image
Login / Sign Up

IDI Bantah Ancam Mogok Tangani Pasien Covid-19

Faqih Fathurrahman

Wabah Corona

Image

Suasana Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso dimana ditempatkan dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif virus corona (Covid-19) Jakarta Utara, Senin (2/3/2020). Kedua WNI yang tinggal di kawasan Depok, Jawa Barat ini, saat ini sudah mengisolasi pasien di ruang khusus yang tidak ada kontak langsung dengan orang lain.dua WNI tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Ikatan Dokter Indoneaia (IDI) mengklarifikasi pemberitaan tentang ancaman mogok menangani pasien yang terpapar Virus Corona atau Covid-19 karena minimnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD).

Ketua IDI, Daeng M. Faqih, membantah surat pernyataan yang dibuat IDI berisi ancaman untuk mogok.

"Saya klarifikasi ya, itu surat pernyataan tidak ada ancaman untuk mogok, mohon ini dipahami. Klarifikasi dari kami bahwa ada pemberitaan, ancaman mogok itu tidak benar," ucapnya, saat dihubungi AKURAT.CO di Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

baca juga:

Faqih mengatakan, surat tersebut merupakan penegasan terhadap Petugas Kesehatan, terlebih yang menangani pasien Covid-19. Dalam penanganan pasien yang terjangkit Covid-19, menurut Faqih, petugas harus melakukannya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Salah satunya yakni mengenakan APD untuk proteksi.

"Jadi yang kami sampaikan itu sebenarnya untuk menjadi perhatian, perhatian siapa? Khususnya bagi Petugas Kesehatan, karena sehari sebelum surat pernyataan itu, kami sudah keluarkan surat edaran SOP dan klasifikasi pemakaian APD bagi Petugas Kesehatan," katanya.

"Surat pernyataan itu untuk lebih menekankan, menjadi perhatian bagi Petugas Kesehatan agar dalam menangani, merawat pasien Covid-19 itu dia harus mematuhi SOP pemakaian APD dan kami sangat wanti-wanti sebenarnya," ujar Faqih menambahkan.

Faqih mengimbau agar Petugas Kesehatan tidak lengah dalam menangani pasien yang terpapar virus asal Wuhan, Thiongkok, tersebut. Karena, menurutnya, jika lengah atau malah nekat menangani pasien dengan mengesampingkan SOP, salah-salah malah petugas ikut terjangkit.

"Kami menghimbau supaya kawan-kawan itu tidak lengah dan malah nekat merawat pasien Covid-19 tanpa APD, itu berisiko. Kalau dia tidak hati-hati atau nekat tanpa memakai APD maka Petugas Kesehatan begitu dia menyentuh pasien itu, dia langsung terjangkit dan langsung sakit," ungkapnya.

Jika memang terjangkit, lanjut Faqih, maka Petugas Kesehatan tidak lagi bisa merawat pasien. Ia malah menjadi orang yamg harus menjalani perawatan. Sementara, pasien yang terjangkit semakin bertambah, kemudian disusul dengan berkurangnya tenaga kesehatan yang membantu dalam penanganan. Tentu hal itu, menurut Faqih, akan menambah kompleks permasalahan dalam menangani Covid-19.

"Kalau itu terjadi, maka Petugas Kesehatan itu sudah tidak lagi bisa menolong, malah dia menjadi pasien. Saya khawatir banyak yang tumbang Petugas Kesehatan, kalau banyak yang tumbang akan semakin bermasalah di pelayanan. Itu sudah pasiennya tambah banyak, petugas kesehatannya banyak yang tumbang. Akan lebih kompleks persoalannya," katanya.[]

Editor: Deni Muhtarudin

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Jelang 'New Normal', Ketua MPR Minta Pemda Pastikan Warganya Patuhi Protokol Kesehatan

Image

Olahraga

Mario Balotelli

Mangkir Latihan, Balotelli Putus Kontrak di Brescia?

Image

News

Wabah Corona

Kemarin, 89 Orang di Jakarta Berhasil Sembuh dari COVID-19

Image

News

DPR RI

Satgas DPR dan Kementerian BUMN Tinjau Posko Masak COVID-19 di Jakarta

Image

News

DPR RI

Limbah Infeksius Akibat COVID-19 Diperkirakan Meningkat Hingga 30 Persen

Image

News

Wabah Corona

Deteksi Dini Corona, Pomdam V/Brawijaya Gelar Rapid Test Personel dan Keluarganya

Image

News

Bertambah 10 Kasus Baru, Pasien Positif Covid-19 di NTB Jadi 808 Orang

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

5 Provinsi Nihil Kasus, Indonesia Masih Tetap Belum Aman dari Corona

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Hari Ini, 993 Orang Lagi Positif Corona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Jelang 'New Normal', Ketua MPR Minta Pemda Pastikan Warganya Patuhi Protokol Kesehatan

Pemda juga harus pro aktif mengendalikan pergerakan warga di tempat-tempat umum, utamanya di pasar atau pusat belanja serta stasiun kereta a

Image
News
Wabah Corona

Kemarin, 89 Orang di Jakarta Berhasil Sembuh dari COVID-19

Sementara, kasus positif COVID-19 per kemarin berjumlah 7.786 orang, pasien sembuh 2.840 orang, dan yang meninggal 535 orang.

Image
News
DPR RI

Satgas DPR dan Kementerian BUMN Tinjau Posko Masak COVID-19 di Jakarta

Posko Masak ini akan terus beroperasi hingga berakhirnya PSBB di Jakarta.

Image
News
DPR RI

Limbah Infeksius Akibat COVID-19 Diperkirakan Meningkat Hingga 30 Persen

Menurut dia, kondisi peningkatan limbah medis B3 perlu diwaspadai, sehingga tidak menularkan COVID-19.

Image
News
DPR RI

Komisi I DPR Minta TNI Lakukan Investigasi Intensif Pascajatuhnya Helikopter MI-17 di Kendal

Kemenhan dan TNI diminta untuk benar-benar memastikan hal-hal teknis pesawat benar-benar tidak ada masalah untuk digunakan.

Image
News

TNI AD Masih Investigasi Penyebab Jatuhnya Helikopter MI-17 di Kendal

“Setelah jatuh, Helikopter MI-17 ini terbakar dan menyebabkan empat orang crew meninggal dunia”

Image
News

Walau PSBB Jakarta Dilonggarkan, Car Free Day Belum Diberlakukan Hari Ini

"Tetap berhati-hati di jalan, taati rambu lalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan," kata Dinas Perhubungan.

Image
News

Evakuasi Korban Longsor di Gunung Putri Harus Lewati 10 KM Medan Sulit

“Waktu tempuh empat jam berjalan kaki, dengan kondisi medan yang sulit berupa hutan, jurang, lereng, serta melintasi beberapa aliran sungai”

Image
News
Wabah Corona

Deteksi Dini Corona, Pomdam V/Brawijaya Gelar Rapid Test Personel dan Keluarganya

“Untuk pemeriksaannya dilakukan oleh petugas kesehatan dari Rumah Sakit DKT III Surabaya“

Image
News

Bertambah 10 Kasus Baru, Pasien Positif Covid-19 di NTB Jadi 808 Orang

10 kasus baru positif COVID-19 itu, tersebar di Kota Mataram dengan lima kasus.

terpopuler

  1. UAS: Saya Bukan Penjahat, Saya Bukan Melakukan Perlawanan Mengangkat Senjata

  2. Kabar Gembira, Corona di Tanah Air Makin Terkendali

  3. Memiliki Dua Orang Anak Meski Belum Pernah Menikah, 5 Fakta Menarik Sushmita Sen

  4. Ternyata Ada Jenis Darah yang Halal untuk Dimakan, Apakah Itu?

  5. Rela Berjubel dan Antre, Banyak Orang Jadi Saksi Kepergian Bapak Proklamator Indonesia Ir. Soekarno

  6. Roket Falcon 9 Milik SpaceX Bikin Iri Sejumlah Negara Adidaya

  7. Dirawat Kurang Lebih 2 Bulan, 10 Calon Perwira Polri di NTT Sembuh dari Covid-19

  8. Dinilai Hina Budaya Jawa lewat Cuitannya Soal Lathi Challenge, Wan Dazrin Minta Maaf

  9. Soal Pembatalan Haji 2020, Ace Hasan Syadzily: Menteri Agama RI Jelas Menyalahi Prosedur

  10. PKS Dukung Rencana Rocky Gerung dan Zainal Arifin Mochtar Gugat Presidential Threshold ke MK

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah