image
Login / Sign Up

PKS Nilai Paripurna Wagub DKI Jakarta Terlalu Dipaksakan

Faqih Fathurrahman

Image

Pengambilan sumpah jabatan lima pimpinan DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2019). | AKURAT.CO/Yohanes Antonius

AKURAT.CO, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta menilai sidang Paripurna pemilihan dan penetapan wakil gubernur DKI Jakarta, pengganti Sandiaga Uno yang rencananya digelar Senin (6/4/2020) terlalu dipaksakan walau tidak sesuai tata tertib Paripurna.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI, Mohammad Arifin, mencontohkan adanya ketidaksesuaian dengan tata tertib adalah mengenai pemilihan Wagub DKI yang akan dilakukan dalam beberapa tahap, yakni pertama ruang hanya diisi oleh 54 anggota DPRD DKI kemudian diikuti gelombang berikutnya untuk memberikan suara.

"Iya jelas ada unsur pemaksaan. Jadi kalau memang menghindari supaya tidak ada pengumpulan banyak orang, ya diundur paripurnanya sesuai dengan masa tanggap darurat corona itu yang sampai tanggal 19 April," kata Arifin di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

baca juga:

"Jadi bukan disetting segala macam paripurnanya sampai kemudian berjalan tidak sesuai dengan Tatib. Ini cenderung mengada-ada," lanjutnya.

Arifin mengaku sudah menjalin komunikasi dengan anggota panitia pemilihan (Panlih) Wagub DKI, Achmad Yani, terkait protes Fraksi PKS DPRD DKI atas mekanisme pemilihan Wagub DKI tersebut.

"Kami sudah koordinasi dengan Panlih, Pak Achmad Yani, jadi kita harusnya protes karena itu tidak sesuai dengan Tatib. Jadi Paripurna itu harus menggunakan mekanismenya sesuai dengan Tatib," katanya.

Jikapun alasannya untuk menghindari agar tidak banyak pengumpulan orang di Paripurna, menurut Arifin agak rancu, pasalnya Paripurna itu sendiri berpotensi terjadinya pengumpulan orang, karena seharusnya dihadiri secara fisik.

"Yang namanya Paripurna itu kan harus dihadiri secara fisik, di samping juga ada absen. Itu aja udah banyak pengumpulan orang," ucap Arifin.

Menurutnya, saat ini yang lebih penting adalah bagaimana semua pihak bekerjasama dalam mencegah penyebaran Virus Corona COVID-19 tidak semakin meluas jauh, mengingat Jakarta saat ini sudah menjadi Epicentrum Corona.

"Karena pemilihan Wagub DKI sekarang ini bukan sesuatu yang emergency. Yang emergency itu kita berkolaborasi, semua elemen masyarakat bersama dengan Pemprov DKI bagaimana memutus mata rantai penularan COVID-19 ini," ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan DPRD DKI Jakarta akan tetap melaksanakan rapat Paripurna pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno di tengah pandemi Virus Corona COVID-19 pada Senin (6/4/2020).

Paripurna tersebut untuk memilih dan menetapkan satu dari dua nama yakni Nurmansjah Lubis dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Ahmad Riza Patria dari Gerindra menjadi dua calon yang akan memperebutkan kursi nomor dua di DKI Jakarta.

Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI, Farazandi Fidinansyah, menyatakan pemilihan Wagub DKI tersebut akan dilakukan dalam beberapa tahap, yakni pertama ruang hanya diisi oleh 54 anggota DPRD DKI.

"Setelah mereka selesai memilih, tahap selanjutnya masuk untuk menentukan hak suaranya ke dua cawagub. Panlih tak mengubah syarat kuorum dalam pemilihan yaitu 50 persen plus satu, atau harus dihadiri 54 dari 106 anggota DPRD DKI," katanya.[]

Editor: Ainurrahman

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

PKS Ingatkan Pemerintah Hati-hati Gunakan Dana Jemaah Haji

Image

News

New Normal atau Perpanjang PSBB, Golkar dan PKS Kompak Singgung Ekonomi Jakarta Anjlok

Image

News

Ade Armando Sebut Din 'Si Dungu', Politikus PKS: Ini Kalimat yang Menyebabkan Ahmad Dhani Dipenjara

Image

News

Setelah KPK Ringkus Nurhadi, HNW Tunggu Kabar Penangkapan Harun Masiku dan Sjamsul Nurhalim

Image

News

DPR RI

Politikus PKS: Pemerintah Harus Didorong Agar Setiap Kebijakan Sesuai Nilai-nilai Pancasila

Image

News

Pantau Chek Point di Kalimalang, Wagub DKI: Alhamdulilah PSBB Buat Warga Ibu Kota Lebih Disiplin

Image

News

DPR RI

Mardani: Pancasila Tak Hanya Jargon Maupun Hafalan Belaka, Tapi Implementasi dan Aksi!

Image

News

DPR RI

Pembukaan Sekolah Saat Pandemi Dinilai Mempertaruhkan Nyawa Siswa

Image

News

Wabah Corona

Ansory Siregar: Lebih Baik Sabar Menunggu Saat Tepat untuk Masuk ke New Normal Demi Hindari Bahaya Kemanusiaan yang Abnormal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Teror Diskusi Mahasiswa UGM, Masihkah Kampus Memiliki Kebebasan Akademik?

Permasalahan tersebut mendapat respon dari Forum Kajian Penulisan Hukum FH UII lewat diskusi.

Image
News
Wabah Corona

Kampung Siaga Jateng Siap Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Ada di 35 Polres.

Image
News

Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Morotai, Belum Ada Laporan Dampak Kerusakan

Hingga pukul 16.03 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Image
News

Begini Nasihat AA Gym kepada Calon Jemaah Haji 2020 yang Batal Berangkat

Insya Allah akan dapat pahala berlipat-lipat ganda dari Allah.

Image
News

HNW Kritik Menag: Pembatalan Haji Harus Libatkan DPR

Komunikasi politiknya buruk.

Image
News
Wabah Corona

FSGI Minta Mendikbud Segera Putuskan Mekanisme Tahun Ajaran Baru

"Kami minta agar Mendikbud segera mengumumkan, karena saat ini kami lihat sejumlah daerah sudah berjalan sendiri-sendiri"

Image
News

Politisi Demokrat Tanggapi Isu Pemakzulan Presiden Jokowi

Presiden tak mudah dimakzulkan.

Image
News

Komandan Garda Revolusi Tuding AS sedang Latih Teroris untuk Serang Iran

Image
News

Menkopolhukam dan Mendagri Tegaskan Pilkada Serentak Tak Ditunda

Tidak ada jaminan COVID-19 akan selesai 2021.

Image
News

Sampaikan Pesan Doni Monardo, Pangdam Kasuari Harap Distrik Bomberay Jadi Lumbung Padi

"Distrik Bomberay adalah salah satu tempat yang mungkin bisa kita perhatikan ke depan, karena di sana saya bilang transmigrasinya cukup"

terpopuler

  1. 5 Amalan Ringan Ini Bisa Menghapus Dosa, Walaupun Sebanyak Buih di Lautan

  2. Perpanjangan PSBB Jakarta Dinilai Bikin Orang Makin Stres, Anggota DPRD: Tapi Stresnya Sakit Jiwa, Bisa Juga Tingkatkan Kriminalitas

  3. Diam-diam 5 Zodiak Ini Punya Bakat Bisnis Tersembunyi, Ada Kamu?

  4. Jika New Normal Diterapkan, DPRD Minta Anies Tak Buka Tempat Hiburan Malam dan Panti Pijat

  5. Cerita Kocak WFH, Yang Dilakukan Emak-emak ini Sambil Rapat Kantor Bikin Ngakak

  6. MS Kaban: Melarang Perjalanan Ibadah Haji Tanpa Alasan Syar'i Berhati-Hatilah

  7. Formappi: Peluang Partai Gelora ke Parlemen Bergantung Pada Mesin Partai dan Kekuatan Modal

  8. 5 Kebiasan Rasulullah Agar Hidup Lebih Sehat dan Jarang Sakit, Yuk Terapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

  9. 10 Hal yang Membuat Xiaomi Layak Disebut Brand Smartphone Terbaik

  10. Terbatas! Samsung Galaxy S20+ Edisi BTS Bisa Diorder Mulai 19 Juni

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah