image
Login / Sign Up

Sebelum jadi Pandemi, Virus Corona Diduga Sudah Bertahun-tahun Menjangkiti Manusia

Citra Puspitaningrum

Wabah Corona

Image

Ilustrasi virus corona SARS-CoV-2 | South China Morning Post

AKURAT.CO, Virus Corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 kemungkinan telah menyebar antarmanusia selama bertahun-tahun jauh sebelum adanya pandemi. Dugaan ini muncul berdasarkan penyelidikan sejumlah peneliti virus ternama.

Kristian Andersen dari Institut Penelitian Scripps di California, Andrew Rambaut dari Universitas Edinburgh di Skotlandia, Ian Lipkin dari Universitas Columbia di New York, Edward Holmes dari Universitas Sydney, dan Robert Garry dari Universitas Tulane di New Orleans mengamati data ilmuwan dari seluruh dunia untuk menyelidiki evolusi Virus Corona. Hasilnya, virus ini mungkin telah berpindah dari hewan ke manusia jauh sebelum pertama kali terdeteksi di Wuhan, China. Mereka menjelaskan Virus Corona ini punya mutasi unik yang tidak ditemukan pada hewan yang dicurigai sebagai inangnya. Kemungkinan mutasi ini terjadi selama infeksi berulang antarmanusia. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature Medicine pada 17 Maret.

"Akibat perubahan evolusi bertahap selama bertahun-tahun bahkan beberapa dekade, virus ini akhirnya punya kemampuan menyebar dari manusia ke manusia dan menyebabkan penyakit serius," ungkap Direktur Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (AS) Dr Francis Collins yang tidak terlibat dalam penelitian, dilansir dari South China Morning Post.

baca juga:

Virus Corona jenis baru terdeteksi pertama kali saat sejumlah orang di Wuhan, China, menderita pneumonia misterius. Saat diteliti, gennya 96 persen mirip dengan virus kelelawar gua di sebuah gunung dekat perbatasan China-Myanmar. Namun, virus kelelawar itu tak bisa menular ke manusia karena kurangnya 'protein paku' agar bisa terikat dengan sel manusia.

Virus Corona dengan protein paku serupa kemudian ditemukan dalam trenggiling Malaya. Akibatnya, beberapa peneliti percaya terjadi rekombinasi genom antara virus kelelawar dan trenggiling.

Namun, virus yang kemudian dinamakan SARS-CoV-2 ini punya mutasi pada gennya yang tidak ditemukan pada Virus Corona di kelelawar atau trenggiling. Mutasi ini mampu menghasilkan struktur unik dalam protein paku pada virus untuk berinteraksi dengan furin, enzim yang tersebar luas dalam tubuh manusia. Akibatnya, selubung virus dan membran sel manusia berpadu saat saling bersentuhan. Ada kemungkinan mutasi ini terjadi secara alamiah pada virus di hewan inang.

Namun, kesenjangan antara virus pada manusia dan pada hewan masih terlalu besar.

"Ada kemungkinan leluhur SARS-CoV-2 melompat ke manusia, lalu memperoleh fitur genom melalui adaptasi selama penularan manusia ke manusia yang tak terdeteksi. Adaptasi inilah yang menyebabkan terjadi pandemi," terang tim peneliti dalam jurnal tersebut.

Hasil penelitian ini pun mematahkan kemungkinannya berasal dari percobaan laboratorium.

"Faktanya, setiap ahli biologi yang mencoba merancang Virus Corona yang mengancam kesehatan manusia tidak mungkin memilih bentuk khusus protein paku ini," pungkasnya.[]

Editor: Nafilah

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

RT 05 Menteng Dalam Karantina Lima Pekerja Proyek Tanpa SIKM

Image

News

Wabah Corona

Nekat Plesiran Beberapa Hari ke Riau, Warga Natuna Positif COVID-19 Setibanya di Rumah

Image

News

Wabah Corona

Jelang 'New Normal', Ketua MPR Minta Pemda Pastikan Warganya Patuhi Protokol Kesehatan

Image

Olahraga

Mario Balotelli

Mangkir Latihan, Balotelli Putus Kontrak di Brescia?

Image

News

Wabah Corona

Kemarin, 89 Orang di Jakarta Berhasil Sembuh dari COVID-19

Image

News

DPR RI

Satgas DPR dan Kementerian BUMN Tinjau Posko Masak COVID-19 di Jakarta

Image

News

DPR RI

Limbah Infeksius Akibat COVID-19 Diperkirakan Meningkat Hingga 30 Persen

Image

News

Wabah Corona

Deteksi Dini Corona, Pomdam V/Brawijaya Gelar Rapid Test Personel dan Keluarganya

Image

News

Bertambah 10 Kasus Baru, Pasien Positif Covid-19 di NTB Jadi 808 Orang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Nias Utara

Gempa yang terjadi termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme pergerakan naik.

Image
News
Wabah Corona

RT 05 Menteng Dalam Karantina Lima Pekerja Proyek Tanpa SIKM

"Selama 14 hari mereka diisolasi di kontrakan mereka, dengan pengawasan dari warga dan pengurus RT."

Image
News
Wabah Corona

Nekat Plesiran Beberapa Hari ke Riau, Warga Natuna Positif COVID-19 Setibanya di Rumah

Dinas kesehatan segera melakukan penelusuran (tracing contact) dengan mengambil spesimen untuk tes swab PCR terhadap keluarga pasien HW.

Image
News
Wabah Corona

Jelang 'New Normal', Ketua MPR Minta Pemda Pastikan Warganya Patuhi Protokol Kesehatan

Pemda juga harus pro aktif mengendalikan pergerakan warga di tempat-tempat umum, utamanya di pasar atau pusat belanja serta stasiun kereta a

Image
News
Wabah Corona

Kemarin, 89 Orang di Jakarta Berhasil Sembuh dari COVID-19

Sementara, kasus positif COVID-19 per kemarin berjumlah 7.786 orang, pasien sembuh 2.840 orang, dan yang meninggal 535 orang.

Image
News
DPR RI

Satgas DPR dan Kementerian BUMN Tinjau Posko Masak COVID-19 di Jakarta

Posko Masak ini akan terus beroperasi hingga berakhirnya PSBB di Jakarta.

Image
News
DPR RI

Limbah Infeksius Akibat COVID-19 Diperkirakan Meningkat Hingga 30 Persen

Menurut dia, kondisi peningkatan limbah medis B3 perlu diwaspadai, sehingga tidak menularkan COVID-19.

Image
News
DPR RI

Komisi I DPR Minta TNI Lakukan Investigasi Intensif Pascajatuhnya Helikopter MI-17 di Kendal

Kemenhan dan TNI diminta untuk benar-benar memastikan hal-hal teknis pesawat benar-benar tidak ada masalah untuk digunakan.

Image
News

TNI AD Masih Investigasi Penyebab Jatuhnya Helikopter MI-17 di Kendal

“Setelah jatuh, Helikopter MI-17 ini terbakar dan menyebabkan empat orang crew meninggal dunia”

Image
News

Walau PSBB Jakarta Dilonggarkan, Car Free Day Belum Diberlakukan Hari Ini

"Tetap berhati-hati di jalan, taati rambu lalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan," kata Dinas Perhubungan.

terpopuler

  1. UAS: Saya Bukan Penjahat, Saya Bukan Melakukan Perlawanan Mengangkat Senjata

  2. Rela Berjubel dan Antre, Banyak Orang Jadi Saksi Kepergian Bapak Proklamator Indonesia Ir. Soekarno

  3. Dirawat Kurang Lebih 2 Bulan, 10 Calon Perwira Polri di NTT Sembuh dari Covid-19

  4. Dinilai Hina Budaya Jawa lewat Cuitannya Soal Lathi Challenge, Wan Dazrin Minta Maaf

  5. PKS Dukung Rencana Rocky Gerung dan Zainal Arifin Mochtar Gugat Presidential Threshold ke MK

  6. Soal Pembatalan Haji 2020, Ace Hasan Syadzily: Menteri Agama RI Jelas Menyalahi Prosedur

  7. Susi: Kawan-kawan Laut, Saya Baru Cek Ombak, Ada Pesan dari Laut untuk Kita Semua

  8. Anggota DPR Dukung Anies Terapkan PSBB Transisi: Catatannya Ada Pada Pengawasan Penerapan Wilayah Pengendalian Ketat di RW Zona Merah

  9. Pemprov DKI Kembali Berlakukan Ganjil Genap, Termasuk untuk Sepeda Motor

  10. Anak-anak, Ibu Hamil dan Lansia Tidak Boleh Masuk Ragunan di Masa Transisi PSBB

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah