image
Login / Sign Up

Apa Sih yang Ada di Kepala Para ABG Itu Ketika Tawuran di Tengah Wabah Corona

Siswanto

Wabah Corona

Image

Remaja ditangkap | Dokumentasi

AKURAT.CO, Empat ABG ngehe itu duduk di halaman kantor Kepolisian Sektor Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tiga orang pakai kaus oblong, satu orang lagi pakai kemeja yang bahannya jenis jeans. Tampang mereka kelihatan banget kumalnya.

Di belakang bocah-bocah itu berdiri dua anggota polisi. Mereka menunjukkan barang bukti senjata tajam yang disita dari ABG-ABG ngehe itu.

Kalau ngelihat penampakan senjata mereka, ngeri banget. Sebilah samurai panjang dan dua celurit.

baca juga:

Dini hari tadi, anak-anak itu hendak ribut di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Untungnya nih, ada pengguna jalan yang cepat lapor polisi sehingga pecah perang anak-anak bau kencur bisa dihindari.

Anggota Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat menyergap mereka, lalu menggelandangnya ke kantor polisi. "Kami akan kembangkan untuk menangkap pelaku lain," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Teuku Arsya Khadafi dalam laporan jurnalis AKURAT.CO.

Lebih parah lagi yang terjadi pada Rabu, 1 April 2020, lalu. Mungkin memanfaatkan sepinya jalanan karena umumnya orang menerapkan social distancing untuk mencegah penularan Virus Corona, dua kelompok anak tanggung justru perang batu di Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam video amatir yang dimuat Kompas TV, terlihat mereka amat beringas. Batu-batu dilemparkan, bahkan sebagian dari mereka baku hantam.

Yang kasihan adalah pengguna jalan dan penduduk yang tinggal di sekitar tempat kejadian perkara. Sudah tak terbilang berapa buah batu yang masuk ke pekarangan rumah. Menurut pemberitaan Kompas TV, pemicu keributan itu aksi saling ejek. Ah, klasik.

Tawuran di Jakarta sebenarnya bukan peristiwa baru. Sejak puluhan tahun yang lalu, sudah terjadi. Tetapi yang bikin banyak orang nggak ngerti, kenapa terjadi di tengah wabah corona. Entah apa yang ada di kepala mereka. 

Wabah Tawuran ternyata juga terjadi di sejumlah daerah. Di antaranya terjadi di Jalan Tinumbu, Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan, pada 26 Maret 2020. 

Laporan Tagar menyebutkan keributan itu benar-benar bikin warga sekitar resah. Betapa tidak, Tawuran sudah terjadi enam hari. "Sudah enam malam pak, biasa mulai Tawuran antara jam 1 dan jam 2 malam," kata warga kepada Tagar.

Polisi setempat tak kurang-kurang menangani kasus itu. Bahkan, sampai melepaskan gas air mata untuk membubarkan dua kelompok massa. Tetapi mereka tak kapok-kapok.

Mengapa Tawuran?

Pertanyaan itu sering sekali dilontarkan warga, walaupun terkadang sebenarnya sudah tahu juga. Penyebab Tawuran dari kacamata psikologi ada empat faktor.

Dalam situs Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyebutkan, pertama faktor internal. Remaja yang terlibat perkelahian biasanya kurang mampu melakukan adaptasi pada situasi lingkungan yang kompleks. Kompleks di sini berarti adanya keanekaragaman pandangan, budaya, tingkat ekonomi, dan semua rangsang dari lingkungan yang makin lama makin beragam dan banyak.

Kedua, faktor keluarga. Rumah tangga yang dipenuhi kekerasan (entah antar orang tua atau pada anaknya) jelas berdampak pada mental anak.

Ketiga, faktor sekolah. Sekolah pertama-tama bukan dipandang sebagai lembaga yang harus mendidik siswanya menjadi sesuatu.

Keempat, faktor lingkungan. Lingkungan di antara rumah dan sekolah yang sehari-hari remaja alami, juga membawa dampak terhadap munculnya perkelahian.

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Koentjoro Soeprapto dalam laporan Kompas pada Kamis, 5 September 2019, menekankan lagi faktor sebab Tawuran. "Ada tiga faktor yang menjadi penyebab Tawuran, faktor karena memang diadu, faktor kepentingan, dan dendam lama," kata Koentjoro.

Alasan orang Tawuran, kata dia, demi mencari pengakuan dari orang lain. "Karena pada dasarnya, manusia memiliki sifat kebinatangan. Dari situ akan timbul rasa ingin diakui atau ingin terlihat wah," Koentjoro menambahkan. 

Sudah tak terbilang jumlah pemuda mati gara-gara Tawuran. Tetapi tetap saja para ABG nggak peduli. Salah satu kasus remaja mati yang kemudian menjadi perhatian nasional, terjadi di  Ciracas, Jakarta Timur, pada Minggu (11/2/2018), dini hari.

Menurut informasi KPAI ketika itu motivasi Tawuran di Cirasa karena balas dendam. "Saat itu pelaku kalah dengan korban. Ada unsur balas dendamnya,” kata komisioner KPAI Elvina kala itu. 

Untuk menyelesaikan problem ini, menurut Ketua KPAI Susanto, tidak bisa disamaratakan. Soalnya, setiap kasus memiliki penyebab dan teknis berbeda. Tapi, tetap dibutuhkan pendekatan komprehensif. “Bukan case by case, melainkan menyeluruh,” ujar Susanto kepada Republika pada Selasa, 28 November.

Republika menulis, komprehensif yang dimaksud, contohnya, bagaimana membangun sistem sekolah ramah anak hingga mengajak masyarakat terlibat. Penguatan basis di lingkungan satuan pendidikan, termasuk guru dan OSIS juga harus jadi pertimbangan solusi agar anak tidak rentan melakukan kekerasan kembali. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Pasien COVID-19 di DIY Bertambah, Kasus Terkait Pemasok Ikan dari Gunungkidul

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menteri BUMN Bersama Satgas COVID-19 DPR Sambangi Posko Masak

Image

News

Wabah Corona

Penambahan Kasus Positif COVID-19 Capai Rekor Terbanyak Hari Ini, Jawa Timur Paling Tinggi

Image

News

KPK Terima 118 Aduan Masyarakat Terkait Penyaluran Bansos Covid-19

Image

News

New Normal dan Tantangan Baru Bagi Musisi

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pengusaha Makanan dan Minuman Dukung Pelonggaran PSBB Bertahap

Image

News

Wabah Corona

Masa Transisi PSBB, TNI-Polri Petakan 122 Titik Keramaian di Jakarta Barat

Image

News

Wabah Corona

Wali Kota Jakbar: 15 RW yang Masih Zona Merah Covid-19 Akan Dipantau Ketat

Image

News

Wabah Corona

Wali Kota Jaksel: Sebenarnya Salat Jumat Belum Boleh 

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Pasien COVID-19 di DIY Bertambah, Kasus Terkait Pemasok Ikan dari Gunungkidul

Image
News

Panglima Perang hingga Macan Tutul! Pria Ini Buat Lukisan dengan Tongkat Berapi

Image
News

Susi Diminta Tolong Peternak Ayam Agar Beritahu Kondisi Mereka Sekarang kepada Pemimpin Negeri Ini

Susi menanggapi pengaduan tersebut dengan mention ke akun Twitter sejumlah media nasional dan internasional.

Image
News

Rumah Padat Penghuni Diamuk Si Jago Merah di Mampang Prapatan

"Lokasi kebakaran dekat SMP 104, yang terbakar rumah tinggal padat penghuni," kata Suparman.

Image
News

Sembilan Prajurit TNI AD Jadi Korban Jatuhnya Helikopter MI-17 di Semarang

“Korban luka-luka saat ini sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat“

Image
News
Wabah Corona

Penambahan Kasus Positif COVID-19 Capai Rekor Terbanyak Hari Ini, Jawa Timur Paling Tinggi

Di bawah Jawa Timur yaitu Jakarta yang melaporkan penambahan kasus sebanyak 104.

Image
News

Presiden dan Koalisi Harus Bisa Yakinkan Rakyat Tentang Visi Indonesia Maju

"Dalam situasi pandemik Covid-19 pemerintah dan parpol segera bekerja keras dan cerdas untuk memulihkan kehidupan rakyat“

Image
News

Helikopter Jatuh di Kendal, Enam Orang Tampak Selamatkan Diri

Sementara dari informasi yang dihimpun, masih ada penumpang lain dalam heli yang belum sempat menyelamatkan diri.

Image
News

KPK Terima 118 Aduan Masyarakat Terkait Penyaluran Bansos Covid-19

Keluhan yang paling banyak disampaikan adalah pelapor tidak menerima bantuan padahal sudah mendaftar

Image
News

New Normal dan Tantangan Baru Bagi Musisi

Terlebih untuk penyelenggaraan kelas musik jenis klasik, menurut pengalaman Ananda sendiri sulit mencapai hasil yang maksimal.

terpopuler

  1. Motif Pembunuhan PSK di Sleman Terkuak, Pelaku Sakit Hati dengan Korban

  2. Setara Institute: Aplikasi Injil Berbahasa Minangkabau Tak Langgar Hukum dan Konstitusi

  3. Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Lukman Hakim: Terjemahkan Kitab Suci ke Bahasa Daerah Itu Tak Hanya Boleh, Bahkan Amat Disarankan

  4. Dianggap Bawa Hoki, Perampok Indomaret Taman Sari Selalu Bawa Keris dan Jaket Hitam saat Beraksi

  5. Kembali Laporkan Raja Sapta, Korban Investasi Minta Jokowi Turun Tangan

  6. Ini Peranan Para Perampok Indomaret di Tamansari, Jakarta Barat

  7. Marzuki Alie Ingatkan Partai-partai Soal BBM: Jangan Anda Diam, Rakyat Sudah Capek Teriak, Pemerintah Bergeming, dan Anda Diam

  8. Ternyata Ada Jenis Darah yang Halal untuk Dimakan, Apakah Itu?

  9. Dewi Soekarno Pesta Ultah Ke-80, Warganet: Gokil Masih Bisa Joget Gitu

  10. APK File Pihak Ketiga Sudah Tidak Bisa Lagi Diinstal di Google Android 11

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah