image
Login / Sign Up

Kisah Miris Tenaga Kesehatan Corona di India: dari Diludahi Warga hingga Jadi Korban Pelecehan Seksual Pasien

Sahistya Dhanes

Wabah Corona

Image

Potret petugas medis di India yang bekerja lembur | BBC

AKURAT.CO, Sejumlah tenaga kesehatan di India menuturkan kisah di mana mereka menjadi keganasan pasien di tengah upaya mereka untuk melawan penyebaran Virus Corona (COVID-19). Laporan mengatakan para dokter diludahi dan diusir dari rumah, sementara laporan lainnya menyebut perawat wanita menjadi korban pelecehan seksual verbal.

Beberapa dokter dan keluarga mereka juga telah dikucilkan oleh tetangga mereka karena interaksi mereka terhadap pasien corona.

Satu video, yang telah menjadi viral, menunjukkan gerombolan massa melemparkan batu ke dua dokter wanita yang mengenakan alat pelindung diri di pusat kota Indore. Para dokter itu diserang ketika pergi ke daerah padat penduduk untuk memeriksa seorang wanita yang diduga terjangkit corona.

baca juga:

Meski begitu, salah satu dokter dalam video itu yang bernama Zakiya Sayed mengatakan insiden tersebut tak menghalanginya menunaikan tugas.

"Kami bertugas untuk menyaring kasus-kasus yang dicurigai. Kami tidak pernah berpikir bahwa kami akan diserang," katanya, dilansir dari laman BBC, Sabtu (4/4).

"Saya belum pernah melihat peristiwa seperti itu. Mengerikan. Kami entah bagaimana melarikan diri dari gerombolan. Saya terluka tetapi tidak takut sama sekali."

"Kami tidak punya alasan untuk mencurigai bahwa orang akan gelisah terhadap tim medis. Kami bekerja untuk menjaga orang-orang tetap aman. Kami memiliki informasi tentang seseorang yang berhubungan dengan pasien COVID-19. Kami sedang berbicara dengan orang itu ketika penduduk menjadi gelisah dan menyerang kami," tambahnya.

Pernyataan lainnya disampaikan oleh dr Anand Rai, yang juga merupakan bagian dari gugus tugas COVID-19 di Indore.

"Tidak ada yang bisa membenarkan serangan terhadap tim medis. Tapi itu terjadi di daerah yang didominasi Muslim di mana ada ketidakpercayaan umum terhadap pemerintah," tuturnya.

Dia mengatakan daerah itu baru-baru ini menyaksikan protes terhadap undang-undang kewarganegaraan baru yang kontroversial.

"Sehingga kemarahan itu tumpah dan mengambil bentuk serangan ini. Tapi apa pun alasannya, tidak ada yang bisa membenarkan kekerasan, terutama terhadap dokter selama darurat kesehatan nasional," tambahnya.

BBC

Sebanyak 7 orang telah ditangkap terkait insiden penyerangan tenaga kesehatan di Indore.

Kisah tak menyenangkan lainnya datang dari rumah sakit di kota utara Ghaziabad. Rumah sakit itu merawat setidaknya 21 orang di karantina setelah mereka menghadiri acara keagamaan yang telah dikaitkan dengan ratusan kasus positif di seluruh negeri.

Ribuan orang yang menghadiri pertemuan di Delhi, yang diorganisasi oleh kelompok dakwah Islam Tabligh Jamaat, telah dikarantina dan pihak berwenang masih melacak orang lain. Diyakini bahwa infeksi disebabkan oleh pengkhotbah yang menghadiri acara dari Indonesia.

Di rumah sakit Ghaziabad, beberapa peserta yang dikarantina diduga menggunakan bahasa kasar dan vulgar terhadap tenaga kesehatan.

"Beberapa pasien berjalan telanjang di bangsal rumah sakit dan melecehkan dokter dan perawat wanita. Mereka terus meminta rokok dan tembakau," kata seorang dokter yang bekerja di rumah sakit itu.

Seorang perwira polisi senior di kota mengatakan bahwa kasus telah didaftarkan terhadap beberapa orang setelah dokter mengajukan pengaduan.

"Mendaftarkan kasus adalah pilihan terakhir. Polisi masih berusaha membuat mereka memahami beratnya situasi," katanya.

Insiden serupa telah dilaporkan di negara tetangga Delhi.

Beberapa peserta acara Jamaah Tabligh yang ditahan di fasilitas karantina yang dijalankan oleh kereta api dikatakan telah meludahi dokter dan berperilaku sangat buruk.

Deepak Kumar, juru bicara Northern Railways, mengatakan situasi di sana sekarang sudah terkendali.

"Para hadirin telah dikonseling dan mereka sekarang bekerja sama dengan tenaga kesehatan," katanya.

Pemerintah negara bagian Delhi dilaporkan telah menulis surat kepada polisi, meminta lebih banyak keamanan untuk staf medis.

Laporan serangan terhadap dokter dan perawat juga datang dari kota selatan Hyderabad dan kota barat Surat. Seorang dokter yang merawat pasien corona adalah Rumah Sakit Gandhi Hyderabad diserang pada hari Rabu (1/4).

BBC

Polisi telah berjanji kepada dokter bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku.

Namun, perlakuan buruk terhadap tenaga kesehatan tak hanya mereka terima di tempat kerja, tetapi juga di tempat tinggal. Seorang dokter yang tidak ingin diidentifikasi bercerita bahwa dia merasa sangat kecewa ketika para tetangganya mengatakan ia dan keluarganya harus angkat kaki dari apartemen.

"Kami ingin keluarga kami aman. Tapi kami didiskriminasi karena melakukan pekerjaan kami," tuturnya sedih.

"Sejumlah dokter telah dites positif di seluruh India dan itu menunjukkan betapa sulitnya pekerjaan kami saat ini. Dan itulah sebabnya kami membutuhkan dukungan semua orang untuk memenangkan perang melawan Virus Corona ini."

"Kami mengikuti semua protokol keselamatan. Kami bahkan tidak bertemu keluarga kami dan itu membuat stres. Tapi melihat diskriminasi terang-terangan ini menghancurkan perasaan saya. Tapi kita akan melanjutkan karena tidak ada pilihan lain," tegasnya.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Hadapi Fase New Normal dengan Konsumsi Jahe Susu untuk Jaga Kondisi Tubuh

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Jumlah ODP di Indonesia yang Masih Dipantau per 3 Juni Ada 48.153 dan PDP 13.213

Image

Iptek

Google Hapus Aplikasi Besutan India dari Play Store

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Waskita Karya Rampungkan Ruang Rawat Isolasi RSUP Fatmawati

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

246.433 Orang Telah Diperiksa Spesimen: 28.233 Positif COVID-19, 218.200 Negatif

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Sebaran 28.233 Kasus Positif COVID-19 di 34 Provinsi Indonesia

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pertamina Siap Jalankan Protokol New Normal untuk Pelayanan di SPBU

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menkeu Sebut Insentif Tenaga Medis Rp10,45 Miliar Sudah Cair

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Kemenparekraf Prioritaskan Industri MICE Domestik Selama Normal Baru

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

MS Kaban: Melarang Perjalanan Ibadah Haji Tanpa Alasan Syar'i Berhati-Hatilah

ONH disuruh lunasi eeee dibatalin ini new normal life?

Image
News

Wanita 46 Tahun Tidak Jujur Soal Status Corona Bikin Heboh Korban Kebakaran Tanjung Priok

Thari yang lalu majikannya ini menyuruh dia ikut rapid test di Rumah Sakit Hermina dan ternyata hasilnya positif

Image
News

Bagaimana Pemerintah AS Selesaikan Masalah George Floyd? Begini Tiga Skenario Prediksi SBY

Masalah George Floyd kini membuat AS jadi sorotan dunia

Image
News

KPK Amankan Tiga Kendaraan Mewah saat Tangkap Nurhadi

Penyidik akan menganalisis keterkaitan barang-barang yang diamankan itu dengan para tersangka

Image
News

Formappi: Peluang Partai Gelora ke Parlemen Bergantung Pada Mesin Partai dan Kekuatan Modal

Kemudian, kekuatan modal juga menjadi penentu walaupun bukan segala-galanya

Image
News

Mahfud MD Bertemu Ketua KPK, Bahas Apa?

Prinsipnya kita dorong penegakan hukum, apa yang bisa dibantu oleh Pemerintah terhadap KPK

Image
News

Enam Terdakwa Kasus Jiwasraya Didakwa Rugikan Negara Rp16,8 Triliun

Ada tujuh kesalahan yang dilakukan terdakwa.

Image
News

Samsat Jakbar Perketat Pelayanan Pajak Kendaraan

AKP Bobby Danuardi mengatakan pihaknya berkomitmen menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan Pemerintah demi mencegah penyebaran corona

Image
News
Wabah Corona

Whisnu Sakti Buana Dikabarkan Berstatus ODP, Ini Kata Gugus Tugas COVID-19 Surabaya

Pihaknya sempat kaget karena baru mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan media, bukan dari yang bersangkutan sendiri.

Image
News

Jawab Tagar #MendikbudDicariMahasiswa, Nadiem Makarim Pastikan Tak Ada Kenaikan UKT

Sosok Nadiem Makarim belakangan menjadi pembicaraan warganet

terpopuler

  1. Viral Pemakaman Anak Racing Digeber Suara Motor, Warganet: Kasian Jenazahnya Nggak Tenang

  2. Mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sebut Ade Armando Orang yang Tak Jelas

  3. Ngeri! Gara-gara COVID-19, Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Tak Tumbuh Tahun Ini

  4. Sultan HB X Minta 3.116 Jemaah Haji Asal DIY yang Batal Berangkat Tahun Ini Maklum

  5. Dibuang Muenchen, Tak Terpakai di Barcelona, Coutinho Bakal Kembali ke Inggris

  6. Kenakan Rompi Bertuliskan Syahadat, Luhan Dituding Lecehkan Agama Islam

  7. Tenang! SIM Habis April-Mei, Jangan Buru-buru Perpanjang, Polisi Tidak Akan Tilang

  8. Anies Bakal Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal Tingkat RW

  9. Barack Obama Buka Suara: Insiden George Floyd Bisa Dijadikan Titik Reformasi

  10. Advokat Pelapor Kasus Gagal Bayar di PT Mahkota Terancam Dikriminalisasi

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Kota di Masa Pandemi

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Hiburan

Cerita Kocak WFH, Yang Dilakukan Emak-emak ini Sambil Rapat Kantor Bikin Ngakak

Image
Ekonomi

Terjerat Narkoba hingga Distributor Resmi 7 Brand Kaca Film, 5 Fakta Menarik Christopher Sebastian, Pendiri Makko Group

Image
News

5 Pesona Kahiyang Ayu Lakukan Virtual Photoshoot Bersama Diera Bachir