingat ketersediaan darah di Indonesia, terutama di tengah situasi pandemi Covid-19 sedang menipis.

Image
News

Anies Berencana Bangun Museum Sejarah Nabi Terbesar Setelah Saudi di atas Lahan Reklamasi Ancol

InsyaAllah ini akan menjadi magnet bagi wisatawan, bukan hanya Indonesia, tapi seluruh dunia.

Image
News

Aksi Bakar Lilin di Depan Kejaksaan Agung RI Ungkit Kasus Sarang Burung Walet

Ada empat orang dalam aksi bakar lilin yang mengaku korban karena dituduh mencuri sarang burung walet.

Image
News

Polisi Kesulitan Identifikasi Ratusan Anak Korban Kakek Mesum Asal Perancis Lewat Video

Kendala yang kita hadapi adalah korbannya anak-anak di bawah umur yang tidak memiliki KTP-e.

terpopuler

  1. Ketum Muhammadiyah: Jangan Terjebak Pemikiran Konspirasi, Umat Islam Jadilah Solusi Saat Pandemi

  2. PDIP Dukung Keponakan Prabowo Maju Pilwalkot Tangsel, Ini Sikap Gerindra

  3. Ingin Nikah di GBK, Aurel Hermansyah Pusing Pikirkan Keluarga Atta Halilintar Masih di Luar Negeri

  4. Ungkap Tewasnya Editor Metro TV, Polisi Periksa Obrolan Terakhir di HP Prabowo

  5. Bapemperda DKI Ungkap Anies Kerap Ganti Istilah yang Berbeda dengan Gubernur Pendahulunya

  6. Pesan Menohok KIARA ke Anies: Isu Agama dan Lingkungan Jangan Dimodifikasi

  7. Bank Dunia Naikkan Status RI, Faisal Basri: Kemungkinan Besar Akan Turun Lagi Tahun Ini

  8. Denny Siregar Ngaku Empati ke Orangtua Penyebar Data Pribadinya, Tetap Fokus Gugat Telkomsel

  9. Wacana Bangun Museum Nabi, Trubus: Hanya Rayuan Gombal Anies Supaya Masyarakat Setuju Reklamasi

  10. Gus Sahal: Jadilah Pendukung Jokowi yang Kritis dengan Sikap Objektif

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Egy Massadiah

Petuah Bangkit dari 'Sunrise of Java'

Image
Dr. Tantan Hermansah

Memaknai Demam Sepeda di Musim Pandemi

Image
UJANG KOMARUDIN

Melestarikan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Bak Pasangan Muda, 6 Momen Kebersamaan Menag Fachrul Razi dan Istri

Image
News

Penampilan Terbarunya Bikin Pangling, Ini 5 Potret Transformasi Menlu Retno Marsudi

Image
Ekonomi

Perjalanan Karier Rieke Diah Pitaloka, dari Si Oneng hingga Wakil Rakyat 16 Tahun