image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Dari New York, Tsamara: Indonesia Pasti Bisa Lewati Semua Ini Meski Jalannya Terjal, Kita Selalu Mampu Bertahan

Siswanto

Wabah Corona

Image

Ketua DPP PSI, Tsamara Amany. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Tsamara Amany Alatas sejak dua bulan terakhir bersama suami, Ismail Fajrie Alatas, tinggal di New York, Amerika Serikat.

Kota itu menjadi salah satu kawasan terbanyak temuan kasus Covid-19.  New York City kemudian dikarantina untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Para petugas medis di sana sampai kewalahan menangani permintaan bantuan setiap hari yang mencapai sekitar empat ribu panggilan. Tetapi mereka harus bekerja berkejaran dengan waktu karena sebaran virus harus segera dipersempit.

Di Negeri Paman Sam, New York menjadi sentral perlawanan terhadap Covid-19.

baca juga:

Saya mewawancarai Tsamara untuk mengetahui bagaimana dia serta warga di sana menjalani aktivitas sehari-hari, sikap warga di tengah lockdown, upaya pemerintah setempat untuk menahan laju penyebaran virus corona, juga pandangan-pandangan Tsamara terhadap Tanah Air. 

“Jujur saya juga sempat panik awalnya melihat angka yang melonjak drastis di New York. Bahkan Covid-19 sudah berkali-kali masuk dalam mimpi saya. Itu kan tandanya kepanikan dan ketakutan sudah masuk ke alam bawah sadar kita,” kata mantan juru bicara pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2019.

Tsamara dan juga umumnya warga yang tinggal di kota itu hanya keluar rumah kalau dibutuhkan saja, seperti belanja kebutuhan makanan.

“Kami terkadang keluar untuk jalan sekitar taman dan menghirup udara segar, tapi itu pun satu minggu sekali dengan social distancing yang ketat,” kata alumnus Universitas Paramadina, Jakarta.

Di tengah ketakutan – kalau boleh dikatakan demikian – penduduk Kota New York menyadari betapa penting peran tenaga medis. Mereka adalah banteng terakhir untuk menghadapi penyebaran virus corona. Itulah sebabnya, penduduk selalu memberikan dukungan kepada para tenaga kesehatan.

“Di New York, setiap jam tujuh malam, masyarakat ke luar dari jendela dan memberi tepuk tangan sebagai tanda hormat bagi petugas medis yang bekerja keras membantu pasien Covid-19,” kata Tsamara yang sekarang sedang menyelesaikan tulisan buku.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia  itu menceritakan pengalamannya di New York secara panjang lebar. Berikut ini hasil wawancara lengkap dengan alumnus The New Zealand Independent School itu.

Tsamara Amany Potret. Instagram/tsamaradki

Halo apa kabar Mbak Tsam?

Alhamdulillah baik dan sehat.

Anda sekarang berada di kota dengan jumlah kasus Covid-19 banyak sekali, bagaimana Anda dan keluarga di sana membentengi diri agar tak ketularan?

Saat ini saya dan suami sudah hampir dua bulan bekerja darirumah. Kami hanya keluar rumah jika dibutuhkan saja, seperti belanja kebutuhan makanan. Kami terkadang keluar untuk jalan sekitar taman dan menghirup udara segar, tapi itu pun satu minggu sekali dengan social distancing yang ketat.

Sesuai saran WHO, kami juga selalu menggunakan masker kalau ke luar rumah dan buru-buru cuci tangan kalau sudah sampai di rumah. Memang di sini kasusnya banyak, tapi kami berusaha tidak panik dan tenang. Yang penting minum vitamin, makan cukup, dan jaga kebersihan.

Apakah Anda juga mengalami kepanikan? Bagaimana cara Anda tetap tenang di kota itu?

Jujur saya juga sempat panik awalnya melihat angka yang melonjak drastis di New York. Bahkan Covid-19 sudah berkali-kali masuk dalam mimpi saya. Itu kan tandanya kepanikan dan ketakutan sudah masuk ke alam bawah sadar kita. Tapi nggak apa-apa, itu proses yang kita lalui, kok. Ini kan virus baru, kita semua tahu terlalu sedikit. Yang kita tahu bahwa virus ini bisa mematikan.

Akhirnya ketika aku terlalu panik dan takut, aku mencoba mengurangi membaca informasi dan berita mengenai Covid-19 sementara waktu. Aku nonton film yang asik, baca buku, belajar masak, dan sebagainya.

Sampai akhirnya aku mulai santai lagi. Aku tetap baca berita, update info, dan sebagainya, Tapi sekarang aku sudah ditahap nggak takut atau panik, yang penting ikuti saran WHO.

Bagaimana cara penduduk merespon keadaan?

Tentunya bagi masyarakat Amerika, utamanya NY, ini nggak mudah. Sama seperti di Indonesia, industri memotong gaji dan memecat pegawainya. Pekerja harian kehilangan pekerjaannya. Dampak ekonominya buruk sekali bagi mereka. Tapi memang tidak ada cara lain selain lockdown. New York punya kepadatan penduduk yang sangat tinggi, mayoritas orang jalan dan naik subway ke kantor.

Dengan diliburkan tentu itu membantu. Masyarakat di sini juga sudah mulai patuh. Mereka menerapkan social distancing, menggunakan masker, meeting online, belajar online. Hanya pekerja esensial yang masih bekerja.

Di New York, setiap jam tujuh malam, masyarakat ke luar dari jendela dan memberi tepuk tangan sebagai tanda hormat bagi petugas medis yang bekerja keras membantu pasien Covid-19.

Seperti apa suasana kota New York sekarang ini?

Suasananya berbeda dengan New York yang kita kenal. Tidak ada restoran dan jalan-jalan yang penuh. Meski pun harus diakui ketika cuaca bagus, masyarakat biasanya pergi ke taman.

Banyak juga yang jogging, naik sepeda, dan sebagainya. Dan pemerintah setempat tidak melarang karena bagaimana pun juga ini penting untuk menjaga kesehatan mental. Jalanan utama juga dibuka untuk pejalan kaki dan pengemudi sepeda agar social distancing mudah diterapkan.

Bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidup di sana?

Alhamdulillah, sampai saat ini kami termasuk memiliki keistimewaan tinggal di daerah yang supermarket dekat.

Alhamdulillahnya juga supermarketnya tidak pernah kehabisan stok. Jadi sampai sekarang, kami tak ada masalah dalam memenuhi kebutuhan hidup semuanya baik-baik saja.

Bagaimana cara agar tetap produktif dan bersemangat di tengah pandemi?

Menjadi produktif di tengah pandemi itu tidak mudah. Dan saya juga tidak akan memaksakan setiap orang untuk produktif. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan, gajinya dipotong, dan juga merasa tidak memiliki motivasi bekerja dari rumah.

Belum lagi kecemasan yang muncul akibat pandemi. Kita tidak harus menuntut diri kita untuk produktif. Jika kita butuh rebahan, nonton film, baca novel yang asyik, maka lakukanlah. Di masa pandemi yang terpenting adalah menjaga kewarasan diri.

Percaya atau tidak, kita akan menemukan kembali produktivitas kita ketika kita mampu beradaptasi pada new normality ini.

Hampir satu bulan kemarin, saya merasa kesulitan untuk menyelesaikan buku yang saya tulis. Saya tak lanjutkan karena merasa tidak termotivasi. Saya fokus lakukan hal-hal yang menyenangkan. Sampai akhirnya, sekarang saya sudah mampu beradaptasi dengan keadaan dan bisa melanjutkan lagi buku tersebut.

Bagaimana sikap pemerintah di sana dalam mengatasi kondisi sulit?

Pemerintah federal Amerika memiliki ketidaksetujuan dengan pemerintah New York. Banyak kritik terhadap ketidakseriusan pemerintah federal. Tapi harus diakui pemerintah New York yang dipimpin Gubernur Andrew Cuomo beradaptasi dengan cepat dan tanggap dalam mengatasi pandemi ini.

Mereka menggunakan militer (Army Corps of Engineers) untuk menjadikan conventioncenter dan beberapa tempat lain menjadi rumah sakit. Saat ini juga US sudah menerapkan Defense Production Act, sebuah UU di mana mereka bisa meminta industri untuk memprioritaskan kebutuhan negara, dalam hal ini kebutuhan kesehatan, seperti ventilator, kasur rumah sakit, APD, dan lain-lain.

Di New York, mereka juga test sekitar kurang lebih 20.000 orang per hari. Jadi wajar angkanya besar karena mereka mampu deteksi angka aslinya.

Namun dari semua itu, yang menurut saya harus diacungi jempol dari Andrew Cuomo, adalah transparansi informasi yang ia berikan kepada publik sehingga publik tahu apa yang terjadi.

Setiap hari Gubernur Cuomo melakukan konfrerensi pers dan menjelaskan berapa banyak angka yang terinfeksi Covid-19, berapa banyak yang masuk rumah sakit, di mana saja proporsi yang terinfeksi, kesiapan fasilitas kesehatan, dan apa yang sedangdilakukan oleh pemerintah setempat.

Dari segi ekonomi, pemerintah federal sudah mengeluarkan stimulus package sebesar $2 triliun. Bagi masyarakat pembayar pajak yang berpendapatan di bawah $75.000 dalam satu tahun, akan mendapat bantuan $1.200. Yang berkeluarga dengan pendapatan di bawah $150.000 per tahun mendapat $2.400.

Apakah semua informasi imbauan dan arahan-arahan dari pemerintah sampai ke masyarakat?

Seperti yang sudah saya jelaskan informasinya sampai dengan baik. Khususnya untuk New York.

Apakah Anda juga selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di Indonesia selama pandemi Covid-19?

Tentu saja. Saya ikuti semua.

Apakah langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mencegah dan menangani Corona sudah tepat?

Saya bisa bilang langkah kita terlambat. Dalam situasi seperti sekarang, sudah terlalu sedikit yang bisa kita lakukan. Tapi kita sudah mengambil kebijakan yang tepat saat ini. Termasuk soal PSBB, larangan mudik,dan upaya BUMN dan industri lokal memenuhi kebutuhan kesehatan. Sekarang yang kita perlukan adalah transparansi informasi.

Sekarang ini sejumlah daerah sudah menerapkan PSBB, seperti Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Kota Pekanbaru. Apa masukan Anda agar kebijakan itu lebih efektif mencegah penyebaran corona?

Harus aparat turun dan menertibkan. Selain itu, BLT harus segera didistribusikan. Akan sulit menertibkan orang yang harus kerja demi mencari nafkah.

Apakah kebijakan-kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak corona agar tak semakin miskin sudah tepat atau masih ada kelemahannya?

Kita harus jujur bahwa pemerintah tidak akan bisa menyelamatkan semuanya. Kategori miskin akan semakin membesar. Banyak dari masyarakat low-middle income yang akan masuk ke dalam kategori miskin.

Tapi yang saat ini bisa dilakukan pemerintah adalah menjamin mereka bisa hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya lebih setuju kalau BLT segera didistribusikan. Sifatnya BLT dan sembako agar semakin terasa dan konkrit. Harus diakui bahwa dalam situasi ini, kita harus memenuhi kebutuhan perut yang utama.

Apa saja kelemahan di Indonesia dalam menangani corona yang mesti diperbaiki ke depannya?

Saya kira kita harus fokus laksanakan PSBB dengan benar, konsisten, dan minta aparat untuk menertibkan masyarakat yang masih kumpul-kumpul. Pastikan kita mampu membeli bahan baku yang dibutuhkan agar industri dalam negeri bisa memproduksi kebutuhan APD.

Perbanyak rumah sakit, kita bisa mengubah wisma-wisma di daerah menjadi rumah sakit. Yang paling utama, edukasi masyarakat dengan transparansi informasi. Ini penting sekali. Pemerintah tidak akan bisa melakukan ini sendirian.

Apa saja kekuatan atau kelebihan yang dimiliki Indonesia untuk menangani corona yang mesti dimaksimalkan?

Saya kira pemanfaatan industri tekstil seperti yang dilakukan Kang Emil (Ridwan Kamil) itu penting dan bisa segera memiliki dampak konkrit bagi masyarakat.

Bagaimana dengan sikap politisi di Indonesia. Menurut Anda apakah mereka kompak mendukung usaha pemerintah menangani corona atau justru sibuk menjelekkan? Bagaimana seharusnya sikap politisi dalam situasi seperti sekarang?

Saya kira politisi bisa memberi saran, baik policy paper ke Presiden, atau bahkan dalam bentuk kritik. Itu wajar saja dan suara-suara sarandan kritik saya yakin dibutuhkan Presiden.

Selain itu, politisi juga harus saling bantu. Kita harus upaya berkontribusi dengan cara kita. Donasi, galang dana, membagi masker, sembako. Dan juga, edukasi publik.

Tidak sedikit politisi Indonesia yang tetap mengedepankan gerakan kemanusiaan untuk membantu tim medis dan korban Covid-19, seperti yang dilakukan politisi PSI. Menurut Anda, apa nilai-nilai yang bisa dipetik dari aksi itu?

Solidaritas orang baik itu nyata. Kita bisa melihat dalam situasi pandemi ini. Semua orang gotong-royong membantu dengan apa yang mereka bisa, bahkan dalam keterbatasan mereka. Kalau nanti Indonesia mampu melewati pandemic ini, saya percaya salah satunya karena kontribusi orang-orang baik itu.

Banyak juga masyarakat biasa yang tersentuh hatinya untuk support tim medis dan relawan agar tetap semangat menjalankan tugas, apa komentar Anda tentang hal itu?

Jawaban saya sama seperti di atas. Ini solidaritas orang baik.

Apa harapan Anda terhadap Indonesia?

Harapan saya kita tidak menyerah. Indonesia pasti bisa melalui ini semua meski jalannya akan terjal. Tapi kita selalu mampu bertahan. Gempa, tsunami, banjir, krisis ekonomi, dan berbagai persoalan sudah kita hadapi. Tapi kita bisa melewatinya. Kita harus bersolidaritas. Hanya dengan solidaritas kita akan bisa berhasil mengalahkan Covid-19. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Tsamara: Pada Ngerti Nggak Sih Selama Masih Banyak yang Keluar dan Tidak Ada Penertiban, Selama Itu Juga Covid Nggak Kelar-kelar

Image

News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image

News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image

News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Image

News

Interview Ananda Sukarlan: Mengenang Maestro Amir Pasaribu

Image

News

Wabah Corona

Tsamara ke Anies: Banyak Warga Jakarta yang Harus Kita Tolong

Image

News

Tsamara: Ada Aja Orang Percaya Bill Gates Konspirator Covid-19 karena Berhasil Prediksi Pandemi, Padahal Dia Hanya Lihat Tren

Image

News

Eva Chairunisa Idolakan Sri Mulyani dan Jadikan Gus Dur Panutan

Image

News

Wabah Corona

Usai Makamkan Ibunda Langsung Hadiri KTT Luar Biasa G20, Tsamara: Stay Strong, Pak Presiden Jokowi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ossy Dermawan Tegaskan Pendapat Ferdinand Hutahaean bukan Sikap Resmi Demokrat

Ferdinand berbeda visi dengan Demokrat.

Image
News
Wabah Corona

Kalau New Normal Diterapkan, Bupati Bogor Bakal Buka Sekolah-sekolah

"New Normal menjadi suatu keniscayaan, mengingat belum ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir dan vaksin belum ditemukan."

Image
News
Wabah Corona

Sekjen MUI: Kalau PSBB akan Direlaksasi dan Orang Mulai Boleh Kumpul di Mall dan Bandara, Maka di Masjid Pun Tentu Sudah Bisa

Khusus di masjid, kata dia, agar benar-benar diperhatikan protokol jaga jaraknya.

Image
News

Remaja Iran Dipenggal Ayahnya karena Jatuh Cinta dengan Pria 35 Tahun

Setelah melakukan perbuatan yang disebutnya sebagai "pembunuhan demi kehormatan", pelaku lalu menyerahkan diri ke polisi.

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Pasangan ini selalu tampil romantis

Image
News

Pemudik Berduit yang Dikarantina di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Bisa Pulang Lebih Cepat

Kalau punya duit, ikut swab bisa sampai Rp1 juta lebih setelah nunggu dua hari disini hasilnya keluar baru ditindaklanjuti

Image
News

Syarief Hasan Minta Pemerintah Belajar dari Negara Lain Terkait Pelonggaran PSBB

China melakukan unlock setelah kasus positif mencapai 82.992 kasus

Image
News
DPR RI

Datangi Kemenag, Satgas COVID-19 DPR RI Bahas Wacana Pembukaan Kembali Rumah Ibadah

Kemenag sudah menyiapkan skema protokol Covid-19 yang sudah dirangkai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang rinci dan ketat.

Image
News
Wabah Corona

Angka Penularan COVID-19 Masih Tinggi, PP Muhammadiyah Anggap Kebijakan New Normal Tidak Relevan

Menurut Haedar, wajar bila pernyataan pemerintah tentang new normal belakangan ini menimbulkan polemik dan kebingungan di kalangan masyaraka

Image
News

Capai 50 Derajat Celsius, Suhu di India Pecahkan Rekor Tertinggi Bulan Mei dalam 18 Tahun Terakhir

Gelombang panas yang melanda India semakin meningkatkan risiko kesehatan di tengah pandemi COVID-19

terpopuler

  1. Blasteran Turki, 7 Potret Cantik Elif Kayla Perk Anak Pedangdut Siti KDI

  2. 7 Potret Rumah Mewah Mendiang Olga, Hampir Dijual Billy Syahputra Seharga Rp15 Miliar!

  3. Bantah Dapat Tunjangan Penuh saat Pangkas Jatah PNS Sebesar 50 Persen, Kepala BKD Bungkam Soal THR TGUPP Anies Baswedan

  4. Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Fadli Zon saat Bersama Keluarga

  5. Bikin Nostalgia, 5 Potret Sepatu dan Sandal yang Ngetop Era 90-an

  6. AS-China Bersitegang, Fadli Zon Ingatkan Indonesia Jangan Ikut Campur dan Nonton Saja

  7. Tembak Seorang Warga, Anggota TNI Berpangkat Sertu Ditahan Den POM VI

  8. Dijuluki 'Anak Mama,' 5 Fakta Menarik Aktor Tampan Ji Chang-wook

  9. Sudah Tertangkap, Penyebar Video Porno Mirip Syahrini Terancam 12 Tahun Penjara

  10. Ilmuwan Medis Peringatkan Bahaya Pakaikan Masker pada Balita

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo

Image
News

Dari Kantor Hukum ke Kursi Sutradara, Ini 5 Fakta Menarik Iman Brotoseno yang Kini Jadi Dirut TVRI