image
Login / Sign Up

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Siswanto

Image

Leony Sondang Suryani | Dokumentasi Pribadi

AKURAT.CO, Leony Sondang Suryani sekarang-sekarang ini lagi sibuk persiapan mengikuti program magister ilmu hukum di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

Dia harus benar-benar menyiapkan diri agar hasilnya baik. Apalagi, sejak lama dia sudah memendam cita-cita untuk meneruskan kuliah pada jurusan itu.

Leony yang biasa dipanggil Lele bukanlah selebriti. Bukan pula pencari sensasi. Ketika saya wawancara baru-baru ini, dia bahkan nggak tahu kenapa mendadak banyak dibicarakan orang, terutama netizen.

baca juga:

Nama dan wajah Lele dengan cepat terkenal pada Agustus 2019. Ihwalnya, ketika itu, Lele menghadiri wisuda S1 di kampus Undip dengan mengenakan jaket driver Gojek Indonesia. Ditambah lagi, cewek yang tinggal di Bogor, Jawa Barat, itu, lulus dengan predikat cum laude.

Soal jaket. Ketika itu, banyak orang – di luar lingkaran teman-teman kampus – bertanya-tanya. Sampai kemudian terjawab: dia kuliah nyambi jadi driver ojek online.

Dalam wawancara ini nanti terjawab kenapa Lele nyambi ngojek selepas kuliah. Jawabannya mengharukan.

Menjadi driver ojek menempa Lele menjadi pribadi yang lebih matang. Dia menjadi punya banyak perspektif tentang kehidupan. Apa saja hikmah yang dipetiknya, nanti juga akan terjawab dalam wawancara.

Dalam wawancara ini, Lele yang pernah memenangkan berbagai lomba debat itu bercerita panjang dari awal memutuskan untuk ngojek, kemudian bagaimana reaksi teman-temannya ketika tahu itu,  suka duka jadi ojek.

“Saya ingat saya menangis di hari kedua saya jadi ojol. Hari itu seperti biasa Semarang puanase pol. Saya sudah keliling sana-sini cari orderan, saya hanya dapat Rp12 ribu kala itu.  Padahal sudah capek. Saya langsung terbayang orang tua saya, ternyata begini susahnya cari uang ya,” kata Lele.

Peristiwa mengharukan terjadi lagi ketika dia diwisuda. Teman-temannya sesama driver ikut datang ke kampus untuk merayakan hari bahagia itu.

Setelah mendapatkan gelar sarjana, kabar baik itu datang. Dia dapat beasiswa untuk melanjutkan program magister.

Berikut ini hasil wawancara melalui email dengan Lele:

Leony Sondang Suryani. Dokumentasi Pribadi

Anda  ketika itu ngojek online sejak kapan atau sejak semester berapa?

Sejak Oktober 2017, semester lima.

Alasan Anda kuliah sambil ngojek apa sebenarnya?

Saat itu saya baru selesai lomba, saya merasa senggang dan berpikiran sepertinya baik juga kalau punya pekerjaan tambahan supaya ada pemasukan untuk modal lomba selanjutnya, untuk keperluan-keperluan kuliah seperti buku, dan lain-lain.

Saya berpikir pekerjaan apa yang sifatnya fleksibel dan tetap bisa disambi kalau saya jadi delegasi debat lagi, dan saya menemukan jawabannya yaitu ngegojek.

Anda tetap percaya diri ketika itu, mahasiswi nyambi ngojek, apa rahasianya?

Percaya diri dalam hal apa yaa? Kalau percaya diri yang dimaksud sebagai ojol meskipun saya perempuan, saya pribadi tipe orang yang mendukung kesetaraan sehingga bagi saya tidak ada yang salah ketika perempuan jadi driver ojol, jadi saya cuek saja (tertawa).

Kalau percaya diri dalam hal lainnya seperti tidak malu dan lain-lain, saya hanya berprinsip selama yang saya lakukan tidak salah dan tidak dosa, saya tidak perlu malu atau merasa itu aib.

Prinsip saya “omongan orang lain nggak menghasilkan sepiring nasi buat dimakan. Jadi kenapa harus minder” (tertawa).

Tapi ngomong-ngomong, apakah semua teman-teman Anda tahu kalau nyambi jadi tukang ojek? Gimana respon mereka?

Tentu tahu (tertawa). Saya bahkan pernah dapat order teman saya sendiri. Awalnya mereka heran, tapi lama-lama mereka mendukung.

Ada pengalaman jadi driver ojek yang paling mengena di hati ketika itu?

Apa yaaa (tertawa). Saya ingat saya menangis di hari kedua saya jadi ojol. Hari itu seperti biasa Semarang puanase pol (tertawa). Saya sudah keliling sana-sini cari orderan, saya hanya dapat Rp12 ribu kala itu.

Padahal sudah capek. Saya langsung terbayang orang tua saya, ternyata begini susahnya cari uang ya. Saya sebagai anak sering menggampangkan itu, suka nggak bersyukur sebagai mahasiswa tinggal nunggu aja tanggal gajian orang tua nanti ditransfer.

Saya mikir apa yang sudah saya beri ke orang tua? Saya hanya menyusahkan saja. Dan sekarang Tuhan izinkan saya rasakan bagaimana jadi mereka dan bagaimana perjuangan mereka. Sejak itu saya bertekad lebih menghargai lagi orang tua, lebih menghargai uang jangan mudah dihamburkan, belajar hidup susah dan lain-lain. 

Termasuk juga ketika menghadapi customer ya, saya betul-betul jadi belajar bagaimana memanusiakan manusia karena selama ini saya pun pernah tidak dimanusiakan (tertawa).

Oh iya, Anda ini kan juga jago debat ketika kuliah S1? Belajar darimana ilmu itu?

Dari organisasi debatnya (tertawa). Saya baru belajar debat waktu kuliah, saya gabung organisasi debat, ikut lomba tingkat kampus di semester 1, kemudian memutuskan ternyata saya punya bakat dan ketertarikan didebat sehingga saya ikuti terus sampai tingkat nasional

Apa saja penghargaan yang pernah Anda raih selama S1?

Tidak banyak, prestasi lomba saya hanya di bidang debat. Saya juara 2 tingkat kampus 2015, semifinalis di UIN Law Fair 2016, juara 1 Piala MK Regional 2017, juara 3 piala MK tingkat nasional 2017, juara 2 piala MK regional 2018, juara 1 piala MK nasional 2018.

Nah, gimana cara mengatur jadwal kuliah dan kerja ketika itu, biar anak-anak muda sekarang bisa belajar juga?

Saya hanya berusaha disiplin. Saya selalu buat perancangan hidup. Mulai dari tahunan biasa saya renungkan sejak Desember tahun sebelumnya apa saja goals saya, saya mau ngapain dan lain-lain, dan saya putuskan di tanggal 31 Desember. Kemudian perencanaan bulanan yang saya lakukan juga diakhir bulan sebelumnya, perencanaan mingguan, dan perencanaan harian.

Saya tidak terlampu suka sesuatu yang sifatnya dadakan karena saya punya jadwal untuk segala sesuatu yang mau saya lakukan. Sebisa mungkin saya catat kegiatan-kegiatan dan hal yang harus saya selesaikan di kalender dan selalu saya usahakan tepat waktu. Dari kecil papa saya mengajarkan saya seperti itu.  Dan selalu tentukan prioritas.

Akhirnya Anda lulus jurusan hukum dan masyarakat Undip dengan predikat cumlaude, gimana rasanya?

Bagaimana ya? (tertawa). Senang, tapi perjalanan saya belum usai jadi saya belum berpuas diri (tertawa).

Teman-teman driver ojek ketika itu Anda undang datang ke wisudakah? Gimana tanggapan mereka?

Mereka bangga, saya juga senang mereka mau meluangkan waktu untuk datang. Kami memang sudah seperti keluarga.

Sejak Agustus 2019, Anda sudah viral di medsos karena dapat predikat cumlaude di Undip jurusan hukum dan masyarakat berkat perjuangan, antara lain jadi driver ojek online, gimana rasanya banyak dibicarakan orang karena Anda dianggap menginspirasi?

Bagaimana ya, ini yang sulit dijelaskan. Jujur saya bingung saat itu kenapa saya bisa viral karena saya pribadi tidak punya goals untuk jadi viral, saya tidak mencari ketenaran karena untuk apa juga sebenarnya. Awalnya saya hanya bagikan itu di Instagram saya yang saya private dan saya pun tidak menyangka tulisan saya itu di-share akhirnya semua jadi tahu (tertawa).

Saya Leony yang begini-begini saja. Ya saya senang membaca komentar-komentar positif di media, atau yang dikirimkan teman-teman dari seluruh Indonesia ke media social saya, saya apresiasi sekali dan saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk membaca dan membalas satu persatu sebisa saya.

Kalau yang negatif kadang saya respon bercanda saja atau saya iya-iyakan saja supaya dia senang. Tapi tidak saya bawa ke hati, biarkan saja. Viral itu bagi saya hanya pengalaman baik yang Tuhan berikan sebagai warna perjalanan saya saja. Saya tidak kemudian menjadi berubah, ya saya tetap Lele. Tetap hobi motoran, tetap receh, semua biasa saja (hahaha).

Pelajaran apa yang Anda dapatkan dari bekerja sebagai driver ojek sambil kuliah?

Banyak-banyak bersyukur, belajar menghargai uang jangan dibuang sia-sia, belajar berinteraksi dengan orang lain, belajar melayani, belajar hidup dalam komunitas saling peduli saling membantu, wah banyak.

Setelah lulus tahun 2019, apa masih ngojek?

Akun saya masih aktif, tapi sementara belum seaktif dulu lagi (tertawa).

Kegiatan Anda setelah sarjana apa?

Saya ikut penelitian dosen, terus kerja di Semarang, sekarang balik ke Bogor ngurus bapak saya yang sakit.

Kabarnya sekarang Anda dapat beasiswa dari Undip untuk ambil magister ilmu hukum, benar demikian? Anda terima?

Betul, tentu saya terima. Itu cita-cita saya (tertawa).

Anda tahu dapat bantuan biaya pendidikan S2 itu darimana?

Gojek yang memberitahu saya.

Mulai kapan perkuliahannya?

Belum keluar sih kalender akademiknya, tapi biasanya mulai semester itu Agustus.

Persiapan-persiapan mengikuti program megister apa nih?

Apa ya (tertawa). Banyak baca-baca buku lagi biar nggak lupa (tertawa).

Anda sekarang ini jadi teladan. Anda dikenal sebagai orang yang pantang menyerah. Apa pesan anda kepada generasi muda?

Hidup memang tidak mudah, tidak ada yang instan semua butuh perjuangan. Berhasil tidaknya kamu bukan ditentukan oleh orang lain, tetapi dari dirimu sendiri. Jangan pernah malu berjuang, jangan pernah gengsi, selalu lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan, dan selalu lakukan dengan hati yang bersukacita. Kamu hebat, kamu kuat. Jalan hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat, namun kasih Tuhan nyata pada waktu yang tepat. Percayalah.

Apa rencana Anda setelah lulus S2?

Mau jadi dosen. Amin yaaaa.

Oh ya, apakah Gojek tahu Anda mitra mereka?

Tentu tahu (tertawa).

Seperti apa respon Gojek setelah tahu Anda menjadi mitra dan berkat ngojek itu Anda bisa lulus?

Gojek sangat mengapresiasi dan selalu berupaya maksimal untuk membantu saya mewujudkan impian saya. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image

News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image

News

Interview Ananda Sukarlan: Mengenang Maestro Amir Pasaribu

Image

News

Wabah Corona

Dari New York, Tsamara: Indonesia Pasti Bisa Lewati Semua Ini Meski Jalannya Terjal, Kita Selalu Mampu Bertahan

Image

News

Eva Chairunisa Idolakan Sri Mulyani dan Jadikan Gus Dur Panutan

Image

Gaya Hidup

5 Pilihan Heels yang Cocok Dipakai Saat Interview

Image

Gaya Hidup

Tetap Tenang, Begini Cara Atasi Serangan Panik di Tempat Kerja

Image

News

Kisah Si Lele, Driver Ojek Online yang Lulus Kuliah dari UNDIP dengan Predikat Cum Laude

Image

Ekonomi

Sukses Interview Kerja, 5 Kiat Jitu Ini Bikin HRD Terkesan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Media Asing Soroti Protes TKA China di Sulawesi, Sebut Bakal Picu Terorisme

Keputusan pemerintah Indonesia untuk mendatangkan TKA China ke Sulawesi Tenggara memang telah menyedot berbagai kritik hingga protes

Image
News

Relawan: Dulu Kami Mendukung Anies Karena Komitmen Menolak Reklamasi

Harapan kami, semoga Pak Anies Baswedan dapat segera membatalkan rencana Reklamasi di Ancol.

Image
News

Usulan Pencabutan RUU PKS, Sigit Widodo: Betapa Malangnya Bangsa Ini

Data korban kekerasan seksual terus meningkat.

Image
News
DPR RI

Baleg DPR Bersama Menkum HAM Rapat Bahas Evaluasi Prolegnas Prioritas 2020

UU harus mengutamakan kepentingan rakyat bukan elite.

Image
News

RUU Cipta Kerja Dinilai Solusi Penciptaan Lapangan Kerja Usai Pandemi

Salah satu manfaat penerapan Omnibus Law di Indonesia adalah menyelesaikan tumpang tindih regulasi.

Image
News

Berkas Lengkap, Mantan Lurah Pekojan Bakal Jalani Sidang Tipikor

Tri akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam waktu dekat.

Image
News

Kejagung Kembali Periksa Pejabat OJK terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

Libas semua yang terlibat.

Image
News

Starbucks Investigasi Video Pegawai Intip Kaki Sampai Dada Pengunjung Lewat CCTV

Melalui akun resmi Twitter, mereka menyatakan permohonan maaf dan akan segera melakukan investigasi.

Image
News
DPR RI

DPR: Penghentian Paket Pelatihan Program Kartu Prakerja Sesuai Harapan dan Aspirasi

Seharusnya program ini mendatangkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Image
News

Dua Spesialis Jambret di Depan Gedung KKP Ditangkap Polisi

Keduanya sudah puluhan kali beraksi menggunakan sepeda motor Vario (nomor polisi) B 4833 TWX

terpopuler

  1. Tak Terima Istrinya Dihina, Kim Jong-un Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan

  2. Segera Nikah, Reza 'LIDA' Cerita Awal Mula Kenal dengan Calon Istri

  3. Sri Mulyani: Insya Allah Kita akan Bisa Melakukannya Bersama-sama

  4. PSI: Anies Berusaha Mengganti Bahasa Reklamasi Menjadi Perluasan Daratan

  5. Puan: Kami Ingin Proses Hukum yang Dilakukan Polri Berlangsung Cepat dan Efektif

  6. Lahirkan Anak Pertama, 7 Potret Persalinan Tasya Farasya yang Penuh Haru

  7. 5 Meme Lucu Lionel Messi usai Bikin 700 Gol, Jagoan Mah Bebas

  8. Punya Rumah Mungil? Ini 5 Inspirasi Menata Dapur Minimalis agar Manis Abis

  9. Bella dan Engku Emran Trending di Twitter karena Cerai, Warganet: Jadi Ingat Pesan Emak

  10. Anaknya Izin Gunakan Pakai Tato, Reaksi Ibu Berhijab ini Tak Terduga

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Image
Zainul A Sukrin

Polemik RUU HIP, Antara Oligarki dan Populisme Politik Islam?

Image
Yusa’ Farchan

Menjaring Suara di Tengah Pandemi; Catatan Pilkada Serentak 2020

Image
ACHMAD FACHRUDIN

Paradoks Keindonesiaan di Tengah Covid-19

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

40 Tahun Bersahabat, 7 Potret Kedekatan Retno Marsudi dan Sri Mulyani

Image
News

5 Fakta Menarik Orias Petrus Moedak, Dirut PT Inalum yang Sempat Berdebat dengan Anggota DPR RI

Image
News

Pemilik 36 Perusahaan hingga 40 Ribu Karyawan! Ini 5 Fakta Menarik Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat