image
Login / Sign Up

Persidangan Kasus Teror Terhadap Novel Dinilai hanya Formalitas

Yudi Permana

Image

Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/1/2020). Kedatangan Novel Baswedan untuk memberikan keterangan sebagai saksi pascapenetapan tersangka terhadap dua pelaku penyiraman air keras. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Pengamat Hukum Saor Siagian menilai sidang perkara penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan tidak lain hanyalah formalitas belaka yang berujung pada hukuman yang ringan. Pasalnya kedua terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa selama 12 tahun penjara. 

"Sidang dilangsungkan dengan cepat, tidak ada eksepsi, dan tidak berorientasi mengungkap aktor intelektual, dan kemungkinan besar berujung hukuman yang ringan," kata Saor dalam keterangannya kepada AKURAT.CO saat dihubungi di Jakarta, Kamis (19/3/2020). 

Hal tersebut disampaikan Saor setelah memantau sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan perkara penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Kamis, 19 Maret 2020.            

baca juga:

Menurut dia, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menunjukkan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan hanya dinilai sebagai tindak pidana penganiayaan biasa,v yang tidak ada kaitannya dengan kerja-kerja pemberantasan korupsi dan teror sistematis terhadap pelemahan KPK yang selama ini terus diterima oleh para penyidik KPK

"Tidak ada Pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 340 atau pasal pembunuhan berencana sesuai fakta bahwa Novel diserang karena kerja-kerjanya menyidik kasus korupsi dan hampir saja kehilangan nyawanya akibat cairan air keras yang masuk ke paru-paru," ujarnya. 

Lebih lanjut dikatakannya, dakwaan JPU sangat bertentangan dengan temuan Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Polri untuk pengungkapan kasus Novel Baswedan yang menemukan bahwa motif penyiraman air keras terhadap Novel itu berkaitan dengan kasus-kasus korupsi besar yang ditangani sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Padahal dakwaan JPU, yang mengamini motif sakit hati (dua terdakwa) membenci Novel Baswedan karena dianggap telah mengkhianati dan melawan Institusi Kepolisian,  yang disampaikan terdakwa sangat terkait dengan kerja Novel di KPK," ucapnya.    

"Tidak mungkin sakit hati karena urusan pribadi, pasti karena Novel menyidik kasus korupsi termasuk di kepolisian," sambungnya. 

Bahkan terlebih lagi selama ini, Novel  tidak mengenal ataupun berhubungan secara pribadi dengan kedua terdakwa maupun dalam menyidik tindak pidana korupsi.                 

Selain itu, lanjut Saor, dalam dakwaan JPU tidak terdapat fakta atau informasi siapa yang menyuruh terdakwa melakukan tindak pidana penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan

"Patut diduga Jaksa sebagai pengendali penyidikan itu satu skenario dengan kepolisian dalam mengusut kasus hanya sampai pelaku lapangan. Hal ini bertentangan dengan temuan dari Tim Pencari Fakta bentukan Polri yang menyebutkan bahwa ada aktor intektual dibalik kasus Novel Baswedan," tuturnya. 

Dalam Persidangan perkara penyiraman air keras terhadap Novel, Mabes Polri menyediakan 9 orang pengacara untuk membela kedua terdakwa.     

"Hal yang sangat janggal karena perbuatan pidana para terdakwa bukanlah tindakan dalam melaksanakan tugas institusi, namun mendapatkan pembelaan dari institusi kepolisian," tegasnya.          

Bahkan Saor melanjutkan bahwa 9 pengacara yang mendampingi para terdakwa tidak mengajukan eksepsi. Hal tersebut sangat janggal bagi pengacara ketika tidak menggunakan haknya mengajukan eksepsi sebagai pembelaan terhadap dakwaan JPU yang ditujukan kepada terdakwa.          

"Sidang selanjutnya akan langsung masuk kepada tahap pembuktian dan  didahului dengan pemeriksaan saksi. Artinya sidang dibuat cepat dari lazimnya sidang pidana," tandasnya. []

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Ultimatum Penyuap Nurhadi, Nurul Gufron: Kepada Tersangka HS untuk Segera Serahkan Diri ke KPK

Image

News

Kronologi Penangkapan Nurhadi dan Menantu: Disaksikan RW, Penyidik Bongkar Kunci Pagar

Image

News

Harun Masiku Masih Buron, Sindiran Ossy Dermawan: Jangan Mimpi Indonesia Bisa Maju!

Image

News

INFOGRAFIS Akhir Pelarian Nurhadi

Image

News

Setelah KPK Ringkus Nurhadi, HNW Tunggu Kabar Penangkapan Harun Masiku dan Sjamsul Nurhalim

Image

News

Wabah Corona

FOTO Antrean Panjang Pelayanan Samsat DKI Jakarta Timur

Image

News

Sukses Tangkap Nurhadi, IPW: ini Lima Kerja Berat KPK yang Harus Dituntaskan

Image

News

Lama Buron, KPK Akhirnya Tangkap Nurhadi dan Menantunya

Image

News

H+7 Lebaran, Kakorlantas Polri: Penurunan Arus Balik 2020 Capai 70 Persen

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Ultimatum Penyuap Nurhadi, Nurul Gufron: Kepada Tersangka HS untuk Segera Serahkan Diri ke KPK

Nurhadi telah ditangkap.

Image
News
Wabah Corona

Peguyuban Warteg Gandeng BUMN Bagikan Makanan Siap Saji ke Warga Terdampak Covid-19

Aksi ini sendiri menyasar masyarakat lemah secara ekonomi.

Image
News

SK Badan Hukum Partai Terbit, Ketua Umum Partai Gelora Sampaikan Terima Kasih

"Kami berharap Partai Gelora Indonesia bisa berkontribusi secara positif, dan ikut membawa Indonesia keluar dari krisis."

Image
News

Pesan Menkumham saat Serahkan SK Badan Hukum Partai Gelora

Jadilah partai pemersatu.

Image
News
Wabah Corona

Hadapi New Normal, Tiga Pilar Jakbar Samakan Persepsi

PSBB Jakarta akan segera berakhir.

Image
News

Kronologi Penangkapan Nurhadi dan Menantu: Disaksikan RW, Penyidik Bongkar Kunci Pagar

Penyidik harus lakukan upaya paksa.

Image
News
Hari Lahir Pancasila

Peringati Hari Lahir Pancasila, Yonif 754 Bagikan Bendera Merah Putih di Papua

“Selain untuk menyemarakkan, juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa setiap tanggal 1 Juni merupakan hari lahirnya Pancasila“

Image
News
Wabah Corona

Dukung Penundaan Dibukanya Sekolah, DPR: Keselamatan Siswa Prioritas Utama

“Hal-hal lainnya seperti ketuntasan kurikulum itu nomor dua. Dengan kondisi saat ini, sebaiknya memang pembelajaran tatap muka ditunda dulu“

Image
News

Pemilik Restoran Kulit Hitam AS Jadi Korban Penembakan Polisi, Mayat Ditinggal Selama 12 Jam

Dalam berbagai pemberitaan, McAtee pun dilaporkan tertembak ketika polisi dan Garda Nasional tengah mencoba menegakkan jam malam

Image
News

Senator Casytha Harap Sektor UMKM Bisa Beradaptasi Saat Penerapan New Normal

Masalah utama dari UMKM saat ini yaitu tidak bisa mengangsur kredit, pasar mandeg karena transaksi jual-beli terbatas

terpopuler

  1. Covid-19 di Jatim, Surabaya Terparah, Mpu Jaya Prema: Ayo Bu Risma yang 'Konon' Perkasa, Mana Gebrakannya?

  2. Tembus Rp120 Juta Per Bulan! Ini 6 Negara dengan Gaji Polisi Tertinggi di Dunia

  3. Cerita Driver Ojol selama Pandemi: Soal Ajakan Demo di Istana, Orderan Sepi hingga Kesiapan New Normal

  4. Dibunuh oleh Polisi hingga Picu Protes di Seluruh AS, Siapa Sebenarnya Sosok George Floyd?

  5. Buruan, Update iPhone Kamu ke iOS 13.5

  6. Tiga Syarat Pemakzulan Presiden Menurut Pemikir Islam

  7. Yuk Kenali Karakter Keuanganmu Berdasarkan Zodiak!

  8. X50 Series Jadi Smartphone Flagship Pertama vivo di 2020

  9. Siwon Ngetwit dengan Bahasa Indonesia Lagi, Warganet: Mending ke Kelurahan Urus Pindah Domisili

  10. Dituding 'Pansos' dari Kekeyi, Rinni Wulandari Tidak Terima Anak Dibawa-bawa

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Kota di Masa Pandemi

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

5 Pesona Kahiyang Ayu Lakukan Virtual Photoshoot Bersama Diera Bachir

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino