image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up
Image

UJANG KOMARUDIN

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al- Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

PSBB dan Masa Depan Jakarta

Wabah Corona

Image

Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (9/4/2020). Dalam penerapan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta pada 10 April 2020, pembatasan jumlah penumpang juga berlaku bagi pengendara motor pribadi maupun ojek online. Para pengendara motor dilarang berboncengan saat PSBB, hal ini mengacu penerapan physical distancing atau saling menjaga jarak. Keputusan ojek online tak boleh berboncengan atau mengangkut penumpang juga mengacu pada Pasal 15 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang PSBB. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO, Besok, Jum’at 10 April 2020, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berlaku. Dan DKI Jakarta merupakan daerah pertama, yang mendapatkan izin dari Menkes untuk memberlakukan PSBB.

Pada dasarnya, dari sejak tiga pekan yang lalu, Anies sudah memberlakukan PSBB. Meliburkan sekolah, menutup tempat wisata, masyarakat diminta menjaga jarak, dan pembatasan transportasi publik.

Sejak merebaknya Virus Corona di Jakarta pada maret lalu, Anies dari awal ingin melakukan kebijakan lockdown. Anies tahu persis, jumlah yang meninggal dunia di Jakarta tahun ini, lebih tinggi dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

baca juga:

Pada maret 2020, orang yang dikubur di Jakarta sebanyak 4.377. Jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat, dari tahun 2018 sebanyak 2.774 dan tahun 2019 sebanyak 2.745. Lonjakan kematian pada maret tersebut, diduga karena Corona.

Lockdown dilakukan agar penyebaran Virus Corona tidak kemana-mana. Tidak menyebar di Jakarta dan tidak juga menyebar ke daerah lain. Jakarta merupakan episentrum Virus Corona, jadi Jakarta harus dikunci. Dan pergerakan manusia harus dibatasi.

Terbukti, ketika Jakarta tidak di lockdown, penyebaran Covid-19 menyasar ke seluruh wilayah tanah air. Daerah yang berbatasan dengan Jakarta, seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi pun terkena dampaknya. Daerah penyangga ibu kota itu pun, mendapatkan label zona merah. Zona merah Corona.

Jika dari awal Jakarta di lockdown, maka penyebaran Virus Corona bisa diminimalisir. Kebijakan pusat yang plintat-plintut, terkadang menganulir kebijakannya sendiri, juga lambat dalam mengambil keputusan, telah membuat ribuan rakyat terpapar Virus Corona. Dan ratusan meninggal dunia.

Sebenarnya Anies sudah melakukan PSBB sejak tiga pekan yang lalu. Kenapa izin dari pusat juga lambat. Kenapa pusat tak mau melakukan lockdown bagi daerah. Mungkin pusat sudah tak punya tenaga untuk memerangi Corona, makanya PSBB diberlakukan atas beban dan anggaran daerah.  

Himbauan masyarakat, untuk menggunakan masker juga datang terlambat. Selama ini kemana peran negara. Peran pemerintah. Sehingga lupa untuk mengingatkan warganya menggunakan masker.

Disaat sudah banyak masyarakat yang terinfeksi Virus Corona dan meninggal dunia. Penggunaan masker baru diumumkan. Rakyat seolah-olah tak punya pemerintah. Negara seolah-olah tak hadir dalam melindunginya.

Rakyat dibiarkan mencari masker yang harganya sudah membumbung. Rakyat dibiarkan mencari hand sanitizer yang harganya sudah melangit. Disaat rakyat terjepit, harga-harga bahan pokok juga sangat menghimpit.

Saya setuju dengan tulisan Dahlan Iskan, dimana rakyat harus move on. Bergerak dengan lebih cerdas dan kreatif. Tak bisa dengan menyebarnya Virus Corona, lalu kita kalah. Kita harus bangkit dengan sedikit lebih kreatif dan antisipatif.  

Saya melihat geliat masyarakat juga sudah mulai bangkit. Jika dalam dua minggu yang lalu, masyarakat banyak yang di dalam rumah, maka diminggu ketiga penyebaran Corona ini, masyarakat sudah mulai beraktivitas kembali. Tetap menggunakan masker dan tetap harus jaga jarak.

Jalanan-jalan di Kota Depok tempat saya tinggal, juga sudah ramai dengan aktivitas masyarakat, toko-toko yang tutup, sudah mulai buka kembali. Toko kelontong, penjual jus, dan tukang ketoprak pun sudah mangkal di tempatnya masing-masing.

Tinggal di rumah, saat Corona mengincar, memang sebagai suatu keharusan. Dan kita taat dan patuh untuk tinggal di rumah.

Hingga saat ini pun, saya dan keluarga tak kemana-mana. Tinggal di rumah saja. Work from home. Sambil urus anak-anak, dari mulai memandikan, menyuapi, dan mengajak belajar. Bantu istri, cuci piring, menyapu lantai, dan menjemur pakaian. Bersih-bersih rumah, menulis artikel, dan mengajar online mahasiswa.

Tinggal di rumah bagi saya sangat menyenangkan. Banyak aktivitas produktif bisa dilakukan. Dan saya ini tipe, orang yang suka keluar rumah, jalan-jalan keliling Indonesia dan dunia. Ketika tinggal di rumah, rasanya sungguh indah dan nikmat.

Namun bagi kebanyakan orang, tinggal di rumah juga bisa menjadi penyakit. Dari mulai tak punya duit. Muncul penyakit psikis yang diakibatkan karena bosan tinggal di rumah. Beberapa teman menelepon saya, juga sedang dalam keadaan sakit, karena stres tak keluar rumah.

PSBB harus kita taati. Saya yang bekerja di Jakarta pun, sudah tiga pekan tidak ke kantor. Masyarakat Jakarta pun harus patuh dengan kebijakan Anies. Jika tidak patuh, maka korban jiwa akan banyak berjatuhan.

Jangan sampai seperti di Amerika, yang meninggal dunia karena Corona, dalam sehari mencapai angka 1.480 orang. Ini mengerikan. Ini membahayakan. Dan ini harus dijadikan pelajaran.

Jakarta sebagai episentrum penyebaran Virus Corona, tahu persis apa yang harus dilakukan. Dimulai dari Jakarta, kita harus melawan Corona.

Soal lockdown atau PSBB, kita tentu tak usah memperdebatkannya lagi. Saat ini bukanlah waktunya untuk berdebat soal istilah. Saat ini saatnya menyelamatkan nyawa warga Jakarta dan rakyat Indonesia dari keganasan Virus Corona.

Masa depan Jakarta, ada pada penerapan kebijakan PSBB. Hanya ada dua kemungkinan dalam penerapan PSBB tersebut. Bisa sukses. Dan bisa juga gagal.

Jika rakyat Jakarta patuh dan taat atas kebijakan PSBB, maka tentu Jakarta akan menjadi daerah yang sukses dalam menangani pandemi Virus Corona. Dan masa PSBB akan segera dicabut. Kita semua tentu akan menyambut dengan riang gembira.

Namun jika warga Jakarta dan sekitarnya, tidak manut pada aturan gubernurnya, resikonya PSBB, masa berlakunya akan panjang dan lama. Corona tak bisa ditangani. Dan ini, bukan hanya akan menjadi kegagalan pemerintah daerah. Tetapi kegagalan pemerintah pusat dan kita semua, dalam bahu-membahu dan bergotong royong dalam melawan Corona.

Kuncinya taati aturan. Hormati kebijakan. Jangan kemana-mana dulu, jika tak terlalu mendesak dan penting. Ini bukan hanya sedar Virus Corona yang menyebar di Jakarta dan Indonesia. Tetapi ini soal kesehatan dan nyawa seluruh warga Jakarta dan rakyat Indonesia.

Menyelamatkan nyawa satu manusia, itu sama saja menyelamatkan nyawa seluruh manusia. Jangan gara-gara Corona kita menyerah. Justru dengan adanya Corona, kita bisa bersatu, saling membantu, saling berbagi, dan saling menguatkan.

Mari kita jadi warga negara yang baik, agar bangsa ini juga menjadi bangsa baik. Mari kita juga menjadi rakyat yang taat, agar Corona juga sekarat. Jika kita tak taat dengan aturan PSBB, maka kita sendirilah yang akan rugi.

Jangan berlama-lama kita dalam melawan Corona. Anak-anak harus masuk sekolah, mahasiswa juga masuk kampus, rakyat perlu hiburan, dan ekonomi juga harus tumbuh. Ini semua bisa terlaksana, jika kita taat dan mentaati aturan yang berlaku. Selamat menikmati PSBB.  

 

Editor: Melly Kartika Adelia

berita terkait

Image

News

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

Image

News

Pilkada 2020

Digelar di Tengah Covid-19, DPD: Pilkada Serentak 2020 Pemerkosaan Politik

Image

Ekonomi

Wabah Corona

ILO Sebut Banyak Kaum Muda Menganggur Akibat COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Aturan Wajib SIKM di DKI Berakhir 7 Juni 2020

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menpar Wishnu Akui Butuh 1 Bulan untuk Persiapkan Pembukaan Destinasi Wisata

Image

News

Wabah Corona

Kabar Baik, Tak Ada Penambahan Kasus COVID-19 di DIY

Image

Ekonomi

Wabah Corona

BNI Optimis Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19, Gara-gara Hal Ini

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Jumlah ODP Corona per 28 Mei Ada 48.749 dan PDP 13.250

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

201.311 Orang Telah Diperiksa Spesimen, 176.773 Negatif

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Cabup Enos Serahkan Bantuan ke Warga yang Diisolasi Usai Kontak dengan Pasien Positif

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang melakukan isolasi."

Image
News
Wabah Corona

222 Warga Mimika Terinfeksi Covid-19

Terdapat penambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan PCR pada Laboratorium Klinik Kuala Kencana.

Image
News

Telisik Korupsi Dana Hibah, 48 Pejabat dan Staf KONI Diperiksa Kejagung

Untuk mengumpulkan bukti adanya tindak pidana dalam kasus ini.

Image
News

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

Sekitar 60 % Zona Biru (level 2) bisa memulai pilihan new normal.

Image
News

Sopir Bajaj Ditetapkan Tersangka Kasus Tabrakan Bus Transjakarta yang Tewaskan Satu Penumpang

Penetapan tersangka berdasarkan hasil olah TKP dan pengumpulan barang bukti berupa video rekaman CCTV.Sopir Bajaj Ditetapkan Tersangka Kasus

Image
News
Pilkada 2020

Digelar di Tengah Covid-19, DPD: Pilkada Serentak 2020 Pemerkosaan Politik

Siapa yang bisa menjamin proses kampanye dengan berkerumunnya masa tidak terjadi penularan Covid-19?

Image
News

Pria yang Gagahi Seorang Gadis di Depok Ternyata Sudah Siapkan Alkohol Bacardi

Nanti kita akan beberkan kalau pemeriksaan sudah selesai karena pelaku masih diperiksa secara intensif

Image
News
Wabah Corona

Aturan Wajib SIKM di DKI Berakhir 7 Juni 2020

Tal bisa memperpanjang aturan wajib SIKM ini secara sepihak

Image
News

Demonstrasi di AS Ricuh, Massa Jarah Toko dan Bakar Pusat Kota

Ini adalah malam kedua protes di Minneapolis sejak kematian Floyd, setelah seorang polisi berlutut di lehernya hingga ia tak lagi bergerak.

Image
News
Wabah Corona

Kabar Baik, Tak Ada Penambahan Kasus COVID-19 di DIY

Hasil pemeriksaan 161 spesimen yang diperiksa tiga laboratorium pengujian sampel di DIY, Rabu (27/5/2020), semuanya negatif COVID-19.

terpopuler

  1. Syahrini dan Penyebar Video Porno Akan Dipertemukan Hari Ini

  2. Pamer Wajah Asli, Foto Influencer Ini Beda Jauh dari yang di Medsos

  3. Cak Lontong: Yang Berubah Hanya Para Normal Jadi Para New Normal Karena Tidak Ada yang Normal

  4. Go International, Liga Tarkam di Kebun Kelapa Banten Ini Diunggah Instagram AFC

  5. Via Vallen hingga Anji, 5 Penyanyi Besar yang Pernah Gagal di Ajang Indonesian Idol

  6. Pemerintah Terkesan Menyepelekan Dampak Sosial, Kini Terjadi Gelombang Capital Outflow

  7. 5 Jenderal Muslim Terhebat dalam Sejarah, Mampu Berikan Kejayaan Islam di Dunia

  8. Ini Daftar Lengkap Kalender Pendidikan DKI Jakarta Tahun Ajaran 2020/2021

  9. Bak Istana, 7 Potret Rumah Kareena Kapoor dan Saif Ali Khan yang Mewah Abis

  10. Jatuh Hingga Terperangkap Seharian saat Panjat Tebing, Pria Australia Ini Terancam Jalani Amputasi Kaki

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Anies Baswedan Bersama Putrinya

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo