image
Login / Sign Up
Image

Zainul A. Sukrin

Direktur Politika Institute

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Kolom

Image

Ilustrasi - Lebaran | Akurat.co/Ryan

AKURAT.CO, Idulfitri tahun ini, harus merayakan negara yang kembali keluar dari tempurung? Indonesia kembali pada akta awal bahwa kehendak umumlah yang menentukan negara dan kekuasaan. Karena kecenderungan dari sejarah negara dan bangsa tetap akan ada kehendak jahat yaitu pribadi dan oligark yang menentukannya.

Kepentingan warga untuk merayakan negara yang keluar dari tempurung atau keluar dari kehendak pribadi dan oligark karena keadilan dan kebaikan umum akan tercipta tanpa hambatan dan rintangan. Dalil politik JJ Rousseau (1762) mengingatkan kita bahwa secara alami kehendak pribadi cenderung berat sebelah, sedangkan kehendak umum lebih mengutamakan memberlakukan semua orang sebagai sederajat. Artinya kehendak pribadi dan oligark tidak akan dapat memutuskan tentang kebaikan untuk rakyat.

Walaupun dalil Rousseau tersebut cenderung dipahami sebagai pemberian hak suara pada pemilihan umum (Pemilu). Namun inti dari kehendak umum berlaku untuk mengarahkan kebaikan umum dan kepentingan bersama, atau kehendak umum ini disebut kehendak umum dinamis yaitu membuat keputusan yang menyeimbangkan antara kepentingan dan keadilan. Dan hal tersebut tidak akan ada pada kehendak pribadi dan oligark. Jadi kehendak umum menjadi prinsip politik dan kekuasaan yang belaku di dalam negara, terkhusus untuk lembaga-lembaga demokrasi dan aktor atau elitenya dalam memutuskan kebijakan dan regulasi.

baca juga:

Fitrah Negara Kembali?   

Cita-cita negara Indonesia yaitu di antaranya mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemuliaan cita-cita tersebut tertuang dalam akta sekaligus konvensi negara. Di Pembukaan dan isi UUD 1945 mengatur semuanya. Sebagian dan keseluruhan tersebut disusun berdasarkan kepentingan dan kebaikan umum.

Merenungi secara mendalam dan kritis di momentum Lebaran ini, kebaikan umum dan kepentingan umum dari akta dan konvensi tersebut masih menyisahkan rasa gelisah dan kecemasan. Kemungkinan sejak awal berjalannya negara Indonesia, sudah dibelenggu oleh kehendak pribadi. Seperti Dekrit Presiden 5 Juli 1959 oleh Soekarno, menciptakan sistem yang tidak demokratis. Walaupun dekrit bagian dari akta kekuasaan yang konstitusional dalam keadaan mendesak, tetapi permasalahannya yaitu sejak dekrit tersebut sampai rezim pemerintahan berganti, budaya dan sistem politik cenderung  membelot pada otoritarianisme. Misalnya Soeharto berkuasa selama 32 tahun.

Kebijakan dan regulasi dalam negara ditentukan oleh kehendak pribadi dan oligark yang berkuasa. Maka kebaikan dan kepentingan umum tidak akan ada. Karena elite pemerintah yang berkuasa menggunakan seluruh instrumen negara untuk memupuk kuasa dan kekayaan untuk dirinya dan golongannya. Maka tumbuh suburlah korupsi, kolusi, dan nepotisme. Keadilan sosial, kemanusiaan, dan cita-cita etis lainnya dibusukkan oleh rezim pemerintahan.

Dalam keadaan ini, moralitas diberangus oleh kerakusan dan kepicikan. Kemudian kedaulatan rakyat dilumpuhkan oleh tertip sosial atau semacamnya. Artinya dalam sistem dan gaya otoritarian, semua serba palsu bila kebijakan dan regulasi untuk rakyat. Karena yang mendoronya adalah kehendak pribadi dari elite pemerintah dan penguasa. Maka tidak ada keadilan dan kebaikan umum untuk rakyat.

Puncak dari renungan di hari raya tahun 2020 ini adalah karena diperkaya oleh adanya Pandemi Covid-19 (Virus Corona). Dilaporkan pertama oleh negara China pada 31 Desember 2019, dan cepat menyebar di hampir seluruh dunia. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi kasus pertama Covid-19  di Istana Negara tanggal 2 Maret 2020. Kalau pandemi ini di era Soekarno dan Soeharto, kemungkinan kebijakan dan penanganannya  akan terpusat di keduanya. Ini kan sangat bahaya, 270 Juta rakyat Indonesia nasibnya terobang-ambing oleh kehendaknya. Tidak ada musyawarah penuh hikmat yang dilakukan untuk memutuskan kebijakan yang berdimensi kebaikan.

Dan saat ini, negara keluar dari tempurung tersebut? Joko Widodo sebagai presiden bukan penentu utama atas kebijakan dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Seolah-olah budaya lama yaitu sentralisme dalam rezim Soekarno dan Soeharto lenyap dalam semalam. Ini rasanya seperti dongeng seribu satu malam.

Karena dari sejarahnya kemarin, negara seperti dalam ancaman bahaya, karena masalah korupsi, paket hutang yang menggurita diterbitkan, dan berbagai masalah yang lain disebabkan oleh kehendak pribadi dan oligark dari rezim yang berkuasa. Keadaan bahaya tersebut dapat menghentikan keberlanjutan dari sejarah bangsa dan negara. Atau melumpuhkan cita-cita etis negara yaitu mencerdaskan dan memakmurkan semua bangsa. Maka negara keluar dari tempurung, harus dirayakan di hari yang fitri ini. []

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Rebranding Pilkada Serentak 2020

Image

News

Kolom

Kontroversi RUU HIP

Image

News

Kolom

New Normal dan Mengerucutnya Oligarki

Image

News

Kolom

Rasisme Tertolak di Dunia yang Beradab!

Image

News

Kolom

Ancaman Gangguan Kejiwaan di Pilkada 2020

Image

News

Kolom

Milenial Reform

Image

News

Kolom

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image

News

Kolom

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image

News

Kolom

Salah Urus dan Salah Pengurus

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Wajib Tahu, Protokol Kesehatan Buat WNA Saat Masuk Indonesia

WNA yang ingin masuk ke Indonesia telah dibatasi dan harus memiliki persyaratan khusus.

Image
News

Ogah Buka Laptop Terkunci, WNA Prancis Pelaku Eksploitasi Anak Tak Kooperatif saat Diperiksa

Barang bukti yang kami amankan salah satunya satu unit laptop.

Image
News

Rieke Diah Pitaloka Buka Suara Usai Dicopot dari Pimpinan Baleg DPR

Rolling (pergantian) anggota fraksi di pimpinan dan anggota AKD kan hal biasa

Image
News

Tengku: Masih Mau Teruskan Pembahasan RUU HIP di DPR? Tak Tahu Malu? Nekat?

"Kami akan tetap berjuang sampai RUU itu dicabut."

Image
News

Ahli Waris Lahan Central Park Minta Ganti Rugi ke Agung Podomoro Rp900 Miliar

Begitulah nasib rakyat kecil.

Image
News

Sekjen PDIP Sebut Ada Kelompok yang Gunakan Sejarah Sebagai Alat Politik

“Lalu dibelokkan dan menjadi gerakan yang menghambat kemajuan alam pikir bangsa”

Image
News
Wabah Corona

Tiga Pedagang Positif COVID-19, Dua Pasar di Bantul Langsung Ditutup

Dua pasar termaksud adalah Pasar Sungapan di Argodadi, Srandakan dan Pasar Sorobayan di Gadingsari, Sanden.

Image
News

Dewas KPK Diminta Transparan Tangani Laporan Masyarakat

“Ketika tidak adanya informasi yang transparan kepada publik maka kecenderungan publik akan menganggap Dewas bersikap tidak independen“

Image
News

Polda Metro Dalami Alasan WNA Prancis Buat Video Porno dengan 305 Anak

Apakah 305 video ini dijualbelikan? Nah ini masih kita kembangkan

Image
News

Beroperasi saat PSBB Transisi, Tempat Karaoke di Cilandak Kena Denda Rp25 Juta

Sesuai aturan PSBB, tempat hiburan seperti karaoke ini belum boleh beroperasi.

terpopuler

  1. Rieke Digeser dari Pimpinan Baleg, Kemungkinan PDIP Goyah Dukung RUU HIP

  2. Mantan Anggota TGPF Ingatkan Tim Hukum Novel Baswedan Tak Sembarang Menuduh

  3. Awas Tertipu, 5 Foto Perpaduan Dua Objek ini Bikin Bingung yang Lihat

  4. Jarang Tersorot, 7 Potret Terbaru Rieke Diah Pitaloka yang Makin Memesona

  5. Data Pribadi Denny Siregar Bocor, Dedek Prayudi: Ini Sudah Masuk Ranah Teror dan Pembungkaman

  6. Yusril: Putusan MA Bukan Perkara Menang Kalah Jokowi-Ma'ruf di Pilpres

  7. Di Tengah COVID-19, Sharp Akui Pasar Elektronik Bangkit Pada Juni 2020

  8. Ferdinand Gagal Paham Soal Pernyataan Politikus PKS yang Anggap Perluasan Lahan Ancol Bukan Reklamasi

  9. PDIP Setuju Anies Izinkan Reklamasi "Ancol Enggak Ada Hubungan dengan Nelayan"

  10. Aris Si Pedagang Buah Mirip Plek Ketiplek Ariel 'Noah', Ini 5 Bukti Sahihnya

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Melestarikan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Penampilan Terbarunya Bikin Pangling, Ini 5 Potret Transformasi Menlu Retno Marsudi

Image
Ekonomi

Perjalanan Karier Rieke Diah Pitaloka, dari Si Oneng hingga Wakil Rakyat 16 Tahun

Image
News

Unggah Momen Bersama Jokowi, Warganet Soroti Catatan yang Dibawa Prabowo