Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19 Bisa Dilaksanakan Jika Semua Kebutuhan ini Terpenuhi

Dian Rosmala

Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19 Bisa Dilaksanakan Jika Semua Kebutuhan ini Terpenuhi

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman | Twitter/@KPU_ID

AKURAT.CO, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arif Budiman mengatakan pelaksanaan Pilkada serentak pada bulan Desember 2020 mendatang mungkin saja dilakukan, meski pandemi Covid-19 belum dinyatakan berkahir.

Namun demikian, ada syarat yang mesti diakomodir dalam pelaksanaan Pilkada di tengah situasi yang tidak normal tersebut, salah satunya yaitu tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah. 

"Misalnya tadi disebutkan ada physical distancing. Maka kita harus memastikan semua pihak, baik penyelenggara, peserta maupun pemilih mampu memahami new normal ini dan mengimplementasikannya," kata Arif dalam Diskusi Daring yang diselenggarakan Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG), Kamis (21/5/2020) malam. 

baca juga:

Menurut Arif, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tatanan hidup baru (new normal life) merupakan tugas semua pihak. Bukan saja membuat masyarakat paham, tetapi juga menjalankannya. 

lebih lanjut, Arif berkaca pada negara-negara lain yang melaksanakan Pemilu di tengah krisis pandemi Covid-19, di mana mereka harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang tidak biasa dilakukan pada Pemilu sebelumnya. 

Katanya, yang mesti dipelajari dari negara-negara tersebut bukan hanya soal metode pelaksanaannya, tetapi juga dampak dan konsekuensi-konsekuensi yang harus ditanggung ketika Pemilu dijalankan di tengah masa pandemi.

"Soal tingkat partisipasi, soal anggaran. Misalnya masker. Kita punya 105 juta pemilih. -Ini berdasarkan data DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) yang diserahkan Kemendagri. Sebetulnya kita sudah masuk jadwal pemutakhiran tapi terhenti karena situasi ini-  jadi 105 juta pemilih. Itu semua harus bisa menggunakan masker kalau kita menjalankan dalam situasi new normal ini," tutur Arif. 

Selain masker, hal yang juga perlu dipersiapkan yaitu handsanitizer atau pencuci tangan. Ia mengatakan, pada Pilkada serentak yang akan datang, diperkirakan jumlah keseluruhan TPS lebih dari 150 ribu. Maka, handsanitizer atau pencuci tangan yang perlu dipersiapkan sebanyak jumlah TPS yang ada. 

"Termasuk petugas, kalau 150 ribu TPS, di setiap TPS ada 9 petugas, tidak termasuk yang lain seperti saksi. Itu ada 7 orang KPPS dan 2 Linmas. Jadi ada 9 orang. Kalau kita mau belajar dari negara lain, mereka memfasilitasnya dengan APD. Supaya tidak ada kontak, tidak ada penyebaran virus itu. Maka kita harus menyediakan APD sebanyak itu. Maka konsekuensi anggaran yang harus ditanggung dan kebutuhan logistiknya," kata Arif. 

Seperti diketahui, semula Pilkada serentak 2020 dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan September 2020. Namun, lantaran adanya pandemi Covid-19 yang telah melanda hampir semua daerah di Indonesia, maka pelaksanaan Pilkada ditunda hingga bulan Desember mendatang.

Hal itu berdasarkan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Pemilihan Kepala Daerah yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Perppu tersebut juga memberikan peluang penjadwalan ulang pelaksanaan Pilkada apabila situasi belum memungkinkan hingga bulan Desember mendatang.

Kejelasan mengenai kepastian jadwal pelaksanaan Pilkada ini menjadi pertanyaan di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Bahkan, belakangan muncul prediksi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa pandemi ini akan berlangsung sangat lama, bahkan dimungkinkan akan selamanya ada di tengah masyarakat.

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Ketum Golkar Minta Kadernya Mampu Jadi Panutan Masyarakat dalam Mematuhi Protokol Kesehatan

Image

News

KPU Sleman Gelar 3 Kali Debat Pilkada 2020, Simak Jadwalnya

Image

News

KPU Harap Partai Golkar Bisa Imbau Kandidat Cakada Patuh Prosedur Kampanye

Image

News

Kunci Sukses Pilkada, Permindo: Pendisiplinan Penerapan Prokes Tak Bisa Ditawar-tawar

Image

News

MPR RI

Ketua MPR Dorong Penyelenggaraan Pemilu Gunakan Sistem e-Voting

Image

Gaya Hidup

Kampung Biru Arema Gelar Rijig-rijig Fest Sambut Wisatawan

Image

News

Jadi Ketua DPD Gerindra, Ariza Siap Menangkan Pilkada DKI

Image

News

MPR RI

Bamsoet: Pilkada Serentak Harus Mampu Lahirkan Pemimpin Daerah Berkualitas

Image

News

Mantan Dirjen Otda Era SBY Sebut Rezim Jokowi Pro Dinasti Politik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Bacakan Pledoi, Benny Tjokro: Saya Adalah Korban Konspirasi

Ia mengaku sedih saat mendengar tuntutan jaksa tentang hukuman seumur hidup

Image
News

Pemprov DKI Kucurkan Rp1 Triliun Untuk Tanggulangi Banjir

Dana sebanyak itu akan dialokasikan ke berbagai proyek

Image
News

Kisah Tunawisma Yaman yang Jasadnya Ditemani Anjing-anjing Telantar

Kisahnya mengharukan.

Image
News
Lawan Covid-19

Masyarakat Diimbau Cermat Pilah Informasi Soal Vaksin Covid-19

Soalnya saat ini vaksin tersebut masih dalam tahap uji klinis

Image
News

Hari Santri, Sugianto Hadiri Silaturahmi Kebangsaan

UAS mengajak tokoh masyarakat dan ulama untuk menjaga NKRI.

Image
News

Eks Danjen Kopassus Soenarko Dicecar 28 Pertanyaan Soal Kepemilikan Senpi

Yang bersangkutan kooperatif selama menjalani proses pemeriksaan

Image
News

Diskop Sumenep usulkan UMKM Dapat Banpres Modal Usaha

ejumlah 1.661 pelaku UMKM Sumenep diusulkan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapatkan banpres modal usaha

Image
News

IBUF Bentuk Tim Analisis UU Ciptaker Bersama Pemerintah dan DPR

Pemerintah dan DPR RI menggandeng Pemerintah dan DPR RI menggandeng (IBUF) dengan membentuk tim studi untuk menganalisis UU Ciptaker

Image
News

Nurhadi Cs Pasrah Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Pengurusan Perkara

Nurhadi memilih untuk tidak menyampaikan nota pembelaan atau pledoi

Image
News

Dituntut Penjara Seumur Hidup, Heru Hidayat Pikirkan Nasib Karyawannya

Heru bahkan mengaku tak faham kenapa dirinya saat ini ditetapkan sebagai terdakwa

terpopuler

  1. Marwan Batubara: Omnibus Law Bisa Batalkan Putusan Anies Soal Reklamasi Teluk Jakarta

  2. 5 Fakta Menarik Rocky Gerung, Pernah Jadi Dosen Pembimbing Skripsi Dian Sastro

  3. Din Syamsuddin: Sekarang Ada Gejala Pemimpin Diktator Konstitusional

  4. Denny Siregar: Hargailah, Anies Baswedan Hanya Meneruskan Kinerja Ahok yang Tertunda

  5. Doa Jika Sedang Mengalami Kesulitan, Agar Allah Permudahkan

  6. Nikon Hengkang dari Indonesia, Umumkan Pamit Lewat Instagram

  7. Usai Ancam Keluar Koalisi, UMNO Nyatakan Tetap Dukung PM Muhyiddin Yassin

  8. Besok, Bareskrim Periksa Pentolan KAMI Ahmad Yani, Langsung Ditahan?

  9. Berawal Cekcok, Dua Muslimah Prancis Diteriaki 'Arab Kotor' dan Ditusuk

  10. Dicopot Dari Mandiri, Hery Gunardi Fokus Pimpin Proses Merger Bank Syariah BUMN

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Image
Azhar Ilyas

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Dirut Pertamina Nicke Widyawati Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Image
News

5 Fakta Menarik Rocky Gerung, Pernah Jadi Dosen Pembimbing Skripsi Dian Sastro

Image
Ekonomi

Jadi Bos Mandiri, Total Harta Kekayaan Darmawan Junaidi Rp23 Miliar