Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Achsanul Qosasi

Anggota III BPK RI

Berlebaran Secara New Normal

Image

Ilustrasi Salat Idul Fitri | pinterest.com

AKURAT.CO, Idul Fitri atau Lebaran tahun ini, 1441 H—demikian pula halnya dengan Ramadhan—bukanlah kali pertama dijalankan dalam suatu new normal. Sejak pertama kali disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW dan dirayakan oleh kaum Muslimin, Idul Fitri dan demikian pula Idul Adha telah menjadi salah satu simbol tindakan transformatif dalam sejarah Islam.

Berdasarkan beberapa hadis, kedua perayaan keagamaan ini mulai dirayakan setelah peristiwa Hijrah, yakni perpindahan besar-besaran umat Islam dari Makkah ke Madinah pada 622 M. Diriwayatkan dari Imam Anas Ibn Malik bahwa tak lama setelah hijrah, Rasulullah diberitahu kalau penduduk Madinah melakukan perayaan pada dua hari tertentu. Dalam kedua perayaan tersebut, mereka bersenang-senang dengan kegiatan rekreasi dan hiburan.

Rasulullah kemudian memberitahu bahwa umat Islam lebih baik merayakan Idul Fitri dan Idul Adha (Musnad Imam Ahmad ibn Hanbal, Jilid 4). Idul Fitri adalah perayaan atas kemenangan besar setelah berpuasa sebulan penuh—suatu proses yang disebut sebagai jihad al-akbar, jihad besar—dan Idul Adha adalah perayaan dalam konteks keberanian dan kerelaan berkorban.

baca juga:

Dalam new normal yang diakibatkan oleh peristiwa hijrah, kita tahu, komunitas Islam yang berasal dari Makkah harus menyesuaikan diri dalam satu lingkungan alam, sosial, ekonomi dan budaya yang baru. Beberapa hal yang membantu kaum Mulismin adalah adanya persamaan bahasa dan telah adanya hubungan tradisional sebelumnya, seperti dalam perdagangan dan sebagainya.

Akan tetapi, pada dasarnya, berbagai aspek kehidupan harus disesuaikan secara permanen. Penyesuaian diri menjadi cara untuk melanjutkan kehidupan dan perjuangan menegakkan dakwah. Hati dan pikiran, meskipun selalu terkenang pada tanah asal di Makkah, harus dijernihkan dan diorientasikan untuk membangun kehidupan baru di tanah yang baru dengan dinamika dan berbagai tantangan tersendiri.

Jika dilihat secara psikologis, dalam konteks hijrah ini, sabda Rasulullah tentang Idul Fitri dan Idul Adha juga bermakna lebih jauh. Komunitas Islam yang masih baru memerlukan tradisi-tradisi kultural tersendiri yang tidak boleh dilepaskan dari konteks tawhid dan ibadah. Sebagai komunitas, harus terdapat simbol-simbol yang meneguhkan identitas serta membesarkan dan menyenangkan hati, namun itu harus berakar pada prinsip hablum minallah, konektivitas manusia dan apapun yang dilakukannya dengan Sang Pencipta.

Seiring dengan itu, kita lihat, pada periode pasca-hijrah yang biasa disebut juga sebagai periode Madaniyyah, adalah masa di mana ayat-ayat tentang ibadah sebagian besar diwahyukan. Demikian pula dengan berbagai ketentuan tentang kehidupan komunal, seperti tentang hukum publik, perang, tata sosial, dan hubungan antar-negara. Ini berbeda dari periode sebelumnya—Makkiyah—dimana tawhid dan akhlaq menjadi fokus utama.

Kembali pada situasi saat ini, sesuai dengan semangat hijrah, adalah tidak tepat tentu saja, jika masih ada umat Islam yang berlarut-larut menyesalkan tentang perayaan Idul Fitri—demikian pula dengan Ramadhan—yang disebut kehilangan unsur berjamaahnya secara fisik. Dalam perkara ini, hal yang tetap adalah terkait tawhid dan ibadah, ketika cara berjamaah pada dasarnya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Oleh karena itu, ketimbang berlarut-larut dengan kerinduan psikologis pada kenangan akan kemapanan di masa lampau—the old normal—yang sebenarnya akan tetap menjadi kenangan, pilihan yang normal adalah melakukan hijrah secara menyeluruh. Umat Islam harus mampu sampai pada makna yang sebenarnya dari Idul Fitri—kembali ke fitrah kemanusiaan setelah berjuang sebulan penuh menempa hati, pikiran dan fisik di sepanjang Ramadhan.

Dengan semangat hijrah, Ramadhan dan Idul Fitri pula, umat Islam harus berpikir lebih positif dalam konteks relasi sosial dan politik di tengah pandemi ini. Saya tak melihat pemerintah negeri ini berniat buruk dengan memaksakan social distancing, sosial Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pelarangan mudik dan seterusnya. Himbauan untuk tidak shalat berjamaah, berkumpul mendengarkan ceramah agama, atau merayakan Lebaran secara fisik dalam kerumunan adalah demi umat Islam sendiri.

Dan langkah-langkah itu juga bukan sekehendak hati mereka yang berposisi di pemerintahan. Tokoh-tokoh Islam dan lembaga-lembaga umat Islam terbesar dan terkemuka menyuarakan hal yang sama. Nahdlatul  Ulama (NU) dan Muhammadiyah secara resmi menyampaikan sikap mereka berdasar pertimbangan kemaslahatan. Tokoh-tokoh yang tak berafiliasi dengan kedua lembaga ini juga kurang lebih menyampaikan pesan yang sama.

Demikian pula dengan pemerintahan di negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim lainnya di dunia atau seringkali menjadi rujukan bagi umat Islam. Bukan hanya menjelang Idul Fitri, sejak menjelang Ramadhan, umat Islam diminta untuk beribadah di rumah dan tidak berjamaah secara umum. Sehingga bukan hanya di Indonesia, masjid-masjid di Arab Saudi, Mesir, Turki dan negara-negara lainnya menjadi sepi.

Bahkan, dalam rangka mencegah penularan lebih luas, pemerintah Arab Saudi secara khusus memperpanjang masa lockdown sehingga mencakup hari-hari di mana biasanya Idul Fitri dirayakan dalam kerumunan. Itu dilakukan untuk durasi 24 jam sejak 23 sampai 27 Mei.

Pemerintah mesir kurang lebih juga melakukan hal yang sama. Total selama enam hari, dimulai sejak 24 Mei, transportasi publik akan ditutup, demikian pula dengan toko-toko, restoran, taman dan pantai-pantai tempat wisata. Bahkan penduduk diminta untuk diam di rumah selama dua pekan.

Oleh karena itu, hemat saya, dalam sisa Ramadhan ini, marilah kita lebih fokus untuk melakukan ibadah dengan baik. Apalagi di hari-hari teakhir menjelang Idul Fitri, Rasulullah mengajarkan berbagai keistimewaan. Beliau mengencangkan ibadahnya dan memfokuskan diri menuju Lailatul Qadr—malam kemuliaan.

Sesuai tradisi, adanya baiknya kita memperbanyak membaca Surah Yasin, Ar-Rahman, Al-Waqiah dan Al-Mulk. Mudah-mudahan, amalan ini membuat kita benar-benar bisa berserah diri sepenuhnya akan kekuasaan Allah (al-mulk) sehingga menyampaikan kita pada Rasulullah (Yaasiin), kasih-sayang Allah (ar-Rahmaan) dan kesalamatan di hari kiamat (al-waqi’ah).

Allaahu a’laam bi al-shawwaab.

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image

News

Muhammadiyah Minta Jokowi Evaluasi Menyeluruh Penanganan Covid-19

Image

News

Tak Setuju Pilkada Ditunda, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Digembleng di Tengah Pandemi

Image

News

Ruhut: Semakin Tinggi Pohon, Semakin Kencang Angin Bertiup, Itulah LBP

Image

Ekonomi

Pandemi COVID-19, Beri Berkah Bagi Produk Kesehatan dan Kecantikan

Image

Ekonomi

Food Station Gaet 6 Penghargaan BUMD MarketAwards 2020

Image

Ekonomi

Wimboh Santoso Wanti-wanti Ancaman COVID-19 Hantui Sektor Keuangan

Image

Ekonomi

Emil Salim: Taktik Perang Gerilya Ditingkatkan Jadi Perang Offensif Total Berantas Virus!

Image

Ekonomi

Miris, COVID-19 Buat UMKM Terhajar Paling Parah Dalam Sejarah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Cegah Konflik Pilkada, Hasto: Masyarakat Harus Kembali ke Semangat Pendirian Bangsa

Karena semangat pendiri bangsa tidak akan memecah belah persatuan

Image
News

Rinaldi Harley Wismanu Korban Mutilasi Dimakamkan di Sleman, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Maksimal

Jenazah Rinaldi Harley Wismanu, korban pembunuhan dan mutilasi akhirnya dimakamkan di Sasonoloyo Nologaten, Sleman, Senin (21/9/2020).

Image
News

China Temukan COVID-19 pada Kemasan Cumi-cumi Impor

Kantor pencegahan COVID-19 Changchun mengatakan cumi-cumi itu telah diimpor dari Rusia

Image
News

Pemprov DKI Klaim PSBB Fase 2  Mampu Tekan Kepadatan Lalin

Syafrin Liputo mengatakan, pada PSBB kali ini volume kendaraan di jalanan ibu kota menurun hampir 20 persen.

Image
News

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Achsanul Qosasi menyebut pemimpin yang egosentris satu saat akan memudar dan tak laku.

Image
News

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Pemerintah sebaiknya memperhatikan lagi kebutuhan masing-masing masyarakat di setiap daerah agar dapat mengoptimalkan program

Image
News

Turki Kutuk Berita Utama Surat Kabar Yunani yang Hina Presiden Erdogan

Turki mendesak Athena untuk mengambil tindakan

Image
News

Muhammadiyah Minta Jokowi Evaluasi Menyeluruh Penanganan Covid-19

Haedar mengatakan, sudah lebih enam bulan bangsa Indonesia hidup dalam ancaman pandemi Covid-19.

Image
News

Suasana Malam Yogyakarta di Masa Pandemi Tampak Ramai, Warganet: Ngeri... Ngeri...

Dalam video itu, protokol kesehatan seakan diabaikan di salah satu sudut Jalan Mangkubumi, Yogyakarta

Image
News

Bareskrim Periksa 12 Saksi Kebakaran di Gedung Kejagung, Siapa Saja Mereka?

Ferdy memastikan ke-12 saksi ini mengetahui dan melihat pada saat terjadinya kebakaran gedung utama Kejagung.

terpopuler

  1. Tunda Pergi Haji Demi Temani Valentino Rossi, Komeng: Dia Itu Anak Tongkrongan

  2. Viral, Foto KTP Wanita Ini Sukses Bikin Iri Warganet karena Kelewat Cantik

  3. Wabup Mabuk dan Tabrak Polwan Hingga Tewas, Fahira Idris: Hancur Hati Ini

  4. Niat Jadikan Kawasan Hijau, Hutan Mini di Apartemen China Justru Jadi Ladang Nyamuk

  5. Polling Soal Vaksin Covid-19, Netizen: Saya Ingin Sehat, Halal-Haram Biar Urusan Saya dan Tuhan

  6. Telah Bercerai, Song Hye Kyo Diduga Masih Rayakan Ulang Tahun Song Joong Ki

  7. Napi Asal China Lapas Tangerang Kabur, Kapolda : Kita Akan Kejar

  8. Ariel NOAH Didoakan Tambah Soleh oleh Putrinya, Alleia Anata

  9. Ferdinand ke Tengku Zulkarnain: Jangan Identikkan Kadrun dengan Umat Islam

  10. Tanggapi Mutilasi Rinaldi, Pimpinan DPR Imbau Anak Muda Hati-hati di Sosial Media

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image
Khalifah Al Kays Yusuf dan Tim Riset ALSA

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit

Pandemi COVID-19 dan Bencana Ekologis Planet Bumi

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!

Image
Ekonomi

Celana Dalam Bekas Laku Rp50 Juta, Kepoin Harta Kekayaan Fantastis DJ Dinar Candy!