image
Login / Sign Up

Kasus COVID-19 Meroket, Petugas Medis dari Spanyol hingga Inggris Nekat Pakai Kantong Sampah untuk APD

Endarti

Wabah Corona

Image

Dokter Roberts terlihat mengoreksi 'pakaian pelindung' rekannya yang terbuat dari kantong sampah | News Maker

AKURAT.CO, Setelah China, pandemi COVID-19 semakin meningkat di negara-negara Eropa. Di Spanyol misalnya, kasus infeksi terus bertambah hingga jumlah pasien dilaporkan sudah mencapai lebih dari 140 ribu orang. Inggris juga mencatatkan kasus infeksi COVID-19 lebih dari 51 ribu kasus dengan kematian mencapai lebih dari 5 ribu jiwa.

Ironisnya, kondisi ini tidak dibarengi dengan kecukupan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para petugas medis. Bloomberg (21/3) melaporkan bagaimana para dokter Eropa dilaporkan putus asa hingga terpaksa memakai tas sampah untuk APD mereka. Tidak hanya itu, banyak kasus di mana para dokter di Eropa yang akhirnya terinfeksi COVID-19 lantaran memakai APD seadanya.

"Di beberapa rumah sakit di Spanyol, dokter dan perawat menggunakan karung plastik sampah untuk lengan mereka serta untuk memproteksi mereka. Sementara mereka (tengah) bekerja menyelamatkan banyak pasien yang berjuang untuk bernapas. Mereka kehabisan jas pelindung sekali pakai," tulis jurnalis Bloomberg.

baca juga:

Sementara, dalam laporannya, News Maker pada Senin (6/4) menambahkan bagaimana para dokter Inggris juga terlihat kewalahan lantaran dihadapkan pada krisis kekurangan fasilitas serta peralatan rumah sakit.

Mengutip hasil wawancara BBC, News Maker lantas menuliskan kisah seorang dokter yang juga mengaku memakai plastik sampah untuk APD. Memakai nama samaran Dr. Robert, ahli medis Inggris inipun menerangkan bagaimana ia dan timnya terpaksa memakai plastik sampah untuk pelindung diri lantaran rumah sakit tempat dia bekerja berada pada ambang kritis.

"Unit perawatan intensif sudah penuh dengan pasien COVID-19, semua operasi non-darurat, termasuk klinik kanker, telah ditunda. Ada kekurangan personel, tempat tidur, antibiotik dasar, dan alat bantu pernapasan."

"Tetapi yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahwa profesional kesehatan yang merawat pasien dalam perawatan intensif selama 13 jam sehari mencoba membuat barang-barang seperti kantong sampah, celemek plastik, dan kacamata ski yang mereka pinjam untuk melindungi diri mereka sendiri," tulis News Maker.

TWITTER/@GundemFransa

Tidak hanya itu, News Maker juga melaporkan bagaimana banyak petugas layanan kesehatan di Inggris tanpa APD yang memadai harus bekerja dengan jarak 20 cm dari para pasien terduga COVID-19. Padahal, seperti diketahui, tanpa perlindungan memadai, individu setidaknya harus menjaga jarak atau physical distancing minimal 2 meter.

Sementara itu, pemerintah Inggris mengakui bahwa ada kekurangan pengiriman peralatan pelindung kepada para staf kesehatan. Namun, dalam keterangannya, otoritas mengklaim bahwa tim dukungan logistik nasional tengah berupaya keras memberikan peralatan medis yang diperlukan, termasuk masker canggih yang dikatakan dikirim ke rumah sakit-rumah sakit Inggris sejak 1 April lalu.

Meski demikian, dalam pengumuman tersebut, tidak ada laporan terkait dengan bahan serta pakaian pelindung lengan panjang yang bisa melindungi bagian kepala. Dalam hal ini, Roberts juga mengaku bahwa dia belum menerima bahan pelindung hingga peralatan medis yang dimaksud oleh pemerintah.

"Semua masker filter yang kami gunakan saat ini telah melewati tanggal kedaluwarsa dan tanggal baru telah dicetak. Kemarin kami melihat bahwa tanggal kedaluwarsa diperbarui tiga kali dalam satu masker. Yang pertama adalah 2009, yang kedua berakhir pada 2013, tanggal yang baru dicetak pada mereka semua, 2021," ucap Roberts.

Terkait dengan masalah ini, Badan Kesehatan Inggris telah membuat pernyataan dengan menyebutkan bahwa semua bahan pelindung, yang tanggal kadaluwarsanya telah diperbarui, sudah diuji secara ketat. Tidak hanya itu, pemerintah juga mengklaim telah menyediakan layanan telepon darurat bagi para staf kesehatan yang membutuhkan APD.

Roberts menampik klaim pemerintah tersebut. Dalam keterangannya, dokter Inggris ini melaporkan bagaimana salah satu rekannya akhirnya terjangkit karena merawat pasien intensif COVID-19 tanpa APD yang memadai.

Kasus tertularnya dokter Inggris yang diceritakan Roberts ini menunjukkan bahwa staf medis di negara-negara Eropa, seperti Spanyol, Inggris dan Italia memiliki ancaman besar dalam merawat pasien COVID-19.

Pada 27 Maret lalu misalnya, Menteri Kesehatan Spanyol sempat mengumumkan bahwa 9.400 petugas kesehatan di negara itu telah positif terkena Virus Corona. Sementara, pada 30 Maret, sekitar 6.500 ahli medis di Italia juga disebutkan ikut terjangkit COVID-19.

Sedangkan di Inggris, 7 petugas kesehatan dilaporkan tewas setelah terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Karena krisis APD hingga ancaman risiko penularan COVID-19 yang dihadapi petugas medis ini, Roberts pun memberikan pesan kepada masyarakat luas agar tetap tinggal di rumah.

"Tetapi, (saya) sangat frustasi melihat taman dan pasar (masih) penuh dengan orang. Tolong tetap di rumah!" pesan Roberts. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pengusaha Makanan dan Minuman Dukung Pelonggaran PSBB Bertahap

Image

News

Wabah Corona

Masa Transisi PSBB, TNI-Polri Petakan 122 Titik Keramaian di Jakarta Barat

Image

News

Wabah Corona

Wali Kota Jakbar: 15 RW yang Masih Zona Merah Covid-19 Akan Dipantau Ketat

Image

News

Wabah Corona

Wali Kota Jaksel: Sebenarnya Salat Jumat Belum Boleh 

Image

News

Wabah Corona

Tiga Pilar Jakarta Barat Resmikan 56 Kampung Bebas Covid-19

Image

News

Wabah Corona

Sengaja Lakukan Eksperimen di Laboratorium! Eks Bos MI6 Percaya Virus Corona Buatan Manusia

Image

News

Soroti Ribetnya Urus SIKM, Marzuki Alie: Ajukan Lewat Online Sistemnya Down, Lewat Email Nggak Jelas Hasilnya

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Mentan Siapkan Langkah Strategis Jaga Pasokan Pangan

Image

News

Wabah Corona

Pasar Tapa Bakal Jadi Percontohan New Normal di Gorontalo

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Masa Transisi PSBB, TNI-Polri Petakan 122 Titik Keramaian di Jakarta Barat

Personil TNI dan Polri akan dikerahkan ke tempat-tempat keramaian untuk mengawasi protokol kesehatan masyarakat.

Image
News

Novel Baswedan Cs Dikabarkan Periksa Nurhadi di Luar Gedung KPK, Dewas Diminta Turun Tangan

IPW mendapat informasi bahwa Novel cs membawa dan memeriksa mantan Sekretaris MA itu ke sebuah tempat di luar Gedung Merah Putih KPK.

Image
News
Wabah Corona

Wali Kota Jakbar: 15 RW yang Masih Zona Merah Covid-19 Akan Dipantau Ketat

"Tim kesehatan akan mantau terus karena di RW (zona merah) itu kan pasti ada yang menderita Covid-19."

Image
News
Wabah Corona

Wali Kota Jaksel: Sebenarnya Salat Jumat Belum Boleh 

Marullah khawatir masa transisi ini justru menjadi penghambat pemulihan wilayahnya

Image
News
Wabah Corona

Tiga Pilar Jakarta Barat Resmikan 56 Kampung Bebas Covid-19

"Saya harap dengan dipilihnya kampung-kampung ini akan menjadi contoh dan inspirasi kampung lain agar terbebas dari Covid-19," ujar Rustam.

Image
News
Wabah Corona

Eks Ketua DPR RI Curhat Soal Mahalnya Pembuatan SIKM Jakarta

Marzuki mengatakan bahwa Presiden Jokowi sudah menyatakan bahwa pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional.

Image
News
Wabah Corona

Sengaja Lakukan Eksperimen di Laboratorium! Eks Bos MI6 Percaya Virus Corona Buatan Manusia

Secara tak sengaja, ada kelelawar bagian dari eksperimen yang terlepas

Image
News
DPR RI

Bukan Supremasi Militer, Meutya Hafid Sebut Pelibatan TNI dalam Penerapan New Normal Hanya Bantu Pemerintah

Pelibatan TNI dalam new normal harus dilihat secara menyeluruh dalam upaya penanganan wabah Covid-19.

Image
News

Soroti Ribetnya Urus SIKM, Marzuki Alie: Ajukan Lewat Online Sistemnya Down, Lewat Email Nggak Jelas Hasilnya

Ia menilai kebijakan tersebut membebani masyarakat yang hendak keluar masuk Jakarta.

Image
News
Wabah Corona

Pasar Tapa Bakal Jadi Percontohan New Normal di Gorontalo

"Jadi pada saat penerapan New Normal nanti, semua sarana dan prasarananya sudah siap dan dapat digunakan dengan baik“

terpopuler

  1. Motif Pembunuhan PSK di Sleman Terkuak, Pelaku Sakit Hati dengan Korban

  2. Setara Institute: Aplikasi Injil Berbahasa Minangkabau Tak Langgar Hukum dan Konstitusi

  3. Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Lukman Hakim: Terjemahkan Kitab Suci ke Bahasa Daerah Itu Tak Hanya Boleh, Bahkan Amat Disarankan

  4. Dianggap Bawa Hoki, Perampok Indomaret Taman Sari Selalu Bawa Keris dan Jaket Hitam saat Beraksi

  5. Kembali Laporkan Raja Sapta, Korban Investasi Minta Jokowi Turun Tangan

  6. Ini Peranan Para Perampok Indomaret di Tamansari, Jakarta Barat

  7. Marzuki Alie Ingatkan Partai-partai Soal BBM: Jangan Anda Diam, Rakyat Sudah Capek Teriak, Pemerintah Bergeming, dan Anda Diam

  8. Tidak Ada Pekerjaan, Lahan Kebun Aren PT STM di Sorek Tidak Terurus

  9. Dewi Soekarno Pesta Ultah Ke-80, Warganet: Gokil Masih Bisa Joget Gitu

  10. Ternyata Ada Jenis Darah yang Halal untuk Dimakan, Apakah Itu?

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah