image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Pilkada di Tengah Corona

Kolom

Image

Warga mencelupkan jari ke tinta usai melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 34 kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (27/4/2019). Pemungutan suara ulang tersebut rata-rata dilakukan karena banyaknya pemilih yang menggunakan e-KTP tanpa memiliki A5 saat hari pencoblosan pada 17 April 2019. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Memilih pemimpin itu penting. Karena begitu pentingnya peran seorang pemimpin. Ibnu Taimiyah, seorang pemikir besar Islam, berpendapat bahwa “60 tahun di bawah penguasa dzolim, lebih baik dari 1 malam tanpa penguasa”.

Pilkada Serentak 2020, merupakan instrumen demokrasi, untuk mencari pemimpin atau penguasa yang terbaik. Yang peduli pada agama dan rakyatnya. Walaupun hasilnya tidak sesuai harapan. Namun adanya seorang pemimpin di daerah, sangatlah penting, untuk menjaga urusan agama dan dunia.

Sekitar 15 hari yang lalu, banyak teman-teman media yang mewawancarai saya by phone dan WhatsApp (WA), menanyakan perihal penundaan Pilkada serentak tahun 2020. Saya enteng saja menjawabnya, “jika COVID-19 terus menyebar secara masif dan mengakibatkan banyak korban jiwa, maka Pilkada harus ditunda. Ya, harus ditunda”.

baca juga:

Saya pernah nyantri. Pernah belajar di Pesantren. Dan saya juga pernah belajar ilmu ushul fiqih. Dalam kitab-kitab ushul fiqih, kita wajib menjaga dan memilihara lima prinsip utama (dharuriyat al-khamsah) dalam hidup ini, yaitu menjaga dan memelihara urusan agama, jiwa, akal, kehormatan keturunan, dan properti.

Jadi, jika Pilkada terselenggara di tengah Corona, yang menyebar begitu masif. Itu artinya KPU nekat. Pemerintah juga tak bertanggung jawab. Untuk menjaga agar jiwa-jiwa anak bangsa tak terkena Corona, maka penundaan Pilkada adalah suatu keniscayaan.

KPU telah membatalkan 4 tahapan Pilkada. Ini tentu respons yang baik dari KPU, di tengah banjir kritik dari publik, demi untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.  Berdasarkan surat bernomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020, yang ditandatangani Ketua KPU, Arief Budiman, tanggal 21 Maret 2020.

Empat tahapan Pilkada, yang ditunda tersebut adalah, Pertama, pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) dan masa kerja PPS. Kedua, verifikasi syarat dukungan calon kepala daerah perseorangan. Ketiga, pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih. Dan keempat, tahapan pemutakhiran dan penyusunn daftar pemilih.

Kini penundaan Pilkada, tinggal menunggu Perppu dari presiden. Karena Perppu merupakan langkah tepat untuk menunda semua tahapan dan pelaksanaan Pilkada, yang sejatinya akan dilaksanakan pada 23 Sepetember 2020. Perppu dikeluarkan untuk menjadi dasar legitimasi KPU untuk menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Awalnya KPU, DPR, dan pemerintah masih bertahan untuk tak menunda Pilkada. Tapi karena desakan pengamat dan publik. Juga berdasarkan fakta-fakta, bahwa semakin hari, semakin banyak yang terinfeksi Corona. Dan semakin banyak yang meninggal dunia, baru KPU, DPR, dan pemerintah mempertimbangkan opsi untuk menunda Pilkada.  

Pilkada itu penting. Namun menjaga nyawa rakyat Indonesia jauh lebih penting. Soal Pilkada itu bisa diundur. Bisa diatur. Tapi soal nyawa putra-putra bangsa tak bisa diundur dan diatur. Soal nanti ada kekosongan kepemimpinan daerah, tak usah khawatir, semua sudah ada aturan dan mekanisme, tinggal angkat plt juga beres.

Justru bahaya jika Pilkada tak diundur. Bahaya jika tak ditunda. Bahaya jika dipaksakan terus terselenggara. Demi kepentingan bangsa dan demi menjaga nyawa-nyawa rakyat Indonesia. Dan agar tak banyak lagi korban berjatuhan sia-sia karena virus Corona.

Saat ini, kita sebagai anak bangsa, fokus saja untuk membantu, menyelesaikan persoalan penyebaran virus Corona yang begitu cepat. Karena diawal ada yang ditutup-tutupi. Ada yang tak transparan. Dan pemerintah juga tak mau mengambil opsi lockdown, maka jangan heran dan jangan aneh, jika para korban virus Corona terus berjatuhan dan berguguran.

Pejabat-pejabat di republik ini, terlalu berpihak pada menjaga stabilitas ekonomi, namun nyawa rakyat yang menjadi taruhan. Menjaga ekonomi agar tetap stabil itu memang penting. Tetapi menjaga kesehatan dan nyawa warga negara itu juga jauh lebih penting.

Pemerintah yang baik adalah, pemerintah yang bisa menjaga dan menyelamatkan warga negaranya dari ancaman virus Corona. Satu nyawa warga negara lebih penting dari sekedar stabilitas ekonomi. Menyelamatkan satu nyawa rakyat Indonesia, itu artinya sama dengan menjaga kehormatan kita sebagai bangsa.

Negara tak boleh abai dengan persoalan  nyawa warganya. Negara ini ada. Karena ada warga negaranya. Pemerintah juga ada. Karena ada rakyatnya. Jika nyawa rakyat tak dijaga, lalu kepada siapa rakyat bisa meminta pertolongan dan perlindungan.  

Jangan sampai anak cucu kita nanti, dan bangsa lain menilai, bahwa bangsa ini kurang tangkas dan tak siap dalam perang melawan Corona. Jika dilihat dari grafik, per-kemarin saja, ada 790 yang terinfeksi, 58 yang meninggal dunia, dan 31 sembuh. Itu kasus yang ketahuan, kasus Corona yang tak ketahuan bisa lebih banyak lagi.

Kita saat ini sedang di kepung virus Corona. Dikelilingi COVID-19. Pilkada juga tinggal menunggu waktu untuk ditunda. Kita harus jaga diri kita, keluarga, tetangga, dan seluruh teman-teman untuk tidak keluar rumah, sebagai bagian dari ikhtiar membantu pemerintah, untuk mengurangi penyebaran virus Corona yang makin hari makin menggurita.

Jihad kita hari ini tinggal di rumah saja. Jenuh memang. Bete tentu. Karena tak bisa berinteraksi dan bercengkrama dengan handai tolan. Tapi inilah cara terbaik agar kita terjaga dan terlindungi dari ganasnya virus Corona.

Jangan kira merasa hebat. Apalagi merasa sombong. Karena siapapun bisa terinfeksi virus Corona. Tak peduli mereka seorang raja, pangeran Charles dari Inggris saja terkena Corona. Tak peduli pejabat atau rakyat, virus Corona bisa masuk kesiapapun, yang tak bisa menjaga diri.

Mari kita cintai bangsa ini dengan work from home (WFH). Untuk menjaga diri kita, keluarga, dan bangsa ini dari kebinasaan. Jadi, Pilkada di tengah Corona itu tak akan ada. Jika dipaksakan pelaksanaannya, sama saja KPU dan pemerintah sedang mengundang maut bagi seluruh rakyat Indonesia.

Syukurlah jika KPU, DPR, dan pemerintah tak lagi memaksakan Pilkada serentak di 2020. Diundur pelaksanaannya adalah sebuah langkah hebat, bukan langkah sesat, untuk menjaga nyawa-nyawa rakyat Indonesa yang tak berdosa. Jadi, demi kemaslahatan bangsa dan demi rakyat Indonesia, jangan ada Pilkada di tengah serangan virus Corona. []

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image

News

Kolom

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image

Ekonomi

Kolom

Omnibus Law dan Kuasa Kaum Kapitalis

Image

News

Kolom

Covid-19, Media dan Kekuasaan

Image

News

Kolom

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image

News

Kolom

Alturisme

Image

Ekonomi

Investasi dan Hakikat Pembangunan

Image

News

Kolom

Kaum Miskin di Tengah Badai Virus Corona

Image

News

Kolom

Al-Isra Wal-Mi'raj dan Covid 19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Ketua MPR Minta Kemenkes dan BNPB Cross Check Data Kasus Positif COVID-19

Langkah itu agar masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepercayaan terhadap Pemerintah

Image
News

Pandemi COVID-19, Polda Jabar Minta Anggotanya Tak Mudik 

Anggota Polri dan ASN Polri beserta keluarganya tidak bepergian ke luar daerah dan atau mudik

Image
News

Budi Arie Minta Kepala Desa Lindungi Warganya dari COVID-19 saat Mudik 

Beban desa juga harus di-'manage' (kelola) dengan jumlah yang rasional dan masuk akal.

Image
News
Wabah Corona

Polri Kirim 50 Tenaga Kesehatan Ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet

Ada 50 tenaga kesehatan Polri yang membantu pelayanan RS Darurat Wisma Atlet

Image
News
Wabah Corona

Ketua PMI Jusuf Kalla Nyatakan RS PMI Bogor Siap Tangani Pasien COVID-19

PMI akan mendukung terus upaya pemerintah dalam penanganan COVID-19 ini

Image
News
Wabah Corona

DPR Minta Pemerintah Perbaiki Data Kasus Positif Virus COVID-19

Peta ini dibutuhkan untuk menentukan langkah mengantisipasi dan menangani COVID-19 secara baik

Image
News

KY Ucapkan Selamat atas Terpilihnya  M. Syarifuddin sebagai Ketua MA

Saya menyampaikan ucapan selamat dan bangga atas terpilihnya Yang Mulia M. Syarifuddin sebagai Ketua MA Periode 2020-2025

Image
News
Wabah Corona

Cegah Penyebaran Covid-19, ASN Diminta Selalu Gunakan Masker Saat Berkegiatan

Seluruh ASN harus memakai masker dalam segala kegiatan

Image
News
Wabah Corona

Seorang Pejabat Pemkot Makassar ODP COVID-19 Meninggal Dunia 

Gejalanya sesak nafas dan sulit menelan. Hari ini tadi sempat masuk kantor

Image
News
Wabah Corona

PPP Minta Pemerintah Fasilitasi Masker-Sarung Tangan Pedagang Pasar

Pasar merupakan salah satu tempat yang tetap boleh beraktivitas ketika suatu daerah terapkan PSBB.

terpopuler

  1. 5 Fakta Menarik Kim Soo Hyun, Aktor Korea yang Jadi 'Suami Baru' Rossa

  2. Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Mulai Padat, Warganet: Ketika Kebutuhan Sudah Mengalahkan Ketakutan

  3. Tidak Ada Pasien di Sulsel Murni Meninggal Akibat Covid-19

  4. Riset: Mayoritas Masyarakat RI Respon Negatif Kebijakan Pemerintah Tangani COVID-19

  5. Ahmad Riza Patria Terpilih Sebagai Wagub DKI, Ferdinand: Politik di Jakarta Akan Semakin Seru

  6. Beberapa Gejala Virus Corona yang Masih Jarang Diketahui

  7. Cerita Ojol yang Tidak Tahu Ada Larangan Bawa Penumpang

  8. 5 Potret Olahraga Romantis Antonio Candreva & Pasangan, Selalu Ada Ciuman Bibir

  9. 22 Tahun Berlalu, Begini 8 Potret Terbaru Farida Pasha Pemeran ‘Mak Lampir’ yang Tetap Modis

  10. Hari Ini Voting Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Saudaraku Mohon Doa Kemenangan

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Dokter Ke-19 dari IDI yang Wafat karena Positif Corona, Ini 5 Fakta Menarik Naek L. Tobing

Image
News

Harta Kekayaan Capai Rp3,6 M, 5 Fakta Menarik Muhammad Syarifuddin, Ketua MA 2020-2025

Image
News

5 Fakta Menarik Ahmad Riza Patria, Ketua OSIS di SMA sampai Peraih Master Bisnis ITB