image
Login / Sign Up

Kacaunya Suasana Lockdown di India, Pekerja Urban Mudik Ramai-ramai

Citra Puspitaningrum

Wabah Corona

Image

Puluhan ribu pekerja urban mendatangi Terminal Bus Anand Vihar dengan berjalan kaki demi mendapatkan bus untuk pulang ke kampung halaman selama lockdown | India Today

AKURAT.CO, Suasana Lockdown atau karantina wilayah yang menginjak hari keempat di India pada Sabtu (28/3) terlihat kacau. Puluhan ribu pekerja urban dari ibu kota Delhi berbondong-bondong menyerbu Terminal Bus Anand Vihar demi pulang ke kampung halamannya.

Dilansir dari India Today, arus eksodus massal ini terlihat beberapa jam setelah otoritas Delhi, Bihar, dan Uttar Pradesh mengumumkan menyediakan ratusan bus bagi warga yang ingin meninggalkan Delhi. Tak ayal kaum pekerja urban ramai-ramai mendatangi terminal tersebut, bahkan tak sedikit yang berjalan kaki.

"Saya bekerja di lokasi konstruksi di Gurugram. Mandor menyuruh saya mencari kamar tinggal, tetapi tak ada pekerjaan. Mau bagaimana lagi pria miskin seperti saya dalam situasi seperti ini?" ungkap Brajesh yang berjalan kaki dari Ghazipur di perbatasan Delhi ke terminal demi naik bus menuju Bahraich di Uttar Pradesh.

baca juga:

Senasib dengan Brajesh, para pekerja urban memilih pulang kampung karena tak sanggup menyewa kamar, seperti yang diperintahkan mandornya. Gelombang pemudik ini pun melonjak setelah pemerintah mengumumkan akan memfasilitasi bus menuju negara bagian sekitar Delhi.

Berkumpulnya puluhan ribu pekerja ini menimbulkan risiko kesehatan yang besar. Tidak adanya physical distancing atau jaga jarak fisik memicu risiko penularan virus. Para ahli pun berpendapat pemerintah seharusnya lebih siap karena lebih dari 45 persen tenaga kerja di India adalah buruh harian. Akibatnya, ribuan orang yang berjalan bersama di terminal tersebut mengalahkan tujuan isolasi dan pemutusan rantai penularan virus.

"Orang-orang ini berisiko menyebarkan virus di antara mereka sendiri dan melipatgandakannya saat tiba di negara bagian lainnya," terang Dr Manoj Goel, direktur pulmonologi di Institut Penelitian Fortis Memorial di Gurgugram.

Pandemi ini pun bisa menjangkau kampung-kampung kecil, tempat para buruh tersebut tiba lalu menyebarkannya bak kebakaran hutan.

"Arus Mudik ini berbahaya karena bisa saja ada yang telah terjangkit Virus Corona. Penyakit mematikan ini pun sampai ke desa di mana fasilitas kesehatannya masih sangat buruk," kata Jugal Kishore, direktur Akademi Kesehatan Vardhman Mahavir dan Rumah Sakit Safdarjung.

Jumlah kasus COVID-19 di India telah melebihi 900 kasus pada Sabtu (28/3) dengan 19 orang meninggal dunia. Di Delhi sendiri, terdapat 49 kasus baru terkonfirmasi pada Sabtu (28/3).

"Gunanya Lockdown adalah untuk menghentikan penularan manusia ke manusia dengan mengisolasi warga di rumah masing-masing. Sangat penting memutus rantai penularan. Yang kita lihat di Delhi hari ini sangat berbahaya. Ini seperti bom waktu yang dipegang penyebar super (super-spreader)," komentar Dr Subhank Singh yang baru saja pensiun dari Rumah Sakit Medanta di Gurugram.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Profesor Wiku: Kita Harus Pastikan Protokol Empat Sehat Lima Sempurna Era COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Kampung Siaga Jateng Siap Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Waskita Karya Siap Laksanakan WFO Melalui Skenario New Normal

Image

Ekonomi

Perkuat Ekonomi Umat, Pemerintah Resmikan Kios WarNU dan Kartu Santri/Pelajar NU Digital

Image

News

Wabah Corona

Demi Sinyal Internet, Siswa Malaysia Ini Rela Panas-panasan Kerjakan Ujian di Tepi Jalan

Image

Ekonomi

LRT Jabodebek Molor ke Juni 2022, Progres Pembangunan Kini Baru 71,2 Persen

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pemerintah Diminta Bantu Petani Manfaatkan E-commerce untuk Distribusi Pangan di Era New Normal

Image

News

Wabah Corona

DIY 'Hattrick' Nihil Penambahan Kasus COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Anggota Gugus Tugas Corona Mamuju Dianiaya Saat Lakukan Tes Cepat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Begini Peran Miftahul Ulum, Operator Lapangan Suap dan Gratifikasi Imam Nahrawi

Miftahul Ulum bersama-sama dengan Imam Nahrawi dinilai terbukti menerima uang seluruhnya berjumlah Rp11,5 miliar.

Image
News

Ungkap 6,9 Ton Narkotika, Kapolri: Kami Komitmen Sesuai Perintah Presiden Wujudkan Indonesia Bebas Narkoba

Polri tak akan pernah mengendurkan langkah-langkah pencegahan dalam rangka memberantas dan memerangi narkoba.

Image
News

Eks Aspri Imam Nahrawi Dituntut 9 Tahun Penjara

Dinilai terbukti menjadi operator lapangan aktif penerimaan suap senilai Rp11,5 miliar dan gratifikasi sebesar Rp8,648 miliar.

Image
News

Profesor Wiku: Kita Harus Pastikan Protokol Empat Sehat Lima Sempurna Era COVID-19

Ia menambahkan bahwa kriteria itu adalah epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.

Image
News

Ketua KPU Blak-blakan Soal Pertemuannya dengan Harun Masiku

"15—20 menit sebetulnya banyak ngalor-ngidul-nya."

Image
News

Teror Diskusi Mahasiswa UGM, Masihkah Kampus Memiliki Kebebasan Akademik?

Permasalahan tersebut mendapat respon dari Forum Kajian Penulisan Hukum FH UII lewat diskusi.

Image
News
Wabah Corona

Kampung Siaga Jateng Siap Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Ada di 35 Polres.

Image
News

Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Morotai, Belum Ada Laporan Dampak Kerusakan

Hingga pukul 16.03 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Image
News

Begini Nasihat AA Gym kepada Calon Jemaah Haji 2020 yang Batal Berangkat

Insya Allah akan dapat pahala berlipat-lipat ganda dari Allah.

Image
News

HNW Kritik Menag: Pembatalan Haji Harus Libatkan DPR

Komunikasi politiknya buruk.

terpopuler

  1. 5 Kebiasan Rasulullah Agar Hidup Lebih Sehat dan Jarang Sakit, Yuk Terapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

  2. MS Kaban: Melarang Perjalanan Ibadah Haji Tanpa Alasan Syar'i Berhati-Hatilah

  3. Kemurahan Allah bagi Hambanya yang Menyertakan Niat dalam Segala Kegiatan

  4. Protes George Floyd: Pengamat Indonesia Sebut Donald Trump Bakal Kalah Besar di Pemilu 2020

  5. Pasca Operasi Bayi Tabung, Zaskia Sungkar Keluhkan Perut Kadang Sakit

  6. Bens Leo Soroti Ada 'Tepuk Tangan' Kekeyi di Lagu Keke Bukan Boneka

  7. Airlangga Pastikan Pemerintah Tak Cabut PSBB dan Segera Terapkan New Normal

  8. Kekeyi Diduga Menjurus Pelanggaran Hak Cipta, Bens Leo Minta Pencipta Hingga Label Rekaman Turun Tangan

  9. PDIP: Pemakzulan Presiden Cukup Sulit, Rasanya Seperti Mimpi di Siang Bolong

  10. Kisah Pemuda Singapura yang Positif COVID-19, Diisolasi 68 Hari dan Jalani Tes Swab 22 Kali

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah