image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up
Image

Jamil Abdul Aziz

Dosen Institut PTIQ, Jakarta dan Pembina Pesantren Tahfidzul Qur’an Habiburrahman, Bandung

Puasa dan Obituari Kematian

Essai

Image

Pelayat berdoa di depan makam korban Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta, Sabtu (25/4/2020). Jumlah pasien positif virus corona (Covid-19) di Indonesia pada Sabtu (25/4) mencapai 8.607 orang. Dari jumlah itu pasien yang meninggal sebanyak 720 orang, sementara 1.042 orang dinyatakan sembuh. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Angka Kematian karena Corona pertanggal 11 Mei 2020/ 18 Ramadhan 1441 H  mencapai 991 orang. Sudah hampir seribu. Selain itu, angka yang dinyatakan positif mengidap covid-19 sudah mencapai 14.265. Setiap hari, pasien positif terus bertambah di kisaran 200-400. Tingkat kesembuhan baru mencapai 2.881. Belum nampak signifikan, meski tenaga medis sudah optimal mengerahkan seluruh kemampuan. Setiap waktu, siang dan malam, belasan ribu dari pasien positif covid-19 itu barangkali gelisah antara pulang dengan keadaan kembali pulih dan membawa trauma atau pulang ke haribaan dengan membawa virus tersebut.

Adapun kita yang dianggap belum terinfeksi, nampak seperti bermain judi sambil penuh harap dan kecemasan. Bertaruh antara hidup dengan keadaan paceklik, psikosomatik, depresi karena keadaan, terinfeksi virus, atau mati dalam kondisi korona. Pertanyaan filosofisnya, manakah yang lebih baik antara pertaruhan-pertaruhan itu? Kematian seringkali kita hindari. Tapi, siapa yang menjamin bahwa kehidupan menjanjikan sesuatu yang lebih baik?

Ribuan tahun silam, filsuf dari Athena bernama Socrates, dihadapkan pada pilihan antara hidup tapi mengikuti kemauan oligarki Athena atau mati karena mempertahankan prinsip. Nyatanya ia lebih memilih mati. Sebelum eksekusi menghadapi maut, ia menyampaikan khotbah yang kemudian dicatat oleh muridnya Plato.“Aku kini menghadapi maut dan kalian menghadapi hidup, siapakah yang lebih baik dan lebih bahagia di antara kita?” Suatu ungkapan yang sebenarnya menunjukkan absurditas pada hidup dan Kematian.

baca juga:

Soe Hok Gie dan Chairil Anwar, lebih sinis lagi dengan mengatakan bahwa nasib terbaik adalah tidak dilahirkan dan hidup hanyalah menunda kekalahan. Lebih jauh lagi, Profesor Komarudin Hidayat, menulis sebuah buku yang cukup populer berjudul “Psikologi Kematian”. Buku yang dicetak berulang-ulang dan menjadi best-seller itu seperti sebuah penanda, bahwa orang pada dasarnya secara psikologis takut pada Kematian dan ingin mengubah ketakutan psikologis itu menjadi lebih baik dan lebih siap menghadapi Kematian.

Komarudin dalam buku itu, sederhananya ingin mengatakan bahwa Kematian bukanlah hal buruk. Manusia hakikatnya adalah perantau dari surga dan Kematian serupa dengan perantau yang pulang kampung pada tanah kelahirannya (akhirat). Sebagaimana orang pulang ke kampung halaman setelah bertahun-tahun merantau, secara psikologis semestinya kita menyambut momentum itu dengan bahagia.

Oleh karena itu, di era pandemi ini, ketika ribut terkait larangan mudik atau pulang kampung dari pemerintah, banyak orang atauu perantau yang merasa kecewa dan sedih. Itu artinya, kepulangan pada yang asal adalah sesuatu yang kita harapkan. Dengan demikian, begitu pulalah semestinya kita menjemput Kematian sebagai momentum kembali ke muasal halaman kita. 

Narasi-narasi kehidupan dalam Islam atau Al-Qur’an juga tidak jarang bernada sinis dan antagonistik dan pro pada Kematian. Misal, akhirat lebih baik bagimu (wa lal akiratu khoriun laka minal ula) , dunia hanya senda gurau (la’ibun wa lahwun), atau dunia hanyalah penjara bagi orang beriman (ad-dunya kassijnul mu’minin). Narasi-narasi tersebut, kiranya menunjukkan bahwa Kematian selalu mendapat porsi lebih utama. Ketakutan pada Kematian, bahkan dianggap patologis (kelainan iman) oleh Islam.

Rasa takut pada Kematian yang dialami oleh manusia pada dasarnya lahir dari rasa memiliki pada hidup dan rasa takut kehilangan. Takut kehilangan sendiri lahir dari rasa memiliki pada hidup dan kehidupan yang telah diraihnya. Memandang hal tersebut, ungkapan Maulana Jalaludin Rumi tentang pentingya “mematikan diri” sebelum Kematian dalam Fihi Ma Fihi kiranya menjadi penting: “muutuu  qobla an tamuutuu”.  Matilah (hilangkan rasa memiliki pada dunia dan dirimu sendiri) sebelum engkau mati (dicabut nyawa). Puasa, dalam hal ini sesungguhnya jalan membantu kita sampai pada “Kematian pra-mati” itu. Tapi, rasanya hidup memang masih terasa menyenangkan dan enggan kita lepaskan, bukan?

 

 

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image

News

Kolom

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Image

News

Kolom

Idulfitri Sebagai Instrumen Kritik Sosial

Image

News

Kolom

Matinya Reformasi

Image

News

Kolom

Manajemen Krisis Pilkada di Tengah Covid-19

Image

News

Hikmah Ramadan

Puasa itu Menyuburkan Ruhiyah

Image

News

Kolom

Mau Dibawa Kemana Pemilu Kita?

Image

Gaya Hidup

Kolom

Quo Vadis Perpusnas di Era Industri 4.0

Image

News

Hikmah Ramadan

Lebih Dekat dengan Allah SWT di 10 Hari Terakhir Ramadan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Kalau New Normal Diterapkan, Bupati Bogor Bakal Buka Sekolah-sekolah

"New Normal menjadi suatu keniscayaan, mengingat belum ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir dan vaksin belum ditemukan."

Image
News
Wabah Corona

Sekjen MUI: Kalau PSBB akan Direlaksasi dan Orang Mulai Boleh Kumpul di Mall dan Bandara, Maka di Masjid Pun Tentu Sudah Bisa

Khusus di masjid, kata dia, agar benar-benar diperhatikan protokol jaga jaraknya.

Image
News

Remaja Iran Dipenggal Ayahnya karena Jatuh Cinta dengan Pria 35 Tahun

Setelah melakukan perbuatan yang disebutnya sebagai "pembunuhan demi kehormatan", pelaku lalu menyerahkan diri ke polisi.

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Pasangan ini selalu tampil romantis

Image
News

Pemudik Berduit yang Dikarantina di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Bisa Pulang Lebih Cepat

Kalau punya duit, ikut swab bisa sampai Rp1 juta lebih setelah nunggu dua hari disini hasilnya keluar baru ditindaklanjuti

Image
News

Syarief Hasan Minta Pemerintah Belajar dari Negara Lain Terkait Pelonggaran PSBB

China melakukan unlock setelah kasus positif mencapai 82.992 kasus

Image
News
DPR RI

Datangi Kemenag, Satgas COVID-19 DPR RI Bahas Wacana Pembukaan Kembali Rumah Ibadah

Kemenag sudah menyiapkan skema protokol Covid-19 yang sudah dirangkai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang rinci dan ketat.

Image
News
Wabah Corona

Angka Penularan COVID-19 Masih Tinggi, PP Muhammadiyah Anggap Kebijakan New Normal Tidak Relevan

Menurut Haedar, wajar bila pernyataan pemerintah tentang new normal belakangan ini menimbulkan polemik dan kebingungan di kalangan masyaraka

Image
News

Capai 50 Derajat Celsius, Suhu di India Pecahkan Rekor Tertinggi Bulan Mei dalam 18 Tahun Terakhir

Gelombang panas yang melanda India semakin meningkatkan risiko kesehatan di tengah pandemi COVID-19

Image
News
Wabah Corona

Peran TNI-Polri Dibutuhkan dalam Mengawal Prosedur Tatanan New Normal

“Sebagaimana kita ketahui warga masyarakat masih banyak yang tidak paham protokol kesehatan yang sudah ditetapkan“

terpopuler

  1. Blasteran Turki, 7 Potret Cantik Elif Kayla Perk Anak Pedangdut Siti KDI

  2. 7 Potret Rumah Mewah Mendiang Olga, Hampir Dijual Billy Syahputra Seharga Rp15 Miliar!

  3. Bantah Dapat Tunjangan Penuh saat Pangkas Jatah PNS Sebesar 50 Persen, Kepala BKD Bungkam Soal THR TGUPP Anies Baswedan

  4. Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Fadli Zon saat Bersama Keluarga

  5. Bikin Nostalgia, 5 Potret Sepatu dan Sandal yang Ngetop Era 90-an

  6. AS-China Bersitegang, Fadli Zon Ingatkan Indonesia Jangan Ikut Campur dan Nonton Saja

  7. Tembak Seorang Warga, Anggota TNI Berpangkat Sertu Ditahan Den POM VI

  8. Dijuluki 'Anak Mama,' 5 Fakta Menarik Aktor Tampan Ji Chang-wook

  9. Sudah Tertangkap, Penyebar Video Porno Mirip Syahrini Terancam 12 Tahun Penjara

  10. Ilmuwan Medis Peringatkan Bahaya Pakaikan Masker pada Balita

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo

Image
News

Dari Kantor Hukum ke Kursi Sutradara, Ini 5 Fakta Menarik Iman Brotoseno yang Kini Jadi Dirut TVRI