image
Login / Sign Up

Media Asing Soroti Legenda Sayur Lodeh, Hidangan Sederhana dari Tujuh Bahan Utama dan Bumbu Santan Pedas di Tengah Wabah

Sahistya Dhanes

Image

Sayur Lodeh | Daily Cooking Quest

AKURAT.CO, Bagi masyarakat Indonesia, sayur lodeh bukanlah hidangan yang asing. sayur lodeh adalah kari sayur sederhana yang terbuat dari tujuh bahan utama dan bumbu santan pedas. Ahli gizi yang telah mempelajari hidangan menunjukkan manfaat tambahan kesehatan seperti lengkuas, yang dianggap memiliki manfaat anti-inflamasi.

Sajian ini bisa jadi pilihan menu di tengah pandemi mengingat masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dan makan makanan sehat.

Namun tak hanya itu, ada kisah menarik dari Yogyakarta terkait hidangan ini. Kisah itu pun diulas oleh media Inggris, BBC.

baca juga:

Menurut legenda, ketika wabah penyakit melanda kota Yogyakarta, Sultan memerintahkan warganya untuk memasak sayur lodeh dan tinggal di rumah selama 49 hari hingga wabah berakhir. Sejak saat itulah memasak sayur lodeh menjadi kebiasaan yang berlanjut hingga hari ini.

Hal lain yang diperhatikan dari perintah Sultan adalah bahwa memasak sayur lodeh secara tidak langsung menciptakan solidaritas sosial. Seluruh kota yang memasak hidangan yang sama pada saat yang sama menciptakan rasa kebersamaan yang kuat.

"Seperti banyak aspek kepercayaan orang Jawa, tujuannya adalah untuk menghindari kemalangan," kata Revianto Budi Santoso selaku arsitek, guru, dan siswa budaya Jawa.

"Menghindari hal-hal buruk diprioritaskan daripada mencapai sesuatu secara individual. Orang Jawa berpikir bahwa ketika tidak ada halangan, kehidupan menjaga dirinya sendiri." tambahnya, dilansir dari laman BBC, Rabu (13/5).

sayur lodeh juga memiliki makna, baik secara linguistik maupun numerologis.

Masing-masing dari tujuh bahan utama yang ditambahkan ke dasar santan - melinjo, daun melinjo, labu, kacang panjang, terong, nangka dan tempe - memiliki makna simbolis yang berasal dari bunyi suku kata.

Seperti banyak aspek kepercayaan orang Jawa, tujuannya adalah untuk menghindari kemalangan.

Sebagai contoh, dalam bahasa Jawa terong wungu (terong) memiliki makna seperti 'bangun,' sedangkan lanjar atau kadang panjang memiliki makna yang sama dengan 'berkah.' Proses memasak sayur lodeh pada masa itu merupakan salah satu bentuk ritual atau slametan.

"Sangat menarik bahwa sayur lodeh bukan hal yang individual," kata Santoso.

“Ini merupakan respons terhadap musibah yang sepertinya akan mengalahkan semua orang. Ini adalah upaya untuk mengurangi atau menghindari sesuatu yang mungkin tak terhindarkan." tambahnya.

Pinterest.com

Bagi orang luar, salah satu hal menarik tentang keajaiban kisah sayur lodeh adalah betapa tidak ajaibnya itu. Bahan-bahannya sendiri umumnya tersedia di rumah warga desa Jawa.

Di masa lalu, proses memasak akan dimulai setelah dua pusaka kerajaan - tombak dan bendera suci, yang konon terbuat dari bahan yang diambil dari makam Nabi Muhammad - diarak di jalan-jalan.

Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa perintah Sultan untuk memasak sayur lodeh saat wabah bukanlah sejarah penemuan sayur lodeh. Sebagian akademisi meyakini asal muasal hidangan tersebut merentang kembali ke masa kejayaan peradaban Jawa Tengah pada abad ke-10, di mana lodeh memungkinkan penduduk untuk berlindung dengan aman selama letusan besar-besaran Gunung Merapi pada tahun 1006.

Meski begitu, itu bukanlah satu-satunya versi.

Sejarawan makanan seperti Fadly Rahman telah mempelajari sayur lodeh hingga abad ke-16 setelah abad ke-16. Spanyol dan Portugis memperkenalkan kacang panjang ke Jawa. Yang lain berpendapat bahwa itu adalah 'tradisi kuno' yang diciptakan pada abad ke-19: pada pergantian abad ke-20, para intelektual Yogyakarta berada di jantung Kebangkitan Nasional Indonesia - sebuah periode ketika banyak mitos nasional ditemukan dengan berbagai cara, dirayakan dan diciptakan.

Legenda sayur lodeh diperkuat di awal abad ke-20. Contoh paling terkenal datang dari tahun 1931 ketika pada masa pemerintahan Sultan HB VIII, Jawa telah menderita gelombang wabah pes berturut-turut selama lebih dari dua dekade. Tetapi catatan juga menunjukkan bahwa sayur lodeh dimasak untuk merespons krisis pada tahun 1876, 1892, 1946, 1948, dan 1951.

Di sisi lain, terdapat sumber yang mengatakan bahwa seiring waktu sayur lodeh menjadi populer di seluruh Kepulauan Melayu. Ini membuat asal usul dan waktu terciptanya sayur lodeh makin sulit dilacak.

Sejarawan makanan Khir Johari percaya bahwa pertanyaan seperti itu tidak relevan.

"Ketika kita melihat sejarah makanan, godaannya adalah mencoba dan bergabung dengan titik-titik sehingga Anda berakhir dengan kisah monosentris. Tetapi, mungkin ada banyak pusat penciptaan." kata Johari.

"Masyarakat Peranakan Tionghoa di Singapura menyajikan sayur lodeh sebagai semacam sup sayuran kuning yang dimakan dengan lontong. Sementara orang Jawa-Singapura membuat lodeh putih tanpa kunyit." lanjutnya.

Bagi Johari, evolusi sayur lodeh yang menyatu dengan kebudayaan di kepulauan Melayu menunjukkan interaksi antara makanan, kebiasaan sosial, dan lingkungan.

Sementara sayur lodeh dengan banyak varian sayur, versi lain sayur lodeh terlihat di daerah lainnya. Diyakini bahwa para pelaut Jawa adalah pihak yang menyebarkan sayur lodeh ke luar Yogyakarta.

Hidangan bersejarah panjang ini masih populer hingga sekarang, dan dikategorikan sebagai menu sehat.

Di luar Yogyakarta, filosofi di balik sayur lodeh mungkin tak begitu populer, tetapi masih diakui sebagai hidangan yang entah bagaimana lebih dari sekadar makanan.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Jalur Evakuasi Merapi Rusak dan Berlubang, Warga Kepuharjo Sleman Minta Perbaikan

Image

News

Rencana Kontingensi Merapi Disusun Ulang, Selaraskan Protokol COVID-19

Image

News

Wabah Corona

774 Tahanan Polda Metro Jaya Jalani Rapid Test Covid-19

Image

News

Wabah Corona

Tunda Dulu, Resepsi Pernikahan di Jakarta Belum Diizinkan

Image

News

Sejak Erupsi Juni 2020, Merapi Menggembung 0,5 Sentimeter Per Hari

Image

Hiburan

Tampilannya Bikin Kaget, Ridwan Kamil Unggah Foto Lawas Bareng Istri

Image

News

Wabah Corona

RSD Wisma Atlet Tampung 1.024 Pasien COVID-19

Image

News

Ruhut: Aku Mohon Aparat Tindak Tegas Para Pendemo

Image

News

Izin Lokasi Tol Yogya-Solo Ditandatangani, Yogya-Bawen Mulai Sosialisasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Lima Tahanan Kabur, Dua Anggota Polsek Sukarami Diperiksa

"Dua anggota diperiksa Propam terdiri dari Brigadir AL dan Briptu FM, keduanya sedang jaga malam saat kejadian,” kata Anom Setyadji.

Image
News

Polisi Buru Pemasok Ganja ke Jaligimbal

Ini seniman TIM.

Image
News

Ruhut: Tuhan Pengikut Setia-Mu Memohon Jangan Tinggalkan Kami Hadapi Virus Corona

Ruhut mengingatkan supaya masyarakat tidak lengah menjalani kehidupan sehari-hari di tengah pandemi COVID-19.

Image
News

Pengamat: Omnibus Law Ciptakan Lapangan Kerja di Daerah

Tumpang tindih regulasi di pusat dan daerah selama ini menjadi kendala utama dalam investasi.

Image
News

Rieke Digeser, Beri Sinyal Bakal Ada Perubahan Kebijakan Soal RUU HIP, Kemungkinan Pembahasan Distop

Saat pandemi COVID-19, demo menolak RUU HIP itu semakin meluas di pusat maupun di daerah.

Image
News

Wajib Tahu, Protokol Kesehatan Buat WNA Saat Masuk Indonesia

WNA yang ingin masuk ke Indonesia telah dibatasi dan harus memiliki persyaratan khusus.

Image
News

Ogah Buka Laptop Terkunci, WNA Prancis Pelaku Eksploitasi Anak Tak Kooperatif saat Diperiksa

Barang bukti yang kami amankan salah satunya satu unit laptop.

Image
News

Rieke Diah Pitaloka Buka Suara Usai Dicopot dari Pimpinan Baleg DPR

Rolling (pergantian) anggota fraksi di pimpinan dan anggota AKD kan hal biasa

Image
News

Tengku: Masih Mau Teruskan Pembahasan RUU HIP di DPR? Tak Tahu Malu? Nekat?

"Kami akan tetap berjuang sampai RUU itu dicabut."

Image
News

Ahli Waris Lahan Central Park Minta Ganti Rugi ke Agung Podomoro Rp900 Miliar

Begitulah nasib rakyat kecil.

terpopuler

  1. Awas Tertipu, 5 Foto Perpaduan Dua Objek ini Bikin Bingung yang Lihat

  2. Jarang Tersorot, 7 Potret Terbaru Rieke Diah Pitaloka yang Makin Memesona

  3. Data Pribadi Denny Siregar Bocor, Dedek Prayudi: Ini Sudah Masuk Ranah Teror dan Pembungkaman

  4. Ferdinand Gagal Paham Soal Pernyataan Politikus PKS yang Anggap Perluasan Lahan Ancol Bukan Reklamasi

  5. Di Tengah COVID-19, Sharp Akui Pasar Elektronik Bangkit Pada Juni 2020

  6. Aris Si Pedagang Buah Mirip Plek Ketiplek Ariel 'Noah', Ini 5 Bukti Sahihnya

  7. PDIP Setuju Anies Izinkan Reklamasi "Ancol Enggak Ada Hubungan dengan Nelayan"

  8. Yusril: Putusan MA Bukan Perkara Menang Kalah Jokowi-Ma'ruf di Pilpres

  9. Bamsoet Pastikan Presiden Jokowi Hadir di Sidang Tahunan MPR

  10. Eks Ketua Pansus UU Pemilu: Kemenangan Jokowi-Ma’ruf sesuai Keputusan MK dan MA

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Melestarikan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Penampilan Terbarunya Bikin Pangling, Ini 5 Potret Transformasi Menlu Retno Marsudi

Image
Ekonomi

Perjalanan Karier Rieke Diah Pitaloka, dari Si Oneng hingga Wakil Rakyat 16 Tahun

Image
News

Unggah Momen Bersama Jokowi, Warganet Soroti Catatan yang Dibawa Prabowo