image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up
Image

Prakoso Permono

Mahasiswa Magister Kajian Terorisme Universitas Indonesia   

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Image

Illustrasi Terorisme |

AKURAT.CO, Pandemi yang tengah melanda dunia kini memalingkan seluruh perhatian kita. Dari sekian banyak persoalan di dunia kini seluruh perhatian tertuju pada angka-angka peningkatan positif Corona, angka kematian, lockdown, social distancing, work from home, dan berbagai istilah yang seluruhnya berhubungan dengan pandemi global yang kini terus melanda berbagai wilayah di Indonesia. Perhatian pada penyakit dan isu yang juga tak kalah signifikan seperti demam berdarah seakan tidak penting lagi, termasuk juga ancaman Terorisme yang nyata-nyatanya terus berkembang dan membayangi jauh dari sorotan publik dan media.

Pada Rabu (25/3/2020) Densus 88 Antiteror menurut keterangan Brigjen. Argo Yuwono dari Divisi Humas Polri telah menangkap 4 terduga teroris dalam sebuah penggerebekan rumah di wilayah Batang Jawa Tengah. Satu di antaranya ditembak mati sebab melakukan perlawanan dengan senjata tajam ketika diamankan oleh Densus 88. Adapun keempat terduga teroris tersebut menurut keterangan Polri merupakan anggota jaringan Jama’ah Ansarut Daulat yang secara ideologis berafiliasi dengan ISIS dan ideologinya. Sekalipun belum diketahui bentuk ancaman teror yang tengah disiapkan namun demikian Densus 88 mendapati berbagai alat yang dapat digunakan untuk membuat peledak seperti cairan kimia, kabel, pipa, dan bahan peledak. Kita tentu patut menduga bahwa terdapat suatu persiapan serangan teror.

Lain halnya dengan Indonesia, Amerika Serikat melalui Department of Homeland Security telah mengirimkan memo kepada lembaga penegak hukum di seluruh Amerika Serikat mengenai kewaspadaan pemanfaatan Pandemi Covid-19 untuk tujuan-tujuan kelompok teror. Kewaspadaan ini didasarkan pada potensi kelompok teror baik domestik seperti kelompok supremasi kulit putih dalam bentuk serangan pada kelompok warga AS keturunan Tiongkok maupun kelompok transnasional dengan penyebaran disinformasi yang mendorong ketidakpercayaan pada pemerintah dan seruan aksi-aksi yang berpotensi menyebabkan chaos. Dalam situasi-situasi kekacauan yang dirancang tersebut kelompok teror dengan mudah dapat menunggangi kekacauan dan melancarkan aksi-aksi serangan fisik.

baca juga:

Menunggangi Corona

Lantas bagaimana strategi kelompok teror untuk menunggangi isu Corona? Paling tidak ada dua potensi kelompok teror menjadi penumpang gelap Covid-19 yaitu penyebaran disinformasi alias hoaks atau serangan fisik pada simbol atau fasilitas publik vital. Kelompok Jama’ah Ansarut Daulah yang 4 anggota jaringannya telah ditangkap Rabu terakhir bulan lalu dikenal luas menggunakan strategi serangan sporadis tanpa perencanaan khusus, tidak sepenuhnya terstruktur dan terorganisir. Semuanya bertumpu pada seruan-seruan jarak jauh dari para pemimpin ISIS untuk menjalankan teror di wilayah masing-masing.

Kini agaknya situasi menuntut kewaspadaan terhadap aksi jaringan JAD menyusul seruan ISIS melalui majalahnya terkait dengan penyebaran Corona sebagaimana dilansir kantor berita ABC News. ISIS sekalipun sejak pertengahan tahun 2019 telah kehilangan wilayah kekuasaannya tetap tidak menghentikan aksi propaganda dunia maya yang menyasar sel-sel jaringan di berbagai wilayah dunia. Seruan ISIS spesifik pada masa pandemi bagi jaringannya ialah untuk melancarkan aksi-aksi serangan pada fasilitas kesehatan yang menangani pasien terjangkit Corona dimanapun berada. Tentu motifnya jelas dan tidak berubah, untuk membuktikan eksistensi dan mendelegitimasi otoritas keamanan serta pemerintah dalam menangani Corona dan keamanan masyarakatnya. Dalam serangan semacam itu tentu saja ancaman ketakutan akan berdampak berkali-kali lipat. Ancaman seruan ISIS dan jaringan JAD patut menjadi perhatian dalam perspektif kajian keamanan sebab kejahatan teror akan sempurna dalam iklim terbukanya kesempatan, adanya tujuan kepentingan kelompok teror, dan absennya keamanan.

Strategi kedua dalam menunggangi isu Corona ialah penggunaan disinformasi. Tentu saja disinformasi tidak sekedar bermakna berita palsu, melainkan berita palsu yang sengaja disebarkan untuk suatu kepentingan. Penyebarnya bisa saja kelompok teror maupun masyarakat pada umumnya yang didorong suatu kepentingan atau sekedar ketidakpekaan. Ahli ilmu politik Harold Lasswell merumuskan pola “siapa, berkata apa, lewat media apa, ditujukan pada siapa, dan akan berdampak apa” sebagai pola komunikasi. Penyebaran info palsu mengenai Corona dengan sengaja, misalnya seperti info kelangkaan bahan pokok, disebarkan melalui media sosial, dibaca dan disebarkan oleh ribuan orang praktis berdampak pada terciptanya ketakutan dan kekacauan.

Potensi disinformasi semakin nyata ketika dihadapkan pada masyarakat kita yang memiliki bibit-bibit kerentanan pada disinformasi. Contoh-contoh faktualnya seperti bibit ketidakpercayaan pada pemerintah, rendahnya literasi, ketimpangan ekonomi, dan meningkatnya individualisme. Seluruhya dapat menjadi pemantik kekacauan. Dalam potensi kekacauan itulah strategi pertama kelompok teror untuk menunggangi isu Corona menjadi semakin terbuka.

Tetap Waspada

Kini kita mesti waspada, masyarakat dan khususnya pemerintah. Pertama tentu saja Densus 88 telah bekerja dengan amat baik dalam menangkap jaringan kelompok teror sebelum terjadinya aksi Terorisme. Namun demikian selain itu fasilitas-fasilitas vital khususnya fasilitas kesehatan perlu dijaga selain dari penyebaran Virus Corona dengan ketersediaan alat pelindung diri (APD) namun juga dari ancaman keamanan dengan peningkatan fungsi intelijen dan kewaspadaan di lapangan. Selain itu pemerintah juga mesti hadir dalam memastikan kebutuhan dasar warga negaranya di tengah pandemi Corono demi mencegah kekhawatiran masyarakat.

Bagi masyarakat tentu saja penting untuk memperhatikan validitas informasi dimasa pandemi Corona. Melawan penyebaran informasi palsu dengan tidak mudah percaya dan tidak panik. Selain itu saat-saat inilah para influencer, youtuber, selebgram, bahkan selebriti tiktok sekalipun amat baik untuk turut berpartisipasi tidak hanya secara finansial namun juga sebagai agen-agen kontra disinformasi di dunia maya. Terbukti efektivitas persebaran informasi dan pengaruh para selebriti tersebut lebih tinggi ketimbang lembaga-lembaga pemerintah dengan mengambil contoh Instagram Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang jumlah like-nya tak lebih dari 500 akun.

Pada akhirnya bayang-bayang Terorisme yang terus membayangi kita bukan sesuatu momok yang mesti menimbulkan ketakutan apalagi kepanikan. Melainkan justru sebaliknya menunjukkan bahwa segala latar belakang ide yang dikehendaki oleh kelompok teror di Indonesia dan seluruh dunia adalah sebenar-benar kejahatan yang tidak mengenal rasa kemanusiaan dan abai pada penderitaan orang lain. Saat bangsa Indonesia berusaha bahu-membahu mengatasi Corona, kelompok ini justru berusaha menusuk dari belakang. Jelas tidak ada suatu ide keselamatan dengan cara-cara jahat di tengah cobaan, kelompok teror dan ide-idenya tidak patut mendapat tempat di hati bangsa Indonesia sekarang dan untuk selamanya.  

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

3 Syarat Utama Penerapan New Normal, Angka Penularan Harus Ditekan

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Akibat Pandemi COVID-19, Taman Bermain Jepang Keluarkan Panduan Bersama

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Harus Terapkan Protokol Kesehatan, Destinasi Riau Akan Kembali Dibuka

Image

News

DPR RI

'New Normal Life' Jadi Tantangan Baru untuk Berkarya dengan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Image

Olahraga

NBA 2019-2020

NBA Pertimbangkan Gunakan Fase Grup untuk Lanjutkan Kompetisi

Image

rahmah

Wabah Corona

Bagaimana Hukum Salat Memakai Masker karena Pandemi COVID-19?

Image

News

Wabah Corona

Berbahaya bagi Jantung, WHO Desak Indonesia Setop Gunakan Obat Antimalaria pada Pasien Corona

Image

News

DPR RI

Kunjungan ke Kemendagri, DPR Koordinasi Soal Pelaksanaan Pilkada Selama Pandemi COVID-19

Image

News

DPR RI

Mahfud MD Bandingkan Tingkat Kematian Akibat Kecelakaan dan COVID-19, Ini Tanggapan Komisi IX DPR

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Penyebaran Corona di Jakarta: Satu Pasien Covid-19 Tularkan Satu Orang Lainnya

Widyastuti mengatakan, fluktuatif corona di Ibu Kota Jakarta saat ini berkisar di angka satu. Artinya satu pasien menularkan satu orang

Image
News

Ingin Jadi Spider-Man, 3 Bocah Bolivia Ini Biarkan Dirinya Digigit Laba-laba Hitam

Tiga bocah itu benar-benar memaksa laba-laba tersebut menggigit mereka dengan menaruhnya di atas kulit dan menyodoknya dengan tongkat.

Image
News
Wabah Corona

Kemenag Sudah Siapkan Desain Protokol Covid-19 di Rumah Ibadah

Kami tadi sudah melakukan diskusi ternyata alhamdulillah Kemenag sudah sangat siap terhadap protokol COVID-19.

Image
News
Wabah Corona

3 Syarat Utama Penerapan New Normal, Angka Penularan Harus Ditekan

Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa penerapan New Normal akan dilakukan jika beberapa syarat telah terpenuhi

Image
News
Wabah Corona

SIKM Syarat Masuk Jakarta, Simak Penjelasan Berikut Ini

JakEVO akan mengirimkan email kepada penjamin atay penanggung jawab untuk melakukan validasi.

Image
News
Wabah Corona

SOP Transportasi Era New Normal di DIY Sasar Angkutan Publik dan Daring

Jam operasional Trans Jogja di saat era new normal mulai dikurangi. Hanya melayani sedari pukul 06.00-18.00 WIB saja.

Image
News
Wabah Corona

Tanggapi Menko Perekonomian Soal New Normal, Said Didu: Harusnya Mengutamakan Penyelamatan Rakyat bukan Coba-coba

Pilihan terbaik agar ekonomi tak ambruk.

Image
News

Bantah Ada Kedinasan yang Tunjangan Tidak Dipotong, BKD DKI: Tidak Benar, Itu Isu Sesat

Jadi bukan dinas yang dilihat. Yang dikecualikan itu diatur dalam pergub.

Image
News

BNN Sita Ratusan Kilo Gram Narkoba di Bekasi

Tim BNN melanjutkan penggeledahan ke sebuah gudang, dan ditemukan ratusan ribu butir pil ekstasi

Image
News

Tak Berizin, Ratusan BBM Bersubsidi Disita Polisi di Manggarai Barat

Pelaku dan sejumlah barang bukti, ujar dia, sudah dibawa ke Polres Manggarai Barat untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya.

terpopuler

  1. Sherina Unggah Potret Kebersamaan dengan Afgan, Warganet: Jodoh Gak Kemana

  2. Blasteran Turki, 7 Potret Cantik Elif Kayla Perk Anak Pedangdut Siti KDI

  3. Warga: Pokoknya Harus Kembali ke Jakarta, Banyak Jalan Menuju Roma

  4. 7 Potret Rumah Mewah Mendiang Olga, Hampir Dijual Billy Syahputra Seharga Rp15 Miliar!

  5. Bantah Dapat Tunjangan Penuh saat Pangkas Jatah PNS Sebesar 50 Persen, Kepala BKD Bungkam Soal THR TGUPP Anies Baswedan

  6. Billy Benarkan Biaya Perawatan Warisan Peninggalan Olga Syahputra Besar

  7. Hampir Meninggal Dunia, Begini Kisah Perjuangan WNI Pasien COVID-19 di Jerman Melawan Virus

  8. Gawat! Tunjangan PNS DKI Dipotong 50 Persen, BKD dan BPKD Tak Dipotong, TGUPP Malah Dapat THR

  9. Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Fadli Zon saat Bersama Keluarga

  10. Kematian COVID-19 di AS Mencapai 100 Ribu Jiwa, Rumah Ibadah New York Kumandangkan Panggilan Ibadah

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Anies Baswedan Bersama Putrinya

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo