image
Login / Sign Up

Politikus Demokrat: Pak Jokowi, Apa yang Membuat Bapak Jadi Peragu untuk Putuskan Lockdown atau Tidak, Jelaskan Saja Pada Rakyat

Siswanto

Wabah Corona

Image

Presiden Joko Widodo | Biro Pers Istana

AKURAT.CO, Melihat jumlah kasus orang positif Covid-19 di Indonesia yang setiap hari terus bertambah dan sebarannya meluas ke daerah-daerah, politikus Partai Demokrat Andi Arief mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo.

"Pak Jokowi, apa yang membuat bapak jadi peragu untuk memutuskan Lockdown atau tidak. Jelaskan saja pada rakyat. Pemimpin boleh datang dan pergi, yang akan diingat bukan monumen, tapi memutuskan sesuatu dalam masa kritis yang untungkan rakyat. Itu yang akan dikenang," kata Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief__

Partai Bulan Bintang juga mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan Lockdown atau karantina wilayah guna menekan penyebaran Covid-19.

baca juga:

"Dua minggu yang lalu melalui ketua umum kami Prof. Yusril Ihza Mahendra, kami juga sudah menyampaikan dan mendesak agar segera dilakukan Lockdown guna menekan penyebaran dan guna menghentikan penyebaran virus ini sesegera mungkin," kata Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PBB Randy Bagasyudha melalui keterangan tertulis.

PBB juga sejak 21 Februari 2020 telah mengingatkan secara dini kepada pemerintah melalui kegiatan salat hajat dan seminar nasional bekerjasama dengan rumah sakit dan Universitas YARSI Jakarta Pusat mengenai bahaya Covid-19 dan langkah-langkah penanganannya.

Hal tersebut, kata dia, bukan untuk pencitraan atau hal-hal sepele lainnya, melainkan semata-mata karena PBB mengetahui bagaimana bahaya dan begitu cepatnya virus tersebut akan menyebar di tengah-tengah masyarakat.

"Jika di negara yang lebih maju saja di Eropa mereka kewalahan, apalagi di tengah masyarakat kita yang tingkat kesadarannya cukup rendah. Lihatlah bagaimana masyarakat kita dengan tenangnya meramaikan daerah Puncak, sebagian menggunakannya untuk mudik dan pergi daerah wisata ketika kita galakkan work from home," tuturnya.

Ia menilai masyarakat belum memiliki kesadaran yang cukup untuk bisa secara mandiri ikut menyukseskan sebuah gerakan nasional dalam menghadapi wabah Covid-19.

"Perlu kebijakan secara struktural untuk benar-benar membatasi ruang gerak masyarakat demi membatasi penyebaran virus ini," ujar Randy.

Menurut dia keengganan dan kelambanan membatasi ruang gerak masyarakat membuat pandemi tersebut kian menyebar, malah makin tidak terkendali karena mulai menyebar ke daerah-daerah lain di luar Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi.

"Di daerah, fasilitas kesehatan dan kesadaran masyarakat lebih rendah dibandingkan dengan Jakarta. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana caranya menghentikan pandemi ini ketika sudah terlambat," katanya.

Ia  menyatakan Lockdown adalah sebuah keniscayaan sebagaimana telah diingatkan sejak zaman Rasulullah SAW.

Ia lantas mengutip sabda Rasullah saw. yang berbunyi, "Tha'un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Swt. untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka, apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya." (H.R. Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

"Negeri di sini dapat juga diartikan sebagai daerah bukan hanya berarti negara," kata Randy.

Pertimbangan ekonomi dan politik, kata dia, hendaknya dikesampingkan sementara waktu, mengingat keselamatan rakyat dan keselamatan bangsa adalah prioritas utama sebagaimana termaktub dalam UUD NRI Tahun 1945.

"Ekonomi kita pasti akan terpukul dengan Lockdown. Akan tetapi, akan makin parah jika terlambat dilakukan. Ekonomi ambruk dapat kita bangun kembali. Namun, ongkos sosial dan nyawa rakyat tidak dapat kita kembalikan," ucap Randy.

Atas nama keselamatan bangsa yang lebih besar, kata dia, sebaiknya kebijakan Lockdown yang ketat dengan melibatkan aparat negara secara masif dapat dilakukan.

"Sekali lagi, sebelum semuanya terlambat dan masih dapat kita kendalikan," katanya.

Pada pertengahan Maret lalu, dalam laporan AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo menegaskan semua kebijakan, baik tingkat pusat maupun daerah, harus ditelaah secara mendalam. Tujuannya supaya efektif dalam menyelesaikan masalah dan tidak semakin memperburuk keadaan.

Kebijakan Lockdown, level nasional maupun daerah, merupakan kebijakan pemerintah pusat. “Kebijakan ini tidak boleh diambil oleh Pemerintah Daerah dan sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan Lockdown,” kata Jokowi di di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, ketika itu.

Bagi pemerintah pusat dalam keadaan sekarang yang paling penting untuk dilakukan yaitu mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat yang lain, menjaga jarak, dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar pada penyebaran Covid-19.

Kemarin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan pemerintah saat ini tengah menyiapkan peraturan pemerintah  terkait karantina wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Pemerintah ini sedang menyiapkan rancangan peraturan pemerintah, untuk melaksanakan apa yang disebut karantina kewilayahan," kata Mahfud dalam video conference dengan wartawan di Jakarta.

Dalam PP itu, kata Mahfud, akan diatur kapan sebuah daerah itu boleh melakukan pembatasan gerakan yang secara umum sering disebut Lockdown.

Menurut Mahfud dalam laporan Antara, PP ini perlu dikeluarkan karena pemerintah tak bisa serta merta menutup satu atau dua wilayah tanpa aturan pasti.

Mahfud mengaku pemerintah juga telah membaca situasi yang terjadi di beberapa daerah saat ini. Sejumlah pemda, telah menyampaikan secara langsung ke pemerintah pusat meski format karantina belum disepakati.

"Mereka sudah mulai menyampaikan beberapa keputusan kepada pemerintah, formatnya belum jelas, baru banyak pengumuman," tuturnya.

Oleh karena itu, dengan dikeluarkannya PP itu nantinya juga akan diatur format pasti karantina wilayah.

Selain format, syarat dan larangan yang harus dilakukan hingga kapan sebuah daerah boleh melakukan karantina juga akan dijelaskan dengan rinci melalui PP ini. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pengusaha Makanan dan Minuman Dukung Pelonggaran PSBB Bertahap

Image

News

Wabah Corona

Masa Transisi PSBB, TNI-Polri Petakan 122 Titik Keramaian di Jakarta Barat

Image

News

Wabah Corona

Wali Kota Jakbar: 15 RW yang Masih Zona Merah Covid-19 Akan Dipantau Ketat

Image

News

Wabah Corona

Wali Kota Jaksel: Sebenarnya Salat Jumat Belum Boleh 

Image

News

Wabah Corona

Tiga Pilar Jakarta Barat Resmikan 56 Kampung Bebas Covid-19

Image

News

Wabah Corona

Sengaja Lakukan Eksperimen di Laboratorium! Eks Bos MI6 Percaya Virus Corona Buatan Manusia

Image

News

Soroti Ribetnya Urus SIKM, Marzuki Alie: Ajukan Lewat Online Sistemnya Down, Lewat Email Nggak Jelas Hasilnya

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Mentan Siapkan Langkah Strategis Jaga Pasokan Pangan

Image

News

Wabah Corona

Pasar Tapa Bakal Jadi Percontohan New Normal di Gorontalo

komentar

Image

1 komentar

Image
Wulan Astiani

kalo lockdown kasian yg rakyat kecil ga punya rumah yg hidupnya di jalan gmna tuhhh? mereka kan manusia juga

terkini

Image
News
Wabah Corona

Masa Transisi PSBB, TNI-Polri Petakan 122 Titik Keramaian di Jakarta Barat

Personil TNI dan Polri akan dikerahkan ke tempat-tempat keramaian untuk mengawasi protokol kesehatan masyarakat.

Image
News

Novel Baswedan Cs Dikabarkan Periksa Nurhadi di Luar Gedung KPK, Dewas Diminta Turun Tangan

IPW mendapat informasi bahwa Novel cs membawa dan memeriksa mantan Sekretaris MA itu ke sebuah tempat di luar Gedung Merah Putih KPK.

Image
News
Wabah Corona

Wali Kota Jakbar: 15 RW yang Masih Zona Merah Covid-19 Akan Dipantau Ketat

"Tim kesehatan akan mantau terus karena di RW (zona merah) itu kan pasti ada yang menderita Covid-19."

Image
News
Wabah Corona

Wali Kota Jaksel: Sebenarnya Salat Jumat Belum Boleh 

Marullah khawatir masa transisi ini justru menjadi penghambat pemulihan wilayahnya

Image
News
Wabah Corona

Tiga Pilar Jakarta Barat Resmikan 56 Kampung Bebas Covid-19

"Saya harap dengan dipilihnya kampung-kampung ini akan menjadi contoh dan inspirasi kampung lain agar terbebas dari Covid-19," ujar Rustam.

Image
News
Wabah Corona

Eks Ketua DPR RI Curhat Soal Mahalnya Pembuatan SIKM Jakarta

Marzuki mengatakan bahwa Presiden Jokowi sudah menyatakan bahwa pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional.

Image
News
Wabah Corona

Sengaja Lakukan Eksperimen di Laboratorium! Eks Bos MI6 Percaya Virus Corona Buatan Manusia

Secara tak sengaja, ada kelelawar bagian dari eksperimen yang terlepas

Image
News
DPR RI

Bukan Supremasi Militer, Meutya Hafid Sebut Pelibatan TNI dalam Penerapan New Normal Hanya Bantu Pemerintah

Pelibatan TNI dalam new normal harus dilihat secara menyeluruh dalam upaya penanganan wabah Covid-19.

Image
News

Soroti Ribetnya Urus SIKM, Marzuki Alie: Ajukan Lewat Online Sistemnya Down, Lewat Email Nggak Jelas Hasilnya

Ia menilai kebijakan tersebut membebani masyarakat yang hendak keluar masuk Jakarta.

Image
News
Wabah Corona

Pasar Tapa Bakal Jadi Percontohan New Normal di Gorontalo

"Jadi pada saat penerapan New Normal nanti, semua sarana dan prasarananya sudah siap dan dapat digunakan dengan baik“

terpopuler

  1. Motif Pembunuhan PSK di Sleman Terkuak, Pelaku Sakit Hati dengan Korban

  2. Setara Institute: Aplikasi Injil Berbahasa Minangkabau Tak Langgar Hukum dan Konstitusi

  3. Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Lukman Hakim: Terjemahkan Kitab Suci ke Bahasa Daerah Itu Tak Hanya Boleh, Bahkan Amat Disarankan

  4. Dianggap Bawa Hoki, Perampok Indomaret Taman Sari Selalu Bawa Keris dan Jaket Hitam saat Beraksi

  5. Kembali Laporkan Raja Sapta, Korban Investasi Minta Jokowi Turun Tangan

  6. Ini Peranan Para Perampok Indomaret di Tamansari, Jakarta Barat

  7. Marzuki Alie Ingatkan Partai-partai Soal BBM: Jangan Anda Diam, Rakyat Sudah Capek Teriak, Pemerintah Bergeming, dan Anda Diam

  8. Tidak Ada Pekerjaan, Lahan Kebun Aren PT STM di Sorek Tidak Terurus

  9. Dewi Soekarno Pesta Ultah Ke-80, Warganet: Gokil Masih Bisa Joget Gitu

  10. Ternyata Ada Jenis Darah yang Halal untuk Dimakan, Apakah Itu?

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah