Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Abdul Aziz SR

Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya dan Senior Researcher pada CEPP FISIP UI

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Kolom

Image

Presiden PKS Sohibul Iman memberikan sambutannya dalam acara Konsolidasi Pasangan Calon Kepala Daerah PKS Se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (4/1). Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumpulkan seluruh calon kepala daerah yang diusung di Pilkada serentak 2018. Pengumpulan ini untuk melakukan ikrar pemenangan yang dihadiri 8 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, 45 pasang calon walikota dan wakil walikota, dan 16 pasang calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2018. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Surat terbuka Presiden Partai Keadilan Sejahtera Mohamad Sohibul Iman kepada Presiden Joko Widodo beredar luas di media sosial. Surat yang dipublikasikan 3 April 2020 itu menarik dan sarat makna.

Presiden PKS hendak menyapa, menyambung silaturrahim, mengingatkan, mengkritik, sekaligus (sampai tingkat tertentu) memberi dukungan kepada Presiden Joko Widodo. Terasa lembut, sejuk, sopan, terukur, dan dewasa bahasa politik Presiden PKS. Juga, terkesan “polos-datar” tanpa kehilangan “daya-tusuk”.

Dia tidak menghentak, tidak sangar, tidak menunjukkan getar emosi, dan tidak mengancam. Sangat berbeda dengan “kicauan” sejumlah politisi lainnya –yang justru berada dalam barisan rezim penguasa– yang mengkritik sikap dan kebijakan Presiden Joko Widodo dengan bahasa yang keras dan membuat bising.

baca juga:

Sindiran untuk Presiden

Surat terbuka itu merefleksikan kerisauan PKS terhadap gaya leadership dan kebijakan Presiden Joko Widodo dalam penanganan Covid-19. PKS sepertinya gregetan dan panas hati melihat kekacauan, kesemrawutan, ketidakpekaan, dan ketidaktegasan manajemen pemerintahan Joko Widodo. Mulai dari sikap memandang enteng Covid-19 hingga kegugupan luar biasa ketika virus jahat itu benar-benar datang dan menyerang tanpa pandang bulu. Apalagi melihat tingkah-pola “menteri segala urusan” yang membikin semuanya berantakan.

Survei lembaga think tank INDEF antara Januari-Maret 2020 menunjukkan tingginya respons negatif masyarakat terhadap pemerintah (baca: Presiden Joko Widodo dan Menkes Terawan) dalam penanganan Covid-19. Dari 135.000 orang yang disaring, ada 66,28 persen memberikan respons negatif, sementara respons positif hanya 33,72 persen.

PKS sepertinya melihat dengan terang benderang betapa Joko Widodo sesungguhnya tidak memiliki kapasitas memadai sebagai presiden. Terlalu besar republik ini dan terlampau kompleks permasalahan yang dihadapi bangsa ini jika hanya dipimpin oleh sosok lemah dan tak meyakinkan semacam Joko Widodo. Lima tahun periode pertama tak jelas apa wujud prestasinya. Sementara janji-janjinya yang tak mampu direalisasikan malah berderet panjang. Ironis, kelemahan begitu rupa justru tertutupi oleh pembelaan media yang begitu massif dan sistematis.

PKS sebenarnya sangat tidak suka dengan kenyataan itu. Tetapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur. Dalam kenyataan politik, Joko Widodo saat ini adalah presiden. Resmi presiden. Dalam konteks inilah PKS membuat surat terbuka untuk menegur sekaligus mengkritik dan menyindir sang presiden serta para menterinya, orang-orang lingkaran dekat yang mengelilinginya, para “penjilat” yang pura-pura memujanya, dan media yang ngotot membelanya.

PKS seolah ingin mengatakan begini: “Pak Presiden, harap tegas, cepat, dan peka dalam menghadapi bahaya Covid-19. Tolong juga adil dalam melayani masyarakat. Tunjukkan kekuasaan dan kewenanganmu sebagai presiden, bukan boneka. Jangan takut dengan bayang-bayang si A dan B. Jadilah dirimu sendiri!”.

Rasa gregetan dan panas hati PKS semakin menjadi ketika ada isu soal anggaran penanganan Covid-19 justru sebagian besar mengalir ke para pengusaha, bukan kepada rakyat kecil yang tengah menderita. Apakah ini juga berkolerasi dengan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang justru lebih menekankan aspek ekonomi ketimbang strategi penangangan Covid-19? Siapa di balik semua itu? Para elite PKS tentu dan insya-Allah tahu siapa dalang di balik layar.

Sikap Oposisi

Surat terbuka Presiden PKS bisa diletakkan sebagai reaksi partai Islam ini sebagai partai oposisi. Walau sedikit terlambat, namun sikap dan reaksi politik PKS telah turut meramaikan deretan kritik dari berbagai kalangan  –termasuk sejumlah tokoh dari partai politik yang berada dalam barisan rezim penguasa– terhadap pemerintah (yang dari berbagai aspek amburadul dalam menangani bahaya Covid-19).

Pertanyaannya, apakah kritik dan sindirian PKS itu akan mendapat respons dan apresiasi dari Presiden Joko Widodo serta tim penanganan Covid-19 yang dibentuknya?  Apakah Presiden Joko Widodo sendiri membuka diri terhadap kritik dan sindiran dari partai oposisi?

Pertama, bisa saja Presiden Joko Widodo merespons positif kritik dan sindiran PKS. Ini akan terjadi jika kritik dan sindirian itu dinilai –termasuk oleh orang-dekat dekatnya– memberikan keuntungan politik serta menambah bobot kebijakan-kebijaan yang diambilnya. Masalahnya, apakah respons dan apresiasi itu akan diungkapkan secara terbuka atau hanya diam saja tetapi digunakan?

Kedua, Presiden Joko Widodo mungkin saja mengabaikan sama sekali kritik dan sindiran PKS itu. Kenapa? Ketika presiden memandang apa yang dirisaukan PKS itu sebagai sesuatu yang kecil saja dan tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap kepercayaan publik atas dirinya. Presiden bisa juga menganggapnya sebagai angin lalu dan PKS dipandang sekadar cari panggung di tengah isu Covid-19.

Tetapi, apa pun wujud respons Presiden Joko Widodo, PKS sudah berusaha menjalankan perannya sebagai partai oposisi. Sebagai partai yang pernah mengklaim diri sebagai “partai dakwah”, PKS tentu sangat paham dengan itu semua. Kira-kira PKS akan bilang begini: “Terserah saja. Tugasku hanya menyampaikan (kritik dan sindiran) dengan sungguh-sungguh dan tulus. Perkara kamu dengar dan ikuti atau kamu abaikan sama sekali, itu soal lain dan itu urusanmu”.

Sebagai kekuatan oposisi, menjadi tidak menarik jika PKS hanya berhenti sampai di situ. Mestinya ada kontinuitas dari kritik-kritik yang disampaikan. Tidak sporadis saja. Lalu, kritik dan sindiran itu menjadi relatif efektif jika ia lahir dan dikatakan pada waktu yang tepat. Bisa juga sesuai momentum-momentum tertentu. Tidak sembarang diobral sehingga bobot nilainya terjaga.

Sebagai partai dari orang-orang yang well educated, PKS tentu diharapkan memberikan kritik kepada pemerintah dengan berbasis data, memiliki perspektif yang jelas, argumentatif, dan berbobot. Bagaimanapun kritik dari oposisi selain mesti bisa dipertanggungjawabkan, juga diharapkan punya pengaruh terhadap perbaikan kehidupan bernegara.

Pengalaman beroposisi sejak 2014 mungkin bisa membuat PKS lebih matang dan cermat memanfaatkan ruang-ruang demokrasi untuk memberi warna dan kontribusi tersendiri dalam arena politik negeri ini. Peran utama partai oposisi adalah melakukan kontrol terhadap rezim penguasa sehingga kebijakan-kebijakan yang dirumuskan dan diterapkan relatif on the right track.

Peran oposisi yang dijalankan PKS saat ini, pasca-Pemilu 2019, sedikit banyak membuat partai “kuning-hitam” ini kesepian. Kesepian di tengah keramaian. Wallahu’alam. []  

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Komunisme dan Kearifan

Image

News

Demokratisasi di Tengah Badai Pandemi

Image

News

Mengukuhkan Persaudaraan Sosial

Image

News

Menjual Tubuh

Image

News

Organisasi Penggerak Pendidikan

Image

News

Tapak Ir. H. Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul

Image

News

Penentu Sukses Pilkada di Masa Pandemi

Image

News

Kolom

Rebranding Pilkada Serentak 2020

Image

News

Kolom

Kontroversi RUU HIP

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

KPU Batasi Jumlah Orang di TPS, Paling Banyak 10

Hal ini diterapkan demi mencegah penyebaran Covid-19

Image
News

Istana: Lembaga Pemantau Harus Pastikan Pilkada Berjalan Baik

Pemantau pemilu tidak hanya bekerja pada saat pemilihan umum, tetapi juga terlibat dari hilir dalam hal prosesnya

Image
News

Pilgub Sumbar, Kubu Mulyadi: Penetapan Tersangka Tak Pengaruhi Kontestasi Politik

Kubu Mulyadi berujar akan tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan

Image
News

Soal OTT Pejabat Kemensos, ICW Tagih Transparansi Dana Covid-19

Jika sejak awal sudah transparan, maka kecurangan atau suap sekalipun sulit dilakukan

Image
News

Pesan Mahfud MD Jelang Coblosan: Tolong Datang Berbondong-bondong ke TPS

Dengan demikian Pilkada ada tetap ramai

Image
News

Kubu JK Laporkan Calon Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto ke Polisi

Laporan dilayangkan lantaran JK dituding terlibat dalam suap ekspor benur

Image
News

Bareskrim Polri Tetapkan Cagub Sumbar Mulyadi sebagai Tersangka Pelanggaran Pemilu

Polisi akan mengklarifikasi yang bersangkutan atas pelanggaran tersebut

Image
News

BST Sudah Diterima oleh Lebih dari 1,3 Juta Orang di Jawa Timur

Bantuan Sosial Tunai sudah diberikan kepada 1.196.445 dari 1.291.113 total penerima di wilayah Jawa Timur.

Image
News

Sandiaga: Perlu Deregulasi Agar Wirausaha Semakin Lincah

Sandiaga mengatakan usaha mikro dan kecil di Indonesia memerlukan deregulasi.

Image
News

Sandiaga: Penyandang Disabilitas Perlu Akses untuk Membuka Peluang Usaha

Sandiaga mengatakan penyandang disabilitas tidak membutuhkan belas kasihan.

terpopuler

  1. Kutip Ayat Alkitab, Pendeta AS Klaim Donald Trump Akan Tetap Jadi Presiden

  2. 5 Kisah Perburuan Harta Karun Paling Mematikan di Dunia, Ada yang Telan 500 Nyawa

  3. Dokter Senior Indonesia Tak Dapat Ventilator, Media Asing Soroti Buruknya Penanganan COVID-19 di Indonesia

  4. Trans Kalimantan, Jalan yang Dipersiapkan Demi Pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya

  5. Kisah Asmara Rani Mukerji yang Penuh Misteri, Sempat Dituduh Pelakor

  6. Mensos Juliari Batubara: Pejabat Kemensos yang Kena OTT Berpangkat Eselon 3

  7. Bikin Ngakak, Salah Ketik di Mobil Pembawa Pengantin Ini Fatal Abis

  8. Doa saat Tertimpa Kesulitan yang Amat Berat

  9. Doa Dibaca Sebelum Membaca Salawat Nabi

  10. Dikira Penipuan, Wanita ini Tak Sadar Menang Lotere Rp2 Miliar

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Korupsi Menteri Edhy

Image
Achsanul Qosasi

Memangkas Birokrasi

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Soal Vaksin, Ahmed Zaki: Ini Bocoran Hanya untuk Akurat.co

Image
Video

VIDEO Jurus Jitu Ahmed Zaki Tekan Kasus Covid-19 di Tangerang

Image
News

Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

Sosok

Image
Ekonomi

Positif COVID-19, Menaker Ida Ngaku Sempat Terkejut dan Yakin Bisa Segera Pulih

Image
Ekonomi

Tokopedia

Herman Widjaja, 'Inovator Ulung' Tokopedia Kembali Masuk CIO50 ASEAN

Image
Ekonomi

Jin BTS Ulang Tahun, Harta Kekayaannya Tembus Rp113 Miliar!