Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up
Image

Zainul A Sukrin

Direktur Politika Institute

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Kolom

Image

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat memberikan keterangan mengenai virus Corona (Covid-19) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada semua pihak untuk merahasiakan nama-nama pasien yang telah terinfeksi virus Corona agar tidak merasa dikucilkan. Jokowi juga meminta kepada para aparat penegak hukum melakukan tindakan terhadap para penjual masker yang telah melakukan penimbuhan sehingga harga masker mahal. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Sepintas, dinamika kekuasaan di Indonesia tidak bisa terlepas dari gagasan politik Jawa tradisional. Diterima atau ditolak sebagai kebenaran atau kebetulan, budaya Jawa tradisional terpatri di dalam tindakan dan pertimbangan politik. Dalam gagasan budaya Jawa tradisional, kekuasaan disenyawakan dengan kesaktian (kesakten). Kesaktian sendiri sifatnya sinkretis dan atau mistis.

Mengulas gagasan kekuasaan dalam budaya Jawa tradisional, pasti merujuk penelitian yang dilakukan oleh Benedict Anderson selama 25 tahun di Jawa. Dan dalam artikel ini mencoba mengkontekstualisasikan tulisan Benedict Anderson dalam situasi bangsa yang sedang dihinggapi ketakutan karena Covid-19 (Corona Virus). Dalam budaya Jawa tradisional segala peristiwa saling berhubungan dan konsistensi tradisi dalam ikatan sosial. Terutama relasinya dengan kekuasaan.

Kesimpulan gagasan kekuasaan dalam budaya Jawa tradisional yaitu kekuasaan atau kesaktian itu homogen, nyata, jumlahnya tetap, dan tanpa implikasi moral yang inheren. Kekuasaan atau kesaktian sendiri dapat diwujudkan, disimbolkan, dibentuk, dan dilembagakan dalam pusaka, atau dalam benda kramat lainnya. Kekuasaan akan terpancar kuat jika pusaka tetap ada dan konstan. Dan kekuasaan atau kesaktian juga akan meredup, jika pusakanya hilang, dicuri atau tidak dalam genggaman.

baca juga:

Covid-19 dan Kekuasaan

Setidaknya pandemi Covid-19 dalam budaya Jawa tradisional tetap dinilai dengan hal yang mistis. Karena masyarakat Jawa percaya bahwa gangguan ketidakseimbangnya kehidupan dapat berbentuk seperti wabah penyakit, bencana alam, dan paceklik. Dan pandemi Covid-19 sebagai bentuk nyata gangguan ketidakseimbangan kehidupan itu.

Ketidakseimbangan kehidupan sebagai penderitaan. Penderitaan harus diakhir untuk mewujudkan ketenangan dan ketentraman hidup. Jika wabah dan berbagai bentuk lain dari ketidakseimbangan kehidupan tidak dapat diatasi, maka dapat mengusik keseimbangan kekuasaan/kesaktian. Masyarakat akan menguji sejauh mana pengaruh kekuasaan dalam mengatasi wabah yang menciptakan ketakutan dan kegelisahan tersebut.

Pengujian kesaktian atau kekuasaan dilakukan karena legitimasi yang dicurahkan pada penguasa yaitu legitimasi religius. Kekuasaan dan kesaktian penguasa diikat oleh nilai dan kepercayaan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Jawa. Dan penilaian yang paling buruk dari gangguan kehidupan yang timbul yaitu sebagai kutukan. Label buruk kutukan ialah dapat mengarahkan pada delegitimasi kekuasaan atau tanda kesaktian penguasa memudar. Saat kesaktian memudar dan hilang, maka kewibawaan penguasa runtuh seketika.

Kekinian

Nilai kebenaran dari budaya Jawa tradisional bagi sebagian orang, dianggap tidak lagi relevan. Perkembangan dan perubahan sosial sedikit membuka nalar dan jiwa kritis masyarakat. Akan tetapi, dengan perkembangan dan perubahan sosial tersebut tidak lantas melunturkan semua nilai budaya yang dipercaya oleh masyarakat Jawa. Termasuk saat ini, masyarakat membutuhkan kewibawaan penguasa. Penguasa dapat menentukan sikap politik yang jelas dan bijaksana. Tujuannya ialah mewujudkan ketenangan dan tentramnya hidup masyarakat.

Pandemi Covid -19 merupakan ujian berat Joko Widodo saat ini. Pandemi tersebut harus dapat diatasi segera mungkin. Wabah Covid-19 jangan tersebar dan membunuh masyarakat dengan skala luas. Jika masyarakat dihinggapi oleh rasa ketakutan dan kegelisahan yang berlarut-larut, dapat berdampak buruk. Pandemi ini cenderung dapat meruntuhkan kewibawaan dan pengaruh penguasa.

Dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 yaitu menyebabkan resesi atau kemerosotan ekonomi. Resesi ekonomi tersebut yaitu kondisi perekonomian yang tumbuh negatif selama dua kuartal atau berturut-turut. Kondisi tersebut menyebabkan permintaan melemah, termasuk penjualan dan pendapatan bisnis menurun, kegiatan ekonomi tidak berkembang atau berhenti, banyak perusahaan rugi dan gulung tikar, kelaparan dan pengangguran membludak.

Saat ini, nilai tukar rupiah pada dolar Amerika sudah sampai angka Rp. 16.000-sekian. Jika pandemi ini terus terjadi, Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi mencapai 2.5 % bahkan sampai 0 %. Situasi ini menjadi ancaman serius.

Sepertinya kelaparan dan krisis tidak dapat dihindari jika terjadi kemerosotan ekonomi. Dalam istilah masyarakat Jawa situasi tersebut sebagai penderitaan hidup, atau bencana dan malapetaka. Pada puncaknya, masyarakat menuntut penguasa untuk menanggung beban hidup atau penderitaannya. Masyarakat juga dapat menukar penderitaannya dengan kekuasaan dan kewibawaan penguasa. Dengan tujuan untuk mencari keseimbangan baru. Runtuhnya Soeharto tahun 1998, sebagai contoh formasi keseimbangan baru.

Agar tidak menimbulkan ketidakseimbangan kekuasaan, Joko Widodo harus menjaga kewibawaannya. Dapat melembagakan sikap politik dengan jelas dan tidak abu-abu. Termasuk segera memperoleh vaksin ekonomi maupun vaksin pandemi Covid-19 untuk mengatasi dan menyudahi penderitaan. Dan tujuannya agar tetap menjaga keseimbangan hidup dan kekuasaan. Termasuk mewujudkan kebaikan, kebahagian, dan ketentraman hidup.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Komunisme dan Kearifan

Image

News

Demokratisasi di Tengah Badai Pandemi

Image

News

Mengukuhkan Persaudaraan Sosial

Image

News

Menjual Tubuh

Image

News

Organisasi Penggerak Pendidikan

Image

News

Tapak Ir. H. Joko Widodo dan Tuan Syèkh Ibrahim Sitompul

Image

News

Penentu Sukses Pilkada di Masa Pandemi

Image

News

Kolom

Rebranding Pilkada Serentak 2020

Image

News

Kolom

Kontroversi RUU HIP

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

KPU Batasi Jumlah Orang di TPS, Paling Banyak 10

Hal ini diterapkan demi mencegah penyebaran Covid-19

Image
News

Istana: Lembaga Pemantau Harus Pastikan Pilkada Berjalan Baik

Pemantau pemilu tidak hanya bekerja pada saat pemilihan umum, tetapi juga terlibat dari hilir dalam hal prosesnya

Image
News

Pilgub Sumbar, Kubu Mulyadi: Penetapan Tersangka Tak Pengaruhi Kontestasi Politik

Kubu Mulyadi berujar akan tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan

Image
News

Soal OTT Pejabat Kemensos, ICW Tagih Transparansi Dana Covid-19

Jika sejak awal sudah transparan, maka kecurangan atau suap sekalipun sulit dilakukan

Image
News

Pesan Mahfud MD Jelang Coblosan: Tolong Datang Berbondong-bondong ke TPS

Dengan demikian Pilkada ada tetap ramai

Image
News

Kubu JK Laporkan Calon Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto ke Polisi

Laporan dilayangkan lantaran JK dituding terlibat dalam suap ekspor benur

Image
News

Bareskrim Polri Tetapkan Cagub Sumbar Mulyadi sebagai Tersangka Pelanggaran Pemilu

Polisi akan mengklarifikasi yang bersangkutan atas pelanggaran tersebut

Image
News

BST Sudah Diterima oleh Lebih dari 1,3 Juta Orang di Jawa Timur

Bantuan Sosial Tunai sudah diberikan kepada 1.196.445 dari 1.291.113 total penerima di wilayah Jawa Timur.

Image
News

Sandiaga: Perlu Deregulasi Agar Wirausaha Semakin Lincah

Sandiaga mengatakan usaha mikro dan kecil di Indonesia memerlukan deregulasi.

Image
News

Sandiaga: Penyandang Disabilitas Perlu Akses untuk Membuka Peluang Usaha

Sandiaga mengatakan penyandang disabilitas tidak membutuhkan belas kasihan.

terpopuler

  1. Kutip Ayat Alkitab, Pendeta AS Klaim Donald Trump Akan Tetap Jadi Presiden

  2. 5 Kisah Perburuan Harta Karun Paling Mematikan di Dunia, Ada yang Telan 500 Nyawa

  3. Dokter Senior Indonesia Tak Dapat Ventilator, Media Asing Soroti Buruknya Penanganan COVID-19 di Indonesia

  4. Trans Kalimantan, Jalan yang Dipersiapkan Demi Pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya

  5. Kisah Asmara Rani Mukerji yang Penuh Misteri, Sempat Dituduh Pelakor

  6. Mensos Juliari Batubara: Pejabat Kemensos yang Kena OTT Berpangkat Eselon 3

  7. Bikin Ngakak, Salah Ketik di Mobil Pembawa Pengantin Ini Fatal Abis

  8. Doa saat Tertimpa Kesulitan yang Amat Berat

  9. Doa Dibaca Sebelum Membaca Salawat Nabi

  10. Dikira Penipuan, Wanita ini Tak Sadar Menang Lotere Rp2 Miliar

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Korupsi Menteri Edhy

Image
Achsanul Qosasi

Memangkas Birokrasi

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Soal Vaksin, Ahmed Zaki: Ini Bocoran Hanya untuk Akurat.co

Image
Video

VIDEO Jurus Jitu Ahmed Zaki Tekan Kasus Covid-19 di Tangerang

Image
News

Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

Sosok

Image
Ekonomi

Positif COVID-19, Menaker Ida Ngaku Sempat Terkejut dan Yakin Bisa Segera Pulih

Image
Ekonomi

Tokopedia

Herman Widjaja, 'Inovator Ulung' Tokopedia Kembali Masuk CIO50 ASEAN

Image
Ekonomi

Jin BTS Ulang Tahun, Harta Kekayaannya Tembus Rp113 Miliar!