image
Login / Sign Up

Surat Terbuka PSI ke Menteri Terawan 'Nyawa Banyak Orang Ada di Tangan Anda'

Arief Munandar

Wabah Corona

Image

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie usai memenuhi panggilan Kepolisian di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018). Kedatangannya tersebut memenuhi undangan klarifikasi kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan Sekretaris Jenderal Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair pada Jumat (16/11). | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie membuat surat terbuka untuk Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto soal penanganan pandemi virus corona atau Covid-19.

Surat terbuka diposting website resmi PSIPSI.id. Surat tersebut ditandatangani Grace dan Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni tertanggal 9 April 2020.

Berikut surat terbuka PSI untuk Menteri Terawan,

baca juga:

Surat Terbuka untuk Menteri Kesehatan RI

"Nyawa Banyak Orang Ada di Tangan Anda" 

Kepada yang Terhormat

Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Bapak dr. Terawan Agus Putranto

di tempat 

Semoga Bapak Terawan selalu dalam keadaan sehat dan diberi kekuatan untuk menyelesaikan krisis ini.

Krisis yang seharusnya bisa jauh lebih baik tertangani kalau sejak awal Bapak Terawan memperlihatkan sikap terbuka, transparan, dan tidak menganggap enteng COVID-19. Waktu adalah musuh kita, dan sejak awal kita menyia-nyiakan kesempatan untuk merespons ancaman ini dengan cara yang benar. Korban terus berjatuhan dan dampak berupa kerugian ekonomi semakin meluas. Di tengah ketidakpastian, pilihan terbaik bukan menanti keajaiban. Indonesia membutuhkan sebuah rencana.

Tidak boleh lagi ada kata-kata “Enjoy saja, makan yang cukup” — tidak boleh lagi ada upacara-upacara seremonial yang tidak penting. Ini keadaan darurat.

Bapak Terawan yang kami hormati, kejujuran adalah pilihan terbaik di masa pandemi. Kami mendorong Bapak untuk membuka semua data yang masuk secara lengkap dan cepat. Tidak boleh ada yang ditutupi.

Memang benar bahwa tidak ada satu pun negara siap. Perbedaannya kini terletak pada bagaimana cara kita merespons keadaan. Kita bisa memulai dengan sikap terbuka, mengakui keterbatasan pemerintah. Umumkan segera jumlah alat Tes PCR yang masih dibutuhkan, berapa ventilator yang perlu dibeli, berapa laboratorium yang diperlukan, dan berapa rumah sakit yang perlu ranjang untuk menampung pasien. Rakyat pasti bisa memahami karena masalah serupa juga dihadapi semua negara di dunia.

Kami percaya, keterbukaan justru bisa menjadi sumber persatuan, memulihkan kembali kepercayaan rakyat kepada pemerintah. Sekaligus menjadi momentum membangun solidaritas nasional untuk bergotong royong bekerja sama menghadapi musuh bernama COVID-19. Bukankah itu kekuatan utama kita sebagai sebuah bangsa?

Kami sadar bahwa kebijakan apa pun tidak akan pernah mudah untuk diambil dalam masa sulit seperti sekarang. Tapi rupanya itulah takdir sejarah yang ada di pundak kita semua, di pundak Bapak, dan termasuk di pundak Partai Solidaritas Indonesia.

Bapak Terawan yang terhormat, semua orang pernah salah mengambil langkah. Tapi kemauan untuk segera mengoreksi diri dan bangkit dari kesalahan adalah cara manusia memperlihatkan kekuatan dirinya.

Nyawa banyak orang ada di tangan Bapak – 270 juta rakyat Indonesia menantikan langkah yang akan Bapak tempuh untuk menghadapi virus yang belum ada obatnya ini.

Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan memberi mandat kepada Bapak untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi  situasi. Otoritas ada di tangan bapak untuk menentukan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Kekuasaan yang besar harus disertai tanggung jawab besar, keberanian untuk mengambil tindakan demi menyelamatkan nyawa manusia. Bola itu sekarang ada di tangan Bapak.

Bapak Terawan yang kami hormati, seluruh kebijakan mengatasi pandemi COVID-19 sebaiknya didasarkan pada tiga prinsip. Pertama, menyelamatkan sebanyak mungkin kehidupan. Seluruh kebijakan harus difokuskan kepada ikhtiar untuk menyelamatkan nyawa manusia, nyawa keluarga kita, rakyat Indonesia.

Kedua, membuka akses informasi sebenar-benarnya dan seluas-luasnya. Arus informasi yang benar dan bebas adalah mata uang tertinggi di tengah krisis. Ia menjadi rujukan untuk merumuskan kebijakan yang tepat – dan menjadi pedoman bagi rakyat dalam menentukan keputusan sehari-hari menghadapi COVID-19.

Ketiga, seluruh kebijakan harus didasarkan kepada Ilmu Pengetahuan. Sikap terbuka menerima penjelasan ilmiah dan temuan terbaru akan menyelamatkan banyak kehidupan di tengah gempuran wabah.

Waktu terus berjalan. Kita tidak bisa membiarkan keadaan semakin memburuk.  Susun rencana, ambil langkah. Tiap detik berharga dan bisa menyelamatkan nyawa manusia. Keputusan ada di tangan Bapak.

Rekomendasi Kebijakan

Berdasarkan ketiga prinsip tadi, kami menyarankan kepada Bapak untuk segera mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Setelah Jakarta, tetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah penyangga ibukota yakni Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Hentikan transportasi masuk atau keluar Jabodetabek, kecuali untuk keperluan logistik atau hal-hal mendesak lain 
  1. Setelah itu tetapkan PSBB untuk seluruh wilayah Pulau Jawa. Permudah birokrasi, Bapak perlu bersikap pro-aktif dan tidak harus menunggu permintaan dari daerah. Jika ada daerah lain di luar Jawa yang dianggap perlu pemberlakuan PSBB, segera putuskan, tetapkan.
  1. Agar PSBB berjalan efektif, warga di wilayah bersangkutan harus dipastikan mendapat bantuan sosial transfer tunai, untuk memastikan mereka tidak bekerja dan tetap tinggal di rumah. Untuk melaksanakan ini, lakukan kerja sama dengan kementerian terkait serta pemerintah daerah.
  1. Kerahkan aparat keamanan TNI dan Polri untuk melakukan penjagaan di fasilitas kesehatan, dan tempat strategis. Jalankan patroli rutin dengan aparatus birokrasi kelurahan, RT, dan RW.
  1. Lakukan Tes PCR secara maksimal di wilayah yang telah diberlakukan PSBB. Bagi daerah yang belum memiliki fasilitas uji PCR, untuk sementara waktu menggunakan Rapid Test. Temukan sebanyak mungkin orang yang terinfeksi, isolasi, dan awasi pergerakan mereka. 
  1. Tunjuk satu rumah sakit yang khusus menerima pasien COVID-19 untuk setiap daerah. Rekrut pensiunan dokter, perawat, dan analis kesehatan, yang bersedia dan masih kuat secara fisik, untuk kembali bertugas. Kerahkan mahasiswa kedokteran dan pelajar sekolah perawat turun tangan membantu. 
  1. Berikan perlindungan maksimal kepada seluruh tenaga medis yang berjuang di garis depan dengan Alat Pelindung Diri (APD) memadai. Dalam situasi wabah, tenaga medis sangat berharga dan kita tidak boleh kehilangan mereka di saat-saat menentukan seperti sekarang.
  1. Percepat kerja sama dengan kampus-kampus seluruh Indonesia untuk memperbanyak laboratorium uji COVID-19. Secara rutin, undang dan dengar pendapat para ahli. Serap masukan mereka untuk menjadi pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan.
  1. Koordinasi dengan kementerian teknis lain untuk melonggarkan impor peralatan medis terkait COVID-19 dan Sembilan Bahan Pokok. Ketersediaan alat medis akan menyelamatkan nyawa, sementara stabilitas harga sembako akan mendorong orang lebih patuh pada PSBB. Keran impor juga harus dibuka untuk memastikan kebutuhan bahan baku industri pengolahan makanan dan agrikultur agar tetap bisa berjalan.

Bapak Terawan yang kami hormati, kelak setelah badai ini reda, hanya ada dua kemungkinan cara orang mengingat kita: apakah kita akan dinilai telah berusaha maksimal menyelamatkan sebanyak mungkin kehidupan, atau sebaliknya keengganan dan kelalaian dalam mengambil tindakan, akan membuat kita diingat sebagai orang yang bertanggung jawab atas hilangnya banyak nyawa manusia, keluarga kita, saudara kita, rakyat Indonesia.

Demikian surat ini kami buat dalam terang semangat solidaritas untuk bergotong royong, bekerja sama menyelesaikan masalah. Semoga Bapak terus diberi kesehatan, kekuatan, dan kebesaran hati untuk menerima masukan. 

Jakarta, 9 April 2020

Dewan Pimpinan Pusat

Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI).[]

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

Olahraga

Liga Primer Inggris 2019-2020

Hasil Tes: Satu Orang di Tottenham Positif COVID-19

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Survei BPS: 8 dari 10 Responden Sering Mencuci Tangan

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

5 Cara Kembalikan Tidur Berkualitas Saat Pandemi COVID-19

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Hansaplast Sediakan APD untuk Tenaga Medis di RS Kota Kecil

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

New Normal Akan Diberlakukan Bukan Berarti Masyarakat Bisa Bebas Bepergian

Image

News

Wabah Corona

Menko PMK: Rumah Ibadah Harus Jadi Penerapan Protokol Kesehatan di Era New Normal

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Alasan Penting Mengapa Kamu Harus Bersihkan Alat Make Up saat Pandemi

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Mengenal Bukit Alas Bandawasa yang Viral karena Ramai Pendaki Saat PSBB

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Layanan Imunisasi Harus Lanjut tapi Tak ke Posyandu

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Eks Aspri Imam Nahrawi Dituntut 9 Tahun Penjara

Dinilai terbukti menjadi operator lapangan aktif penerimaan suap senilai Rp11,5 miliar dan gratifikasi sebesar Rp8,648 miliar.

Image
News

Profesor Wiku: Kita Harus Pastikan Protokol Empat Sehat Lima Sempurna Era COVID-19

Ia menambahkan bahwa kriteria itu adalah epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.

Image
News

Ketua KPU Blak-blakan Soal Pertemuannya dengan Harun Masiku

"15—20 menit sebetulnya banyak ngalor-ngidul-nya."

Image
News

Teror Diskusi Mahasiswa UGM, Masihkah Kampus Memiliki Kebebasan Akademik?

Permasalahan tersebut mendapat respon dari Forum Kajian Penulisan Hukum FH UII lewat diskusi.

Image
News
Wabah Corona

Kampung Siaga Jateng Siap Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Ada di 35 Polres.

Image
News

Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Morotai, Belum Ada Laporan Dampak Kerusakan

Hingga pukul 16.03 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Image
News

Begini Nasihat AA Gym kepada Calon Jemaah Haji 2020 yang Batal Berangkat

Insya Allah akan dapat pahala berlipat-lipat ganda dari Allah.

Image
News

HNW Kritik Menag: Pembatalan Haji Harus Libatkan DPR

Komunikasi politiknya buruk.

Image
News
Wabah Corona

FSGI Minta Mendikbud Segera Putuskan Mekanisme Tahun Ajaran Baru

"Kami minta agar Mendikbud segera mengumumkan, karena saat ini kami lihat sejumlah daerah sudah berjalan sendiri-sendiri"

Image
News

Politisi Demokrat Tanggapi Isu Pemakzulan Presiden Jokowi

Presiden tak mudah dimakzulkan.

terpopuler

  1. 5 Kebiasan Rasulullah Agar Hidup Lebih Sehat dan Jarang Sakit, Yuk Terapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

  2. Kemurahan Allah bagi Hambanya yang Menyertakan Niat dalam Segala Kegiatan

  3. Protes George Floyd: Pengamat Indonesia Sebut Donald Trump Bakal Kalah Besar di Pemilu 2020

  4. Airlangga Pastikan Pemerintah Tak Cabut PSBB dan Segera Terapkan New Normal

  5. Pasca Operasi Bayi Tabung, Zaskia Sungkar Keluhkan Perut Kadang Sakit

  6. Bens Leo Soroti Ada 'Tepuk Tangan' Kekeyi di Lagu Keke Bukan Boneka

  7. Kekeyi Diduga Menjurus Pelanggaran Hak Cipta, Bens Leo Minta Pencipta Hingga Label Rekaman Turun Tangan

  8. Es Teh hingga Daun Pisang! 5 Bisnis Murah sekaligus Mudah ini Bikin Cuan Makin Bergairah

  9. PDIP: Pemakzulan Presiden Cukup Sulit, Rasanya Seperti Mimpi di Siang Bolong

  10. Gempa di Aceh Pagi Tadi Rusak Bangunan

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah