image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

SBY: Dalam Hati Saya Harus Bertanya Mengapa Harus Ada Kegaduhan Sosial Politik Seperti Ini?

Ratu Amanda Distania

Wabah Corona

Image

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berbincang dengan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, saat melayat Almarhumah Siti Habibah di kediaman di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, (31/8/2019). Ibunda Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Siti Habibah wafat di RS Mitra Keluarga Cibubur pada Jumat (30/8), dan rencananya akan dimakamkan pada hari ini di TPU Tanah Kusir. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin dengan terbitnya telegram Polri terkait imbauan penindakan hukum bagi penghina presiden dan pejabat negara dalam situasi wabah virus corona atau Covid-19.

"Kembali terjadi ketegangan antara elemen masyarakat dengan para pejabat pemerintah, bahkan disertai dengan ancaman untuk 'mempolisikan' warga kita yang salah bicara. Khususnya yang dianggap melakukan penghinaan kepada Presiden dan para pejabat negara," kata SBY dalam sebuah tulisan berjudul 'Indonesia Harus Bersatu, dan Fokus Pada Penghentian Penyebaran Virus Korona' di laman Facebook miliknya.

SBY meminta dalam kondisi saat ini semua dapat ditangani dengan tepat dan bijak, terlebih pemerintah. "Kalau hal ini makin menjadi-jadi, sedih dan malu kita kepada rakyat kita. Rakyat sedang dilanda ketakutan dan juga mengalami kesulitan hidup karena terjadinya wabah korona ini. Juga malu kepada dunia, karena saya amati hal begini tidak terjadi di negara lain," ujarnya.

baca juga:

SBY mengatakan, sebenarnya ketegangan seperti itu tidak perlu terjadi. Justru pemerintah, masyarakat dan semuanya harus makin kompak, bersatu, makin efektif dalam kerjasama memerangi virus corona.

"Intinya adalah bahwa negara atau pemerintah akan mempolisikan siapapun yang menghina presiden dan para pejabat pemerintah. Saya pahami ini sebagai peringatan (warning), bukan ancaman, dari pihak yang memiliki kekuasaan di bidang hukum," katanya.

"Yang menjadi luar biasa adalah kalau hukum-menghukum ini sungguh terjadi ketika kita tengah menghadapi ancaman korona yang serius saat ini. Jujur, dalam hati saya harus bertanya mengapa harus ada kegaduhan sosial-politik seperti ini?" sambungnya.

SBY menilai ada sebagian faktor yang membuat kondisi masyarakat seperti ini. Sebab di tengah wabah corona, mereka menjadi lebih waspada, takut, bahkan khawatir kesulitan hidup. Inilah salah satu faktor yang membuat masyarakat bingung, tak percaya diri dan mudah terpengaruh tanpa bisa berpikir secara rasional.

"Pemerintah takut kalau rakyatnya banyak yang kena corona dan meninggal. Takut kalau upaya dan tindakannya gagal. Juga takut kalau kebijakannya disalahkan oleh rakyat, baik sekarang maupun di hari nanti. Tanpa disadari, sebagian penguasa dan pejabat pemerintah menjadi sensitif. Menjadi kurang sabar dan tak tahan pula menghadapi kritik, apalagi hinaan dan cercaan," kata SBY.

"Situasi seperti inilah yang bisa memunculkan “benturan” antara elemen masyarakat dengan pihak pemerintah," sambungnya.

Ia juga mengatakan jika Indonesia saat ini tengah diuji. Termasuk pemerintah dan masyarakat.

"Kepada masyarakat saya berharap janganlah selalu apriori terhadap apa saja yang dilakukan pemerintah. Termasuk, kebijakan dan tindakannya. Jangan terlalu cepat menuduh pemerintah sebagai tidak serius, bahkan tidak berbuat apa-apa," ujarnya.

"Secara pribadi saya melihat bahwa pemerintah kita juga telah menjalankan kewajibannya," katanya.

Kata SBY, mungkin saja sejumlah pejabat pemerintah tidak bisa menerima kata-kata yang keras dan kasar, karena merasa sudah berbuat dan berupaya dalam mengatasi krisis corona saat ini.

"Karena merasa dihina, beliau-beliau ingin mengganjar para “penghina” itu dengan penalti hukuman. Itulah sebabnya, saya ikuti pihak kepolisian secara proaktif juga ikut memberikan peringatan kepada masyarakat, bahwa siapapun yang melanggar akan dipidanakan. Tentu ini serius," kata dia.

"Karenanya, agar tidak ada gelombang penahanan dan pemenjaraan kepada rakyat yang dianggap menghina pejabat, sebagai sesama anggota masyarakat saya mengajak marilah kita kontrol (kendalikan) ucapan-ucapan kita. Marilah dengan niat yang baik, kita sampaikan pandangan kita apa adanya, tanpa harus menghina pemimpin kita," ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah tidak alergi terhadap pandangan dan saran dari pihak di luar pemerintahan.

"Banyak kalangan yang menyampaikan pikirannya, mungkin sedikit kritis, tetapi mereka-mereka itu sangat pro pemerintah. Juga sangat mendukung Presiden Jokowi."

Sebelumnya, Kapolri mengeluarkan surat telegram bernomor ST/1100/IV/HUK.7.1/2020. Telegram itu berisi tentang penanganan perkara dan pedoman pelaksanaan tugas selama masa pencegahan peyebaran Covid-19.

Ada dua poin, yang masing-masing berisi lima dan tujuh subpoin. Pada poin 1c bertuliskan tentang bentuk pelanggaran 'penghinaan kepada penguasa/presiden dan pejabat pemerintah'. Untuk penanganannya, pada telegram tersebut ditulis bahwa Kapolri meminta menggunakan pasal 207 KUHP.

Isi pasal itu: Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.[]

Editor: Arief Munandar

berita terkait

Image

News

Teringat Ramadan Tahun Lalu, SBY: Terus Terang, Hingga Kini Saya Masih Sedih dan Kehilangan

Image

News

Wabah Corona

Penanganan Virus Corona Global Kurang Maksimal, SBY: Ini Kritik Saya

Image

News

Mitos Presiden Lengser Jika ke Kediri, Politisi Demokrat: SBY Presiden yang Berani ‘Menabrak’ Larangan Tersebut

Image

News

Begini Reaksi PDIP Soal Ajakan SBY Hormati Kepemerintahan Jokowi

Image

News

Gagal Pindahkan Ibu Kota di Eranya, SBY Ingatkan Jokowi Hal Ini

Image

News

Faizal Assegaf Sarankan SBY Ikuti Langkah Prabowo

Image

News

Aliya Rajasa Ingat Ucapan Ani Yudhoyono

Image

News

Warganet ke Politikus Demokrat: SBY dan Bu Mega Salaman Tidak di HUT TNI?

Image

Olahraga

Chelsea 7-1 Grimsby Town

Delapan Gol Warnai Kemenangan Chelsea atas Grimsby Town

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Pasien Positif Covid-19 Kabupaten Magetan Capai 76 Orang

Pasien 74, 75, dan 76 merupakan satu jamaah di suatu mushala di salah satu desa di Kecamatan Karas dengan pasien positif Sum.

Image
News

BMKG: Empat Wilayah Jakarta Potensi Hujan Jumat Siang

Empat wilayah yang diprediksi hujan ringan yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

Image
News
Wabah Corona

Pasien Positif Corona di Magetan Bertambah Empat Orang

Empat pasien tambahan baru tersebut tiga di antaranya merupakan warga Kecamatan Karas dan seorang lainnya warga Kecamatan Maospati.

Image
News

Pulang dari Medan, Pedagang di Banda Aceh Positif Covid-19

Sering bolak-balik Medan.

Image
News
Wabah Corona

Cegah Penyebaran Corona, Korem Gorontalo Perketat Perbatasan Provinsi

“Petugas penjagaan perbatasan harus siap selama 1x24 jam untuk menjaga dengan ketat wilayah perbatasan”

Image
News

Terus Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Sumsel Mendekati Seribu Kasus

"Ada tambahan 26 kasus sehingga total sudah 941 kasus positif COVID-19 di Sumsel."

Image
News

Penerimaan Siswa Baru, SMAN 112 Jakarta Siapkan Kuota Khusus untuk Anak Tenaga Medis

Anak-anak tenaga medis yang berjuang di tengah pandemi COVID-19 memiliki peluang lebih besar masuk SMAN 112 Jakarta.

Image
News

Polisi Gelar Perkara Kasus OTT Oknum Pejabat UNJ dan Kemendikbud

Pihak kepolisian juga telah memeriksa 23 saksi terkait operasi perkara tersebut.

Image
News

MA Tolak Kasasi Bupati Cianjur Nonaktif Irvan Rivano Muchtar

Irvan harus menjalani pidana selama 5 tahun.

Image
News
Wabah Corona

Cabup Enos Serahkan Bantuan ke Warga yang Diisolasi Usai Kontak dengan Pasien Positif

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang melakukan isolasi."

terpopuler

  1. Pamer Wajah Asli, Foto Influencer Ini Beda Jauh dari yang di Medsos

  2. Ini Daftar Lengkap Kalender Pendidikan DKI Jakarta Tahun Ajaran 2020/2021

  3. Sindir Mahfud, Ustaz Hilmi: Maaf Deh Pak, Istri Saya Tidak Seperti Corona

  4. Gaungkan Tagar #WaspadaNewNormal, Mardani: Jangan karena Negara Lain Lakukan Relaksasi, Kita Ikut-ikutan

  5. Atas Nama Cinta, 5 Artis Cantik India Ini Menikah dengan Duda

  6. Rencana Sekolah di Jakarta Kembali Dibuka, Habiburokhman Cek Dapil, 90% Ortu Pelajar TK - SMA Gak Setuju

  7. Kritik Soal Penggunaan Istilah New Normal, Atiqah Hasiholan Sebut Hanya Transisi

  8. Orang-orang Pilihan Anies Baswedan Dapat THR Penuh, Politikus PSI Sindir Soal Keadilan

  9. Pemudik Berduit yang Dikarantina di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Bisa Pulang Lebih Cepat

  10. OJK Keluarkan Paket Kebijakan Lanjutan Stimulus Covid-19

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Anies Baswedan Bersama Putrinya

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo