image
Login / Sign Up

Kota di Italia Ini Tunjukkan Bahwa Tes Massal Jadi Kunci Tangani Pandemi Corona

Sahistya Dhanes

Wabah Corona

Image

Orang-orang berbaris untuk menjalani tes massal virus corona di Vo, Italia | AP/Andrea Casalis

AKURAT.CO, Terhitung satu bulan Virus Corona (COVID-19) menyapu wilayah Italia. Dengan lebih dari 74.000 kasus dan lebih dari 5.000 kematian, Italia menjadi salah satu negara yang paling parah terdampak pandemi.

Tetapi dalam dua minggu terakhir, studi percontohan menjanjikan hasil yang mungkin bermanfaat bagi negara lain yang mencoba mengendalikan coronavirus. Studi yang dimaksud adalah pelaksanaan Tes Massal di kota Vo, sebuah kota kecil di dekat Venesia.

Tes Massal di kota berpenduduk 3.000 digelar lewat kerja sama antara Universitas Padua dan Palang Merah. Seluruh penduduk Vo, termasuk mereka yang tidak memiliki gejala, diinstruksikan untuk melakukan tes agar bisa mengkarantina warga sebelum mereka menunjukkan tanda-tanda infeksi dan menghentikan penyebaran lebih lanjut dari Virus Corona.

baca juga:

Andrea Crisanti selaku profesor mikrobiologi Universitas Padua sekaligus orang yang membagikan kisah ini mengatakan bahwa sudah terlambat bagi kota-kota besar di Italia seperti Milan untuk mengadopsi metode ini. Namun, masih ada waktu bagi negara-negara yang belum terdampak parah untuk melakukannya. Melalui Tes Massal, pemerintah dapat mengidentifikasi dan mengisolasi kelompok, mengarantina semua orang yang terkena dampak, melacak kontak terbaru mereka, serta mengisolasi mereka yang memiliki gejala atau tidak.

Tes Massal sendiri bermula dari reaksi terkejut pemerintah atas kematian pertama akibat Virus Corona yang terjadi di Vo. Saat itu pemerintah langsung menginstruksikan Tes Massal dan penguncian kota.

Hasil tes kemudian diserahkan ke Universitas Padua untuk diolah. Pada pengujian putaran pertama, 89 orang dinyatakan positif. Di babak kedua, jumlahnya turun menjadi enam, yang tetap terisolasi. 

Para warga yang menunjukkan hasil positif tanpa gejala diminta untuk mengkarantina diri di rumah. Sementara mereka yang jelas bergejala diberikan perawatan medis dan dihitung sebagai kasus.

Dengan cara ini Virus Corona berhasil diberantas dari Vo dan mencapai tingkat pemulihan 100 persen bagi mereka yang sebelumnya terinfeksi saat tidak ada lagi kasus penularan.

Temuan menarik dari Tes Massal di Vo adalah pada saat tes digelar, sebagian besar populasi ternyata sudah terjangkit tetapi mereka tidak menunjukkan gejala. Berangkat dari fakta tersebut, para ilmuwan mengungkapkan bahwa Tes Massal memberikan cara untuk mengendalikan pandemi.

Lebih lanjut dalam penuturannya, Crisanti mengatakan pengujian penuh akan memberi gambaran yang lebih jelas tentang berapa banyak orang yang sebenarnya memiliki virus, dan berapa banyak yang menularkannya.

Jika fakta bahwa hanya mereka yang mengidap virus yang diuji dipertanggung jawabkan, persentase kematian akan turun ke tingkat lebih 'normal.' Ini ditunjukkan oleh angka kematian di wilayah Veneto, yang menetap pada angka 2,5 - 3 persen, masih tinggi tetapi tiga kali lipat lebih sedikit daripada di Lombardy dan Emilia-Romagna.

Apa yang dilakukan kota Vo sejalan dengan rekomendasi WHO dalam penanganan pandemi, yakni: pengujian, pengujian, dan pengujian.[]

Editor: Anugrah Harist Rachmadi

berita terkait

Image

News

Pandemi COVID-19, Polda Jabar Minta Anggotanya Tak Mudik 

Image

News

Budi Arie Minta Kepala Desa Lindungi Warganya dari COVID-19 saat Mudik 

Image

News

Wabah Corona

Polri Kirim 50 Tenaga Kesehatan Ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet

Image

News

Wabah Corona

Ketua PMI Jusuf Kalla Nyatakan RS PMI Bogor Siap Tangani Pasien COVID-19

Image

News

Wabah Corona

DPR Minta Pemerintah Perbaiki Data Kasus Positif Virus COVID-19

Image

News

Dokter Ke-19 dari IDI yang Wafat karena Positif Corona, Ini 5 Fakta Menarik Naek L. Tobing

Image

Olahraga

Pep Guardiola

Kabar Duka, Ibunda Guardiola Meninggal Usai Terinfeksi Virus Corona

Image

Iptek

Gratis! Ini Nomor Layanan Konsultasi Psikologi Online Covid-19 untuk Warga Malang

Image

News

Wabah Corona

Menristek: Bagaimana Obat dan Vaksin? Ini Jangka Menengah Panjang, untuk Vaksin Kira-kira Dibutuhkan Waktu Satu Tahun Pengembangan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Pandemi COVID-19, Polda Jabar Minta Anggotanya Tak Mudik 

Anggota Polri dan ASN Polri beserta keluarganya tidak bepergian ke luar daerah dan atau mudik

Image
News

Budi Arie Minta Kepala Desa Lindungi Warganya dari COVID-19 saat Mudik 

Beban desa juga harus di-'manage' (kelola) dengan jumlah yang rasional dan masuk akal.

Image
News
Wabah Corona

Polri Kirim 50 Tenaga Kesehatan Ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet

Ada 50 tenaga kesehatan Polri yang membantu pelayanan RS Darurat Wisma Atlet

Image
News
Wabah Corona

Ketua PMI Jusuf Kalla Nyatakan RS PMI Bogor Siap Tangani Pasien COVID-19

PMI akan mendukung terus upaya pemerintah dalam penanganan COVID-19 ini

Image
News
Wabah Corona

DPR Minta Pemerintah Perbaiki Data Kasus Positif Virus COVID-19

Peta ini dibutuhkan untuk menentukan langkah mengantisipasi dan menangani COVID-19 secara baik

Image
News

KY Ucapkan Selamat atas Terpilihnya  M. Syarifuddin sebagai Ketua MA

Saya menyampaikan ucapan selamat dan bangga atas terpilihnya Yang Mulia M. Syarifuddin sebagai Ketua MA Periode 2020-2025

Image
News
Wabah Corona

Cegah Penyebaran Covid-19, ASN Diminta Selalu Gunakan Masker Saat Berkegiatan

Seluruh ASN harus memakai masker dalam segala kegiatan

Image
News
Wabah Corona

Seorang Pejabat Pemkot Makassar ODP COVID-19 Meninggal Dunia 

Gejalanya sesak nafas dan sulit menelan. Hari ini tadi sempat masuk kantor

Image
News
Wabah Corona

PPP Minta Pemerintah Fasilitasi Masker-Sarung Tangan Pedagang Pasar

Pasar merupakan salah satu tempat yang tetap boleh beraktivitas ketika suatu daerah terapkan PSBB.

Image
News
Wabah Corona

Punya Riwayat ke Jakarta, Pasien Lansia Positif Corona di DIY Meninggal

Pasien dibawa ke RSUP Dr. Sardjito 30 Maret 2020 dalam kondisi kritis. Kemudian, almarhum dinyatakan positif COVID-19 tanggal 4 April 2020.

terpopuler

  1. 5 Fakta Menarik Kim Soo Hyun, Aktor Korea yang Jadi 'Suami Baru' Rossa

  2. Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Mulai Padat, Warganet: Ketika Kebutuhan Sudah Mengalahkan Ketakutan

  3. Tidak Ada Pasien di Sulsel Murni Meninggal Akibat Covid-19

  4. Riset: Mayoritas Masyarakat RI Respon Negatif Kebijakan Pemerintah Tangani COVID-19

  5. Ahmad Riza Patria Terpilih Sebagai Wagub DKI, Ferdinand: Politik di Jakarta Akan Semakin Seru

  6. Beberapa Gejala Virus Corona yang Masih Jarang Diketahui

  7. Cerita Ojol yang Tidak Tahu Ada Larangan Bawa Penumpang

  8. 5 Potret Olahraga Romantis Antonio Candreva & Pasangan, Selalu Ada Ciuman Bibir

  9. Hari Ini Voting Wagub DKI, Nurmansjah Lubis: Saudaraku Mohon Doa Kemenangan

  10. 22 Tahun Berlalu, Begini 8 Potret Terbaru Farida Pasha Pemeran ‘Mak Lampir’ yang Tetap Modis

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Dokter Ke-19 dari IDI yang Wafat karena Positif Corona, Ini 5 Fakta Menarik Naek L. Tobing

Image
News

Harta Kekayaan Capai Rp3,6 M, 5 Fakta Menarik Muhammad Syarifuddin, Ketua MA 2020-2025

Image
News

5 Fakta Menarik Ahmad Riza Patria, Ketua OSIS di SMA sampai Peraih Master Bisnis ITB