image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Presiden PKS Desak Jokowi Berlakukan Lockdown Parsial

Muslimin

Wabah Corona

Image

Presiden PKS Sohibul Iman memberikan sambutannya dalam acara Konsolidasi Pasangan Calon Kepala Daerah PKS Se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (4/1). Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengumpulkan seluruh calon kepala daerah yang diusung di Pilkada serentak 2018. Pengumpulan ini untuk melakukan ikrar pemenangan yang dihadiri 8 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, 45 pasang calon walikota dan wakil walikota, dan 16 pasang calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2018. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman, mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil kebijakan Lockdown secara Parsial karena perkembangan kasus penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang kian hari kian mengkhawatirkan.

Sohibul menekankan bahwa pihaksanya sedari awal sudah meminta pemerintah mengambil kebijakan Lockdown Parsial di zona merah pandemi dan di daerah-daerah yang memiliki banyak penerbangan langsung ke luar negeri.

"PKS dari awal sudah jelas bahwa kami meminta untuk Lockdown. Bahkan kalau tidak memungkinkan Lockdown nasional, kami anjurkan untuk Lockdown Parsial. Artinya kota-kota yang terekspos secara langsung ke luar negeri, artinya ada direct flight yang cukup massif itu di-Lockdown secara lokal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

baca juga:

Menurut Sohibul, fenomena penyebaran Covid-19 saat ini memiliki tren persebaran dari wilayah zona merah ke wilayah-wilayah lain di Indonesia.

"Sekarang terbukti anjuran kami ini, hari ini laporan Jawa Tengah, Jawa Timur, yang sekarang pada kena positif itu umumnya adalah dari Jakarta, dari Jabodetabek. Makanya kami tetap menginginkan kepada Pak Jokowi berikanlah kebijakan untuk ada Lockdown Parsial daerah yang memiliki mobilitas sangat tinggi," ungkapnya.

Sohibul mengakui bahwa Lockdown atau social distancing sejatinya buka budaya di masyarakat Indonesia. Sebab, baik Lockdown maupun social distancing, keduanya sama sekali tidak sesuai dengan karakter sosial bangsa Indonesia.

"Jadi bukan Lockdown tidak bisa karena bertentangan dengan budaya kita. Social distancing pun juga bertentangan dengan budaya kita yang suka kumpul-kumpul. Yang terpenting adalah penegakan tegas dari aturan itu," katanya.

Sohibul melihat, dengan kondisi disiplin warga yang cukup rendah dalam mematuhi social distancing, maka opsi Lockdown secara Parsial harus kembali dipertimbangkan.

"Kalaulah DKI ini sudah di-Lockdown secara Parsial dari kemarin, saya kira masyarakat tidak akan bisa keluar dari DKI, karena itu masyarakat dari DKI tidak bisa menularkan di tempat lain begitu juga di tempat lain. Jadi kami tetap bersikukuh berlakukanlah Lockdown secara Parsial," ungkapnya.

Sekadar informasi, Lockdown Parsial juga sudah disuarakan oleh Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).

Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Siti Setiati, menyarankan pemerintah untuk melakukan Lockdown secara Parsial untuk mencegah semakin meluasnya penularan Covid-19.

Setiati mengatakan, berkaca dari negara lain Lockdown secara Parsial bisa menjadi pilihan bagi Indonesia. Menurut Siti, Lockdown secara lokal itu disarankan dilakukan selama minimal 14 hari.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

Penerimaan Siswa Baru, SMAN 112 Jakarta Siapkan Kuota Khusus untuk Anak Tenaga Medis

Image

News

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

Image

News

Pilkada 2020

Digelar di Tengah Covid-19, DPD: Pilkada Serentak 2020 Pemerkosaan Politik

Image

Ekonomi

Wabah Corona

ILO Sebut Banyak Kaum Muda Menganggur Akibat COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Aturan Wajib SIKM di DKI Berakhir 7 Juni 2020

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menpar Wishnu Akui Butuh 1 Bulan untuk Persiapkan Pembukaan Destinasi Wisata

Image

News

Wabah Corona

Kabar Baik, Tak Ada Penambahan Kasus COVID-19 di DIY

Image

Ekonomi

Wabah Corona

BNI Optimis Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19, Gara-gara Hal Ini

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Jumlah ODP Corona per 28 Mei Ada 48.749 dan PDP 13.250

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Penerimaan Siswa Baru, SMAN 112 Jakarta Siapkan Kuota Khusus untuk Anak Tenaga Medis

Anak-anak tenaga medis yang berjuang di tengah pandemi COVID-19 memiliki peluang lebih besar masuk SMAN 112 Jakarta.

Image
News

Polisi Gelar Perkara Kasus OTT Oknum Pejabat UNJ dan Kemendikbud

Pihak kepolisian juga telah memeriksa 23 saksi terkait operasi perkara tersebut.

Image
News

MA Tolak Kasasi Bupati Cianjur Nonaktif Irvan Rivano Muchtar

Irvan harus menjalani pidana selama 5 tahun.

Image
News
Wabah Corona

Cabup Enos Serahkan Bantuan ke Warga yang Diisolasi Usai Kontak dengan Pasien Positif

"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang melakukan isolasi."

Image
News
Wabah Corona

222 Warga Mimika Terinfeksi Covid-19

Terdapat penambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan PCR pada Laboratorium Klinik Kuala Kencana.

Image
News

Telisik Korupsi Dana Hibah, 48 Pejabat dan Staf KONI Diperiksa Kejagung

Untuk mengumpulkan bukti adanya tindak pidana dalam kasus ini.

Image
News

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

Sekitar 60 % Zona Biru (level 2) bisa memulai pilihan new normal.

Image
News

Sopir Bajaj Ditetapkan Tersangka Kasus Tabrakan Bus Transjakarta yang Tewaskan Satu Penumpang

Penetapan tersangka berdasarkan hasil olah TKP dan pengumpulan barang bukti berupa video rekaman CCTV.Sopir Bajaj Ditetapkan Tersangka Kasus

Image
News
Pilkada 2020

Digelar di Tengah Covid-19, DPD: Pilkada Serentak 2020 Pemerkosaan Politik

Siapa yang bisa menjamin proses kampanye dengan berkerumunnya masa tidak terjadi penularan Covid-19?

Image
News

Pria yang Gagahi Seorang Gadis di Depok Ternyata Sudah Siapkan Alkohol Bacardi

Nanti kita akan beberkan kalau pemeriksaan sudah selesai karena pelaku masih diperiksa secara intensif

terpopuler

  1. Syahrini dan Penyebar Video Porno Akan Dipertemukan Hari Ini

  2. Pamer Wajah Asli, Foto Influencer Ini Beda Jauh dari yang di Medsos

  3. Cak Lontong: Yang Berubah Hanya Para Normal Jadi Para New Normal Karena Tidak Ada yang Normal

  4. Go International, Liga Tarkam di Kebun Kelapa Banten Ini Diunggah Instagram AFC

  5. Via Vallen hingga Anji, 5 Penyanyi Besar yang Pernah Gagal di Ajang Indonesian Idol

  6. Jatuh Hingga Terperangkap Seharian saat Panjat Tebing, Pria Australia Ini Terancam Jalani Amputasi Kaki

  7. Ini Daftar Lengkap Kalender Pendidikan DKI Jakarta Tahun Ajaran 2020/2021

  8. Bak Istana, 7 Potret Rumah Kareena Kapoor dan Saif Ali Khan yang Mewah Abis

  9. Sindir Mahfud, Ustaz Hilmi: Maaf Deh Pak, Istri Saya Tidak Seperti Corona

  10. Gaungkan Tagar #WaspadaNewNormal, Mardani: Jangan karena Negara Lain Lakukan Relaksasi, Kita Ikut-ikutan

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 6 Potret Hangat Anies Baswedan Bersama Putrinya

Image
News

7 Pesona Menawan Soraya Muhammad Ali, Istri Zulkifli Hasan yang Awet Muda

Image
News

Romantis Abis! Intip 6 Gaya Pacaran Anak Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur Hutomo