image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up
Image

Achsanul Qosasi

Anggota III BPK RI  

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image

Ahmad zainudin (34) driver ojol | AKURAT.CO/Ratu

AKURAT.CO, Tak semua orang di negeri ini hidup dari gaji—penghasilan tetap dari negara, perusahaan atau lembaga mapan yang sanggup menanggung rugi. Sebaliknya, sebagian besar rakyat Indonesia adalah self-employed, orang yang mempekerjakan diri sendiri dalam ribuan sektor informal dengan modal kepintaran dan keringat sendiri, atau buruh yang berpenghasilan dengan hitungan hari.

Tentu saja tak semua mereka betul-betul menikmati kehadiran negara. Kebijakan-kebijakan ekonomi tak terasa langsung mengubah hidup mereka. Bagi sebagian besar mereka, bisa makan hari ini adalah berkah, sementara bisa makan esok hari masih misteri. Tantangan terbesar mereka masih pada urusan subsistensi, kebutuhan dasar paling bawah dalam hirarki Maslow.

Berdasarkan data pemerintah, yakni sesuai rencana anggaran bantuan sosial dalam APBN 2020, terdapat 15,6 juta orang yang mendapat kartu sembako, dengan anggaran mencapai 28,1 triliun rupiah. Sementara itu, di samping mereka yang menerima kartu sembako ini, yang dikategorikan sebagai masyarakat miskin, terdapat 74,093 juta pekerja informal. Dalam hitungan Badan Pusat Statistik (BPS),  pekerja informal ini menjadi mayoritas angkatan kerja Indonesia, mencapai persentase 57,28 persen.

baca juga:

Ketika kini badai ekonomi melanda, tersebab pandemi Virus Corona yang belum terkendali, nasib puluhan juta ini tentu perlu mendapat perhatian. Secara makro, daya beli akan terpuruk ketika ekonomi hanya bisa tumbuh sekitar 4 persen atau bahkan bisa terperosok menjadi 2,5 persen atau bahkan 0 persen. Harga barang-barang kebutuhan pokok akan melonjak, apalagi yang mudah dimonopoli dan jika negara tak cepat-cepat turun tangan.

Berita baiknya, pada 18 Maret 2020, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan bahwa negara sudah siap dengan segala kemungkinan. Ketika orang akan lebih banyak menyimpan uang dan stimulus ekonomi dengan adanya Lebaran, THR, dan gaji ke-13 juga diprediksi tak akan terlalu berpengaruh dalam menggerakkan roda ekonomi, pemerintah siap mengantisipasi kecukupan logistik atau kebutuhan pokok. Pemerintah bahkan sudah mengantisipasi jika diperlukan lock-down, karantina wilayah dan sebagainya.

Seiring dengan itu, pada 24 Maret 2020, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menginformasikan bahwa pemerintah berkemungkinan besar akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Target utama bantuan adalah masyarakat yang bekerja di sektor informal dan pekerja harian. Sektor informal yang akan dibantu mencakup warung dan toko-toko kecil. Di antara pekerja harian yang akan diberikan BLT adalah mereka yang terdampak karena bekerja di pusat-pusat serta para sopir ojek daring.

Sedangkan BLT untuk rumah tangga termiskin akan diberikan kepada sekitar 29 juta orang, di mana 15,2 juta di antaranya adalah penerima program Kartu Sembako dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Sementara  14,1 juta orang lagi akan dikoordinasikan dengan pemerintah di 34 provinsi.

Terkait kebijakan relaksasi kredit, pada 28 Maret 2020, telah diterbitkan Peraturan OJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional. Kebijakan ini adalah dalam rangka membantu debitur untuk keringanan pembayaran, bukan penundaan, yakni melalui skema restrukturisasi, penyesuaian jangka waktu, serta penyesuaian besaran cicilan atau turun bunga.

Dengan cara ini,  proses pembayaran kredit diharapkan akan tetap lancar.  Nasabah tetap wajib membayar cicilan bulanan, di mana besaran dari pembayaran diserahkan kepada masing-masing Bank atau Lembaga Keuangan (LK).

Namun demikian, dalam hal ini bank tentu saja tak bisa bergerak serta-merta. Kebijakan pemerintah tersebut memerlukan peraturan, petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis). Sebab industri keuangan adalah sektor yang fully regulated, yang mengacu pada Banking International Settlement. Sehingga, tak mengherankan kalau sejauh ini berbagai bank belum menjalankan kebijakan tentang stimulus perekonomian nasional terkait relaksasi kredit.

Distribusi dan Pengawasan

Di tengah pernyataan tentang kesiapan pemerintah menghadapi situasi ekonomi terburuk terkait pandemi Covid-19, serta kebijakan-kebijakan yang sudah dikeluarkan, beberapa catatan perlu diperhatikan.

Catatan paling penting adalah mengenai aspek distributif dari setiap bantuan. Setiap pihak harus menggarisbawahi hal yang menjadi catatan khusus Menteri Keuangan ini. Menurut menteri kawakan yang sudah mengelola ekonomi Indonesia sejak era pemerintahan SBY ini, diperlukan suatu sistem distribusi, di mana mesti terdapat sumber daya manusia yang benar-benar bisa menjalankannya.

Jika bantuan seperti BLT akan ditangani melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagai organisasi induk kebencanaan, harus dipastikan ketersediaan sistem distribusi yang menjangkau seluruh kantong-kantong masyarakat di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat dan BNPB harus berul-betul berkoordinasi dan bekerjasama dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Melekat dengan sistem distribusi adalah perkara akurasi data dari sasaran penerima dan sistem pengawasan penyaluran. Kedua hal ini, jika tidak ditangani secara saksama, akan menjadi penyebab keresahan sosial dan bahkan konflik.

Supaya bisa benar-benar sistemik dan transparan, pendataan dan penyaluran harus melibatkan perangkat pemerintahan sampai tingkat paling bawah serta terbuka bagi masyarakat banyak. Sedangkan untuk pengawasan, akan sangat tepat jika lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut secara langsung memantau sekaligus mengaudit program-program bantuan.

Persoalan data ini pada dasarnya sedikit pelik, terutama karena ini bersifat darurat dan sejumlah besar calon penerima bantuan belum terdata. Untuk BLT, misalnya, data calon penerima yang tersedia hanya 15 jutaan, yakni jika merujuk data penerima Kartu Sembako dan penerima BPNT. Sedangkan 14 jutaan lainnya, jika asumsi bahwa terdapat 29 juta calon penerima tepat adanya, masih misteri. Selain data BPS, kerjasama apik dengan Pemprov sampai ke tingkat Pemkab/Pemkot akan sangat menentukan.

Di samping itu, kita tentu juga tak bisa mengabaikan faktor demografis, di mana migrasi penduduk seperti dari kota ke desa atau antar daerah harus betul-betul didata. Selain kerja keras dan kerjasama yang erat antara Pemkab/Pemkot dengan sistem pemerintahan di bawahnya, pemanfaatan teknologi informasi harus betul-betul dimaksimalkan.

Catatan lainnya, terkait data para debitur, kita tentu tak perlu terlalu cemas. Bank-bank serta LK kreditur tentu punya data yang valid sehingga jika regulasi disertai juknis dan juklak sudah terbit, relaksasi kredit langsung bisa dijalankan.

Hanya saja, data mengenai UKM atau UMKM yang tak terdaftar sebagai debitur bank atau LK perlu mendapat perhatian. Pemerintah harus secepatnya membuat skema yang sistemik dan massif, sehingga mereka tetap bisa menyambung hidup  meskipun, misalnya, terpaksa gulung tikar karena ekonomi yang lesu.  Allaahua’lam bi al-shawwaab.

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

Image

News

Pilkada 2020

Digelar di Tengah Covid-19, DPD: Pilkada Serentak 2020 Pemerkosaan Politik

Image

Ekonomi

Wabah Corona

ILO Sebut Banyak Kaum Muda Menganggur Akibat COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Aturan Wajib SIKM di DKI Berakhir 7 Juni 2020

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menpar Wishnu Akui Butuh 1 Bulan untuk Persiapkan Pembukaan Destinasi Wisata

Image

News

Wabah Corona

Kabar Baik, Tak Ada Penambahan Kasus COVID-19 di DIY

Image

Ekonomi

Wabah Corona

BNI Optimis Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19, Gara-gara Hal Ini

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Jumlah ODP Corona per 28 Mei Ada 48.749 dan PDP 13.250

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

201.311 Orang Telah Diperiksa Spesimen, 176.773 Negatif

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

MA Tolak Kasasi Bupati Cianjur Nonaktif Irvan Rivano Muchtar

Irvan harus menjalani pidana selama 5 tahun.

Image
News
Wabah Corona

Cabup Enos Serahkan Bantuan ke Warga yang Diisolasi Usai Kontak dengan Pasien Positif

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang melakukan isolasi."

Image
News
Wabah Corona

222 Warga Mimika Terinfeksi Covid-19

Terdapat penambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan PCR pada Laboratorium Klinik Kuala Kencana.

Image
News

Telisik Korupsi Dana Hibah, 48 Pejabat dan Staf KONI Diperiksa Kejagung

Untuk mengumpulkan bukti adanya tindak pidana dalam kasus ini.

Image
News

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

Sekitar 60 % Zona Biru (level 2) bisa memulai pilihan new normal.

Image
News

Sopir Bajaj Ditetapkan Tersangka Kasus Tabrakan Bus Transjakarta yang Tewaskan Satu Penumpang

Penetapan tersangka berdasarkan hasil olah TKP dan pengumpulan barang bukti berupa video rekaman CCTV.Sopir Bajaj Ditetapkan Tersangka Kasus

Image
News
Pilkada 2020

Digelar di Tengah Covid-19, DPD: Pilkada Serentak 2020 Pemerkosaan Politik

Siapa yang bisa menjamin proses kampanye dengan berkerumunnya masa tidak terjadi penularan Covid-19?

Image
News

Pria yang Gagahi Seorang Gadis di Depok Ternyata Sudah Siapkan Alkohol Bacardi

Nanti kita akan beberkan kalau pemeriksaan sudah selesai karena pelaku masih diperiksa secara intensif

Image
News
Wabah Corona

Aturan Wajib SIKM di DKI Berakhir 7 Juni 2020

Tal bisa memperpanjang aturan wajib SIKM ini secara sepihak

Image
News

Demonstrasi di AS Ricuh, Massa Jarah Toko dan Bakar Pusat Kota

Ini adalah malam kedua protes di Minneapolis sejak kematian Floyd, setelah seorang polisi berlutut di lehernya hingga ia tak lagi bergerak.

terpopuler

  1. Syahrini dan Penyebar Video Porno Akan Dipertemukan Hari Ini

  2. Asisten Rumah Tangga dan Mahasiswa yang Terlanjur Mudik Dipastikan Tak Bisa Balik ke Jakarta 

  3. Yuk Mulai Tanam Singkong dan Ubi Jalar di Pekarangan Rumah dan Kantor

  4. Israel Aneksasi Tepi Barat, Menlu Retno Tegaskan Posisi Indonesia Soal Palestina kepada Menlu Amerika

  5. Pamer Wajah Asli, Foto Influencer Ini Beda Jauh dari yang di Medsos

  6. Setelah 2 Hari Zero Case, DIY Kembali Umumkan Penambahan Pasien Positif COVID-19

  7. Cak Lontong: Yang Berubah Hanya Para Normal Jadi Para New Normal Karena Tidak Ada yang Normal

  8. 14 Tahun Berlalu, 5 Potret Kenangan Tragedi Gempa Jogja 27 Mei 2006

  9. Go International, Liga Tarkam di Kebun Kelapa Banten Ini Diunggah Instagram AFC

  10. Via Vallen hingga Anji, 5 Penyanyi Besar yang Pernah Gagal di Ajang Indonesian Idol

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Anies Baswedan Bersama Putrinya

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo