image
Login / Sign Up

Kabar Gembira, Ilmuwan Pemenang Nobel Prediksi Pandemi Corona Berakhir Lebih Cepat

Citra Puspitaningrum

Wabah Corona

Image

Profesor Biologi Michael Levitt memperkirakan pandemi COVID-19 akan berakhir lebih cepat, asalkan masyarakat mematuhi 'physical distancing' | New York Post

AKURAT.CO, Profesor biologi yang pernah memenangkan Penghargaan Nobel membawa kabar gembira di tengah pesimisme dunia menghadapi Virus Corona. Menurutnya, Pandemi ini akan berakhir lebih cepat.

Dilansir dari The Independent pada Jumat (27/3), Michael Levitt mengaku tidak bisa menentukan tanggal pasti Pandemi COVID-19 berakhir, tetapi ada tanda-tanda yang jelas pertumbuhannya melambat. Selain itu, Pandemi ini tidak akan menyebabkan jutaan kematian.

"Yang kita perlukan adalah mengendalikan kepanikan. Kita akan baik-baik saja," tuturnya.

baca juga:

Dalam wawancaranya dengan media Israel Calcalist, pria Pemenang Nobel tahun 2013 di bidang kimia itu menjelaskan alasan dirinya tak setuju dengan perhitungan pertumbuhan eksponensial yang digunakan banyak organisasi untuk membuat prediksi.

"Dalam model pertumbuhan eksponensial, diasumsikan ada orang baru yang tertular setiap harinya karena Anda tetap bertemu orang-orang baru. Namun, kalau Anda memperhatikan lingkar sosial Anda sendiri, Anda sebenarnya bertemu dengan orang-orang yang sama setiap hari. Anda bisa bertemu orang baru di transportasi umum. Namun, bahkan di bus sekalipun, setelah beberapa saat kebanyakan pasien entah akan tertular atau akan kebal," terangnya.

Levitt menegaskan 'Physical Distancing' atau jaga jarak fisik banyak membantu mengurangi penyebaran Virus Corona. Ia mengungkapkan tingginya angka lansia di Italia ditambah kentalnya budaya sosial di negara tersebut menyebabkan ledakan kasus COVID-19.

"Apalagi, budaya Italia itu sangat hangat dan kaya akan kehidupan sosial. Itu sebabnya sangat penting menjaga agar masyarakat terpisah-pisah supaya yang sakit tidak berkontak dengan yang sehat," sambungnya.

Kondisi inilah yang juga dikhawatirkannya terjadi di Amerika Serikat (AS).

"Saat ini saya lebih khawatir pada AS. Sebanyak mungkin orang harus diisolasi agar ada waktu lebih untuk persiapan. Kalau tidak, situasinya akan berakhir dengan 20 ribu orang terbaring di rumah sakit terdekat dalam waktu yang sama sehingga sistem perawatan kesehatan akan ambruk," tandasnya.

Meski isolasi menjadi langkah penting melawan penyebaran virus, profesor biologi di Universitas Stanford ini yakin ada segmen populasi tertentu yang secara alami kebal terhadap COVID-19.

"Kita tahu China dikarantina menyeluruh. Warganya hanya bisa keluar rumah untuk belanja kebutuhan pokok dan menghindari kontak dengan orang lainnya. Di Wuhan, tempat dengan jumlah kasus tertinggi di provinsi Hubei, setiap orang punya kemungkinan tertular. Namun, nyatanya hanya 3 persen yang terjangkit. Bahkan di kapal pesiar Diamond Princess, tingkat penularannya tak mencapai 20 persen," tambahnya.

Menurutnya, angka ini menunjukkan sebagian orang kebal, bahkan sangat resisten terhadap virus itu.

Prediksi Levitt ini berbeda dengan prediksi banyak pakar lainnya yang memperkirakan Pandemi corona akan bertahan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Sebelumnya, ia meramalkan China akan mengalami krisis terburuk akibat Virus Corona dan terbukti benar.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Listrik Gratis 3 Bulan, Erick Bakal Hitung Potensi Kehilangan Pendapatan PLN

Image

News

Wabah Corona

Keuntungan Masker Kain Bisa Dipakai Berulang, Tapi Perlu Dicuci Pakai Deterjen dan Bila Perlu Air Panas

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Penjelasan Spesialis Paru Terkait Efektivitas Penggunaan Masker Kain

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Industri Mamin Diminta Jaga Produktivitas Demi Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Image

News

Wabah Corona

Kepala Rumah Sakit yang Bertemu Putin Pekan Lalu Positif Corona

Image

News

Wabah Corona

FOTO Imbas Corona, Stok Darah PMI Jakarta Menurun 90 Persen

Image

Iptek

Wabah Corona

Jaga Kesehatan Mitra Driver, Gojek Impor 5 Juta Masker

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Duta Petani Milenial Kementan Pasok Minuman Vitamin C bagi Tenaga Medis

Image

News

Wabah Corona

Para Peneliti Dunia Berlomba Selidiki Ras yang Paling Rentan COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Sempat Remehkan Corona, Donald Trump Kini Akui Bahayanya

Pandangan lama Trump berkaitan dengan larangan penerbangan demi menekan kasus, di mana hal itu akan memberi pukulan pada ekonomi negara.

Image
News
Wabah Corona

Keuntungan Masker Kain Bisa Dipakai Berulang, Tapi Perlu Dicuci Pakai Deterjen dan Bila Perlu Air Panas

Menurut dia masker kain menjadi alternatif lain yang diperuntukkan bagi masyarakat sehat apabila masker bedah langka di pasar.

Image
News
Wabah Corona

Polri Dinilai Gagap Sikapi Situasi Pandemi Covid-19

Harusnya Karantina wilayah dilakulan.

Image
News
Wabah Corona

PPSU Bersama Tiga Pilar Semprot Disinfektan di Kebon Pala Jakarta Timur

Semoga wabah ini cepat berlalu.

Image
News
Wabah Corona

Kepala Rumah Sakit yang Bertemu Putin Pekan Lalu Positif Corona

Status positifnya diungkapkan di Facebook.

Image
News
Wabah Corona

Para Peneliti Dunia Berlomba Selidiki Ras yang Paling Rentan COVID-19

Para peneliti dilaporkan mengumpulkan data genetik dari para pasien COVID-19

Image
News
Wabah Corona

Anggota DPR: Bukan Saatnya Cari Panggung Ketenaran dengan Mencoba Melakukan Tindakan Asal Beda dengan Pemerintah Pusat

Penerbitan Keppres berdasarkan pertimbangan bahwa penyebaran Covid-19 yang bersifat luar biasa.

Image
News
Wabah Corona

Aksi Sosialnya Dicibir Buat Pansos, Dokter Tirta: Bodo Amat, Saya Tidak Peduli!

Tak usah peduli orang yang nyinyir.

Image
News
Wabah Corona

Bupati Penajam Paser Utara Tak Pernah Ambil Gaji Sejak Dilantik, Sekarang Dia Sumbangkan Semua Gaji Buat Tanggulangi Corona

Ia mengaku tidak pernah mengambil gaji sebagai bupati sejak dilantik pada 19 September 2018.

Image
News
Wabah Corona

Dianggap Menyesatkan, Unggahan Sejumlah Pemimpin Negara Terkait Corona Dihapus Platform Media Sosial

Pada hari Minggu (29/3), Twitter menghapus dua unggahan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro

terpopuler

  1. Pusat dan Jakarta Harusnya Rukun Tangani Covid-19, Ulil: Sejak Awal, Anies Mau Serius Nangani Masalah Ini, Dituduh Cari Panggung oleh Pemerintah Pusat

  2. Anies Baswedan Perintah Lockdown Wilayah Jatipulo?

  3. Mbah Mijan: Masih Nanya Kita Kapan Lockdown, Kita Gimana, dan Lain-lain, Padahal yang Tanya Gitu Statusnya Sobat Rebahan

  4. Justin Bieber Ingin Jadi Suami Sempurna Untuk Hailey Baldwin

  5. Pengamat Puji Erick Thohir Berani Pasang Badan Bantu Jokowi di Tengah Pandemi COVID-19

  6. Tolak Darurat Sipil, Said Didu: Ya Allah Lindungi Kami Dari Kedholiman Ini

  7. Pecahkan Rekor Tertinggi, 91 Pasien Corona di Malaysia Sembuh dalam Sehari

  8. Badai Pasti Berlalu, Ini Janji Allah dalam Al-Qur'an

  9. Erick Pastikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tetap Berjalan Meski Ada COVID-19

  10. Politisi Demokrat: Darurat Sipil Ini Kebijakan Cuci Tangan Dan Power Oriented

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Image
Abdul Aziz SR

Omnibus Law dan Kuasa Kaum Kapitalis

Image
Achmad Fachrudin

Covid-19, Media dan Kekuasaan

Image
Reza Fahlevi

Mari Sudahi Polemik Tuntutan Lockdown

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Hiburan

5 Fakta Menarik Nissa Sabyan yang Mengawali Karier Sebagai Penyanyi di Acara Hajatan

Image
Ekonomi

Tingkatkan Ekonomi Perajin Tekstil Indonesia, Ini 6 Fakta Menarik Denica Flesch, Pendiri SukkhaCitta

Image
News

Wabah Corona

Cosplay Jadi Sultan Maroko hingga Raja Minyak Urut, 5 Potret Fahri Hamzah saat WFH