image
Login / Sign Up

Pemerintah Tangguhkan Cicilan Kredit, Debt Collector: Yang Ditangguhkan Pasien Corona, Yang Lain Tidak

Yohanes Antonius

Image

Jajaran Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 11 orang penagih hutang yang membawa senjata api jenis Baretta, Rabu (27/11/2019) | AKURAT.CO/Miftahul Munir

AKURAT.CO, Pandemi COVID-19 di Jakarta pada awal Maret 2020 lalu, berimbas berbagai sektor. 

Masalah ekonomi menjadi salah satu sektor yang paling babak belur karena wabah dari Wuhan China ini terus meluas ke berbagai provinsi di Indonesia.

Pemerintah dipaksa putar otak menjaga kestabilan perekonomian nasional yang sedang tergerus rontok, Presiden Joko Widodo lalu mengeluarkan berbagai kebijakan.

baca juga:

Salah satunya adalah menangguhkan Cicilan kredit selama setahun. Kebijakan yang mengancam profesi para Debt Collector.

Beberapa media arus utama bahkan telah menurunkan artikel yang membuat panik para Debt Collector. Kompas.com misalnya, artikel yang tayang pada Selasa (31/3/2020) ditulis dengan judul "Mulai Sekarang Sebagian Debt Collector Libur Dulu"

Namun kenyataan di lapangan masih ada sebagian Debt Collector yang bekerja. Seperti Jon Don Bosko, salah satu dari beberapa kelompok penagih hutang yang berasal dari Indonesia bagian Timur ini.

Puluhan tahun dia sudah menekuni profesi ini. Saat ini dirinya menjadi salah satu Debt Collector senior di salah satu perusahaan leasing kendaran roda empat dan beberapa perusahaan kredit online.

Dia memiliki puluhan anak buah yang tersebar di berbagai kawasan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Pria berperawakan tinggi besar ini bercerita panjang lebar mengenai profesinya di tengah  berbagai kebijakan pemerintah yang ditempuh untuk melawan penyakit menular dari Tiongkok itu.

"Kerjanya lancar? Atau dirumahkan karena kebijakan keringan pembayaran Cicilan," tanya saya.

"Bikin pusing saja kebijakannya,” jawabnya singkat.

Pria berkepala plontos itu mengaku kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini awalnya memang membuat bingung, dia sempat takut kehilangan pekerjaannya.

Beruntung perusahaan yang menggunakan jasa mereka, punya cara lain untuk mengakalinya, mereka memberikan kelonggaran kepada seluruh debitur walau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menerbitkan aturan keringan Cicilan kredit.

Penangguhan Cicilan hanya diberikan kepada mereka yang terdampak langsung COVID-19, misalnya debiturnya terjangkit wabah ini atau ada anggota keluarga yang memang terinfeksi penyakit menular itu.

"Enggak semuanya dikasih kelonggaran, kecuali yang bersangkuta kena corona atau yang baru mengajukan kredit di awal bulan Maret 2020,” tegasnya.

“Bagaimana dengan mereka yang sudah ambil Cicilan sejak tahun lalu atau sebelum ada corona,” saya kembali melontarkan pertanyaan

“Utang lama tetap kita tagih. Sesuai perjanjian yang sudah ada,” jabwabnya.

Lalu mereka yang ingin menangguhkan Cicilan kreditnya tak bisa dengan enteng memberi permohonan, harus ada surat resmi dari pihak Rumah Sakit bahwa yang bersangkutan terjangkit atau mengalami tanda- tanda corona.

Tak sampai disitu, sejumlah berkas dari OJK juga harus dibawa ketika hendak menangguhkan Cicilan kepada perusahaan pembiayaan ini.

"Ada syartnya juga. Tidak bisa datang ke kantor langsung ajukan Penangguhan. Bawa dulu berkas-berkas persyaratannya. Setelah perusahaan oke baru ditangguhkan," tegasnya.

Namun diakui Jon, kebijakan pemerintah soal penundaan pembiayaan Cicilan ini bikin pekerjaan mereka terkendala. 

Ada saja nasabah yang berkelit untuk tak membayar cicilannya dengan alasan kelonggaran yang diberiakan pemerintah.

"Ada saja ketemu orang yang pakai alasan corona supaya tidak bayar Cicilan, banyak juga yang kepala batu, tapi tidak semuanya. Ada yang memang punya niat baik buat bayar,"ucapnya.

Jon mengaku ia dan kelompoknya tetap melakukan penagihan kepada pada debitur yang tak masuk kriteria Penangguhan Cicilan

Bila menunggak Cicilan sampai lebih dari tiga bulan, mereka akan turun dan mengambil paksa kendaraan yang dikredit.

"Kalau tidak bayar, kendaraannya kita tarik," pungkasnya.

Resiko Seorang Debt Collector

Melakoni pekerjaan menjadi dept collector kata Jon, memang punya resiko besar, dia dan kawan - kawannya kerap kali terlibat keributan dengan nasabah yang tak terima di tagih.

Keributan yang kerap muncul inilah yang membuat pandangan miring di stempel pada para dept collector. 

Padahal kata dia, saat melakukan penagihan mereka memintanya baik-baik, hanya saja sebagian debitur kadang menunjukan sikap yang kurang hormat atau menganggap remeh penagih hutang, Hal ini menyulut emosi.

"Kalau sudah ngutang kewajibannya bayar, cuma kadang kita sudah kasih kelonggaran tapi tidak ada niat buat bayar. Malah kabur dan main kucing-kucingan itu yang bahaya. Sekali ketemu langsung ambil saja mobilnya,"ucapnya.

Menyadari pekerjaan ini penuh resiko, Jon bisanya mengerahkan lebih dari tiga orang saat hendak melakukan penyitaan kendaraan. Dia sudah bisa menebak situasi di lapangan saat melakukan "perampasan"

"Biasanya ribut itu, pasti enggek terima kalau mobilnya disita. Makanya sekali turun lima orang. Tapi kalau ambil tagihan bulanan paling banyak dua orang tapi banyak yang sering datang sendiri juga," ucapnya.

Florentinus, salah satu Debt Collector yang bekerja di bawa asuhan Jon mengaku dirinya masih tetap aktif melakukan penagihan di tengah isu Penangguhan Cicilan kredit ini.

Mahasiswa semester akhir itu tiga orang lainnya dipercayakan memegang kawasan Jakarta Selatan. Mereka ditarget melakukan penagihan di enam titik berbeda dalam sehari.

"Ada targetnya. Sehari enam enam titik. Nominal bayarannya pasti beda setiap titik, ada yang cicilannya dua juta perbulan tapi banyak juga yang lebih 5 juta perbulan," ucapnya.

Meski menekuni profesi yang penuh resiko namun hal yang membuat Florentinus getol melakukan penagihan adalah imbalan yang diterimanya setiap bulan.

Selain mendapatkan gaji pokok sekitar Rp3 juta, upah tambahan berupa bonus juga lumayan menggiurkan. 

Setiap kali ada pembayaran Cicilan dari debitur, satu persennya menjadi milik collector, dengan begitu satu Debt Collector minimal mengantongi 7 sampai 8 juta perbulan dari seluruh total pendapatan.

"Kisarannya  segitu, tapi mereka yang dapat tagihan kendaran mewah itu bisa belasan juta," tandasnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Penjelasan Rektor UPN terkait Polemik Surat Menkes Tarik Dekan Fakultas Kedokteran

Image

News

Hari Lahir Pancasila

Anies Baswedan Ikuti Upacara Virtual Sambil Dipantau Sang Ibunda dari Samping Layar

Image

News

Pantau Chek Point di Kalimalang, Wagub DKI: Alhamdulilah PSBB Buat Warga Ibu Kota Lebih Disiplin

Image

News

Politisi PDIP Tidak Sepakat Dengan Istilah New Normal, Begini Alasannya

Image

News

Camat Kalideres Belum Tahu Teknis Pelaksanaan New Normal

Image

News

Wabah Corona

Minta Anies Buka Rumah Ibadah, Ketua DPRD: Sudah Saatnya Warga Tidak Takut dan Jangan Ditakut-takuti

Image

News

Wabah Corona

Wacana New Normal, MRT Dorong Jam Kerja Fleksibel Hindari Penumpukan Penumpang

Image

News

Zita Anjani: Anak-anak Sudah Stres, Pemerintah Harus Segera Membuka Kegiatan Belajar-Mengajar

Image

News

Wabah Corona

Kabar Gembira, 114 Pasien Covid-19 Jakarta Sembuh

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
DPR RI

Gus Nabil: Nilai-nilai Pancasila Harus Disegarkan Agar Tidak Tergerus Akibat Krisis COVID-19

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni ini juga harus dijadikan momentum untuk menghindari munculnya kekerasan rasial.

Image
News
DPR RI

Sebelum Sekolah Kembali Dibuka di Era Normal Baru, Ketua DPR Sarankan Pemerintah Lakukan Hal Ini

Menurut Puan, protokol pelaksanaan new normal di sekolah harus dilaksanakan secara ketat.

Image
News

Hari Lahir Pancasila, Komisi A DPRD DKI: Komunisme, Liberalisme, Marxisme Dan Khilafah Tak Pantas di Indonesia

Lukmanul Hakim menyebut paham Komunis, Liberal, Marxisme bahkan paham negara Khilafah yang melenceng seperti ISIS

Image
News

Penjelasan Rektor UPN terkait Polemik Surat Menkes Tarik Dekan Fakultas Kedokteran

Prijo diharapkan tetap sebagai dekan hingga 2022.

Image
News
Hari Lahir Pancasila

Hari Lahir Pancasila, Menag: Jaga Kerukunan dan Kegotongroyongan Menuju Masyarakat Aman dari Covid-19

Upacara peringatan tingkat kenegaraan bahkan digelar secara virtual, dalam jaringan (daring), Senin (1/6/2020).

Image
News

Buntut Kasus George Floyd, Grup Hacker 'Anonymous' Ancam Bakal Kuak Kejahatan Kepolisian Minneapolis

Grup hacker tersebut klaim kepolisian Minneapolis memiliki daftar kejahatan dari korupsi hingga kekerasan

Image
News
Hari Lahir Pancasila

Anies Baswedan Ikuti Upacara Virtual Sambil Dipantau Sang Ibunda dari Samping Layar

Ibu yang sedang di rumah, sempat tanya, seperti apa upacara pakai video dan jarak jauh. Jadi, diajak ikut menonton.

Image
News

#KabarBaik: 5 Berita Gembira dari Pandemi COVID-19, Nenek 100 Tahun di Surabaya Sembuh dari Virus Corona

Nenek Kamtin (100) asal Surabaya yang menjadi pasien COVID-19 tertua di Indonesia dinyatakan sembuh dari virus corona.

Image
News

Mengenang Satu Tahun Kepergian Ani Yudhoyono, AHY: Kangen Sekali dengan Nasehat Bijak Memo...

Hari ini, 1 Juni 2020 tepat satu tahun berpulangnya Ani Yudhoyono ke sang Pencipta.

Image
News

Sebabkan Kerugian Rp14,4 T hingga Jadi Kerusuhan Paling Besar di Dunia, ini 5 Fakta Penting Kasus Rodney King di AS

Jadi salah satu kerusuhan paling besar di dunia

terpopuler

  1. Kerusuhan Terus Meluas, Meutya Hafid Minta Perwakilan Indonesia Pastikan Keselamatan WNI di AS

  2. Polisi: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Tanah Longsor di Ruas Tol Semarang-Solo

  3. Pesawat R80 Ditarik dari Proyek Strategis Nasional, Ustaz Hilmi: Pak BJ Habibie Pasti Sedih

  4. Protes George Floyd Makin Meluas, 'Batman' Tiba-tiba Muncul di Tengah Kerusuhan

  5. Kemendagri Tegaskan Tak Larang PNS Gunakan Ojek Konvensional dan Ojol di Tengah Covid-19

  6. Ruslan Buton Ditangkap, Refly Harun: Minta Presiden Mundur Nggak Apa-apa Dalam Demokrasi

  7. Seluruh Warga Kota Palu yang Terinfeksi Virus Corona Dinyatakan Sembuh

  8. Hujan Deras Akibatkan Tanah Longsor Hingga Menutup Ruas Jalan Tol di Semarang

  9. Tanggapi Pernyataan Refly Harun, Muannas: Mendesak Mundur Modal Hoax dan Hasutan itu Pidana

  10. Sudah Ganteng Sejak Dulu, Ini 4 Pesona Made Wirawan Muda

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit