image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up
Image

Achsanul Qosasi

Anggota III BPK RI

Krisis dan Sikap Satria Pemimpin

Image

Potret jajaran Kabinet Indonesia Maju saat melakukan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah | Instagram/kyai_marufamin

AKURAT.CO, “When written in Chinese, the word “crisis” is composed of two characters. One represents danger and the other represents opportunity” (John F. Kennedy, 12 April 1959).

Paling kurang, sejauh yang tercatat, Kennedy menyampaikan pidato berkenaan dengan krisis tersebut dua kali di sepanjang masa kampanye untuk menjadi presiden Amerika Serikat. Pertama dalam sebuah kegiatan pengumpulan dana di United Negro College Fund, Indiana, pada 12 April 1959 dan kedua dalam sebuah kampanye di Valley Forge Country Club, Pennsylvania, 29 Oktober 1960.

Kata ‘krisis yang dalam bahasa Tionghoa dibaca weiji terdiri dari dua karakter, wei dan ji, di mana yang pertama bisa diartikan ‘bahaya’ dan yang kedua bisa diartikan ‘kesempatan’. Dalam kutipan pidato yang lain, meskipun berbeda redaksi, terdapat tambahan sugestif di bagian akhir “In crisis, be aware of danger—but recognize the opportunity”. Kurang lebih, Kennedy menyarankan untuk berhati-hati dengan bahaya, namun di saat yang sama bahaya juga ‘mengandung’ kesempatan.

baca juga:

Seperti dilansir oleh Wikipedia, rupanya ungkapan tentang arti krisis ini menjadi meme yang populer di  AS dan bahkan di berbagai belahan dunia. Diperkenalkan oleh Benyamin Zimmer pada 1938, dalam sebuah jurnal missionaris untuk Cina, ungkapan ini berturut-turut diulang kembali oleh beberapa tokoh Amerika, seperti Condolezza Rice pada 2007 dalam pembicaraan perdamaian di Timur Tengah dan Wakil Presiden AS, Al Gore, dalam kuliah penerimaan Nobel Perdamaian pada tahun yang sama.

Namun ternyata, meskipun sudah disampaikan berbagai tokoh dan populer di kalangan pengusaha, politisi dan publik Amerika, ada yang mengoreksi kalau terjemahan karakter j? sebagai ‘kesempatan’ tidak sepenuhnya tepat. Karena merupakan kata polisemi, selain berarti ‘kesempatan’ kata ini juga berarti peristiwa konfidensial yang bisa berujung keberhasilan atau kegagalan.

Terlepas dari kontroversi pemaknaan tersebut, membaca kembali ungkapan Tionghoa tentang krisis ini sedikit banyak bisa memberi motivasi pada kita di tengah pandemi Virus Corona saat ini. Ini mirip dengan konteks di mana Kennedy menggunakannya pada masa kampanye untuk menjadi presiden, yakni di tengah krisis Perang Dingin yang dihadapi AS, serta krisis perdamaian dunia di mana Condolezza Rice dan Al Gore menjadi tokoh-tokoh yang terlibat aktif dalam penanganannya.

Makna pertama ‘bahaya’ jelas sudah sama-sama menjadi santapan kita sejak pandemi merebak. Kewaspadaan, yang bahkan mencapai derajat ketakutan atau bahkan paranoia telah menyebabkan terjadinya berbagai hal yang tak semestinya. Panic buying, misalnya, adalah di antara contoh ‘normal’ sebagai reaksi terhadap bahaya.

Adalah pemaknaan ‘bahaya’ juga yang menyebabkan sebagian pemimpin politik, pejabat negara atau tokoh-tokoh seperti kalang-kabut dan lupa dengan posisi mereka sebagai pemimpin. Seperti halnya orang kebanyakan, mereka bersikap reaktif, menyampaikan pesan-pesan atau informasi yang diulang-ulang, tidak lengkap, instruktif dan seringkali membingungkan.

Dalam situasi yang secara psikologis dimaknai sebagai ‘berbahaya’ ini, konsep koordinasi dan komunikasi efektif seperti mudah sekali timbul-tenggelam. Hari ini seorang pejabat publik bisa jadi berbicara tentang perlunya melakukan lock-down suatu wilayah, ketika esok harinya pejabat publik yang lain, dengan segala posisi yang ditempatinya berbicara lain, mengoreksi atau bahkan membatalkan. Bahkan masyarakat awam sekalipun, melihat rangkaian sikap reaksioner ini dalam menghadapi krisis, bisa jadi akan ragu dengan orang-orang yang bertindak sebagai pejabat publik tersebut.

Mungkin itu sebabnya, para tokoh dunia, seperti Kennedy, Rice dan Al Gore, mengulang-ulang soal betapa pentingnya penggunaan berbagai perspektif dalam melihat sesuatu. Kemampuan melihat krisis sebagai bahaya sekaligus kesempatan terkait dengan kemampuan menggunakan dua perspektif berbeda dalam melihat satu hal. Kemampuan semacam itu, selanjutnya, menjadi kunci dalam penyelesaian masalah (problem-solving) dan pembuatan keputusan (decision-making). 

Kemampuan menggunakan berbagai perspektif dalam melihat satu masalah biasanya berbuah pada  kemampuan berikutnya: fleksibilitas. Dalam khasanah kepemimpinan, fleksibilitas tak berarti ketiadaan otonomi dalam mengambil keputusan ataupun sikap plin-plan atau tidak berpendirian. Fleksibilitas adalah kemampuan untuk beradaptasi seiring perubahan situasi dan kondisi, melakukan improvisasi dan berganti strategi yang sesuai dalam menghadapi berbagai tantangan berbeda.

Perlu dicatat, tentu saja, bahwa melihat krisis sebagai kesempatan bisa juga berarti “menangguk di air keruh”. Seorang pemimpin politik, pejabat publik atau pelaku bisnis tentu tak seyogyanya melakukan itu. Tawaran yang lebih baik adalah apa yang disebut oleh Julian LeGrand, mantan penasihat mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, sebagai sikap mengambil posisi seorang kesatria (knight).

Dalam bukunya Motivation, Agency and Public Policy: of Knights and Knaves and Pawns and Queens (2003), LeGrand kurang lebih berpendapat bahwa pejabat publik, politisi atau siapapun yang mengurus urusan masyarakat banyak boleh saja berpikir, bersikap atau bertindak bagi kepentingan dirinya (self-interest). Akan tetapi, demi kepentingan mereka pula, tindakan kesatria untuk benar-benar mengurus publik juga harus dilakukan (altruism), sebab dengan cara itulah kelanggengan karir mereka akan terjamin karena berhasil dalam membangun dan mengembangkan kebajikan publik.

Pada masa krisis saat ini, oleh karena itu, seorang pemimpin di ranah publik bisa saja memandang atau menjadikan krisis sebagai kesempatan menunjukkan eksistensi diri, pencitraan politik, dan sebagainya. Namun demikian, kesempatan tersebut akan hapus percuma jika pemanfataaannya buruk atau bahkan ia akan menjadi bumerang bagi karir yang bersangkutan karena pengelolaan hasrat eksistensial atau politik yang tidak taktis.

Allaahu a’lam bi al-shawwaab.

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

Image

News

Pilkada 2020

Digelar di Tengah Covid-19, DPD: Pilkada Serentak 2020 Pemerkosaan Politik

Image

Ekonomi

Wabah Corona

ILO Sebut Banyak Kaum Muda Menganggur Akibat COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Aturan Wajib SIKM di DKI Berakhir 7 Juni 2020

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menpar Wishnu Akui Butuh 1 Bulan untuk Persiapkan Pembukaan Destinasi Wisata

Image

News

Wabah Corona

Kabar Baik, Tak Ada Penambahan Kasus COVID-19 di DIY

Image

Ekonomi

Wabah Corona

BNI Optimis Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19, Gara-gara Hal Ini

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Jumlah ODP Corona per 28 Mei Ada 48.749 dan PDP 13.250

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

201.311 Orang Telah Diperiksa Spesimen, 176.773 Negatif

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

MA Tolak Kasasi Bupati Cianjur Nonaktif Irvan Rivano Muchtar

Irvan harus menjalani pidana selama 5 tahun.

Image
News
Wabah Corona

Cabup Enos Serahkan Bantuan ke Warga yang Diisolasi Usai Kontak dengan Pasien Positif

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang melakukan isolasi."

Image
News
Wabah Corona

222 Warga Mimika Terinfeksi Covid-19

Terdapat penambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan PCR pada Laboratorium Klinik Kuala Kencana.

Image
News

Telisik Korupsi Dana Hibah, 48 Pejabat dan Staf KONI Diperiksa Kejagung

Untuk mengumpulkan bukti adanya tindak pidana dalam kasus ini.

Image
News

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

Sekitar 60 % Zona Biru (level 2) bisa memulai pilihan new normal.

Image
News

Sopir Bajaj Ditetapkan Tersangka Kasus Tabrakan Bus Transjakarta yang Tewaskan Satu Penumpang

Penetapan tersangka berdasarkan hasil olah TKP dan pengumpulan barang bukti berupa video rekaman CCTV.Sopir Bajaj Ditetapkan Tersangka Kasus

Image
News
Pilkada 2020

Digelar di Tengah Covid-19, DPD: Pilkada Serentak 2020 Pemerkosaan Politik

Siapa yang bisa menjamin proses kampanye dengan berkerumunnya masa tidak terjadi penularan Covid-19?

Image
News

Pria yang Gagahi Seorang Gadis di Depok Ternyata Sudah Siapkan Alkohol Bacardi

Nanti kita akan beberkan kalau pemeriksaan sudah selesai karena pelaku masih diperiksa secara intensif

Image
News
Wabah Corona

Aturan Wajib SIKM di DKI Berakhir 7 Juni 2020

Tal bisa memperpanjang aturan wajib SIKM ini secara sepihak

Image
News

Demonstrasi di AS Ricuh, Massa Jarah Toko dan Bakar Pusat Kota

Ini adalah malam kedua protes di Minneapolis sejak kematian Floyd, setelah seorang polisi berlutut di lehernya hingga ia tak lagi bergerak.

terpopuler

  1. Syahrini dan Penyebar Video Porno Akan Dipertemukan Hari Ini

  2. Pamer Wajah Asli, Foto Influencer Ini Beda Jauh dari yang di Medsos

  3. Cak Lontong: Yang Berubah Hanya Para Normal Jadi Para New Normal Karena Tidak Ada yang Normal

  4. Go International, Liga Tarkam di Kebun Kelapa Banten Ini Diunggah Instagram AFC

  5. Via Vallen hingga Anji, 5 Penyanyi Besar yang Pernah Gagal di Ajang Indonesian Idol

  6. Pemerintah Terkesan Menyepelekan Dampak Sosial, Kini Terjadi Gelombang Capital Outflow

  7. 5 Jenderal Muslim Terhebat dalam Sejarah, Mampu Berikan Kejayaan Islam di Dunia

  8. Ini Daftar Lengkap Kalender Pendidikan DKI Jakarta Tahun Ajaran 2020/2021

  9. Bak Istana, 7 Potret Rumah Kareena Kapoor dan Saif Ali Khan yang Mewah Abis

  10. Jatuh Hingga Terperangkap Seharian saat Panjat Tebing, Pria Australia Ini Terancam Jalani Amputasi Kaki

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Anies Baswedan Bersama Putrinya

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo