image
Login / Sign Up

Penuhi Panggilan Pemprov DKI Jadi Relawan Tenaga Kesehatan, Arief: Saya Sudah Siap!

Ratu Amanda Distania

Wabah Corona

Image

Petugas kesehatan melintas di depan Gedung Pinere, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2020). Selain RS Soelianti Soeroso dan RSUP Persahabatan, Rumah sakit Gatot Soebroto juga menjadi tempat rujukan. Kemudian ditambah kembali lima rumah sakit di antaranya, RS Fatmawati, RS Poli Kramat Jati, RS TNI AL, RSUD Pasar Minggu, dan RSUD Cengkareng. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah poster 'Jakarta Memanggilmu Relawan Tenaga Kesehatan', di akun Instagram pribadi pada Jumat (27/3/2020) kemarin. Saat membagikan unggahan tersebut banyak yang terketuk hatinya untuk siap menjadi relawan dan berpartisipasi menanggulangi COVID-19.

Seperti calon relawan yang saat ini bekerja di laboratorium PT Panca Amara Utama, Arief Setiawan. Kepada AKURAT.CO. Ia mengaku sudah mendaftarkan dirinya melalui website yang tertera dalam unggahan Gubernur Anies. Arief yang saat ini berprofesi sebagai Laboratory Analyst mengaku cukup mampu atau siap jika nantinya terpilih menjadi relawan.

"Saya pribadi siap, kebetulan sering terjun ke lokasi bencana, terakhir saya turun tangan langsung ke Palu untuk membantu Nakes disana sehabis gempa dan tsunami Palu," kata Arief, Sabtu (28/3/2020).

baca juga:

Selain itu, ketentuan yang dikeluarkan Pemprov DKI menurutnya sudah cukup memenuhi standart. Dimana ada 3 ketentuan yang disebutkan dalam unggahan itu. Pertama, Pemprov DKI akan menempatkan relawan di Rumah Sakit, Puskesmas atau Labkesda. Kedua, fasilitas berupa akomodasi dan transportasi dari penginapan ke rumah sakit.

Namun, pada bagian ketiga, relawan diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Dalam pantauan saat ini, banyak publik yang terkendala karena hal tersebut. Arief pun menjelaskan secara pribadi mengapa masih ada dari mereka yang terkendala di STR.

"Saya memiliki STR (Surat Tanda Registrasi). STR ini diberikan oleh pemerintah daerah setempat atau yang berwenang dengan syarat harus punya sertifikat kompetensi. Nah untuk dapat sertifikat kompetensi harus punya ijazah sesuai bidang yang akan di ujikan dan akan mengikuti ujian program pendidikan dan ujian kompetensi, oleh DIKTI," ujar Arief.

Inilah mengapa banyaknya relawan Tenaga Kesehatan yang terkendala di STR, sebab tidak semua orang akan mendapat STR jika tak lulus ujian kompetensi. "STR ini layaknya SIM, kalau kita bisa mengendarai kendaraan tapi tak punya sim kan tidak di perbolehkan, sama dengan STR, jika kita tak punya STR maka kita, khususnya Tenaga Kesehatan, gak boleh mengabdikan dirinya untuk melayani masyarakat," katanya.

"STR bagi Tenaga Kesehatan itu juga berfungsi sebagai tanda bahwa kami itu berkompeten. Ini juga untuk mencegah oknum-oknum nakal dengan membuka praktik-praktik illegal," sambungnya.

Perihal APD yang sampai saat ini masih menjadi masalah, Arief mengaku tidak terlalu mempersoalkan itu. Sebab ia punya sendiri APD yang ia butuhkan.

"Karena saya Nakes jadi saya wajib punya pribadi selain yang dari kantor, hanya saja jumlahnya terbatas. Jika misal sampai di hari dimana APD saya udah habis, mungkin saya akan coba sharing ke teman-teman saya, karena mereka saat ini sedang melakukan upaya untuk donasi APD yang butuhkan Nakes ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan, setidaknya sampai APD yang baru dari pemerintah datang," ucap Arief.

Diluar dari itu, Arief mengatakan jika sering kali ia mendengarkan curahan hati teman-teman Tenaga Kesehatan dimana rumah sakit sering kali kekurangan APD dan menyebabkan tenaga medis harus memakai jas ujan.

"Saya sering sekali membaca curhatan teman-teman saya melalui WA grup, rata-rata pada bercerita bahwa di rumah sakit dia kekurangan APD, contoh seperti pakaian hazmat, karena mereka kehabisan stok akibat banyaknya pasien, dan belum ada suply dari pemerintah, mereka berinisiatif menggunakan jas hujan, yang mana sebenarnya jauh dari standar keselamatan," tuturnya.

Saat ditanya tentang Jakarta yang saat ini menjadi krisis tenaga medis. Arief memiliki pendapat sendiri mengenai hal tersebut.

"Ada beberapa faktor, 1. Karena banyaknya jumlah pasien sehingga Nakes yang ada sekarang kelabakan. 2. Karena pada dasarnya Nakes itu gak banyak, di tambah lagi ada beberapa Nakes yang udah parno duluan dengan wabah covid-19 sehingga mereka mundur sebelum berperang," paparnya.

Sebagai informasi, Anies melalui unggahannya menyebut jika saat ini membutuhkan relawan Tenaga Kesehatan seperti, Dokter Spesialis Paru, Dokter Umum, Perawat, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Pranata Lab Genetika dan Biologi Molekuler (menguasai metode PCR).

"Jakarta Memanggil. Saat ini Pemprov DKI Jakarta membutuhkan relawan Tenaga Kesehatan untuk ikut ambil bagian dalam menanggulangi COVID-19. Daftakan dirimu di bit.ly/relawannakesjakarta. Kunjungi juga website jdcn.jakarta.go.id/kolaborasi-tanggap-corona , untuk menemukan informasi lengkap kolaborasi," tulis @aniesbaswedan.[]

View this post on Instagram

Dari @dkijakarta? · · · ? Jakarta Memanggil?!? ??? Saat ini Pemprov DKI Jakarta membutuhkan relawan Tenaga Kesehatan untuk ikut ambil bagian dalam menanggulangi COVID-19.?? ??? Daftakan dirimu di bit.ly/relawannakesjakarta?? ?? Kunjungi juga website?? jdcn.jakarta.go.id/kolaborasi-tanggap-corona? , untuk menemukan informasi lengkap kolaborasi #hadapibersamaCOVID19?? ??? #JakartaTanggapCorona #DKIJakarta #COVID19 #CegahVirusCorona #Jaki? #JakartaKotaKolaborasi #JakartaMemanggil

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Hari ke-6, Rapid Test di Surabaya, BIN Temukan 136 Orang Reaktif

Image

News

Wabah Corona

Mantan Danjen Kopassus Sumbang 1.500 APD dan 30 Ribu Masker ke RSPAD

Image

Iptek

X50 Series Jadi Smartphone Flagship Pertama vivo di 2020

Image

News

Cegah Covid-19, Pemprov DKI Lakukan Penyemprotan Disinfektan Serentak di 46 Lokasi

Image

News

Wabah Corona

Gubernur Sumsel Alihkan Pos APBD untuk Insentif Tenaga Kesehatan

Image

News

Wabah Corona

Warga Keluhkan Pengurusan SIKM akibat Website Sulit Diakses

Image

Ekonomi

Wabah Corona

BI Serahkan APD dan Alkes Senilai Rp13,75 Miliar ke Gugus Tugas COVID-19

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Kesehatan Mental Penting Banget untuk Tenaga Medis RSD Wisma Atlet

Image

Iptek

BliBli Umumkan Total Donasi Pengguna dan Seller untuk Bantu Tenaga Medis Lawan COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kasasi Ditolak MA, KPK Segera Eksekusi Eks Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar

Amar putusan: terdakwa tolak, jaksa penuntut umum tolak perbaikan.

Image
News

Kasus Positif COVID-19 di 11 Provinsi Berhasil Tercatat Nol

Tapi masih ada penambahan kasus.

Image
News
Wabah Corona

Ada Corona, Prodia Hadirkan Layanan Telekonsultasi

“Permintaan layanan Prodia Telekonsultasi dapat dilakukan dengan menghubungi Kontak Prodia 1500-830”

Image
News

Hari ke-6, Rapid Test di Surabaya, BIN Temukan 136 Orang Reaktif

Mereka yang reaktif hasil rapid test langsung dilakukan penanganan swab test

Image
News

Melalui Webinar Nasional, BPP Kemendagri, Dorong Daerah Berinovasi Hadapi Pandemi

Daerah perlu melakukan inovasi mengingat pandemi telah mengubah banyak aspek

Image
News

MS Kaban: Melarang Perjalanan Ibadah Haji Tanpa Alasan Syar'i Berhati-Hatilah

ONH disuruh lunasi eeee dibatalin ini new normal life?

Image
News

Wanita 46 Tahun Tidak Jujur Soal Status Corona Bikin Heboh Korban Kebakaran Tanjung Priok

Thari yang lalu majikannya ini menyuruh dia ikut rapid test di Rumah Sakit Hermina dan ternyata hasilnya positif

Image
News

Bagaimana Pemerintah AS Selesaikan Masalah George Floyd? Begini Tiga Skenario Prediksi SBY

Masalah George Floyd kini membuat AS jadi sorotan dunia

Image
News

KPK Amankan Tiga Kendaraan Mewah saat Tangkap Nurhadi

Penyidik akan menganalisis keterkaitan barang-barang yang diamankan itu dengan para tersangka

Image
News

Formappi: Peluang Partai Gelora ke Parlemen Bergantung Pada Mesin Partai dan Kekuatan Modal

Kemudian, kekuatan modal juga menjadi penentu walaupun bukan segala-galanya

terpopuler

  1. Hebohnya Komentar Warga Indonesia yang Rekam Demonstrasi George Floyd di AS

  2. 5 Fakta Menarik Derek Chauvin, Polisi Pencekik George Floyd hingga Tewas!

  3. Demo Kematian George Floyd Rusuh, Sarah Azhari Kabarkan Kondisinya di Los Angeles

  4. Jelang kompetisi, Juventus Bakal Diperkuat 'Tiga Pemain Baru'

  5. Pengamat Hubungan Internasional: Pembatalan Pemberangkatan Haji Sudah Tepat

  6. Orang Sabar hingga Bertakwa, Ini 7 Sikap Manusia yang Disukai Allah dalam Al-Qur'an

  7. Dokter Wuhan yang Kulitnya Menghitam karena Corona Akhirnya Meninggal

  8. Ruslan Buton Ditangkap, DPR: Pemerintah Anti Kritik dan Takut Bayangannya Sendiri

  9. Tak Setuju Dana Haji untuk Intervensi Pasar, MPR: Jangan Menambah Kekecewaan Rakyat

  10. Bak Istana, 7 Potret Rumah Komedian Sule yang Mewah Abis

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Kota di Masa Pandemi

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Hiburan

Cerita Kocak WFH, Yang Dilakukan Emak-emak ini Sambil Rapat Kantor Bikin Ngakak

Image
Ekonomi

Terjerat Narkoba hingga Distributor Resmi 7 Brand Kaca Film, 5 Fakta Menarik Christopher Sebastian, Pendiri Makko Group

Image
News

5 Pesona Kahiyang Ayu Lakukan Virtual Photoshoot Bersama Diera Bachir