image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Cerita Pengantar Jenazah yang Tidak Takut dengan Orang yang Meninggal Karena Corona

Yudi Permana

Wabah Corona

Image

Ilustrasi - Jenazah | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Wabah Virus Corona atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia telah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Pasalnya virus asal China itu kini telah memakan puluhan korban jiwa.

Bahkan, dikabarkan ada Jenazah seorang pasien suspect Corona yang tidak dimandikan di salah satu Rumah Sakit.

Berbeda dengan hal itu, Abdul Wahab, seorang pengantar Jenazah mengaku tidak takut dengan seseorang yang meninggal dunia karena disebabkan Virus Corona

Ia menyebut, orang yang meninggal karena Corona sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Dan dalam memandikan dan membawa Jenazah untuk di makamkan sudah ada ketentuan prosedur yang ditetapkan oleh Pemerintah. 

"Ya kaga (takut) lah, karena sudah ketentuan Allah. Seandainya ada yang (meninggal karena Corona) mungkin juga pemerintah ada penanganan (protokol) sendiri, nggak langsung  diserahkan (ke pengantar Jenazah) begitu saja," kata Wahab saat berbincang-bincang dengan AKURAT.CO di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (20/3/2020). 

Menurut dia, orang yang meninggal akibat terinfeksi Virus Corona itu pihak Rumah Sakit (RS) sudah melakukan langkah-langkah sesuai protokol penanganan yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO) dan peraturan Kementerian Kesehatan. 

"Itu kan dari sana (RS) sudah ada yang mengurus semuanya. Dari sini (pembawa Jenazah) kita sudah terima bersih semuanya, nggak di mandikan lagi, pas dibawa pulang tinggal menguburkan saja," ujarnya. 

Wahab yang berprofesi sebagai pengantar Jenazah itu mengaku belum pernah membawa Jenazah yang meninggal akibat Covid-19. Akan tetapi ia selalu membawa Jenazah yang meninggal dari berbagai macam latar belakang. 

"Belum pernah bawa (pasien meninggal karena Corona).Tapi kalau bawa orang meninggal selalu berturut-turut dari meninggal karena bencana alam atau sesuatu yang tidak wajar juga," ucapnya.

Ia menggeluti profesi mengantar Jenazah sejak mempunyai mobil ambulans baru dan kurang lebih waktunya sekitar 6 tahun lebih. 

"Lama (menggelutinya) dari mobil ambulans baru, udah 6 tahun lebih," katanya. 

Diketahui, saat ini yang meninggal akibat Virus Corona sebanyak 25 orang dari berbagai daerah seluruh Indonesia berdasarkan yang disampaikan Pemerintah. 

Saat ditanya AKURAT.CO, apabila nantinya diminta membawa mayat yang meninggal karena Virus Corona, Wahab tidak menjelaskan secara spesifik mau atau tidaknya. Karena hal tersebut sudah menjadi urusan dan tanggung jawab pihak Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Pasalnya, dikatakan dia, dalam membawa Jenazah yang terinfeksi Corona harus dilengkapi alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan dan lain sebagainya.  

"Saya bukan nggak mau (bawa Jenazah Corona), itu sudah urusannya pemerintah. Dan harus wanti-wanti, jangan sampai menganggu dan menularkan ke yang lainnya. Mungkin (pemerintah) punya prosedurnya sendiri," tuturnya. 

"Kalau saya lihat yang bawa mayat dari RS itu komplit pakai perlengkapannya, pakai masker dan alat pelindung diri," sambungnya. 

Seandainya nanti bawa Jenazah karena Corona, ia akan tetap mengikuti anjuran pemerintah seperti menggunakan masker dan lain sebagainya. Bahoan ia tidak takut ketularan Virus Corona

Menurut dia, orang yang meninggal akibat Corona, tidak mungkin dibawa secara asal-asalan, seperti harus dibungkus plastik dan menggunakan peti mati. 

"Kalau saya gak pernah pakai masker, pasrah aja, karena udah tua masalahnya diatas 50 tahun, besok mati, sekarang mati, umur udah gak lama lagi," imbuhnya. 

"Jenazah Corona dibawa sembarangan, gak mungkin. Mungkin di semprot dan hilangkan virus sebelum dikuburkan," sambungnya. 

Meski demikian Wahab ingin sekali-sekali membawa Jenazah yang terinfeksi Virus Corona, bukan karena sombong, tapi ingin mencari pengalaman. 

"Pengen juga bawa Jenazah Corona. Tapi nggak boleh melawan tantangan. Kalau (saat membawa) dianjurin pakai masker dan sarung tangan, ya kita pakai, jangan sampai kita melawan arus," tuturnya. 

Lebih lanjut ia mengaku dalam membawa Jenazah itu tidak pernah memasang harga sekian atau honor yang besar, karena dia ikhlas menjalankan profesi yang sangat berat dengan penuh tantangan dan harus mempunyai keberanian saat terjadi sesuatu yang diluar akal sehat. 

"Saya sendiri bingung, karena bawa Jenazah tidak pernah pasang harga. Kalau nanya harga, gak pernah saya sebutkan. Sampai sekarang saya gak pernah pasang harga, kecuali kalau orang kaya, saya tahu punya banyak harta dan perusahaan, saya sebutkan harganya," sebutnya.                

"Kalau saya bawa Jenazah dengan sistem COD, diantar dulu, baru bayar di rumah. Kalau di RS, kita harus bayar dulu, baru boleh dibawa pulang. Namanya mayat, gimana mau mengeluh," tambah dia.

Selama menjalankan profesi pengantar Jenazah, dikatakan dia, selalu mendapat pertolongan dari orang yang tidak disangka-sangka saat mengalami masalah pada mobil ambulans yang dibawanya seperti ban pecah atau menabrak kendaraan lain. 

"Pertolongan banyak banget, seperti ban pecah lagi bawa mayat, saya gak perlu ngomong, ada aja yang datang bantuin. Bukan apa-apa, yang saya bawa (Jenazah) itu orang susah mulu, orang yang ngontrak dan ngekos yang dibawa," katanya. 

"Kebanyakan pertolongan selalu di tolong mulu oleh orang. Dari mulai yang gak masuk di akal kita, tapi ada aja yang bantu. Tanpa diminta, ada yang datang bawa bantuan. Ini dalam kehidupan loh," sambungnya.              

Wahab selalu mendapat keberkahan dalam menjalankan profesi yang mulia ini karena tidak pernah mengeluh dan selalu ikhlas saat membawa Jenazah. Terkecuali kalau tidak ikhlas, selalu ada masalah dan godaannya. 

"Kalau orang lain cerita menarik pasti ada yang macam-macam lah. Tapi kalau saya keberkahan yang ada dimana-mana. Dimana aja, pasti ada keberkahan kepada saya. Karena saya bawa (Jenazah) dengan ikhlas. Mungkin kalau orang kagak ikhlas (membawa Jenazah), bisa jadi ada yang gangguin mulu. Karena dia bawanya kaga ikhlas jadi suka di godain," ujar dia.

Wahab tidak pernah mengalami cerita duka atau yang menegangkan saat mengantar Jenazah ke tempat peristirahatan terakhir atau ketika di kebumikan di kediaman almarhum. 

"Nggak ada (cerita duka), keberkahan yang banyak. Kalau masalah keberkahan, banyak ceritanya, seperti ban serep mengikuti saya dari belakang (jalan sendiri) atau lewat sebelah kanan, atau dikejar sama ban dalam keadaan membawa mayat," pungkasnya. []

baca juga:

Editor: Dedi Ermansyah

berita terkait

Image

Ekonomi

Ferdinand Hutahaean: Tak Mungkin Investasi Cina Bisa Mencaplok Indonesia!

Image

News

PPP Minta Kebijakan ‘New Normal’ Tak Pilih Tempat, Masjid juga Harus Dibuka Kembali

Image

News

Wabah Corona

Anies Baswedan: Yang Tentukan PSBB Diperpanjang atau Tidak Sebenarnya Bukan Pemerintah

Image

News

Wabah Corona

Pola 'New Normal' Diawasi Pasukan TNI-Polri, Panglima: Masuk Mall Hanya Boleh 1000 Orang

Image

News

Patuh Aturan Pembatasan, PM Belanda Tak Hadir saat Ibunya Meninggal

Image

News

Wabah Corona

FOTO Aktivitas Senam Pagi Pasien OTG COVID-19

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Begini Strategi BRI Hadapi Era New Normal

Image

News

Gubernur Anies Diminta Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19 Tahap II

Image

News

PKS Salurkan Rp68,9 Miliar untuk Warga Terdampak COVID-19 di Indonesia

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Andre Rosiade: Negara Ini Lagi Pusing Urus Wabah, Jangan Tambah Masalah dengan Tambah TKA China

Andre menyebut Indonesia sedang pusing urus wabah Corona.

Image
News

PPP Minta Kebijakan ‘New Normal’ Tak Pilih Tempat, Masjid juga Harus Dibuka Kembali

Tentu new normal itu memadukan antara kesehatan dengan perekonomian

Image
News

Puluhan Ribu Kendaraan Diputarbalikkan Sejak H-4 Lebaran

Saya pikir ini menjadi salah satu bukti penyekatan yang dilakukan kepolisian cukup berhasil

Image
News

Marie Cau jadi Wali Kota Transgender Pertama di Prancis

Marie Cau mengatakan dirinya bukan aktivis dan ingin fokus pada politik kota

Image
News

Terungkap, Modus-modus Pemudik Kelabui Polisi

Banyak kendaraan lewat jalur tikus guna menghindari pemeriksaan polisi.

Image
News
Wabah Corona

Anies Baswedan: Yang Tentukan PSBB Diperpanjang atau Tidak Sebenarnya Bukan Pemerintah

"Apakah ini PSBB penghabisan atau diperpanjang sangat tergantung kepada angka-angkaa epidemi," kata Anies.

Image
News
Wabah Corona

Pola 'New Normal' Diawasi Pasukan TNI-Polri, Panglima: Masuk Mall Hanya Boleh 1000 Orang

Ia menjelaskan, pendisiplinan tersebut akan dilakukan dalam beberapa tahap.

Image
News

Patuh Aturan Pembatasan, PM Belanda Tak Hadir saat Ibunya Meninggal

Ibunya meninggal di panti jompo

Image
News

Gubernur Anies Diminta Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19 Tahap II

Ketegasan Pemprov DKI terasa jauh dari yang seharusnya karena Gubernur tidak pernah terlihat terjun ke lapangan

Image
News

Diwawancara Terkait Kasus Pembunuhan, Pria Portugal Pakai Kol Sebagai Masker

terpopuler

  1. Roy Suryo Komentari Foto Lebaran Jokowi, Warganet: Kalau Ada Panci Cepat Sekali Reaksinya

  2. Jansen: Pelonggaran, Relaksasi, New Normal Silahkan Dilakukan Setelah Suara Para Dokter Kita Dengar

  3. Anies Sebut DKI Jakarta Memasuki Periode Penting, Ferdinand: Apakah Artinya Selama Ini Tidak Penting?

  4. IPW Nilai Pelimpahan Berkas Kasus Pemberian THR ke Polri Adalah Bentuk Sinergi KPK

  5. Ozil Ucapkan Selamat Hari Raya Pakai Bahasa Indonesia

  6. Tagar #BersiapMenujuNewNormal Trending, Netizen: Itu Pasti Usulan Orang-orang yang Sudah Bosen Rebahan

  7. Muannas ke Roy Suryo: Kayak Gak Ada yang Lebih Penting Dianalisa Saja

  8. Ekonom: BUMN Pupuk Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca COVID-19

  9. Sebuah Gang di Kapuas Jadi Sarang Covid-19, Belasan Orang Dijemput Petugas

  10. Dukung Tak Perpanjang PSBB, Ketua DPRD Palangka Raya: Kami Percaya kepada Pemkot

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Image
Zainul A. Sukrin

Merayakan Negara yang Keluar dari Tempurung

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Idulfitri2020

Sederhana, 7 Momen Anies Baswedan Rayakan Lebaran dengan Keluarga di Tengah Pandemi

Image
News

Intip Gaya 6 Istri Kepala Daerah yang Hits Abis!

Image
News

Wabah Corona

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, 7 Potret Prabowo Subianto Bertugas di Tengah Pandemi COVID-19