image
Login / Sign Up

Korea Selatan Ungkap Bagaimana Menangkan Perang Lawan Corona

Sahistya Dhanes

Wabah Corona

Image

Sejumlah warga beraktivitas di Seoul, Korea Selatan, Rabu (25/3/2020). Pemerintah setempat melaporkan ada 64 kasus COVID-19 baru yang terjadi dalam waktu 24 jam terakhir. Hal tersebut merupakan jumlah kasus terendah dalam empat pekan yang terjadi di luar Cina. | REUTERS/Kim Hong-ji

AKURAT.CO, Korea Selatan mungkin adalah negara yang paling berhasil memenangkan "perang" melawan pandemi corona (COVID-19). Para profesional media dan medis dari seluruh dunia memuji manajemen krisis Korea Selatan. Sementara para pemimpin dari Kanada, Arab Saudi, Spanyol, dan Amerika Serikat telah menghubungi Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk meminta nasihat tentang metode Korea Selatan.

Terkait hal ini, Perdana Menteri Korea Selatan Chung Se-kyung terlihat tak bisa menyembunyikan rasa bangganya ketika ditemui media.

"Kami memiliki lebih banyak pengalaman daripada negara lain, jadi jika kami bisa membagikannya di bagian awal transmisi - jika pengetahuan dan informasi kami berguna bagi negara lain yang menghadapi tantangan besar ini - kami akan senang melakukannya," kata Chung mengisyaratkan tawaran bantuan kepada negara lain, dilansir dari laman Asia Times (28/3).

Pandemi di Korea Selatan disebut bermula dari sekte gereja Shincheonji. Virus kemudian menyebar luas dan menjadikan Korea Selatan negara dengan kasus terbanyak setelah China. Puncaknya adalah pada Februari di mana Korea Selatan mencatatkan kasus harian sebesar 909 kasus.

Namun, hari ini kondisi di Korea Selatan jauh berbeda. Mereka berhasil "meratakan kurva" tanpa layanan kesehatan yang berlebihan. Negeri ginseng juga berhasil turun ke posisi 10 di tengah peningkatan kasus di negara-negara lain.

"Kami telah mengatasi masa kritis. Jumlah kasus baru telah turun menjadi dua digit. Kita berada pada titik di mana kita dapat mengelola situasi," kata Chung.

Berkat kombinasi pengujian luas, pelacakan kontak, pengobatan dini, dan "nasib baik", Korea Selatan telah mendorong rasio infeksi-terhadap-kematian di bawah 1 persen. Hebatnya lagi, ini semua dilakukan tanpa lockdown, bahkan tingkat kota sekalipun. Bahkan selama puncak infeksi, episentrum wabah Korea - kota Daegu di tenggara, tempat kantor pusat Shincheonji - tidak pernah dikunci, dan transportasi umum terus berjalan ke dan melalui kota.

"Pendekatan yang kami ambil, kami percaya, telah cukup berhasil dalam pertempuran melawan COVID-19. Komunitas internasional akan melihat pendekatan yang diambil oleh China dan Korea dan mengadopsi pendekatan yang sesuai dengan keadaan nasional mereka sendiri. Kami mencoba untuk membuka sebanyak mungkin, daripada mengunci." terang Chung.

Chung mengungkapkan bahwa ada 4 konsep utama dalam panduan pendekatan Korea Selatan, antara lain: kecepatan, transparansi, inovasi, dan partisipasi sukarela masyarakat.

Dalam hal kecepatan, Korea Selatan menggelar 1.000 tes per hari, di mana kapasitas Korea Selatan adalah 20.000 tes per hari. Untuk mendorong agar masyarakat bersedia tes, pemerintah menggratiskan semua biaya mulai dari tes hingga perawatan bila dinyatakan sakit.

Sejumlah perusahaan memproduksi serangkaian alat tes yang sesuai dengan WHO, mulai dari swab hingga tes darah. Beberapa stasiun pengujian telah disiapkan, termasuk lokasi drive-thru, di mana tidak ada kontak fisik antara penguji dan orang yang diuji. Pemerintah juga menyiapkan rumah sakit dan mengonversi beberapa tempat menjadi rumah sakit tambahan. Selain itu pemerintah meluncurkan aplikasi untuk memantau mereka yang bergejala ringan dan dapat merawat diri di rumah. 

Dalam hal transparansi, Korea Selatan menggunakan langkah yang "agresif", meliputi pelacakan GPS, data ponsel cerdas, transaksi kartu kredit, dan rekaman CCTV. Semua data itu digunakan untuk memetakan rute orang yang terinfeksi, dan lokasi yang telah mereka kunjungi dibuka untuk umum melalui aplikasi. Pemerintah juga menginstruksikan kepada para warga asing yang datang untuk mengunduh aplikasi dan menjalani karantina selama 14 hari.

Dalam hal partisipasi masyarakat, pemerintah tak berhenti mengeluarkan instruksi untuk menjaga jarak sosial, karantina mandiri, cuci tangan, dan penggunaan masker. Pesan terkait keluar ke publik melalui beberapa saluran, dari poster hingga peringatan audio di kereta bawah tanah. Kekurangan masker dini dengan cepat ditangani oleh penjatahan pasokan. Warga sekarang dapat membelinya hanya pada hari kerja tertentu, sesuai dengan nomor KTP mereka.

Kamera termal, yang diawaki oleh petugas atau staf gedung, dipasang di ruang publik dan pintu masuk gedung, memantau suhu pengunjung karena demam adalah gejala utama COVID-19. Botol pembersih tangan gratis juga disediakan untuk penggunaan pengunjung dan pelanggan bisnis besar dan kecil.

Terkait hal lainnya, yakni dampak ekonomi dari pandemi, pemerintah Korea Selatan menyalurkan paket bantuan bagi bisnis-bisnis dan kelompok masyarakat yang terdampak.

Meski tampak telah menang, Chung mengatakan perang sejatinya belum berakhir. Ia menambahkan bahwa Korea Selatan masih bersiaga akan datangnya gelombang kedua dan mengatakan negaranya tidak akan lengah. []

baca juga:

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menkop Teten Genjot Upaya Percepatan UMKM Go Digital

Image

News

Wabah Corona

PSBB Tahap III Berakhir, Kota Padang Akan Terapkan Masa Transisi pada 8-13 Juni 2020

Image

News

Wabah Corona

RT 05 Menteng Dalam Karantina Lima Pekerja Proyek Tanpa SIKM

Image

News

Wabah Corona

Nekat Plesiran Beberapa Hari ke Riau, Warga Natuna Positif COVID-19 Setibanya di Rumah

Image

News

Wabah Corona

Jelang 'New Normal', Ketua MPR Minta Pemda Pastikan Warganya Patuhi Protokol Kesehatan

Image

Olahraga

Mario Balotelli

Mangkir Latihan, Balotelli Putus Kontrak di Brescia?

Image

News

Wabah Corona

Kemarin, 89 Orang di Jakarta Berhasil Sembuh dari COVID-19

Image

News

DPR RI

Satgas DPR dan Kementerian BUMN Tinjau Posko Masak COVID-19 di Jakarta

Image

News

DPR RI

Limbah Infeksius Akibat COVID-19 Diperkirakan Meningkat Hingga 30 Persen

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

PSBB Tahap III Berakhir, Kota Padang Akan Terapkan Masa Transisi pada 8-13 Juni 2020

Menurut Mahyeldi, pihaknya telah menyusun Perwako Nomor 49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Masa Pandemi COVID-19.

Image
News

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Nias Utara

Gempa yang terjadi termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi dengan mekanisme pergerakan naik.

Image
News
Wabah Corona

RT 05 Menteng Dalam Karantina Lima Pekerja Proyek Tanpa SIKM

"Selama 14 hari mereka diisolasi di kontrakan mereka, dengan pengawasan dari warga dan pengurus RT."

Image
News
Wabah Corona

Nekat Plesiran Beberapa Hari ke Riau, Warga Natuna Positif COVID-19 Setibanya di Rumah

Dinas kesehatan segera melakukan penelusuran (tracing contact) dengan mengambil spesimen untuk tes swab PCR terhadap keluarga pasien HW.

Image
News
Wabah Corona

Jelang 'New Normal', Ketua MPR Minta Pemda Pastikan Warganya Patuhi Protokol Kesehatan

Pemda juga harus pro aktif mengendalikan pergerakan warga di tempat-tempat umum, utamanya di pasar atau pusat belanja serta stasiun kereta a

Image
News
Wabah Corona

Kemarin, 89 Orang di Jakarta Berhasil Sembuh dari COVID-19

Sementara, kasus positif COVID-19 per kemarin berjumlah 7.786 orang, pasien sembuh 2.840 orang, dan yang meninggal 535 orang.

Image
News
DPR RI

Satgas DPR dan Kementerian BUMN Tinjau Posko Masak COVID-19 di Jakarta

Posko Masak ini akan terus beroperasi hingga berakhirnya PSBB di Jakarta.

Image
News
DPR RI

Limbah Infeksius Akibat COVID-19 Diperkirakan Meningkat Hingga 30 Persen

Menurut dia, kondisi peningkatan limbah medis B3 perlu diwaspadai, sehingga tidak menularkan COVID-19.

Image
News
DPR RI

Komisi I DPR Minta TNI Lakukan Investigasi Intensif Pascajatuhnya Helikopter MI-17 di Kendal

Kemenhan dan TNI diminta untuk benar-benar memastikan hal-hal teknis pesawat benar-benar tidak ada masalah untuk digunakan.

Image
News

TNI AD Masih Investigasi Penyebab Jatuhnya Helikopter MI-17 di Kendal

“Setelah jatuh, Helikopter MI-17 ini terbakar dan menyebabkan empat orang crew meninggal dunia”

terpopuler

  1. UAS: Saya Bukan Penjahat, Saya Bukan Melakukan Perlawanan Mengangkat Senjata

  2. Kabar Gembira, Corona di Tanah Air Makin Terkendali

  3. Memiliki Dua Orang Anak Meski Belum Pernah Menikah, 5 Fakta Menarik Sushmita Sen

  4. Rela Berjubel dan Antre, Banyak Orang Jadi Saksi Kepergian Bapak Proklamator Indonesia Ir. Soekarno

  5. Ternyata Ada Jenis Darah yang Halal untuk Dimakan, Apakah Itu?

  6. Roket Falcon 9 Milik SpaceX Bikin Iri Sejumlah Negara Adidaya

  7. Dirawat Kurang Lebih 2 Bulan, 10 Calon Perwira Polri di NTT Sembuh dari Covid-19

  8. Dinilai Hina Budaya Jawa lewat Cuitannya Soal Lathi Challenge, Wan Dazrin Minta Maaf

  9. PKS Dukung Rencana Rocky Gerung dan Zainal Arifin Mochtar Gugat Presidential Threshold ke MK

  10. Soal Pembatalan Haji 2020, Ace Hasan Syadzily: Menteri Agama RI Jelas Menyalahi Prosedur

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah