image
Login / Sign Up

Pro Kontra di Tengah Wabah Corona, Gatot Nurmantyo Jelaskan Mengapa Ajak Umat Makmurkan Masjid dan Galakkan Salat Berjamaah

Siswanto

Wabah Corona

Image

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo usai menghadiri HUT TNI Ke-74 yang bertema 'TNI Profesional Kebanggaan Rakyat', di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019). | AKURAT.CO/Aricho Hutagalung

AKURAT.CO, Setelah ajakannya kepada umat Islam untuk memakmurkan Masjid dan menggalakkan salat berjamaah -- sementara pemerintah didukung tokoh Agama meminta umat untuk sementara hindari ibadah berjamaah di tempat ibadah untuk mencegah penyebaran Covid-19 -- menuai pro dan kontra, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo menjelaskan alasan mengapa berkata demikian.

Pernyataan yang mengundang kontroversi itu disampaikan Gatot dua hari yang lalu melalui akun Instagram @nurmantyo_gatot terverifikasi miliknya. Gatot menekankan pernyataannya sebagai bentuk keresahan beberapa saat terakhir setelah wabah Covid-19 masuk Indonesia.

View this post on Instagram

-UNTUK KITA RENUNGKAN- Sepertinya ada yang keliru..?? Di negeri asalnya Covid-19-cina, yg penganut paham komunis dan sebagian besar tdk beragama beramai-ramai mendatangi Masjid dan Belajar Berwudhu hingga mengikuti Sholat Berjamaah. Namun di negeri Mayoritas Muslim justru sebaliknya..?? Mereka beramai-ramai Mengaungkan phobia dgn Masjid. Seakan-akan Masjid sebagai Sumber Penularan Covid-19..?? Lalu apakah mall, lift sarana umum, gereja, vihara, temple, klenteng "lebih aman" daripada Masjid..?? (Kita harus belajar pd pengurus gereja, vihara & pura/klenteng itu yg Tak Pernah Ada Himbauan untuk Larang warganya untuk beribadah disana). Padahal disana mereka tidak pernah berwudhu..?? Ada apa ini dan pikiran siapa yang mengajak demikian ??? Hingga Umat Islam lupa bahwa Masjid adlh Tempat yang Paling Aman untuk Berlindung dari Segala Bencana..?? Mengapa Umat Islam tidak Menggaungkan Himbauan "Selalu" menjaga Wudhu & Sholat Berjama'ah..?? Wa Allahu'alam bii showab.. Semoga Allah SWT Menjaga dan Memberi Petunjuk Umat dari Segala Kekeliruan. Aamiiin. Yaa Robbal 'Alamiin. AYO MAKMURKAN Masjid & GALAKKAN GERAKAN SHOLAT BERJAMA'AH UNTUK MINTA PERTOLONGAN ALLAH..!! (Jadikan Sholat & Sabar Sebagai Penolongmu..!!) Virus Corona (Covid-19) adalah ciptaan Allah dan yg kena pasti juga atas ketetapan Allah.

baca juga:

A post shared by Gatot Nurmantyo (@nurmantyo_gatot) on

Gatot berharap pernyataannya jangan disalahpahami. Ada sejumlah alasan yang dia utarakan lewat IG.

Pertama, pada kalimat: “... Mereka beramai-ramai menggaungkan phobia dengan Masjid. Seakan-akan Masjid sebagai sumber penularan Covid-19??”

Gatot menjelaskan ajakannya untuk tetap memakmurkan Masjid semata-mata karena ingin mencegah potensi berkembangnya stigma Masjid sebagai pusat penyebaran Covid-19 di tengah tidak adanya gaung ajakan serupa dari kalangan gereja, vihara, pura, klenteng dan tempat ibadah lainnya.

Kedua, kata dia, hal itu juga dilandasi fakta bahwa pemerintah belum melarang kegiatan masyarakat di mall, tempat hiburan, dan sarana publik lain, yang dalam pemahaman Gatot berarti secara umum pemerintah masih dapat sepenuhnya menggendalikan penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Ketiga, menurut Gatot, jika Masjid yang pada umumnya orang datang untuk beribadah dalam kondisi bersih, membuka alas kaki dan berwudhu, dahi pada kondisi normal dengan membasuh menggunakan air bersih pada bagian tubuh yang diwajibkan saja sudah diimbau untuk tidak dilakukan, apalagi mestinya di tempat-tempat yang jelas-jelas untuk masuk sama sekali tidak diatur kebersihannya.

"Keempat, saya ini seorang santri dan harus patuh taat pada ulama, maka saya sangat meyakini bahwa himbauan saya tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan Fatwa Majelis Ulama, Nomor 14 Tahun 2020, tanggal 16 Maret 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi terjadi wabah Covid-19, yang dalam pasal-pasalnya mengatur ibadah bagi umat yang sudah sakit dan yang masih sehat, serta (baca dan perhatikan fatwa pasal 4 dan 5) bagaimana beribadah dalam kondisi penyebaran Covid-19 tidak terkendali dan dalam kondisi penyebaran Covid-19 terkendali. Sangat jelas di fatwa ini kapan beribadah di Masjid menjadi haram hukumnya dan kapan tetap menjadi kewajiban umat Islam," kata Gatot.

Kelima, kata Gatot, manakala pada suatu ketika pemerintah secara resmi telah melarang (menutup) kegiatan di sarana-sarana umum seperti mall, tempat sarana publik lainya dan tempat-tempat hiburan, yang berarti kondisi penyebaran wabah tidak terkendali lagi sebagaimana tersebut diatur dalam pasal 4 Fatwa MUI di atas, "Tentu saya tidak akan lagi menghimbau kegiatan ibadah di Masjid tetapi justru sebaliknya menghimbau agar tdk beribadah di mesjid. Dalam kaitan itu saya akan menyarankan kepada pemerintah untuk segera menutup sarana publik seperti tempat hiburan guna mencegah makin tidak terkendalinya penyebaran wabah Covid-19."

"Terima kasih semoga kita bersatu bergotong royong bersama pemerintah dan dengan lindungan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa mampu melawan dan mengendalikan serta serta meniadakan covid -19. Amiin YRA," demikian ditambahkan Gatot di IG. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Imbau Masyarakat Disiplin, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Kita Balik Lagi ke-PSBB yang Maksimal

Image

News

Wabah Corona

Sampaikan Laporan Mingguan Kasus Covid-19, Ridwan Kamil: Kota Depok Tertinggi

Image

News

Mari Bicara Next Normal, Bukan Lagi New Normal

Image

News

Wabah Corona

Hari Ini, Kasus Covid-19 Jakarta Capai 7.946, Bertambah 160 Orang

Image

News

Wabah Corona

Masuki Normal Baru, Balai Kemensos Diminta Berikan Layanan yang Optimal

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Hingga 18 Mei 2020, Astra Life Sudah Bayar Klaim Rp3 Miliar Terkait COVID-19

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

FOTO Grand Palace Thailand Dibuka Kembali untuk Wisatawan

Image

News

VCR Black Box Heli MI-17 yang Jatuh di Kendal Akan Diperiksa di Rusia

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Indonesia Bertekad Bantu Petani Kopi Selama Masa Pandemi COVID-19

komentar

Image

1 komentar

Image
ica juniyanti

semangat pak gatot

terkini

Image
News

Jalan ke Gedung Putih Diberi Nama 'Black Lives Matter Plaza', Wali Kota AS Panen Pujian

Aspal abu-abu itu kini bertuliskan 'BLACK LIVES MATTER' dengan huruf kuning raksasa sebagai pesan solidaritas rakyat AS atas kematian Floyd

Image
News
Wabah Corona

Sampaikan Laporan Mingguan Kasus Covid-19, Ridwan Kamil: Kota Depok Tertinggi

"Per kemarin positif (Covid-19) di 2.314, penambahan sekitar 18 orang."

Image
News
Wabah Corona

UPDATE Corona 7 Juni: Total ODP 40.370 dan PDP 14.197

"Total ODP sebanyak 40.370 orang dan sebagian besar sudah selesai dipantau dan dalam keadaan sehat, PDP 14.197 orang," ujar Yuri.

Image
News

Aksi Legislator Golkar Bagikan Hidangan Khusus Tamu VVIP Kepada Warga di Acara Kunjungan Menteri Pertanian

Dedi sendiri mengakui hal itu, bahwa seringkali tamu yang disediakan hidangan paling mewah tersebut jenuh dan tidak menyentuhnya sama sekali

Image
News

Ada Typo di Kicauan Jokowi, Warganet: Beranda Pak Bukan Veranda, Kalau Veranda Eks JKT48

Postingan Presiden Jokowi di Twitter menjadi sorotan warganet lantaran ada kesalahan penulisan kata 'beranda' menjadi 'veranda'.

Image
News
Wabah Corona

UPDATE COVID-19 Per 7 Juni: Kasus Positif 31.186, Sembuh 10.498, Meninggal 1.851

Penambahan kasus positif yang kita dapatkan pada hari ini 672 orang," ujar Achmad Yurianto.

Image
News

Khawatir Namanya Akan Semakin Tercemar, UAS Minta Saran ke Refly Harun

Refly berpesan kepada UAS agar jangan menyerah menyampaikan sesuatu yang dianggap memang benar.

Image
News

Mari Bicara Next Normal, Bukan Lagi New Normal

Beberapa panduan sudah dikeluarkan, daerah percontohan sudah dimunculkan.

Image
News
Wabah Corona

Hari Ini, Kasus Covid-19 Jakarta Capai 7.946, Bertambah 160 Orang

“Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.445 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit."

Image
News

Pelaku Tabrak Lari di BKT Berusia Belasan Tahun, Polisi: Yang Bersangkutan Nangis Melulu

Pelaku tabrak lari berusia belasan tahun.

terpopuler

  1. Isu Pelengseran Presiden Timbulkan Dampak Buruk bagi Masa Depan Negara

  2. Mahasiswa: Tangkap Provokator Kerusuhan Papua dan Pengundang Veronica Koman

  3. Sembilan Prajurit TNI AD Jadi Korban Jatuhnya Helikopter MI-17 di Kendal

  4. Kreatif, Ayah Ini Membuat Baby Walker Menggunakan Pipa Air dan Kaleng Bekas

  5. Keistimewaan Kalimat Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Istighfar

  6. Presiden Tetap Naikan Iuran BPJS, Mahasiswa Gugat UU Mahkamah Agung

  7. Diterjang Banjir Rob, Malam Ini Kompleks Pantai Mutiara Jakut Mati Listrik

  8. Kritik Media Massa, Ade Armando Sebut Kesalahan Pemberitaan Pemblokiran Internet Papua Berdampak Pada Kredibilitas Pemerintah

  9. Susi Diminta Tolong Peternak Ayam Agar Beritahu Kondisi Mereka Sekarang kepada Pemimpin Negeri Ini

  10. Kabar Gembira, Tol Jakarta Arah Cikampek II Sudah Bisa Dilewati Kendaraan Mulai Tengah Malam Ini

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Husamah

Mari Bicara Next Normal, Bukan Lagi New Normal

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Ki Gendeng Pamungkas, Mengaku Pernah Santet Presiden AS hingga Tersandung Kasus Rasisme

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris