image
Login / Sign Up

Rumah Dianggap Kebun Binatang hingga Data Pribadi Bocor, Dilema Warga India Jalani Karantina Mandiri

Citra Puspitaningrum

Wabah Corona

Image

Warga India yang menjalani karantina rumah mendapat stigma dan diskriminasi dari masyarakat | BBC

AKURAT.CO, Sejumlah warga di India harus menjalani karantina mandiri untuk mencegah kemungkinan dirinya menularkan virus corona ke warga lainnya. Namun, berbagai masalah harus mereka hadapi, mulai dari stigma, diskriminasi, hingga bocornya data pribadi.

Keluarga Bharat Dhingra menjalani karantina rumah sejak saudaranya beserta istri pulang dari Amerika Serikat (AS) pada 22 Maret. Tak ada satu pun dari mereka mengalami gejala COVID-19, tetapi keluarga itu mematuhi imbauan pemerintah dan mengarantina diri.

Otoritas pun menempelkan stiker berbunyi "Dilarang berkunjung. Rumah ini dalam masa karantina" di depan rumah mereka. Tanda itu sebenarnya untuk memastikan warga mematuhi aturan. Namun, bagi keluarga Dhingra yang taat aturan, tanda ini justru menyebabkan stres.

"Rumah kami jadi seperti kebun binatang. Orang-orang berhenti dan memotretnya saat lewat. Para tetangga menyuruh kami tetap di dalam meski kami hanya ke balkon sebentar," ungkap Dhingra, dilansir dari BBC pada Rabu (8/4).

Keluarga yang terdiri dari 6 orang itu paham tanda karantina ini untuk peringatan. Otoritas pemerintah pun bersikap baik pada mereka, tetapi justru sebagian warga menyakiti mereka.

"Sebagian warga menyebarkan foto rumah kami di grup WA untuk peringatan. Orang-orang perlu memahami bahwa karantina rumah adalah sebuah tindakan pencegahan, bukan berarti kami terinfeksi. Seandainya memang terinfeksi, kami tak perlu dikucilkan," sambungnya.

Tak hanya keluarga Dhingra, nasib yang sama juga menimpa warga lainnya. Salah satu pasangan yang tak mau disebutkan namanya menceritakan banyak orang menganggap horor rumah mereka di Noida, pinggiran Delhi.

"Kami menjalani karantina rumah begitu pulang dari luar negeri sebagai tindakan pencegahan. Kami tak menyangka bakal dijauhi masyarakat," keluhnya.

Padahal, mereka ingin disemangati lewat telepon atau pesan teks.

"Tapi semua orang memandang kami dengan curiga, bahkan ketika kami berada di balkon kami. Itu terlihat jelas di mata mereka. Kami tak bertemu siapa pun. Sangat menyedihkan diperlakukan seperti ini," tambahnya.

BBC



Artis Kuljeet Singh juga menghadapi masalah serupa saat diminta mengarantina diri di rumahnya di Distrik Farrukhabad, Uttar Pradesh. Pasalnya, ia telah bertemu penyanyi Kanika Kapoor di sebuah pesta dan penyanyi itu dinyatakan positif.

"Kasus ini dibahas tanpa henti di media dan itu menekan keluarga saya. Segala jenis gosip beredar. Ada yang mengatakan saya muntah darah dan akan mati sebentar lagi. Orang pun takut karena percaya pada gosip di media sosial," kata Singh.

Masa karantinanya telah berakhir, tetapi ia yakin stigmanya tak hilang begitu saja.

"Bahkan pedagang sayur dan susu menolak mengantar ke rumah kami," kisahnya.

Tak hanya itu, stigma ternyata juga terbentuk saat tes corona. Salah satu pasangan di negara bagian Bihar menceritakan putra mereka keluar dari apartemen lalu ke jalan untuk menjalani tes swab.

"Ia menjalani karantina rumah usai pulang dari Kanada. Para tetangga ketakutan begitu melihat banyak dokter memakai baju hazmat. Sejak saat itu warga berhenti menyapanya meski dari jarak aman," ungkap pasangan itu.

Mereka menambahkan kalau hasil putranya menunjukkan negatif, tetapi diskriminasinya tetap berlanjut.

"Warga masih enggan berinteraksi dengannya," sambungnya.

BBC



Sementara itu, nama dan alamat orang-orang yang dikarantina di Kota Hyderabad dan Bangalore sengaja diungkap ke publik. Menurut seorang pejabat tinggi di Bangalore, mereka dengan santainya berkeliaran ke mana-mana, seolah sedang liburan. Itu sebabnya data mereka dibocorkan. Namun, pakar memperingatkan kalau tindakan ini melanggar privasi.

"Tidak apa-apa kalau yang dibocorkan hanya namanya. Namun, mengungkap alamatnya bisa mendatangkan masalah," ujar pengacara KV Dhananjay.

Sejumlah fasilitas karantina pun diprotes warga. Di Mysore, misalnya, warga mendesak otoritas mengevakuasi sebuah hotel tempat 27 orang dikarantina.

"Warga takut mereka yang menginap di hotel akan meludah dari jendela dan menulari mereka," kata MJ Ravikumar, mantan wakil wali kota Mysore yang tinggal di wilayah itu.

Data pribadi, termasuk nomor telepon, lebih dari 19 orang yang dikarantina juga dibocorkan di Hyderabad. Alhasil mereka menerima banyak panggilan telepon asing dan pesan menyesatkan tentang bagaimana membunuh virus itu.

"Saya meninggalkan Hyderabad untuk pulang kampung. Saya pun memberi tahu otoritas desa dan mengisolasi diri meski tak punya sejarah perjalanan ke luar negeri," ungkap Ramesh Tunga yang mudik sebelum Lockdown diumumkan pada 24 Maret.

Namun, inisiatif pencegahannya itu malah mengundang masalah baginya. Ia juga menghadapi diskriminasi serupa.

"Warga tak mau lagi bicara pada keluarga saya. Setiap orang yakin saya terjangkit virus corona dan akan menulari seluruh desa. Hati-hati itu bagus, tetapi jangan lantas mengabaikan kemanusiaan," pesannya.[]

baca juga:

Editor: Ahada Ramadhana

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

DPRD Minta Tim Gugus Tugas Segera Swab Tes COVID-19 pada Wawali Surabaya

Image

News

Adhitya Herwin: Kondisi Pangan Indonesia Dipastikan Aman di Tengah Pandemi

Image

News

Wabah Corona

Asal Terapkan Protokol Pencegahan COVID-19, Sultan Persilakan PKL Malioboro Berjualan

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Bansos Pemerintah Diperpanjang hingga Desember, Nilai Manfaat Turun Jadi Rp300 Ribu

Image

News

Wabah Corona

Berstatus ODP, Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana Lakukan Karantina Mandiri

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Sri Mulyani Sebut Biaya Penanganan COVID-19 Naik Jadi Rp677,20 Triliun

Image

News

Wabah Corona

Per 3 Juni, Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Terkonfirmasi 28.233 Orang

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Karena COVID-19, Jumlah Kunjungan Wisman April 2020 Turun 87,44 Persen

Image

News

Dapat Video Kerumunan, Ganjar Cepat-cepat Datangi Bandara Ahmad Yani: Ayo Duduknya Jangan Berdekatan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tidak Ada Akhlak, Seorang Kakek Cabuli Dua Bocah 7 Tahun

"Tersangka berinisial LKM (62) berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polresta Banyumas di rumahnya pada hari Selasa (2/6)."

Image
News
Wabah Corona

DPRD Minta Tim Gugus Tugas Segera Swab Tes COVID-19 pada Wawali Surabaya

Termasuk melakukan tracing (pelacakan) untuk mendeteksi asal-muasal penularan.

Image
News

Adhitya Herwin: Kondisi Pangan Indonesia Dipastikan Aman di Tengah Pandemi

Kondisi pertanian kita di masa pandemi ini sebenarnya tidak seseram apa yang diberitakan selama ini.

Image
News

Seorang Pedagang di Pasar Serdang, Kemayoran Positif Corona

Dr. Buana membenarkan, satu pedagang yang positif Covid-19. Saat ini pedagang tersebut di Wisma Atlet guna mendapat perawatan

Image
News
Wabah Corona

Asal Terapkan Protokol Pencegahan COVID-19, Sultan Persilakan PKL Malioboro Berjualan

Sebagian PKL terpantau mulai kembali berjualan di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta saat masa pandemi COVID-19 belum usai

Image
News

Pengamat: Partai Gelora Sasar Pemilih Figur Muda Umat Islam yang Kecewa dengan PKS

Terutama migrasi dari anggota maupun simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kecewa atau tidak puas dengan kinerja politik PKS.

Image
News

Jelang Penerapan New Normal, Ratusan Warga Warakas Jalani Rapid Tes

Makrus Nugroho mengatakan rapid test dilakukan untuk pengendalian dan pencegahan dini pandemi covid19

Image
News

Akun Twitternya Dibekukan, Ferdinand Duga Ulah Pendukung Anies

"Saya duga kelompok yang mereport akun saya secara massal ini dari kelompok pendukung yang memang saya kritisi terus."

Image
News

Pengamat Kebijakan Publik: New Normal Belum Tepat Diterapkan di Jakarta

New Normal bisa diterapkan untuk kawasan yang zonanya sudah berubah biru atau hijau

Image
News
Wabah Corona

Berstatus ODP, Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana Lakukan Karantina Mandiri

Whisnu mengaku terkejut karena lima dari 15 warga yang semula dinyatakan negatif COVID-19 diralat oleh Pihak Puskesmas Kedungdoro menjadi po

terpopuler

  1. Mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sebut Ade Armando Orang yang Tak Jelas

  2. Viral Pemakaman Anak Racing Digeber Suara Motor, Warganet: Kasian Jenazahnya Nggak Tenang

  3. Ngeri! Gara-gara COVID-19, Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Tak Tumbuh Tahun Ini

  4. Sultan HB X Minta 3.116 Jemaah Haji Asal DIY yang Batal Berangkat Tahun Ini Maklum

  5. Kenakan Rompi Bertuliskan Syahadat, Luhan Dituding Lecehkan Agama Islam

  6. Anies Bakal Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Tingkat RW

  7. Tenang! SIM Habis April-Mei, Jangan Buru-buru Perpanjang, Polisi Tidak Akan Tilang

  8. Barack Obama Buka Suara: Insiden George Floyd Bisa Dijadikan Titik Reformasi

  9. Dibuang Muenchen, Tak Terpakai di Barcelona, Coutinho Bakal Kembali ke Inggris

  10. Advokat Pelapor Kasus Gagal Bayar di PT Mahkota Terancam Dikriminalisasi

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Kota di Masa Pandemi

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Terjerat Narkoba hingga Distributor Resmi 7 Brand Kaca Film, 5 Fakta Menarik Christopher Sebastian, Pendiri Makko Group

Image
News

5 Pesona Kahiyang Ayu Lakukan Virtual Photoshoot Bersama Diera Bachir

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan