Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pemerintah Diminta Realokasi Anggaran Pembangunan Ibukota Negara Baru Untuk Penanganan COVID-19

Kosim Rahman

Wabah Corona

Pemerintah Diminta Realokasi Anggaran Pembangunan Ibukota Negara Baru Untuk Penanganan COVID-19

Sebanyak 20 ton alat kesehatan bantuan dari Tiongkok tiba di gudang Angkasa Pura Kargo 530, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. | AKURAT.CO/Hendrik Situmorang

AKURAT.CO, Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) meminta pemerintah merealokasikan semua dana pengembangan infrastruktur 2020 termasuk dana pembangunan ibukota negara baru untuk dipakai membeli alat pelindung diri (APD) tenaga medis.

Pasalnya, kata Sekjen Gerakan HMS, Hardjuno Wiwoho, APD tenaga medis dalam mengatasi penyebaran Covid-19 ini sangat minim.

Padahal, tenaga medis adalah ‘panglima perang’ dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan ini.

baca juga:

“Sampai saat ini, saya mendapatkan banyak keluhan dari para dokter tentang minimnya dukungan APD. Kalau memang dana membeli APD ini nggak cukup maka hentikan proyek-proyek infrastruktur, termasuk proyek ambisius ibukota negara baru," ujar Hardjuno kepada wartawan, Selasa (31/3/2020).

"Nah, dana-dana ini dialihkan untuk pengendalian Covid-19 termasuk membeli APD untuk tenaga medis,” dia menegaskan.

Menurutnya, kebutuhan APD bagi tenaga medis ini sangat mendesak dan tidak bisa ditawar. Seiring, penyebaran Covid-19 ini makin meluas, dan memakan korban juga dari kalangan tenaga medis.

“Jika tenaga medis tertular karena minimnya APD, maka risikonya sangat besar sekali. Bisa menularkan ke pasien lain, ke keluarganya dan tidak bisa menolong pasien. Dan akhirnya korban pasien Covid-19 makin tak terbendung serta makin eskalatif,” jelasnya.

Meskipun agak terlambat, Hardjuno memberikan dukungan langkah pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar.
Dengan catatan, pemerintah bisa memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok di seluruh daerah.

Dalam UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan Pasal 52 ayat 1 disebutkan "selama penyelenggaraan karantina rumah, kebutuhan hidup dasar bagi orang dan makanan hewan ternak yang berada dalam wilayah karantina rumah menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat.

“Jadi harus ada jaminan dari pemerintah bahwa kebutuhan dasar manusia terpenuhi. Kalau tidak ada jaminan maka rakyat akan marah. Dan yang rugi yang pemerintah,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan pembatasan berskala besar mengacu kepada tiga dasar, yaitu UU 24/2007 tentang Bencana, UU 6/2018 tentang Kesehatan, dan UU 23/1959 tentang Keadaan Bahaya, dalam hal ini adalah darurat sipil.

Dalam hal darurat sipil, Hardjuno trgas menolak. Apalagi penetapan status darurat sipil tidak akan membebaskan masyarakat dari bahaya virus berbahaya ini.

Justru, dia menyakini kebijakan darurat sipil hanya akan mengakibatkan kesengsaraan berkepanjangan bagi rakyat lantaran tidak akan menghadirkan perbaikan kondisi ekonomi bagi masyarakat kecil.

“Darurat Sipil merupakan kondisi adanya gangguan atas ketertiban umum, sehingga harus ada pembatasan hingga ke ruang privasi publik. Dengan berlakunya darurat sipil, semua ruang privasi publik akan diatur pemerintah," pungkasnya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

FOTO Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas Cengkareng

Image

News

FOTO RS Siloam Siapkan 40 Vaksin COVID-19 Per Hari untuk Tenaga Kesehatan

Image

News

Pemprov Kaltim: Sepuluh Orang Peserta Siap Divaksin

Image

News

Lawan Covid-19

Daeng Fakih Ajak Tenaga Medis Mau Divaksin Sinovac

Image

Iptek

Hadapi Snapdragon 888 dan Apple A14 Bionic di Kelas Flagship, Samsung Siapkan Chipset Exynos 2100 5G

Image

Iptek

Oppo Reno5 5G dan vivo X50 Pro Sama-sama Dibekali Snapdragon 765G, Mana yang Terbaik?

Image

Iptek

Qualcomm Snapdragon 480 5G, Senjata Andalan HP 5G Murah

Image

News

Pemberian Vaksin Pertama di Tangsel Sebanyak 12.711 Orang, Ini yang Diprioritaskan

Image

News

Lawan Covid-19

Menko Airlangga: Pemerintah Tambah 10 Ribu Nakes Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Nataru

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Manfaatkan Sisa Masa Jabatan, Donald Trump 'Obral' Grasi untuk 100 Orang Lebih

Salah satu sumber menambahkan bahwa Trump ingin membantu orang-orang yang nantinya dapat membantu kariernya pasca-Gedung Putih

Image
News

Selasa Pagi, Merapi Keluarkan 30 Kali Guguran Lava Pijar

Selain itu Merapi turut memuntahkan awan panas guguran dengan jarak luncur material sejauh 1,8 kilometer

Image
News

Tunduk pada Anies, Marullah: Saya Tidak Bisa Melakukan Apa-apa Kecuali Perintah Gubernur

Dia dilantik Anies Baswedan, menggantikan posisi Saefullah yang mangkat pada September 2020 lalu.

Image
News

Tim DVI RS Polri Sudah Berhasil Identifikasi 34 Jenazah Penumpang Sriwijaya Air SJ-182

Selain itu juga, Rusdi mengungkapkan, Tim DVI RS Polri telah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga setelah berhasil diidentifikasi.

Image
News

Bamsoet Dorong Wartawan Masuk Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Mengingat peran jurnalistik menuntut mereka bertemu banyak orang.

Image
News

Kepada Penyidik, Bima Arya Ungkap Kronologi Kebohongan RS UMMI dalam Kasus Rizieq Shihab

Bima dimintai keterangan sebagai saksi pelapor dalam kasus dugaan menghalang-halangi penanganan wabah penyakit menular.

Image
News

MPR Minta Pemerintah Segera Relokasi Wilayah Hunian dari Daerah Rawan Bencana

Hasil dari langkah pemetaan tersebut, harus segera diikuti dengan upaya menata ulang wilayah hunian dan pusat kegiatan masyarakat.

Image
News

Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Berkedok Spa di Bandung

Polisi mengungkap kasus prostitusi berkedok spa di sebuah hotel yang berada di Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat.

Image
News

Tim SAR Tutup Pencarian Korban Longsor di Sumedang

Tim SAR telah menemukan 40 korban yang tertimbun lingsor di Sumedang.

Image
News

Mensos Risma Pantau Dampak Erupsi Gunung Semeru

Mensos Risma dengarkan pemaparan Bupati Lumajang Thoriqul Haq tentang erupsi Gunung Semeru.

terpopuler

  1. 4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

  2. Jokowi Tunjuk Marullah Jadi Sekda, Anies Cs Tak Bisa Membantah

  3. Ajaib! Hutang Segunung Bisa Lunas Jika Kamu Mau Mengamalkan ini

  4. Azyumardi Azra: Tidak Ada Negara Islam Sukses Membangun Peradaban

  5. Ditahan di Rutan Bareskrim, Kondisi Kesehatan Ustaz Maaher Memperihatinkan

  6. 7 Meme Lucu Laga MU vs Liverpool, Wasitnya Bingung Mencet Tombol VARPoll atau Penchester

  7. Intip Nih! Bisnis dari Modal Receh tapi Untung Jutaan Rupiah

  8. Waduh! PPKM Diperpanjang, 1.600 Restoran Terancam Gulung Tikar

  9. Wajib Tahu, ini 4 Privasi yang Dibagikan WhatsApp ke Facebook

  10. 7 Penampakan Terbaru Sungai Citarum, Kini Makin Bersih dan Asri

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Image
ARLI ADITYA PARIKESIT

Dilema Kebebasan Pendapat dan Pengendalian Transmisi Virus SARS-CoV-2

Wawancara

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Image
News

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?

Image
Video

VIDEO Resesi, Cukuplah Sampai di Sini | N. Siklo

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf