image
Login / Sign Up

DPR: Peningkatan Status Imbauan Menjadi Perintah Untuk Tidak Mudik Sangat Penting

Kosim Rahman

Wabah Corona

Image

Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima, saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). | AKURAT.CO/Oktaviani

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima, mendorong pemerintah melakukan peningkatan status imbauan menjadi Perintah untuk tidak mudik bagi masyarakat lantaran pandemi Virus Corona atau COVID-19.

Menurutnya, berdasarkan data dari posko tingkat nasional angkutan lebaran terpadu 2019M/1440 H untuk moda transportasi udara, laut, darat, dan kereta api, Jumlah total penumpang yang melakukan perjalanan mudik angkutan lebaran tahun 2019 sebesar 18.3 juta.

"Seharusnya pemerintah menaikkan status imbauan menjadi perintah tidak mudik. Apalagi kondisi faskes ditiap daerah berbeda-beda. Untuk itu, warga yang mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak mudik terutama untuk warga yang kehilangan pekerjaan harus diperhatikan, kesejahteraannya harus diberikan menggunakan mekanisme jaring pengaman sosial (social safety net)," kata Aria Bima melalui siaran persnya, Jakarta, Senin (6/4/2020).

baca juga:

Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan ini juga meminta pemerintah mendata secara pasti jumlah warga yang terdampak COVID-19 ini dan berpotensi terdampak. Gunakan teknologi yang sudah digunakan oleh negara-negara lain. Tidak perlu perancangan baru, pakai dan duplikasi saja dan terapkan di sini.

"Anggaran yang dikeluarkan Pemerintah harus satu pintu sehingga anggaran yang disalurkan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran, dan warga yang paling terdampak harus dijamin pemerintah kehidupannya selama masa pandemi," ungkap dia.

Untuk mengantisipasi kelesuan ekonomi, kata dia, aktivitas warga di ruang publik diwajibkan menggunakan masker. Terbitkan Aturan Resmi sesegera mungkin oleh Otoritas tertinggi yang paling berwenang.

Selanjutnya, Aria Bima juga mengatakan guna mengantisipasi pemudik yang telah pulang dan tetap nekad untuk pulang ke daerah masing-masing, maka Pemerintah Daerah harus didorong/dipersiapkan/diperintahkan untuk melakukan screening ketat terhadap warga yang menggunakan transportasi umum dan mewajibkan kalau.

"Turun harus diterminal jadi bisa dipantau dan didata," jelas dia.

Selain itu, dia juga mendorong Pemerintah Daerah menyiapkan minimal 14 tempat karantina yang berbeda. Karena kedatangan setiap harinya tidak mungkin disatukan dalam ruang karantina yang sama.

"Mewajibkan seluruh pemudik menggunakan masker untuk meminimalisir penularan. Pemudik yang datang wajib lapor diri ke faskes setempat dan membuat pernyataan utk karantina pribadi 14 hari. Pelanggaran akan dikenai sanksi yang keras dan tegas," beber Aria Bima.

Terakhir, Aria Bima juga meminta ada pengaturan sarana transportasi, sehingga titik stand by di daerah jelas jadi tidak boleh turun di sembarang tempat. Titik masuk ke daerah jelas  dan Dinkes  stand by untuk mendata.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Bukan Rumah Sakit, Pertarungan Sejati Menghadapi Pandemi COVID-19 Ada di Jalan

Image

News

Wabah Corona

Seorang Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta Reaktif via Rapid Test

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Pandemi Covid-19 Pengaruhi Kesehatan Reproduksi, Ikuti Tips Mudah ini Agar Tetap Aman

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Tak Hanya Indonesia, Beberapa Negara di Eropa Alami Peningkatan Pengangguran Akibat COVID-19

Image

Iptek

Wabah Corona

Dukung Industri Pariwisata Lewat Teknologi, Blibli Hadirkan Virtual Tour ke Berbagai Destinasi

Image

News

Wabah Corona

Kisah Pemuda Singapura yang Positif COVID-19, Diisolasi 68 Hari dan Jalani Tes Swab 22 Kali

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pemerintah Alokasikan Rp4,967 Triliun Tambahan Subsidi Bunga untuk Relaksasi KUR Bagi UMKM

Image

News

Jumlah Pasien COVID-19 Sembuh di Jatim Meningkat, Khofifah Puji Dedikasi Tenaga Kesehatan

Image

News

Besok, Umat Islam di Jakarta Boleh Salat Jumat, Tapi dengan Sejumlah Catatan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Prajurit TNI di Kongo Serahkan 72 Milisi, 32 Senjata dan 346 Munisi ke PBB

"Operasi gerak cepat dipimpin Danki D COB Bendera, Mayor Inf Vijay, berhasil membuat 16 orang milisi dari kelompok Aleluya menyerahkan diri"

Image
News

Korban Cabut Laporan, Youtuber yang Berikan Bantuan Berisi Batu dan Sampah Dibebaskan

Kasus ini dihentikan setelah korban yang juga pelapor sepakat berdamai dengan tersangka.

Image
News
Wabah Corona

Seorang Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta Reaktif via Rapid Test

Salah seorang pedagang di Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta, dinyatakan reaktif melalui rapid diagnostic test (RDT) untuk pemeriksaan COVID-19

Image
News

PSBB di Longgarkan, Fase Sekolah dari Rumah Diperpanjang

Saat ini kondisi Jakarta masih belum aman dari penularan wabah Covid-19 mengingat masih ada 66 Rukun Warga yang masuk zona merah corona

Image
News

Masa Transisi PSBB, 22 Mal di Jakarta Barat Diawasi Aparat Kepolisian dan TNI

Setiap titik nanti kita akan perkuat dengan unsur TNI maupun polri minimal kekuatannya satu regu di tiap titik

Image
News

Helmy Yahya Ungkap Alasan Cabut Gugatan PTUN Soal Pemberhentian dari Dirut TVRI

Sebelumnya, gugatan tersebut ia ajukan agar para karyawan TVRI bisa mendapatkan tunjangan kinerja (Tukin)

Image
News

Satgassus Polri Tangkap Sindikat Narkoba di Pelabuhan Ratu Sukabumi

402.380 Kg Sabu disita

Image
News

Pedagang Seragam Sekolah di Pasar Kopro Tanjung Duren Masih Tutup

Manager Pasar Kopro, Tanjung Duren Irma Sismilia menjelaskan, penutupan toko pakaian dan lainnya sesuai dengan Pergub protokol kesehatan

Image
News
DPR RI

Desak Jalankan Putusan PTUN, Anggota DPR: Pak Presiden Segeralah Meminta Maaf

"Pak Presiden segeralah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, karena ini bukan hanya merugikan orang Papua tapi juga kita semua"

Image
News

Bantah Sembunyi, Trump Mengaku Cuma Inspeksi Bungker Gedung Putih

"Mereka bilang ini momen yang bagus untuk ke bawah dan memeriksanya karena suatu saat Anda akan membutuhkannya," ungkap Trump.

terpopuler

  1. Perpanjangan PSBB Jakarta Dinilai Bikin Orang Makin Stres, Anggota DPRD: Tapi Stresnya Sakit Jiwa, Bisa Juga Tingkatkan Kriminalitas

  2. Tak Pikirkan Pengeluaran! Ini 6 Zodiak Paling Royal Kepada Orang Sekitar

  3. 5 Amalan Ringan Ini Bisa Menghapus Dosa, Walaupun Sebanyak Buih di Lautan

  4. Jika New Normal Diterapkan, DPRD Minta Anies Tak Buka Tempat Hiburan Malam dan Panti Pijat

  5. Cerita Kocak WFH, Yang Dilakukan Emak-emak ini Sambil Rapat Kantor Bikin Ngakak

  6. Seorang Pedagang di Pasar Serdang, Kemayoran Positif Corona

  7. Akun Twitternya Dibekukan, Ferdinand Duga Ulah Pendukung Anies

  8. Diam-diam 5 Zodiak Ini Punya Bakat Bisnis Tersembunyi, Ada Kamu?

  9. Formappi: Peluang Partai Gelora ke Parlemen Bergantung Pada Mesin Partai dan Kekuatan Modal

  10. MS Kaban: Melarang Perjalanan Ibadah Haji Tanpa Alasan Syar'i Berhati-Hatilah

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah

Image
Hiburan

Cerita Kocak WFH, Yang Dilakukan Emak-emak ini Sambil Rapat Kantor Bikin Ngakak