image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Kepala WHO Seru Pemimpin Negara untuk Hentikan Politisasi Virus

Sahistya Dhanes

Image

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang situasi virus corona (COVID-19), di Jenewa, Swiss, 28 Februari 2020. | REUTERS

AKURAT.CO, Kepala WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan persatuan dalam menghadapi pandemi dan menghentikan politisasi virus. Pernyataan ini disampaikan menyusul serangan yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepadanya.

"Tolong, persatuan di tingkat nasional, tidak menggunakan poin Covid atau politik. Kedua, solidaritas jujur di tingkat global. Dan kepemimpinan jujur dari AS dan China." katanya, dilansir dari laman BBC, Kamis (9/4).

"Yang paling kuat harus memimpin jalan dan silakan mengarantina politik Covid," lanjutnya merujuk pada serangan Trump.

baca juga:

Sebelumnya, Trump mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk mengakhiri pendanaan AS untuk WHO, serta menuduh WHO 'sangat China-sentris' dan mengatakan mereka 'benar-benar menghancurkan' respon pandemi mereka.

"WHO. benar-benar gagal. Untuk beberapa alasan, sebagian besar didanai oleh Amerika Serikat, namun sangat China sentris. Kami akan memberikan tampilan yang bagus. Untungnya saya menolak saran mereka tentang menjaga perbatasan kita terbuka ke China sejak dini. Mengapa mereka memberi kami rekomendasi yang salah?" tulis Trump di Twitter.

"Mereka menyerukan hal yang salah. Mereka benar-benar melewatkan panggilan. Dan kita akan menahan uang yang dihabiskan untuk WHO. Kita akan menahannya dengan sangat kuat, dan kita akan melihatnya." kata Trump.

AS adalah salah satu penyandang dana sukarela terbesar badan tersebut, dengan data WHO menunjukkan bahwa mereka berkontribusi 15 persen terhadap keseluruhan anggarannya. Terkait ancaman Trump, Tedros mengatakan ia yakin bahwa pendanaan AS akan berlanjut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelumnya telah menambahkan suaranya untuk membela WHO. Dia menggambarkan pandemi virus corona sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengatakan penilaian apa pun tentang bagaimana penanganannya harus menjadi masalah di masa depan.

"Sekarang adalah waktu untuk persatuan, bagi komunitas internasional untuk bekerja bersama dalam solidaritas untuk menghentikan virus ini dan konsekuensinya yang menghancurkan," katanya.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Bappenas: Melawan Pandemi Tak Bisa Hanya Pemerintah, Masyarakat Harus Paham dan Ikuti Protokol Kesehatan

Image

News

PBB Kecam Pembunuhan George Floyd, Sebut AS Harus Bertanggung Jawab

Image

News

Wabah Corona

Setelah Trump, Kini Pejabat China Ikut Dilabeli Kicauannya oleh Twitter

Image

News

Media Asing Soroti Indonesia Tetap Gunakan Obat Malaria untuk COVID-19 Meski Sudah Diperingatkan WHO

Image

Ekonomi

Ketegangan AS-China Juga Membuat IHSG Merah

Image

Ekonomi

Rupiah Masih Tertekan Akibat Ketegangan AS-China

Image

News

Sempat Diremehkan Trump, Kematian Akibat Virus Corona di AS Tembus Angka 100 Ribu!

Image

Olahraga

Intip 5 Aksi Olivia Marie, Atlet Taekwondo Cantik Asal AS yang Punya Tendangan Maut

Image

Olahraga

Floyd Mayweather

Hadiri Pesta di Arizona, Mayweather Dikritik Walikota Setempat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Khawatir Ada Mata-mata, AS Ingin Pulangkan Ribuan Mahasiswa dari China

Selama ini, sekitar 360 ribu warga China yang masuk sekolah AS setiap tahunnya berkontribusi dalam perekonomian sebesar Rp205 triliun.

Image
News

Basarah Sebut Pancasila Lebih Cocok buat Indonesia Dibanding Komunisme, Kapitalisme dan ISIS

Kerap kali kita tak memahami eksistensi dan kedudukan hukumnya, karena kurang memahami dengan benar sejarah pembahasan dan perumusannya.

Image
News

PT Jamkrindo Konsisten memberikan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Rumah Yatim ini berdiri di tengah perkampungan kumuh dekat waduk Pluit.

Image
News
Wabah Corona

ISIS Sebut Virus Corona sebagai Azab Tuhan dan Ancam Lancarkan Serangan

Orang yang bicara dalam rekaman itu mengaku dirinya sebagai juru bicara ISIS Abu Hamzah al-Quraishi.

Image
News
Wabah Corona

RMI NU Minta Pemerintah Tunda Penerapan Konsep New Normal di Pesantren

Abdul mengatakan bahwa jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 masih tinggi, mengkhawatirkan serta persebarannya makin meluas.

Image
News

Dokumen Belum Lengkap, KPU Kembali Datangi Bareskrim untuk Laporkan Kebocoran Data DPT

Syarat formil belum lengkap.

Image
News
Wabah Corona

Tsamara: Membuka Sekolah di Fase New Normal bukan Urgensi

Hanya bertujuan selamatkan ekonomi.

Image
News
Wabah Corona

UPDATE Kasus Covid-19 per 29 Mei: Total ODP 49.212 dan PDP 12.499

Kurva kasusnya bertambah.

Image
News
Wabah Corona

Usai 2 Bulan Dirawat, Pasien COVID-19 Kasus Nomor 28 di DIY Akhirnya Sembuh

Detailnya, pertama kasus 28 dengan pasien perempuan 52 tahun asal Sleman. Dia tercatat mulai masuk ke ruang isolasi per 1 April lalu

Image
News

Belum Tahu Kelanjutan PSBB, Kapolda: Yang Pasti Kami Bersiap untuk Segala Kebijakan

Meski belum mengetahui apakah Jakarta bakalan New Normal, tapi pihaknya tetap menjalani persiapan pengamanan

terpopuler

  1. 5 Kisah Cinta Segitiga Rumah Tangga Artis Bollywood yang Bikin Publik Heboh!

  2. Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam, Melindungi Diri dari Fitnah Dajjal

  3. Nasib Benih Lobster Diberikan ke 9 Perusahaan, Susi: Masa Depan Bangsa?

  4. Pahlawan SARS dari China Sebut Corona Lebih Dulu Bercokol di AS dan Eropa, Bukannya Wuhan

  5. Warga yang Terlanjur di Luar Jabodetabek, Silakan di Sana Dulu, Bangun Kampung, Kalau Balik Bawa SIKM

  6. Tak Hanya Syahrini, 5 Artis Cantik Ini Pernah Tersandung Kasus Video Porno

  7. Berbahaya bagi Jantung, WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Obat Antimalaria pada Pasien Corona

  8. Cerai Karena Orang Ketiga, Cathy Sharon Butuh 2,5 Tahun Bisa Memaafkan Mantan Suami

  9. Sahkah Salatnya Perempuan yang ketika Sujud Tangannya Terhalang Mukena?

  10. Tanggapi Menko Perekonomian Soal New Normal, Said Didu: Harusnya Mengutamakan Penyelamatan Rakyat bukan Coba-coba

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton