image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Siti Fadilah: Apakah Itu yang Kita Pilih? Nunggu Vaksin yang Belum Tentu Jadi dan Belum Tentu Cocok, Berpikirlah Saudaraku Setanah Air

Siswanto

Wabah Corona

Image

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari | Dokumentasi

AKURAT.CO, Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari kembali memberikan pendapatnya tentang penanganan pandemi Covid-19 dari balik tembok penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur.  Judul surat yang ditulis dengan tangan itu: Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin.

Dia mengatakan tulisan yang kini sampai ke tangan sebagian jurnalis itu aslinya merupakan tulisan tangan. Karena sudah tidak kuat menulis, maka tulisan tangan asli ditulis oleh teman napi sekamar dan tanda tangani oleh Siti Fadilah Supari. Setelah itu agar jelas, dokumen diketik ulang di luar penjara.

Dia menyoroti beberapa hal dari tingkat nasional dan global. Presiden Joko Widodo telah menetapkan agar melonggarkan PSBB, dengan maksud agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.

baca juga:

Dia menambahkan seluruh dunia sekarang sedang terpuruk. Meski negara adidaya seperti Amerika pun menderita, bahkan kasusnya terbanyak di dunia dan kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti.

Di Eropa, kata Siti Fadilah, pun demikian juga korbannya juga cukup banyak. Apalagi khusus di negara Italia sangat parah boleh dikatakan terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Saat ini, kata Siti Fadilah, mereka semua mulai menggeliat sadar mereka harus bangun dari ketakutan dan kekawatiran. Mereka harus bangun dari keterpurukan ini untuk memulai kehidupannya lagi.

"Namun Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu menghentikan wabah Covid hanyalah vaksin corona. Dimana dia sangat yakin vaksin unggulan nya akan siap 18 bulan kedepan. Bill Gates juga menekankan kalau pun wabah corona ini berhenti , belum tentu kalian bisa kembali seperti dulu lagi (??) Mungkin dia mengacu ketika spanish flu 1918 selesai. Terjadi perubahan peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya," kata Siti Fadilah.

Dalam surat terbuka itu, Siti Fadilah mengutip pernyataan Anthony Fauci, awas kalau ada negara yang cepat-cepat membuka lockdown-nya pasti akan mengalami perburukan penularan Covid-19 dan wabah akan lebih dahsyat lagi.

Sedangkan WHO menyatakan tidak akan pernah ada vaksin sebelum akhir 2021.

Dokter David Nabarro seorang professor dari global health di Imperial College London dan sekarang sebagai special envoy WHO untuk covid 19 mengatakan bahwa kemungkinan besar tidak akan pernah ada vaksin yang efektif untuk corona. Memang ada penyakit-penyakit yang tidak ditemukan vaksinnya contoh nya HIV/AIDS, dengue. Maka manusia harus bisa hidup berdamai dengan corona.

"Menurut saya andaikan vaksin dari Bill Gates dkk. benar siap kita harus ingat ketika Ejikman melakukan sequencing virus strain Indonesia ternyata karakter virus kita berbeda dengan virus yang beredar di negara yang sedang getol mengadakan uji coba vaksin yang akan diproduksi besar-besaran untuk sedunia," kata dia.

"Kita harus hati-hati di sini, berarti vaksin yang sedang mereka bikin berasal dari virus yang karakternya berbeda dengan vìrus yang ada di Indonesia maka tidak akan kompatibel dengan kita (tidak cocok sehingga tidak akan efektif)," Siti Fadilah menambahkan.

Belajar dari pengalaman Wuhan, Cina, yang kini telah kembali memulai kehidupan baru setelah corona, dengan tanpa vaksin, tapi menggunakan obat tradisional, kata Siti Fadilah.

Menurut Siti, Cina menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi corona dari awal, terus lockdown dan kemudian corona terhenti setelah itu ekonomi sudah mulai bangkit kembali. Tidak perlu heran karena Cina negara dengan azas otoritarian, kata dia.

Maka dalam menghadapi emergency seperti wabah corona ini, kata Siti Fadilah, desicion making sangat efektif, komunikasi searah sangat cepat tanpa kendala, sangat dibutuhkan. Dan ini hampir tidak mungkin terjadi di negara-negara yang menganut azas demokrasi, yang selalu ada pro kontra sehingga suatu keputusan makan waktu lebih banyak.

"Cina dengan jelas menunjukkan kepada dunia bahwa dia bisa bangkit tanpa vaksin dan mereka siap dengan gelombang kedua dengan virus yang berbeda pula. Bisa tuh," kata Siti Fadilah.

"Di samping itu kalau kita mendengarkan Bill Gates dkk. yang sudah invest dananya di dalam bisnis vaksin dunia, mau tidak mau kita ya harus ikutin maunya mereka, maka kita harus perpanjang PSBB diam saja di rumah. Ekonomi kita akan nyungsep lebih dalam lagi sampai tahun 2021 berakhir? Apakah itu yang kita pilih? Nunggu vaksin yang belum tentu jadi dan belum tentu cocok. Berpikirlah saudaraku setanah air," katanya.

Siti Fadilah mengingatkan ada pendapat lain dari seorang expert, Nabarro, yang tidak ada pretensi dalam bisnis vaksin mengatakan pendapat yang jujur seperti diatas, hidup berdamai dengan corona, tapi tetap waspada.

"Kita harus berada di antara itu. Kita harus mengukur diri kita sendiri dengan jujur ada di posisi mana kita berdiri?  Kita harus bangkit dari keterpurukan ini. Tapi kita juga selamat dari corona. Sudah cukup kita diam di rumah sudah cukup kita tidak bekerja normal tidak sekolah seperti biasanya. Sampai kapan kita harus mulai?  Pak presiden sudah tiup peluit, memukul genderang untuk bergerak, tapi semoga aturan pemerintah tidak bertambah banyak. Misalnya, boleh naik kapal terbang tapi saratnya banyak dan akhirnya yang bisa terbang sedikit. Dari segi ekonomi tidak menguntungkan," katanya.

Kalau mau melonggarkan PSBB, Siti Fadilah memberi saran, longgarkan saja aturan-aturan yang sudah ada. Menurut dia jangan bikin aturan baru, lakukan dengan bertahap. "Misal KRL tidak boleh jalan tadinya, oke sekarang boleh tapi isinya jangan 100 persen dulu, mungkin mulai dari 50 persen terus 70 persen dulu dan seterusnya. Ini sudah betul," katanya.

Pergerakan warga adalah sumbu pergerakan ekonomi setidaknya ekonomi rakyat yang harus nomor satu bangkit , kalau ekonomi rakyat bangkit pemerintah akan lebih ringan tugasnya dalam memenuhi social safety net-nya. Mungkin sudah tidak akan diperlukan lagi.

Siti Fadilah menambahkan kalau pergerakan warga dibatasi terus bagaimana ekonomi bisa hidup lagi? Yang harus diingat adalah pergerakan warga tidak menimbulkan penyebaran corona lebih buruk.

"Kita harus berjalan di antara pilar yang seimbang, pergerakan warga dengan cara yang sehat, hati-hati harus pakai masker, jarak satu meter dengan lainnya, dan tidak bersentuhan dan cuci tangan. Hidupkan lagi perilaku hidup bersih sehat. Ingat jangan terlalu takut penularan corona hanya lewat droplet (WHO) , mestinya dengan masker cuci tangan dan berjarak sudah cukup," katanya.

Siti menyarankan kepada pemerintah hendaknya menyediakan sarana swab test molecular base made in Indonesia berdasar virus strain Indonesia karena lebih valid. BPPT sudah siap, mudahkan rakyat menjangkaunya. Siapkan pula primer utk PCR di laboratorium, dengan basis virus strain Indonesia juga siapkan RS yang sudah ada menjadi lebih baik lagi, tingkatkan dan luaskan penelitian terapi plasma yang dirintis oleh Ejkman. Jadikan sebagai standar prosedur resmi untuk terapi penanganan corona di RS. Cukupkan ventilator dan dokter-dokter sudah lebih berpengalaman selama ini.

"Jadi rakyat tenang harus sehat, boleh sakit, tapi kalau sakit tidak akan mati (bisa sembuh). Artinya sewaktu-waktu PSBB lagi tidak susah, anggap dinamika kehidupan jangan jadi beban. Ada pengertian umum agar kita lebih yakin untuk lebih berani: (rakyat maupun petugas)," kata Siti Fadilah.

Siti Fadilah mengatakan bangsa Indonesia bangsa yang kuat menderita. Bangsa yang kaya sinar matahari, corona takut sinar matahari. Bangsa Indonesia makan empon-empon, sejak lahir corona tidak suka empon-empon. Bangsa ini disuntik vaksin BCG ketika masih kecil. Ada penelitian dimana negara yang melaksanakan imunisasi BCG sejak lama korban corona hanya 1/6 di banding dengan negara yang tidak pernah vaksinasi BCG.

"Maka tidak ada alasan kita menunggu lebih lama lagi. Kalau ekonomi menggeliat kita akan cepat hidup seperti dulu bahkan harus lebih baik dari dulu," katanya.

Bagaimana caranya bangkit? Menurut Siti Fadilah, Indonesia butuh revolusi berpikir.

Pertama, pemerintah dan rakyat harus bersatu dalam satu komitmen bahwa harus memulihkan keadaan secepatnya tanpa mengabaikan kesehatan.

Kedua, pemerintah dalam membuat kebijakan sebaiknya tidak memperberat beban rakyat. Mereka sudah cukup menderita. Dan rakyat itu tulang punggung negara. Kalau rakyat lemah ketahanan nasional juga lemah. Saat ini sebagian dari mereka, tidak punya uang tidak punya kerja. Bahkan untuk keperluan makan. Sebagian dari mereka yang mampu membagikan makanannya untuk mereka yang tidak mampu.

Political will pemerintah untuk melindungi rakyatnya langsung sangat penting untuk memperkuat kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya.

Ketiga, kalau rakyat percaya penuh dengan pemerintah, Siti Fadilah yakin untuk bangkit sekarangpun bisa, di sana bangsa ini menang.

Keempat, jangan takut hilangkan ketakutran kecemasan yang tidak perlu terhadap corona. Apa yang ditakuti? "Kita bisa melalui dalam beberapa bulan ini dengan sangat lumayan. Angka-angka laporan Kemenkes tidak menunjukkan perburukan penularan Hanya menunjukkan data kumulatif dari awal Maret 2020. Yang jelas di dalam laporan harian itu yang berhasil disembuhkan semakin banyak dan yang meninggal lebih sedikit."

Siti mengatakan WHO menyatakan penularannya eksponensial, tapi kalau dilihat pada kasus pertama yang diumumkan Jokowi waktu awal Maret 2020 (ada dua orang perempuan). Setelah ditelusuri ODP-nya yang positif ketularan hanya dua orang dari 80 orang. Padahal kebersamaan mereka tanpa masker cukup lama ruangan itu.

Artinya hanya dua dari 80 orang tertular. Hitungan kasar penularannya hanya 2.5 persen. Sekarang Indonesia punya kira-kira 269 ribu ODP (di laporan harian Kemenkes) kalau itu dipertiksa semua maka akan punya gambaran seperti apa penularannya.

"Jadi tidak perlu takut, tapi tetap "eling lan waspodo. Eling itu inget masih dalam masa pandemi, dan waspodo itu harus tetap mengikuti protokol PSBB yang dilonggarkan sesuai anjuran pemerintah. Setelah kita yakin, eling lan waspodo ayo kita bangkit untuk membangun kembali peradaban dengan menggerakkan kehidupan sosial dan roda ekonomi," katanya.

Kata Xi Jinping, corona adalah perang. Bill Gates juga mengatakan ini seperti perang dunia kedua. Maka, kata Siti Fadilah, Indonesia sekarang harus punya mindset perang -terhadap virus- terhadap ketakutan  -terhadap keterpurukan -terhadap kebingungan.

"Inget justru negara kita merdeka setelah perang dunia kedua. Maka dalam peperangan ini kita harus berani mengambil risiko untuk menang. Ayo kita bangkit sekarang juga bangsa Indonesia, gerakkan warga dengan cara yang sehat dan aman, untuk gerakan pembangunan ekonomi rakyat yang mandiri. Kita harus hidup yang lebih baik lagi," kata Siti Fadilah. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

BNI Syariah Raup Laba Rp214 Miliar di Tengah COVID-19

Image

Hiburan

Cemarkan Nama Baik Syahrini, Pemilik Instagram Rumpi Manja Official Dikejar Polisi

Image

News

Wabah Corona

Warga Sempat Protes Masjid KH Hasyim Asy'ari Jadi Lokasi Karantina Pemudik Tanpa SIKM

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Kompak Kritisi Kebijakan New Normal, Said Didu dan Fadli Zon: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan!

Image

Ekonomi

Wabah Corona

PGN Siapkan 3 Tahapan Jalankan Skenario New Normal

Image

News

Wabah Corona

Sekjen MUI: Kalau PSBB akan Direlaksasi dan Orang Mulai Boleh Kumpul di Mall dan Bandara, Maka di Masjid Pun Tentu Sudah Bisa

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Jokowi Siapkan Stimulus bagi Petani dan Nelayan Senilai Rp34 Triliun

Image

News

Syarief Hasan Minta Pemerintah Belajar dari Negara Lain Terkait Pelonggaran PSBB

Image

News

DPR RI

Datangi Kemenag, Satgas COVID-19 DPR RI Bahas Wacana Pembukaan Kembali Rumah Ibadah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Dewas KPK Bahas Dugaan Pelanggaran Etik Deputi Penindakan Karyoto

MAKI telah menyampaikan surat kepada Dewas KPK berupa laporan dugaan pelanggaran kode etik oleh Karyoto

Image
News

Di Tengah Pandemi COVID-19, Sudin LH Jakarta Pusat Gelar Panen Raya, Mengundang Anggota DPD RI

Risart Seristian membenarkan adanya kegiatan panen sayur di RW 03 Kelurahan Cempaka Putih Timur

Image
News
Wabah Corona

Warga Sempat Protes Masjid KH Hasyim Asy'ari Jadi Lokasi Karantina Pemudik Tanpa SIKM

Pengelola Masjid Hasyim Asy'ari sudah berdialog dengan warga yang protes.

Image
News

Ossy Dermawan Tegaskan Pendapat Ferdinand Hutahaean bukan Sikap Resmi Demokrat

Ferdinand berbeda visi dengan Demokrat.

Image
News
Wabah Corona

Kalau New Normal Diterapkan, Bupati Bogor Bakal Buka Sekolah-sekolah

"New Normal menjadi suatu keniscayaan, mengingat belum ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir dan vaksin belum ditemukan."

Image
News
Wabah Corona

Sekjen MUI: Kalau PSBB akan Direlaksasi dan Orang Mulai Boleh Kumpul di Mall dan Bandara, Maka di Masjid Pun Tentu Sudah Bisa

Khusus di masjid, kata dia, agar benar-benar diperhatikan protokol jaga jaraknya.

Image
News

Remaja Iran Dipenggal Ayahnya karena Jatuh Cinta dengan Pria 35 Tahun

Setelah melakukan perbuatan yang disebutnya sebagai "pembunuhan demi kehormatan", pelaku lalu menyerahkan diri ke polisi.

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Pasangan ini selalu tampil romantis

Image
News

Pemudik Berduit yang Dikarantina di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Bisa Pulang Lebih Cepat

Kalau punya duit, ikut swab bisa sampai Rp1 juta lebih setelah nunggu dua hari disini hasilnya keluar baru ditindaklanjuti

Image
News

Syarief Hasan Minta Pemerintah Belajar dari Negara Lain Terkait Pelonggaran PSBB

China melakukan unlock setelah kasus positif mencapai 82.992 kasus

terpopuler

  1. Blasteran Turki, 7 Potret Cantik Elif Kayla Perk Anak Pedangdut Siti KDI

  2. 7 Potret Rumah Mewah Mendiang Olga, Hampir Dijual Billy Syahputra Seharga Rp15 Miliar!

  3. Bantah Dapat Tunjangan Penuh saat Pangkas Jatah PNS Sebesar 50 Persen, Kepala BKD Bungkam Soal THR TGUPP Anies Baswedan

  4. Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Fadli Zon saat Bersama Keluarga

  5. Bikin Nostalgia, 5 Potret Sepatu dan Sandal yang Ngetop Era 90-an

  6. AS-China Bersitegang, Fadli Zon Ingatkan Indonesia Jangan Ikut Campur dan Nonton Saja

  7. Tembak Seorang Warga, Anggota TNI Berpangkat Sertu Ditahan Den POM VI

  8. Dijuluki 'Anak Mama,' 5 Fakta Menarik Aktor Tampan Ji Chang-wook

  9. Sudah Tertangkap, Penyebar Video Porno Mirip Syahrini Terancam 12 Tahun Penjara

  10. Ilmuwan Medis Peringatkan Bahaya Pakaikan Masker pada Balita

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo

Image
News

Dari Kantor Hukum ke Kursi Sutradara, Ini 5 Fakta Menarik Iman Brotoseno yang Kini Jadi Dirut TVRI