image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up
Image

Jamil Abdul Aziz

Dosen Institut PTIQ, Jakarta dan Pembina Pesantren Tahfidzul Qur’an Habiburrahman, Bandung

Lailatul Ambyar: Tadabbur Malam Terakhir Bersama Ramadan

Essai

Image

Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sedang berdoa usai beribadah salat asar di Pondok Pesantren Daarut Tasbih, di kawasan Pasar Kemis, Kota Tangerang, Banten, Senin (11/5/2020). Pondok Pesantren Daarut Tasbih yang digawangi oleh K.H. Rafiudin dan Abdul Razak adalah pesantren rehabilitasi bagi orang-orang yang mengalami gangguan jiwa, pengobatan bagi pecandu narkoba, dan keterbelakangan mental. Pesantren ini mengobati dengan metode Islami, seperti zikir, ruqyah, salat tasbih, salat istigosah, dan ibadah-ibadah lainnya. Ramadan 1441 H kali ini, pihak pesantren lebih menekankan tadarus Al-Qur'an yang lebih rajin bagi santri Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO, Lailatul Qodar yang dalam beberapa riwayat para ulama  populer (Imam Abu Hamid Al-Ghazali, Imam Syafi’i, dll) kira-kira hadir di malam-malam terakhir bulan Ramadan, sesungguhnya adalah Lailatul Ambyar dalam konteks yang ilahi. Mereka yang dalam hatinya benar-benar beriman, akan menghayati malam-malam terakhir di bulan Ramadan dengan penuh kesedihan, kepedihan, dan kepiluan.

Hati mereka ambyar, sebab sungguh-sungguh takut kehilangan malam-malam yang lebih indah dari seribu kenangan. Langit melepas airmata, bumi mengubur luka, dan para malaikat meleleh jadi gerimis yang menurunkan kedamaian, ketenangan, dan keheningan yang suci dan sunyi. Tak ada hal yang lebih mengerikan di mata seorang pencinta, selain kehilangan hari-hari bersama kekasihnya.   

Nabi dan para sahabat sujud padaNya dalam kening dan hati yang basah oleh kasih dan kisah di malam-malam terakhir bulan Ramadan. Para Ulama menjerit sebab ngeri tak diberi kesempatan untuk kembali mengulang momen terbaiknya. Bibir para penghafal Al-Qur’an turut membasah oleh ayat-ayat sunyi Al-Qur’an yang dieja dengan keimanan terindah. Angin meniupkan gema perpisahan pada hati orang-orang shaleh dan kaum ahli shuffah. Angka-angka di kalender hijriyah nampak enggan berganti dan ingin menetap di tanggal-tanggal yang ganjil: betah.

baca juga:

Akan tetapi, tak ada satupun dari kita yang sanggup menahan sebuah perpisahan. Sebagaimana takkan ada yang mampu  menahan perputaran bumi dan bulan. Perpisahan, mungkin Allah hadirkan agar kita mengenal rasa rindu. Perpisahan ialah guru terbaik dari murid bernama: perasaan. Ia hadir agar kita lebih menghargai dan menghayati anugerah pertemuan.

Sungguh, siapapun yang penuh cinta pada kekasihnya, hatinya pasti kan bahagia menyambut sebuah pertemuan dan bersedih saat merayakan perpisahan. Tapi, adakah setiap jiwa dari kita semua dianugerahi rasa itu? Adakah setiap hati dari milyaran manusia di bumi ini, mampu merasakan kesedihan dan kebahagiaan yang sama? Adakah dari setiap yang merasakan kepedihan dan kebahagiaan itu juga mengerti bagaimana selayaknya menghadirkan kesedihan dan kebahagiaan pada waktu yang tepat dan momen yang semestinya? Sebagaimana yang dialami oleh para Nabi, Ulama, dan orang shaleh-shaleh itu.

Lebih dalam lagi, pertanyaan dialektisnya, apakah rasa gembira saat datangnya bulan ramadhan dan kesedihan karena perginya bulan ramadhan adalah rasa yang dihadirkan dan diusahakan oleh diri kita sendiri sebagai hambaNya? Ataukah rasa itu pemberian (given) dan anugerah dari Allah? Jika perasaan gembira dan sedih adalah sesuatu yang dihadirkan dan dihidupkan oleh kita sendiri, bagaimana cara menghadirkan kegembiraan dan kesedihan yang sesungguhnya dan tanpa kepura-puraan? Sebaliknya, jika semua perasaan terindah itu adalah pemberian (anugerah) dari Allah, maka bagaimanakah caranya agar kita menjadi bagian dari hambaNya yang terberi dan tercerahkan itu?

Mengapa pula kalau hal tersebut adalah pemberian, Allah tidak memberikan rasa itu kepada semua hambaNya? Apakah karena kita lebih sering membuka akun Instagram daripada ayat Al-Qur’an? Apakah karena kita lebih sering menulis status tinimbang mentadabburi hari-hari di bulam Ramadhan dengan serius? Apakah karena kita jarang mere-tweet keteledanan Nabi dan orang-orang shaleh? Sehingga kita tidak layak menerima ketergerakan hati untuk merasakan gembira dan sedih?

Hal yang pasti adalah bagi mereka yang tidak memiliki cinta (keimanan), sesungguhnya mereka telah lebih dulu meninggalkan Ramadhan jauh sebelum Ramadhan pergi. Adapun bagi mereka yang penuh dengan kasih, sesungguhnya Ramadhan tidaklah sungguh-sungguh pergi. Ia ada dalam setiap nafas dan do’a. Ia akan kembali lagi jika kita terpilih olehNya (Allah) dan pantas bertemu kembali dengannya (ramadhan). Nah, kita sendiri, akankah kita terpilih kembali untuk bertemu dengannya? Jika pun diberi kesempatan kembali untuk sebuah pertemuan, yakin kita tidak akan kembali menyia-nyiakan untuk yang kesekian kalinya?

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image

News

Kolom

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Image

News

Kolom

Idulfitri Sebagai Instrumen Kritik Sosial

Image

News

Kolom

Matinya Reformasi

Image

News

Kolom

Manajemen Krisis Pilkada di Tengah Covid-19

Image

News

Hikmah Ramadan

Puasa itu Menyuburkan Ruhiyah

Image

News

Kolom

Mau Dibawa Kemana Pemilu Kita?

Image

Gaya Hidup

Kolom

Quo Vadis Perpusnas di Era Industri 4.0

Image

News

Hikmah Ramadan

Lebih Dekat dengan Allah SWT di 10 Hari Terakhir Ramadan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Dewas KPK Bahas Dugaan Pelanggaran Etik Deputi Penindakan Karyoto

MAKI telah menyampaikan surat kepada Dewas KPK berupa laporan dugaan pelanggaran kode etik oleh Karyoto

Image
News

Di Tengah Pandemi COVID-19, Sudin LH Jakarta Pusat Gelar Panen Raya, Mengundang Anggota DPD RI

Risart Seristian membenarkan adanya kegiatan panen sayur di RW 03 Kelurahan Cempaka Putih Timur

Image
News
Wabah Corona

Warga Sempat Protes Masjid KH Hasyim Asy'ari Jadi Lokasi Karantina Pemudik Tanpa SIKM

Pengelola Masjid Hasyim Asy'ari sudah berdialog dengan warga yang protes.

Image
News

Ossy Dermawan Tegaskan Pendapat Ferdinand Hutahaean bukan Sikap Resmi Demokrat

Ferdinand berbeda visi dengan Demokrat.

Image
News
Wabah Corona

Kalau New Normal Diterapkan, Bupati Bogor Bakal Buka Sekolah-sekolah

"New Normal menjadi suatu keniscayaan, mengingat belum ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir dan vaksin belum ditemukan."

Image
News
Wabah Corona

Sekjen MUI: Kalau PSBB akan Direlaksasi dan Orang Mulai Boleh Kumpul di Mall dan Bandara, Maka di Masjid Pun Tentu Sudah Bisa

Khusus di masjid, kata dia, agar benar-benar diperhatikan protokol jaga jaraknya.

Image
News

Remaja Iran Dipenggal Ayahnya karena Jatuh Cinta dengan Pria 35 Tahun

Setelah melakukan perbuatan yang disebutnya sebagai "pembunuhan demi kehormatan", pelaku lalu menyerahkan diri ke polisi.

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Pasangan ini selalu tampil romantis

Image
News

Pemudik Berduit yang Dikarantina di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Bisa Pulang Lebih Cepat

Kalau punya duit, ikut swab bisa sampai Rp1 juta lebih setelah nunggu dua hari disini hasilnya keluar baru ditindaklanjuti

Image
News

Syarief Hasan Minta Pemerintah Belajar dari Negara Lain Terkait Pelonggaran PSBB

China melakukan unlock setelah kasus positif mencapai 82.992 kasus

terpopuler

  1. Blasteran Turki, 7 Potret Cantik Elif Kayla Perk Anak Pedangdut Siti KDI

  2. 7 Potret Rumah Mewah Mendiang Olga, Hampir Dijual Billy Syahputra Seharga Rp15 Miliar!

  3. Bantah Dapat Tunjangan Penuh saat Pangkas Jatah PNS Sebesar 50 Persen, Kepala BKD Bungkam Soal THR TGUPP Anies Baswedan

  4. Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Fadli Zon saat Bersama Keluarga

  5. Bikin Nostalgia, 5 Potret Sepatu dan Sandal yang Ngetop Era 90-an

  6. AS-China Bersitegang, Fadli Zon Ingatkan Indonesia Jangan Ikut Campur dan Nonton Saja

  7. Tembak Seorang Warga, Anggota TNI Berpangkat Sertu Ditahan Den POM VI

  8. Dijuluki 'Anak Mama,' 5 Fakta Menarik Aktor Tampan Ji Chang-wook

  9. Sudah Tertangkap, Penyebar Video Porno Mirip Syahrini Terancam 12 Tahun Penjara

  10. Ilmuwan Medis Peringatkan Bahaya Pakaikan Masker pada Balita

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo

Image
News

Dari Kantor Hukum ke Kursi Sutradara, Ini 5 Fakta Menarik Iman Brotoseno yang Kini Jadi Dirut TVRI