image
Login / Sign Up

14 Ribu Lebih Pekerja di DIY Dirumahkan dan Kena PHK Akibat Pandemi Corona

Kumoro Damarjati

Wabah Corona

Image

Ilustrasi pekerja pabrik | Antara/M Agung Rajasa

AKURAT.CO, Sebanyak 14 ribu pekerja formal dan informal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdampak seiring merebaknya pandemi corona (COVID-19). Kebanyakan dari mereka dirumahkan, sementara sebagian diputus hubungan kerjanya (PHK).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Andung Prihadi Santosa menyebut hingga tanggal 4 April 2020, tercatat sebanyak 14.055 pekerja dari 307 perusahaan yang dirumahkan atau di-PHK akibat wabah COVID-19.

"Itu total sementara yang sudah kita verifikasi, kita kirimkan untuk tahap pertama sampai tanggal 4 April," kata Andung saat dihubungi, Senin (6/4/2020).

baca juga:

Andung menambahkan, dari 14.055 orang, sekitar 13.797 orang dirumahkan, dan sisanya kena PHK. Menurut Andung, dari angka 14 ribuan itu, belum termasuk 474 pekerja informal yang terdiri dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM); Pekerja Perempuan Rumahan (PPR); serta Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dijelaskan Andung, untuk yang dirumahkan biasanya mulai dipotong shift kerjanya dan kemungkinan besar dengan skema pengupahan berbeda. Sementara untuk PMI adalah mereka yang batal bekerja di luar negeri (calon) atau bahkan yang sudah bekerja, tetapi harus dipulangkan karena pandemi corona.

Sedangkan bagi yang kena PHK, ada pula dikarenakan perusahaannya tutup. Meski demikian, proses pemberian hak atau kompensasi untuk karyawan turut dipantau Disnakertrans DIY.

"Yang paling besar tentu yang dirumahkan. PHK itu memang dihindari karena dia kan membutuhkan persyaratan dan ongkos yang seperti pesangon dan sebagainya," paparnya.

Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan solusi untuk permasalahan ini. Yakni, dengan memperluas sasaran para penerima Kartu Pra Kerja dari 2 juta menjadi 5,6 juta orang se-Indonesia. Anggaran pun otomatis meningkat dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun.

Khusus di DIY, kuota penerima Kartu Pra Kerja adalah untuk 86 ribu orang. "Kita sudah koordinasi dengan kabupaten/kota, kemudian beberapa asosiasi-asosiasi, mitra pengusaha untuk memasukan data kalau ada yang di-PHK dan dirumahkan," ujar Andung.

Mereka yang sudah terdaftar, diminta data pribadinya. Termasuk, Nomor Induk kependudukan (NIK), perusahaan tempat dulunya bekerja, dan sebagainya untuk kemudian diverifikasi ke Kementerian Ketenagakerjaan.

Mereka yang sudah terverifikasi di pusat akan menerima tawaran untuk mengikuti program pelatihan sesuai kejuruan pilihan dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu ke Komite Pra Kerja. Disediakan pula insentif sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan ke depan.

Selain itu, ada insentif lain sebesar Rp150 ribu per kepala untuk biaya survei bagi mereka yang telah merampungkan pelatihan. Balai Pelatihan dalam hal ini juga akan menerima Rp1 juta.

"Latihan dulu, mereka mau atau nggak. Jadi, bukan cuma nerima insentifnya. Mereka harus ndaftar dulu, online itu. Pelatihannya kan nanti setiap hari sampai mungkin ya tergantung dari kejuruan yang diambil. Tapi, rata-rata pasti lebih dari 30-40 hari, ada ujian dan sertifikasinya juga," pungkasnya. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

DPRD Minta Tim Gugus Tugas Segera Swab Tes COVID-19 pada Wawali Surabaya

Image

News

Adhitya Herwin: Kondisi Pangan Indonesia Dipastikan Aman di Tengah Pandemi

Image

News

Wabah Corona

Asal Terapkan Protokol Pencegahan COVID-19, Sultan Persilakan PKL Malioboro Berjualan

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Bansos Pemerintah Diperpanjang hingga Desember, Nilai Manfaat Turun Jadi Rp300 Ribu

Image

Olahraga

Formula One 2020

Bos F1: Pembalap yang Terinfeksi tak akan Membatalkan Balapan

Image

News

Wabah Corona

Berstatus ODP, Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana Lakukan Karantina Mandiri

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Sri Mulyani Sebut Biaya Penanganan COVID-19 Naik Jadi Rp677,20 Triliun

Image

News

Wabah Corona

Per 3 Juni, Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Terkonfirmasi 28.233 Orang

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Karena COVID-19, Jumlah Kunjungan Wisman April 2020 Turun 87,44 Persen

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Tidak Ada Akhlak, Seorang Kakek Cabuli Dua Bocah 7 Tahun

"Tersangka berinisial LKM (62) berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polresta Banyumas di rumahnya pada hari Selasa (2/6)."

Image
News
Wabah Corona

DPRD Minta Tim Gugus Tugas Segera Swab Tes COVID-19 pada Wawali Surabaya

Termasuk melakukan tracing (pelacakan) untuk mendeteksi asal-muasal penularan.

Image
News

Adhitya Herwin: Kondisi Pangan Indonesia Dipastikan Aman di Tengah Pandemi

Kondisi pertanian kita di masa pandemi ini sebenarnya tidak seseram apa yang diberitakan selama ini.

Image
News

Seorang Pedagang di Pasar Serdang, Kemayoran Positif Corona

Dr. Buana membenarkan, satu pedagang yang positif Covid-19. Saat ini pedagang tersebut di Wisma Atlet guna mendapat perawatan

Image
News
Wabah Corona

Asal Terapkan Protokol Pencegahan COVID-19, Sultan Persilakan PKL Malioboro Berjualan

Sebagian PKL terpantau mulai kembali berjualan di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta saat masa pandemi COVID-19 belum usai

Image
News

Pengamat: Partai Gelora Sasar Pemilih Figur Muda Umat Islam yang Kecewa dengan PKS

Terutama migrasi dari anggota maupun simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kecewa atau tidak puas dengan kinerja politik PKS.

Image
News

Jelang Penerapan New Normal, Ratusan Warga Warakas Jalani Rapid Tes

Makrus Nugroho mengatakan rapid test dilakukan untuk pengendalian dan pencegahan dini pandemi covid19

Image
News

Akun Twitternya Dibekukan, Ferdinand Duga Ulah Pendukung Anies

"Saya duga kelompok yang mereport akun saya secara massal ini dari kelompok pendukung yang memang saya kritisi terus."

Image
News

Pengamat Kebijakan Publik: New Normal Belum Tepat Diterapkan di Jakarta

New Normal bisa diterapkan untuk kawasan yang zonanya sudah berubah biru atau hijau

Image
News
Wabah Corona

Berstatus ODP, Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana Lakukan Karantina Mandiri

Whisnu mengaku terkejut karena lima dari 15 warga yang semula dinyatakan negatif COVID-19 diralat oleh Pihak Puskesmas Kedungdoro menjadi po

terpopuler

  1. Mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sebut Ade Armando Orang yang Tak Jelas

  2. Viral Pemakaman Anak Racing Digeber Suara Motor, Warganet: Kasian Jenazahnya Nggak Tenang

  3. Ngeri! Gara-gara COVID-19, Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Tak Tumbuh Tahun Ini

  4. Sultan HB X Minta 3.116 Jemaah Haji Asal DIY yang Batal Berangkat Tahun Ini Maklum

  5. Kenakan Rompi Bertuliskan Syahadat, Luhan Dituding Lecehkan Agama Islam

  6. Anies Bakal Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Tingkat RW

  7. Tenang! SIM Habis April-Mei, Jangan Buru-buru Perpanjang, Polisi Tidak Akan Tilang

  8. Barack Obama Buka Suara: Insiden George Floyd Bisa Dijadikan Titik Reformasi

  9. Dibuang Muenchen, Tak Terpakai di Barcelona, Coutinho Bakal Kembali ke Inggris

  10. Advokat Pelapor Kasus Gagal Bayar di PT Mahkota Terancam Dikriminalisasi

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Kota di Masa Pandemi

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Terjerat Narkoba hingga Distributor Resmi 7 Brand Kaca Film, 5 Fakta Menarik Christopher Sebastian, Pendiri Makko Group

Image
News

5 Pesona Kahiyang Ayu Lakukan Virtual Photoshoot Bersama Diera Bachir

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan