Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Fokus di Penghijauan, Cara Jitu Pakistan Berdayakan Buruh yang Menganggur Akibat Pandemi

Citra Puspitaningrum

Wabah Corona

Fokus di Penghijauan, Cara Jitu Pakistan Berdayakan Buruh yang Menganggur Akibat Pandemi

Pemerintah Pakistan memberdayakan para buruh yang menganggur akibat lockdown pandemi corona dalam program '10 Miliar Tsunami Pohon' | WE Forum

AKURAT.CO, Saat tukang bangunan bernama Abdul Rahman menganggur akibat lockdown di Pakistan, ia seperti tak punya pilihan selain mengemis di jalanan agar keluarganya tak kelaparan. Namun, pemerintah kini memberinya pilihan yang lebih baik: bergabung dengan puluhan ribu pekerja yang menganggur lainnya untuk menanam miliaran pohon di seluruh negeri guna mencegah perubahan iklim.

Dilansir dari World Economic Forum, sejak Pakistan memberlakukan lockdown pada 23 Maret, buruh harian yang menganggur diberi pekerjaan baru sebagai 'pekerja hutan.' Mereka bertugas menanam pohon sebagai bagian dari program '10 Miliar Tsunami Pohon.'

Upaya 'stimulus hijau' semacam ini menjadi contoh pemanfaatan anggaran negara untuk membantu keluarga sekaligus menjaga perekonomian agar tetap berjalan selama lockdown pandemi. Tak hanya itu, negara juga terbantu dalam menghadapi bahaya besar berikutnya, yaitu perubahan iklim.

baca juga:

"Akibat virus corona, semua kota telah ditutup dan tak ada pekerjaan. Sebagian besar dari kami yang buruh harian tak bisa mencari nafkah," keluh Rahman, seorang penduduk distrik Rawalpindi di provinsi Punjab.

Ia kini meraup 500 rupee (Rp46 ribu) per hari dengan menanam pohon. Jumlah itu memang hanya sekitar separuh dari penghasilannya sebelum pandemi, tetapi cukup untuk bertahan hidup.

Program penanaman pohon lima tahun yang ambisius ini diluncurkan Perdana Menteri Imran Khan pada 2018. Tujuannya adalah untuk melawan peningkatan suhu, banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem lainnya di negara itu, yang menurut para ilmuwan disebabkan perubahan iklim.

WE Forum

Berdasarkan Indeks Risiko Iklim Global 2020 dari Germanwatch, Pakistan berada di peringkat ke-5 dalam daftar negara yang paling terdampak pemanasan global selama 2 dekade terakhir ini. Padahal, negara Asia Selatan tersebut hanya menyumbang sebagian kecil gas rumah kaca global.

Ketika pandemi corona melanda Pakistan, kampanye 10 Miliar Pohon awalnya dihentikan untuk mendukung pembatasan sosial. Namun, awal bulan ini, perdana menteri memberikan pengecualian dengan mengizinkan lembaga kehutanan memulai kembali program. Dengan demikian, tercipta lebih dari 63.600 kesempatan kerja. Polisi lokal dan otoritas distrik juga telah diberi tahu untuk mengizinkan truk yang membawa pohon melintas. Warga desa juga boleh keluar rumah untuk bekerja di proyek tersebut.

Menurut Abdul Muqeet Khan, kepala konservator hutan untuk distrik Rawalpindi, proyek penanaman itu siap 'tancap gas.' Sebagian besar lahan yang digarap berada di dekat ibu kota Islamabad seluas 15 ribu ekar (6 ribu hektare), begitu juga di lahan lainnya di hutan milik negara.

Program ini pun berhasil mempekerjakan 3 kali lipat jumlah pekerja sejak awal 2020. Banyak proyek baru sedang diciptakan di daerah pedesaan dengan fokus memberdayakan perempuan dan buruh harian yang menganggur, terutama kaum muda, yang pulang kampung dari kota-kota yang lockdown.

Proyek yang memberi upah 500-800 rupee (Rp46 ribu-Rp74 ribu) per hari ini meliputi melakukan pembibitan, menanam pohon, dan pekerjaan sebagai penjaga hutan atau petugas pemadam kebakaran hutan. Semua pekerjanya diinstruksikan memakai masker dan menjaga jarak 2 meter.

"Krisis tragis ini membuka peluang dan kami memanfaatkannya. Alam datang untuk menyelamatkan ekonomi ribuan orang," ungkap Malik Amin Aslam, penasihat perubahan iklim untuk perdana menteri.

Dengan dana 7,5 miliar rupee (Rp700 miliar), sekitar 30 juta varietas asli telah ditanam di Punjab sejak awal program, termasuk mulberi, akasia, dan kelor. Tahun ini, angkanya diharapkan mampu menyentuh 50 juta pohon.

Musim tanam biasanya berakhir di bulan Mei. Namun, program ini rencananya diperpanjang hingga akhir Juni agar pekerja bisa bekerja lebih lama.

"Kita bisa menyerap semua buruh yang menganggur dan telah meninggalkan kota beberapa pekan terakhir. Pekerjaan ini tak memerlukan keterampilan," terang Shahid Rashid Awan, direktur proyek untuk provinsi Punjab.

Menurut Rab Nawaz dari lembaga WWF Pakistan, ide pemerintah ini sangat bagus untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus untuk penghijauan. Namun, ia mengingatkan bahwa menanam pohon hanyalah salah satu senjata untuk memerangi perubahan iklim. Perlu ada investasi dalam meningkatkan kemampuan petani dan penduduk kota agar beradaptasi dengan dampak bumi yang lebih panas.

"Pemerintah harus sangat selektif dalam membelanjakan anggaran dan fokus pada ketahanan," sarannya.

Bagi Aslam, program ini membantu para pekerja Pakistan selamat dari krisis corona dengan bermartabat, tanpa mengemis.

"Ini mengajarkan kita bahwa saat Anda berinvestasi di alam, ia tak hanya membayar Anda kembali, tetapi juga menyelamatkan Anda dalam situasi ekonomi yang penuh tekanan," pungkasnya.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Lawan COVID-19

Khawatir Jadi Korban Politik Donald Trump, California Akan Tinjau Vaksin COVID-19 Secara Independen

Image

News

MPR RI

Jelang Libur Panjang, Kewaspadaan Protokol COVID-19 Harus Ditingkatkan

Image

Ekonomi

Luhut Ingin RI Jadi Tujuan Investasi Kendaraan Listrik

Image

Ekonomi

Kemnaker Pastikan Dengar Seluruh Aspirasi Soal Kebijakan Upah Ditengah Pandemi Covid-19

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2020

Liga 1 Batal Bergulir, Presiden Madura United Soroti Keputusan PSSI

Image

Ekonomi

Tokopedia

Fasilitas Gudang Pintar TokoCabang Bantu Jawab Tantangan Logistik di Indonesia

Image

Iptek

Transaksi Online Bantu Masyarakat Jaga Daya Beli di Tengah Pandemi

Image

News

30 Pasien di Mimika Berhasil Sembuh dari COVID-19

Image

News

7 Virus Terganas di Dunia, Ada yang Tingkat Kematiannya 90 Persen hingga Dimanfaatkan untuk Senjata Biologi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Orang Tua Murid dan Aktivis Muslim Prancis Dituding 'Luncurkan Fatwa' Pemenggalan Samuel Paty

Samuel Paty dipenggal kepalanya sekitar jam 5 sore waktu setempat pada Jumat (16/10)

Image
News
Lawan COVID-19

Khawatir Jadi Korban Politik Donald Trump, California Akan Tinjau Vaksin COVID-19 Secara Independen

Panel beranggotakan 11 orang ilmuwan ahli epidemiologi, biostatistik, dan penyakit menular akan meninjau setiap vaksin yang disetujui FDA.

Image
News
MPR RI

Jelang Libur Panjang, Kewaspadaan Protokol COVID-19 Harus Ditingkatkan

Pada pekan depan ada libur panjang akibat dua hari cuti bersama yang ditetapkan pemerintah.

Image
News

Nama 7 Tokoh Indonesia ini Diabadikan Jadi Nama Jalan di Luar Negeri, Terbaru Joko Widodo

Ada beberapa tokoh Tanah Air yang namanya diabadikan menjadi nama jalan di luar negeri

Image
News

Cerita Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Jalani KKN di Tengah Pandemi

Aryani melakukan KKN Reguler dari rumah, yaitu menyosialisasikan gaya hidup sehat dengan cara pemeriksaan jentik dan senam pagi

Image
News

7 Potret Transformasi Wajah Presiden Jokowi dari Masa ke Masa, Gagah Sejak Muda

Menjadi orang nomor satu di Indonesia membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak pernah luput dari sorota

Image
News

JBMI Usul Syekh Ibrahim Sitompul dan Megawati Jadi Pahlawan

Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai simbol perlawanan terhadap rezim otoritarian Orde Baru.

Image
News
Lawan Covid-19

Gelar Bakti Sosial, Bakamla Beri Bantuan Warga Talaud Terdampak Pandemi

450 paket bantuan bahan pokok dan pelayanan kesehatan yang merupakan program bakti sosial dalam rangkaian "Operasi Cegah Tangkal"

Image
News

Antisipasi Memanasnya Laut China Selatan, Jepang Sepakat Perkuat Militer Vietnam

Jepang menyambut gembira kesepakatan untuk memasok peralatan dan teknologi militer kepada Vietnam

Image
News
MPR RI

Sebagai Pemimpin Negara, Jokowi-Ma'ruf Dituntut untuk Tetap Fokus dan Inovatif

Bamsoet juga meminta seluruh jajaran kementerian dan lembaga agar dapat meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antar lembaga.

terpopuler

  1. Cai Changpan Tewas, Fadli Zon: Susah-susah Gali Lubang Buat Kabur, Tiba-tiba Ditemukan Gantung Diri, Ajaib

  2. Viral Video Orang Kaya Nongkrong di Mal, Crazy Rich Surabaya ini Balas dengan Makan Pentol

  3. Donald Trump Hadiri Misa Gereja Tanpa Masker, Pastor Janji Puasa agar Menang Pemilu

  4. Jadi Gelandangan, Mantan Model Loni Willison Akui Tak Butuh Bantuan

  5. 4 Zodiak Ini Terkenal Doyan Kerja Keras dan Sukses

  6. Profil Ali Mochtar Ngabalin di Wikipedia Diganti Tukang Ngibulin dan Pembacot

  7. Singgung KAMI, Ferdinand: Katanya Gerakan Moral, Tapi Menciptakan Kerusuhan

  8. Berikut Ramalan Keuangan Mingguan Kamu Menurut Zodiak, Cancer Wajib Hati-hati!

  9. Rumah Dp Rp0 Jadi Sasaran Kritik, Anak Buah Anies Akui 13.666 Warga Tidak Lolos Verifikasi

  10. Sejumlah Komunitas Muslim Prancis Terancam Dibubarkan, 231 Warga Asing akan Diusir

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Image
Achsanul Qosasi

Menyelamatkan UMKM, Menyelamatkan Ekonomi

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

7 Potret Transformasi Wajah Presiden Jokowi dari Masa ke Masa, Gagah Sejak Muda

Image
News

5 Fakta Penting Hamzah Haz, Pernah jadi Menteri hingga Wakil Presiden RI

Image
News

Dihadiri Keluarga, 5 Momen Bahagia Mutiara Annisa Baswedan saat Wisuda Online