breaking news: Roket Besutan SpaceX-NASA Meluncur Pukul 22.00 WIB

image
Login / Sign Up
Image

Imam Shamsi Ali

Presiden Nusantara Foundation

Puasa itu Menyuburkan Ruhiyah

Hikmah Ramadan

Image

Sejumlah jamaah dengan menggunakan masker melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Ibadah Salat Jumat tetap digelar di Masjid Agung Al-Azhar meski sudah ada imbauan dari pemerintah untuk meniadakan kegiatan salat Jumat selama dua pekan ke depan guna mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, “Mankind is a spiritual being in a physical body”.

Kalau seandainya saya ditanya tentang defenisi manusia maka jawaban saya kira-kira seperti di atas. Bahwa manusia itu adalah wujud spiritualitas dalam sebuah bentuk fisikal.

Intinya adalah bahwa nilai (value) sejati manusia itu ada pada posisi ruhiyahnya. Kemuliaan, kehormatannya ditentukan oleh nilai spiritualitasnya.

baca juga:

Kalau sekiranya manusia bangga karena fisiknya maka sudah pasti gajah, kerbau atau sapi pantas lebih bangga darinya. Kalau kekuatan fisiknya boleh jadi seekor harimau akan lebih bangga karena memang lebih kuat.

Karenanya sekali lagi, nilai kemanusian (human value) manusia ada pada aspek ruhiyah kehidupannya.

Jika penciptaan jasad manusia terbuat dari tanah liat (thiin). Maka eksistensi “ruh” manusia langsung dari tiupan ruh Ilahi (nafakha fii min ruhina).

Oleh karena ruh adalah tiupan ruh Ilahi maka ruh inilah yang nanti pada akhirhya kembali ke asalnya, kembali menghadap Allah SWT. Sementara fisiknya akan kembali pula bersatu dengan asalnya di tanah.

Jika fisik berakhir dengan kebusukan dan kehancuran, maka ruh yang terjaga, mulia selamanya.

Hakekatnya sebagai pemberian Allah yang khusus kepada manusia, menjadikan ruh rahasia yang tiada tahu kecuali Allah SWT sendiri. “Dan katakan sesungguhnya ruh itu adalah urusan Allah” (Al-Quran).

Sedemikian mulianya ruh manusia maka Islam sebagai agama kehidupan, elemennya mengandung aspek “spiritual nourishment” (makanan ruh). Dari ibadah-ibadah ritual hingga ke aspek-aspek muamalatnya, semuanya mengandung unsur ruhiyah.

Ketika akan makan atau tidur misalnya, doa yang dipanjatkan semuanya bermuara langit (Allah). Makan meminta “barokah”. Dan barokah itu ada di tangan Allah yang “Tabaaraka”.

Tidur juga atas namaNya Allah (bismika). Keduanya bukan sekedar aktifitas duniawi yang hampa ruhiyah. Tapi terikat dengan nilai-nilai samawi yang sarat dengan kandungan ruhiyah.

Jangankan makan dan tidur, hubungan suami isteri pun tidak lepas dari nilai-nilai ruhiyah itu. Sehinggga disebutkan bahwa hubungan yang tidak dimulai dengan doa perlindungan dari syetan, anak yang tercipta dari hubungan itu akan ikut terpengaruh syetan.

Bahkan keluar masuk WC sekalipun semuanya memiliki nilai-nilai ruhiyah karena bersentuhan langsung dengan nilai-nilai samawi. Meminta perlindungan dari syetan “Allahumma inni auzdu bika minal khubutsi wal khabaaits” itu memiliki makna ruhiyah yang dalam.

Apalagi aspek ritual agama ini. Dari sholat, puasa, haji dan ragam bentuk ibadah ritual, semuanya secara mendasar dimaksudkan untuk menumbuh suburkan nilai-nilai ruhiyah manusia. Karena pada semua amalan itu “dzikrullah" yang menjadi esensi dasarnya.

Sholat yang kosong dari dzikir (mengingat Allah) dikategorikan oleh Al-Quran sebagai sholat kemunafikan. Bahkan terancam dengan neraka “wael”.

Puasa secara khusus penuh dengan nilai-nilai spiritualitas (ruhiyah). Makan sahur itu bukan sekedar makan pagi. Tapi sebuah amalan ibadah yang padanya dijanjikan “barokah”.

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu ada barokah” (hadits).

Barokah itu adalah nilai tambah karena bersentuhan langsung dengan Allah (Tabaraka). Sehingga dengan sendirinya merupakan “penguatan ruh” yang memang langsung dari Allah (ruhina).

Singkatnya semua amalan yang terjadi di Bulan Ramadan, sholat-sholat sunnah, baca Al-Quran, Tarawih dan qiyaam, hingga kepada sadaqah dan bahkan tidur sekalipun bernilai spiritualitas.

Puasa diakhiri dengan berbuka puasa (Iftar). Sebuah amalan yang bukan sekedar makan malam seperti biasanya. Tapi semua amalan yang sarat dengan nilai ruhiyah.

Karenanya doa berbuka dikaitkan langsung dengan Ilahi: “untuk Engkau Aku berpuasa, kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu juga aku berbuka puasa. Maka terimalah dariku. Sunnguh Engkau Maha mendengar lagi Maha melihat”.

Karenanya bulan Ramadan ini harus menjadi momentum yang baik dalam membangun kehidupan ruhiyah yang solid. Kerapuhan nilai-nilai spiritualitas menjadikan manusia terombang-ambing dalam pergerakan gelombang dunia yang tiada akhir.

Kehidupan materialistis, konsumeris dan hedonistis yang terbangun di atas paham kapitalisme menjadikan manusia semakin rakus dan kehilangan nuraninya.

Akibatnya dalam dunia yang kerap kali diakui sebagai dunia modern yang seharusnya lebih beradab (civilized), justeru kerap berkarakter biadab. Bahkan lebih biadab dari hewan.

“Mereka bagaikan hewan. Bahkan lebih sesat dari hewan” (Al-Quran).

Semoga puasa kita menumbuh suburkan hati dan ruh kita sehingga dorongan dunia yang dahsyat ini mampu terimbangi. Keseimbangan dalam hidup materi (jasad) dan spiritualitas (ruh) inilah yang menjadikan Islam sebagia agama yang unik.

Agama yang membangun kebaikan pada dua aspek kehidupan. Hasanah fid-dunya wa hasanah fil-akhirah. Amin.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

New Normal

Image

News

Kolom

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image

News

Kolom

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Image

News

Kolom

Idulfitri Sebagai Instrumen Kritik Sosial

Image

News

Kolom

Matinya Reformasi

Image

News

Kolom

Manajemen Krisis Pilkada di Tengah Covid-19

Image

News

Kolom

Mau Dibawa Kemana Pemilu Kita?

Image

Gaya Hidup

Kolom

Quo Vadis Perpusnas di Era Industri 4.0

Image

News

Hikmah Ramadan

Lebih Dekat dengan Allah SWT di 10 Hari Terakhir Ramadan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

BPTJ Perpanjang Larangan Operasional Bus AKAP di Jabodetabek

Diperpanjangannya aturan ini merupakan tindaklanjut dari keputusan Kementerian Perhuhungan

Image
News
Wabah Corona

UPDATE Corona per 31 Mei: Total ODP 49.936 dan PDP 12.913

Jumlah PDP hari ini juga dilaporkan bertambah menjadi 12.913 orang, dimana sehari sebelumnya total PDP mencapai 12.832.

Image
News
Wabah Corona

UPDATE COVID-19 Per 31 Mei: Kasus Positif 26.473, Sembuh 7.308, Meninggal Dunia 1.613

Berdasarkan data yang masuk hingga Minggu (31/5/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 700 orang untuk kasus positif COVID-19.

Image
News

Ruslan Buton Ditangkap, Refly Harun: Minta Presiden Mundur Nggak Apa-apa Dalam Demokrasi

Akibat pernyataan itu, Ruslan ditangkap Polisi di rumahnya di Kecamatan Wabula, Buton, Sultra Kamis (28/5).

Image
News

Polisi: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Tanah Longsor di Ruas Tol Semarang-Solo

Kendaraan dari arah Solo dialihkan keluar melalui gerbang Tol Ungaran.

Image
News

Hujan Deras Akibatkan Tanah Longsor Hingga Menutup Ruas Jalan Tol di Semarang

Meski demikian, jalur yang tertimbun longsor kini dikabarkan sudah dibersihkan dan dibuka kembali.

Image
News

IPW Minta Polri Bebaskan Ruslan Buton

Penangkapan ini dilakukan setelah video yang berisi rekaman suara Ruslan viral di media sosial.

Image
News

BNPB: Lebih dari 1.300 Bencana Terjadi Sepanjanh Januari hingga Akhir Mei 2020

BNPB mencatat lebih dari 2 juta warga mengungsi karena banjir.

Image
News

Ketika Penggunaan Masker Dinilai Lebih Ampuh Mencegah Virus Corona daripada Lockdown

Alasan mengapa masker efektif di rumah sakit ialah karena petugas kesehatan tahu bagaimana melepas masker tanpa menjadi terinfeks.

Image
News

Ratusan Penumpang Kereta Luar Biasa Tiba Stasiun Gambir di Tengah Pandemi

terpopuler

  1. Viral Dekorasi Kamar Estetis Low Budget, Sulap Sarung Bekas Bapak jadi Taplak!

  2. Kisah Office Boy Kantor PSI Selalu Sisihkan Gaji Buat Belanja Makanan Bagi Orang-orang Miskin

  3. Gerakan Bersihkan Indonesia Mulai Menggelar 'Sidang Rakyat' Menolak UU Minerba

  4. Berlapis Emas, 5 Potret Rumah Mewah Shah Rukh Khan yang Ditaksir Senilai Rp694 M

  5. Suami Istri Ditangkap Diduga Sebarkan Ideologi Khilafah, Brigade Meo: Kini Dia Berulah Lagi, Kita Amankan Saja

  6. Agar Tak Ada Kerumunan di Pusat Perbelanjaan, Pakai Sistem Ganjil Genap, Jansen: Keren Juga Idenya Bang Apri Sujadi

  7. Begini Tanggapan Manajer Papajack Soal Rencana Penerapan New Normal

  8. Pelaku Teror Diskusi Pemecatan Presiden Catut Nama Muhammadiyah, Busyro: Cara Level PAUD yang Ecek-ecek

  9. Freelancer Bakal Semakin Dicari di Era New Normal, Mengapa?

  10. Guru Besar Nimatul Huda Diteror, Fahri Hamzah: Saya Usul UII Lapor Sinuwun Aja

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Image
Azami Mohammad

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton