image
Login / Sign Up

Buat Onar Selama Lockdown, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tak Segan Tembak Mati Warganya

Endarti

Wabah Corona

Image

Dalam pidatonya Rabu (1/4) malam lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan kepada pasukannya untuk menembak mati saja yang berani membuat onar selama karantina wilayah atau lockdown | OYOGIST

AKURAT.CO, Setelah tindakan super tegasnya dalam memberantas bandar narkoba, kini Presiden FIlipina, Rodrigo Duterte kembali menyedot perhatian publik karena penanganan pandemi COVID-19 di negaranya. Bagaimana tidak, untuk melancarkan aturan Lockdown atau karantina wilayah, Duterte nekat menyuruh anak buahnya untuk menembak mati warganya yang membuat onar selama penguncian.

Dalam liputannya, France24 pada Kamis (2/4) bahkan menuliskan bagaimana Duterte secara langsung mengatakan kepada pasukan keamanan FIlipina untuk membedil siapa pun yang menyebabkan masalah di daerah-daerah yang dikunci karena pandemi COVID-19.

Perintah untuk menembak mati warga yang melanggar ini diketahui disampaikan Duterte ketika berpidato pada Rabu (1/4) malam lalu. Namun, izin untuk membunuh warganya yang membuat onar tampaknya dipicu oleh gerakan protes yang dilakukan oleh warga miskin.

baca juga:

Pasalnya, beberapa jam sebelum berpidato, komunitas kumuh di ibu kota Manila dilaporkan sempat menggelar protes dan menuduh pemerintah gagal memberikan bantuan kepada rakyat miskin.

Tuntutan warga tersebut jelas terjadi lantaran selama Lockdown, rakyat miskin tidak bisa bekerja karena dibatasi pergerakannya. Padahal, dari sekitar 110 juta orang yang dikarantina, jutaan di antaranya dilaporkan hidup dalam garis kemiskinan.

Karena protes dari rakyat miskin itulah, pemerintah juga sempat menangkap hampir dua lusin pengunjuk rasa.

"Perintah saya kepada polisi dan militer, juga pejabat desa, bahwa jika ada masalah atau situasi (mulai) keruh, dan orang-orang mulai melawan hingga membahayakan hidup Anda, tembak mati mereka.

"Daripada menimbulkan masalah, saya akan mengirim kalian ke kuburan," ucap Duterte seraya menambahkan bahwa wabah semakin memburuk selama lebih dari dua minggu sebelum penguncian.

Sedangkan, berdasarkan pantauan terkini, Worldometer melaporkan bahwa kasus infeksi COVID-19 yang dimiliki FIlipina sudah mencapai 2.633 pasien. Sedangkan, korban meninggal karena COVID-19 diketahui telah menyentuh anga hingga 107 jiwa.

Sementara itu, sebelum menyuruh menembak mati pembuat onar selama karantina, Duterte sudah dikenal luas sebagai pemimpin yang kerap melontarkan ucapan hingga makian kotor kepada para lawannya.

Pun, Duterte selama ini juga mengundang banyak kecaman dari berbagai organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) dunia lantaran tindakan kerasnya dalam memberangus pengedar narkoba, termasuk mengeksekusi langsung selama penangkapan. Tidak hanya itu, para pengkritik Duterte juga menuduh bahwa perang narkoba yang ia lancarkan hanya menargetkan orang miskin.

Sementara, orang kaya dan berpengaruh justru makin mempertebal impunitas mereka hingga diklaim tidak bisa disentuh oleh pasukan Duterte.

Dengan aturan teranyarnya terkait dengan Lockdown, kelompok-kelompok HAM dunia pun makin menyuarakan kekecewaan hingga kecaman mereka terhadap penguasa FIlipina ini. Alih-alih menembak mati warga, para aktivis HAM lantas mendesak Duterte agar lebih mengutamakan penyediaan pasokan bantuan kepada rakyatnya.

"Sangat mengkhawatirkan bahwa Presiden Duterte telah memperpanjang kebijakan tembak-menembak. Pasukan mematikan yang tidak diawasi tidak boleh disebut sebagai metode untuk menanggapi keadaan darurat seperti pandemi COVID-19," ucap juru bicara Amnesty International FIlipina dalam sebuah pernyataan.

Namun saat menanggapi kecaman dari para kritikus, para pejabat FIlipina lagi-lagi membela Duterte sembari mengklaim bahwa presiden hanya menggunakan hiperbola untuk menyampaikan pendapatnya.

Kepala Kepolisian Nasional FIlipina, Archie Gamboa misalnya, ia mengatakan kepada awak media bahwa petugas tidak akan mulai menembak mati pembuat onar.

"Mungkin presiden terlalu menekankan penerapan hukum di saat krisis ini," tambah Gamboa.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Hari Ini, Kasus Covid-19 Jakarta Capai 7.946, Bertambah 160 Orang

Image

News

Wabah Corona

Masuki Normal Baru, Balai Kemensos Diminta Berikan Layanan yang Optimal

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Hingga 18 Mei 2020, Astra Life Sudah Bayar Klaim Rp3 Miliar Terkait COVID-19

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

FOTO Grand Palace Thailand Dibuka Kembali untuk Wisatawan

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Indonesia Bertekad Bantu Petani Kopi Selama Masa Pandemi COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Pasien Positif COVID-19 di RSD Wisma Atlet Berkurang 20 Orang

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Banyak Perusahaan PHK, BUMN Ini Justru Mampu Rekrut Pegawai di Masa COVID-19

Image

News

Wabah Corona

FOTO Pasangan Pengantin Terapkan Protokol Kesehatan Saat Akad Nikah

Image

News

Tim Gugus Tugas Temukan Tujuh Orang Positif Covid-19 di Bangka Tengah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Hari Ini, Kasus Covid-19 Jakarta Capai 7.946, Bertambah 160 Orang

“Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.445 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit."

Image
News

Pelaku Tabrak Lari di BKT Berusia Belasan Tahun, Polisi: Yang Bersangkutan Nangis Melulu

Pelaku tabrak lari berusia belasan tahun.

Image
News
Wabah Corona

Masuki Normal Baru, Balai Kemensos Diminta Berikan Layanan yang Optimal

“Demi tugas kemanusiaan tidak perlu ragu melakukan penataan seperti sebelum masa Covid-19”

Image
News

Putusan MK Jadi Acuan Keserentakan Pemilu 2024

Komisi II DPR terbuka untuk bisa menyusun RUU Pemilu yang akomodatif atas semua masukan para penggiat pemilu.

Image
News
Wabah Corona

Sebanyak 3.133 Orang Masih Jalani Karantina COVID-19 di sekitar Jakarta

Wisma karantina Pademangan, Jakarta masih jadi lokasi dengan jumlah orang karantina tertinggi mencapai 1.800 orang dari unsur PMI.

Image
News

Kaget! 5 Potret Warga Jogja Bersepeda, Padati Kawasan Tugu hingga Malioboro

Pengguna sepeda memadati beberapa kawasan di Kota Yogyakarta

Image
News

RSD Wisma Atlet Hingga 7 Juni 2020 Masih Rawat 545 Pasien COVID-19

PDP berkurang 4 orang, semula 5 orang menjadi 1 orang.

Image
News
DPR RI

Komisi II DPR: Isu Soal Ambang Batas Parlemen dan Presiden Masih Menjadi Perdebatan

Usulan ambang batas parlemen yang mengemuka yaitu 4-7 persen dan nanti ketika pembahasan akan ada dinamika serta akan ada titik temu

Image
News
DPR RI

Komisi I Minta TNI dan Kemenhan Cepat Laporkan Hasil Investigasi Jatuhnya Helikopter MI-17

MI-17 tidak hanya untuk operasi militer, tapi ia kerap turun dalam operasi SAR atau menjangkau daerah-daerah terpencil di Tanah Air.

Image
News

Libatkan 20 Ribu Pasien, Hong Kong Adakan Penelitian Skala Besar untuk Hapus Penyakit Keturunan

Tak hanya kelainan dan kanker langka, penelitian ini juga bisa menunjukkan penyakit umum yang dipengaruhi oleh gen, seperti diabetes

terpopuler

  1. PKS Dukung Rencana Rocky Gerung dan Zainal Arifin Mochtar Gugat Presidential Threshold ke MK

  2. Isu Pelengseran Presiden Timbulkan Dampak Buruk bagi Masa Depan Negara

  3. Mahasiswa: Tangkap Provokator Kerusuhan Papua dan Pengundang Veronica Koman

  4. Soroti Ribetnya Urus SIKM, Marzuki Alie: Ajukan Lewat Online Sistemnya Down, Lewat Email Nggak Jelas Hasilnya

  5. Novel Baswedan Cs Dikabarkan Periksa Nurhadi di Luar Gedung KPK, Dewas Diminta Turun Tangan

  6. Sembilan Prajurit TNI AD Jadi Korban Jatuhnya Helikopter MI-17 di Kendal

  7. Bukan Supremasi Militer, Meutya Hafid Sebut Pelibatan TNI dalam Penerapan New Normal Hanya Bantu Pemerintah

  8. Kreatif, Ayah Ini Membuat Baby Walker Menggunakan Pipa Air dan Kaleng Bekas

  9. Keistimewaan Kalimat Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Istighfar

  10. Sengaja Lakukan Eksperimen di Laboratorium! Eks Bos MI6 Percaya Virus Corona Buatan Manusia

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Ki Gendeng Pamungkas, Mengaku Pernah Santet Presiden AS hingga Tersandung Kasus Rasisme

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris