image
Login / Sign Up

Cerita Menarik Seorang WNI di Tengah Lockdown di Prancis

Siswanto

Wabah Corona

Image

Suasana salah satu jalan raya di Prancis ketika diberlakukan lockdown | Derby Asmaningrum

AKURAT.CO, Sejak 27 Maret lalu, Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe telah mengetuk palu perpanjangan Lockdown hingga 15 April mendatang yang akan diteruskan jika situasi belum merestui.

Seluruh sekolah hingga universitas, kantor, tempat-tempat keramaian umum dan wisata serta pusat perbelanjaan masih ditutup kecuali apotek, bank, pom bensin, toko bahan makanan, Supermarket dan transportasi seperti kereta api dan bus yang tetap beroperasi dengan pengurangan armada.

Warga tentu saja masih dilarang untuk keluar rumah kecuali untuk membeli bahan makanan, ke apotek dan pergi kerja (bagi yang tidak bisa dari rumah) dan berolahraga (harus sendiri dan dalam jarak dekat).

baca juga:

Para petugas kepolisian pun terus berpatroli secara rutin di jalan raya. Jika ingin meninggalkan rumah, warga diwajibkan membawa Surat Keterangan (Attestation) yang bisa diunduh dari situs Kementerian Dalam Negeri Prancis lalu di-print dan ditunjukkan kepada polisi ketika ada pemeriksaan.

Mulai Senin 6 April, warga tidak perlu repot-repot lagi membawa SK yang dalam bentuk kertas tersebut karena formulirnya sudah bisa didownload melalui smartphone sehingga para polisi hanya tinggal menscan QR Code yang tertera di layar.

Di dalam formulir tersebut terdapat beberapa pilihan alasan meninggalkan rumah, di antaranya berbelanja bahan makanan, olahraga (jogging), pergi kerja termasuk membawa binatang peliharaan keluar.

Jika ada warga yang keluar rumah tanpa memiliki SK tersebut, maka dendanya adalah 200 euro (sekitar 3,5 juta rupiah) dari harga denda inisial yaitu 135 euro (sekitar 2,3 juta rupiah) pada periode Lockdown dua minggu pertama. Jumlah 200 euro tersebut bisa ngelunjak menjadi 450 euro (sekitar 7,9 juta rupiah) jika tidak dibayarkan dalam 45 hari.

Saat ini saya tinggal di wilayah pinggiran kota kira-kira 45 menit dari Paris, sang ibukota. Menjalani hari-hari di bawah hantaman virus corona dan cengkraman Lockdown tidaklah semudah itu. Dari yang semula bisa bebas keluar rumah kini harus mendekam di dalam dan jika harus keluar rumah benar-benar terasa seperti mau pergi ke medan perang.

Di Prancis, warga yang sehat-sehat saja tidak diperkenankan membeli masker di apotek karena masker tersebut ditujukan khusus untuk orang yang sakit yang memiliki resep dari dokter.

Selain itu, sekolah yang ditutup dan mengharuskan anak-anak belajar dari rumah dengan mendapat PR lewat email setiap hari merupakan tantangan tersendiri bagi para orang tua.

Setiap hari di kala menonton televisi sudah pasti iklan-iklan di dalamnya berbunyi "Tetaplah di rumah anda," bahkan chanel kartun anak-anak pun dituliskan seperti itu tentu saja dengan warna-warna dan gambar latar yang lucu.

Pusat-pusat perbelanjaan yang ditutup memaksa hampir semua barisan butik di dalamnya untuk berjualan via internet dan menjanjikan akan tetap mengedepankan standar kebersihan yang tinggi ketika mengerjakan pesanan konsumen ditambah lagi mereka juga memberi iming-iming ongkir gratis di atas jumlah pembelian tertentu.

Jalan-jalan di kota terlihat sangat sepi, hanya satu dua kendaraan yang lewat atau warga yang harus keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan pokok. Terkadang suasana sunyi itu dipecahkan oleh sirine polisi yang saling meraung berbalapan.

Namun jika akhir pekan mendekat, biasanya pom bensin menjadi sedikit ramai dan ada beberapa warga yang jalan-jalan keluar namun tidak bergerombol, hanya untuk menghirup udara segar, tentu saja harus membawa Surat Keterangan karena bisa diperiksa polisi sewaktu-waktu. Berdasarkan pengamatan, bisa dikatakan warga kota tempat saya tinggal benar-benar disiplin dan mematuhi arahan pemerintah.

Selanjutnya, bagaimana saya membeli kebutuhan pokok di sini? Beberapa hari setelah babak pertama Lockdown dimulai (16 Maret), memang sempat terjadi panic buying bahkan di beberapa tempat ada yang sampai adu jotos demi mendapatkan giliran untuk masuk ke dalam Supermarket.

Akhirnya, pihak Supermarket pun membuat peraturan dengan menyuruh para konsumen antri di luar dan mempersilakan para pelanggan tersebut masuk secara bergiliran guna menghindari gelagat senggol-dorong-rebut.

Suasana salah satu Supermarket di Prancis ketika diberlakukan Lockdown. Derby Asmaningrum

Namun fenomena panic buying ini hanya berlangsung beberapa hari setelah itu mereda dan situasi pun kembali normal, tidak ada lagi antrean yang mengular seperti sebelumnya apalagi ditambah pengumuman pemerintah Prancis yang terang-terangan menjamin ketersediaan bahan makanan selama masa Lockdown. Jadi panic buying hanya akan membuat kita terlihat malu-maluin sekaligus rakus.

Namun pilihan saya dalam berbelanja memenuhi kebutuhan pokok selama masa pandemi ini adalah dengan membeli lewat internet alias belanja online di mana para konsumenlah yang harus menjemput sendiri barang-barang belanjaannya. Di Prancis cara belanja seperti ini disebut dengan "Drive." Jadi pertama-tama saya akan log in ke situs hypermarket yang diinginkan lalu memilih lokasi hypermarket terdekat untuk mengambil barang belanjaan.

Setelah itu saya pun mulai berbelanja kebutuhan lalu menuju tahap pembayaran. Setelah semua beres, biasanya dalam 2 jam belanjaan kita sudah bisa diambil.

Namun dalam masa corona ini 2 jam tersebut menjadi 4-5 hari, bahkan seminggu! Konsumen juga harus lebih banyak bersabar karena banyak barang yang habis (biasanya dire-stock dalam 2-3 hari).

Wajar, karena semua orang waspada dan lebih memilih jalur aman dalam berbelanja yaitu melalui internet. Alhasil, situs pun terkadang down yang membuat saya harus mencoba lagi berkali-kali.

Pandemi corona sepertinya bakal tinggal lebih lama di sini. Jika upaya memutus mata rantainya adalah dengan tetap berada di rumah seperti yang dititahkan pemerintah, maka itulah jalan terbaik untuk saat ini.

Memang kini di Prancis semakin banyak warga yang sudah tidak sabar ingin melakukan aktivitasnya seperti biasa, kembali layaknya kehidupan semula, tapi apa daya, kita wajib mengikuti arahan Pemerintah. Lagipula, semakin kita disiplin berada di rumah saja, semakin cepat pula kita akan berada di luar kembali. Jadi, stay home, stay safe! (Derby Asmaningrum, Prancis) 

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Sempat Tertekan, IHSG Selamat Karena Sentimen Global

Image

Ekonomi

Kabar Baik! Rupiah Kembali Lagi ke Level Rp13.000-an

Image

Ekonomi

Rupiah Kembali Tancap Gas di Sesi Pertama Perdagangan

Image

Iptek

Jerman dan Prancis Dukung Pengembangan Cloud Computing Eropa

Image

Ekonomi

Rupiah Stagnan Karena PSBB DKI Jakarta Diperpanjang

Image

Ekonomi

Rupiah Makin Perkasa Berkat Kerusuhan di AS

Image

News

Prancis Gelar Unjuk Rasa Mengenang Adam Traore yang Senasib dengan George Floyd

Image

Ekonomi

Kabar Baik! IHSG Sudah Mendekati Tingkat Psikologis 5.000-an

Image

Ekonomi

Terimakasih New Normal! Rupiah Bisa Terus Menguat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

AHY: Baru Saja Demokrat Kehilangan Salah Satu Kader Terbaik

SBY juga sampaik duka cita.

Image
News

Ade Armando Laporkan Sejumlah Media Massa ke Dewan Pers Terkait Pemberitaan Putusan PTUN soal Pemblokiran Internet di Papua

Indonesia membutuhkan pers yang senantiasa menyiarkan informasi yang akurat dan teruji kebenarannya

Image
News
Wabah Corona

Prajurit TNI AU Cilangkap Gelar Solat Jumat Perdana di Masa Transisi New Normal

Protokol kesehatan diterapkan dengan ketat.

Image
News

Riset LSI Denny JA: Ada Enam Strategi Hadapi New Normal

Riset dilakukan LSI dengan metode kualitatif yaitu studi data sekunder periode.

Image
News

Tidak Ada Pekerjaan, Lahan Kebun Aren PT STM di Sorek Tidak Terurus

Bangunan yang disinyalir menjadi tempat tinggal para pekerja yang merawat lahan Singkong dan Aren telah rusak.

Image
News
Wabah Corona

Lawan Covid-19, Perempuan Golkar Luncurkan Program Jumat Berbagi untuk Sesama

Program Jumat Berbagi Untuk Sesama, adalah program rutin setiap hari Jumat yang akan mendistribusikan 1000 paket sembako

Image
News

Serang Pria Tua hingga Berdarah di Protes Floyd, 2 Polisi AS Resmi Dipenalti

Pihak berwenang belum mau mengidentifikasi nama kedua petugas yang menjadi pelaku penyerangan.

Image
News

Perampok Tamansari Namakan Dirinya Kelompok AKAP

Sebelumnya diketahui, pegawai Indomaret bernama Tri Wahyuni ditodongkan senjata api oleh pelaku perampokan pada (26/5/2020)

Image
News

Kapolda Jabar dan Bakornas LEPPAMI PB HMI Bagikan Bantuan Bagi Korban Longsor di Bogor

Wakil Ketua Posko bencana ABD. Muhyi berterimakasih atas perhatian dan bantuan paket Sembako tersebut

Image
News
Wabah Corona

UPDATE Corona 5 Juni: Total ODP 49.320 dan PDP 13.592

ODP bertambah hampir 2 ribu orang.

terpopuler

  1. Pasca Operasi Bayi Tabung, Zaskia Sungkar Keluhkan Perut Kadang Sakit

  2. Bens Leo Soroti Ada 'Tepuk Tangan' Kekeyi di Lagu Keke Bukan Boneka

  3. Kekeyi Diduga Menjurus Pelanggaran Hak Cipta, Bens Leo Minta Pencipta Hingga Label Rekaman Turun Tangan

  4. Protes George Floyd: Pengamat Indonesia Sebut Donald Trump Bakal Kalah Besar di Pemilu 2020

  5. Gempa di Aceh Pagi Tadi Rusak Bangunan

  6. Video Mahasiswa Unjuk Rasa Tuntut Jokowi Mundur di Tengah Pandemi Dipastikan Hoaks

  7. Tidak Diberi Kesempatan Bicara Soal PSBB, Wagub Riza Sesekali Terlihat Main HP 

  8. Deddy Corbuzier Akhirnya Blak - Blakan Soal Rencana Nikahi Sabrina Chairunnisa

  9. Kisah Pemuda Singapura yang Positif COVID-19, Diisolasi 68 Hari dan Jalani Tes Swab 22 Kali

  10. Meski Putusan PTUN Tak Memerintahkan, Anggota DPR Ini Tetap Desak Presiden Minta Maaf

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah